Modul ajar IPAS SD kelas VI materi Perkembangbiakan Makhluk Hidup lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa makhluk hidup bertambah banyak dan memiliki keturunan.
Pemahaman bermakna: Memahami berbagai cara perkembangbiakan makhluk hidup membantu kita menghargai keanekaragaman hayati dan peran penting setiap organisme dalam ekosistem, serta mendorong kesadaran akan tanggung jawab kita dalam menjaga kelestariannya.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara tumbuhan dan hewan di sekitar kita memiliki anak atau keturunan?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai cara perkembangbiakan generatif pada tumbuhan dengan tepat dan menjelaskan proses perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan dengan contoh.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan, lalu memantik diskusi dengan pertanyaan: 'Apakah semua bunga bisa menjadi buah? Mengapa ada bunga yang tidak berbuah?'
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai jenis bunga dan buah yang dibawa guru (misal: bunga sepatu, mangga, jagung) dan mendiskusikan bagian-bagiannya yang berperan dalam perkembangbiakan generatif (penyerbukan). Kemudian, mereka mengamati tanaman yang berkembang biak tanpa biji (misal: pisang, jahe, cocor bebek) untuk memahami perkembangbiakan vegetatif alami.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja untuk mengelompokkan tumbuhan berdasarkan cara perkembangbiakan generatif (dengan biji) dan vegetatif alami (tanpa biji), serta mencatat ciri-ciri yang mereka temukan dari hasil pengamatan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang perkembangbiakan generatif (penyerbukan, pembuahan, biji) dan vegetatif alami (umbi, rizoma, tunas, geragih, daun) pada tumbuhan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas untuk mengamati contoh perkembangbiakan vegetatif buatan di lingkungan sekitar rumah.
Tujuan: Menjelaskan proses perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dengan contoh dan membandingkan cara perkembangbiakan hewan secara ovipar, vivipar, dan ovovivipar.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan menanyakan hasil pengamatan tugas rumah tentang perkembangbiakan vegetatif buatan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memantik diskusi: 'Mengapa petani sering melakukan cangkok atau stek pada tanamannya? Apa bedanya dengan ayam yang bertelur dan kucing yang melahirkan?'
Memahami: Peserta didik menganalisis studi kasus tentang petani yang ingin memperbanyak tanaman unggulnya dengan cepat, lalu berdiskusi tentang berbagai metode perkembangbiakan vegetatif buatan (stek, cangkok, okulasi). Kemudian, mereka mengamati gambar atau video hewan-hewan (ayam, kucing, ular) dan mengidentifikasi ciri-ciri perkembangbiakan ovipar, vivipar, dan ovovivipar.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta konsep atau diagram perbandingan antara perkembangbiakan vegetatif alami dan buatan, serta perbedaan antara ovipar, vivipar, dan ovovivipar pada hewan, lengkap dengan contohnya masing-masing. Mereka juga mulai merancang ide untuk proyek poster/infografis.
Merefleksi: Kelompok-kelompok mempresentasikan peta konsep mereka. Guru memfasilitasi diskusi untuk mengklarifikasi perbedaan dan persamaan, serta memberikan penguatan tentang manfaat perkembangbiakan vegetatif buatan dan keanekaragaman cara perkembangbiakan hewan. Guru juga memberikan panduan untuk persiapan proyek akhir.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting materi hari ini. Guru memberikan motivasi untuk proyek yang akan datang dan mengingatkan untuk membawa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat poster/infografis pada pertemuan berikutnya.
Tujuan: Menyajikan hasil pengamatan dan identifikasi perkembangbiakan makhluk hidup dalam bentuk poster atau infografis sederhana dan menyimpulkan pentingnya perkembangbiakan makhluk hidup bagi kelangsungan spesies dan keseimbangan ekosistem.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengecek kesiapan alat dan bahan untuk proyek. Guru mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria penilaian poster/infografis, serta memotivasi peserta didik untuk bekerja sama dengan baik.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan dan mendesain poster atau infografis tentang perkembangbiakan makhluk hidup, mengintegrasikan semua pengetahuan yang telah mereka peroleh dari pertemuan sebelumnya. Mereka memilih data, gambar, dan teks yang paling efektif untuk menyampaikan informasi.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja sama membuat poster atau infografis mereka, dengan bimbingan guru. Mereka menuangkan ide-ide kreatif, memastikan informasi yang disajikan akurat, jelas, dan menarik secara visual. Guru berkeliling memberikan masukan dan bantuan jika diperlukan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan poster/infografis mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penilaian dan menguatkan kembali konsep-konsep kunci, serta mengajak peserta didik merenungkan pentingnya perkembangbiakan makhluk hidup untuk kelestarian alam.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi 'Perkembangbiakan Makhluk Hidup'. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat, serta mengingatkan untuk selalu menjaga lingkungan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan keakuratan data pada LKPD, serta kreativitas dan kolaborasi dalam pembuatan poster/infografis.
Akhir (sumatif): Penilaian poster/infografis dan presentasi kelompok, serta tes tertulis singkat untuk mengukur pemahaman konsep.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai cara perkembangbiakan generatif dan vegetatif alami pada tumbuhan. | Perkembangbiakan generatif tumbuhan (penyerbukan, pembuahan, biji); Perkembangbiakan vegetatif alami tumbuhan (umbi, rizoma, tunas, geragih). | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan proses perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan dan membandingkan cara perkembangbiakan hewan. | Perkembangbiakan vegetatif buatan (stek, cangkok, okulasi); Perkembangbiakan hewan (ovipar, vivipar, ovovivipar). | 2 JP | Kreativitas |
| Menyajikan hasil pengamatan dan identifikasi serta menyimpulkan pentingnya perkembangbiakan makhluk hidup. | Penyajian informasi dalam poster/infografis; Pentingnya perkembangbiakan untuk kelangsungan spesies dan ekosistem. | 2 JP | Kolaborasi |
Makhluk hidup di Bumi, baik tumbuhan maupun hewan, memiliki kemampuan luar biasa untuk berkembang biak. Proses ini sangat penting agar jenis mereka tidak punah dan tetap ada dari generasi ke generasi. Setiap makhluk hidup memiliki cara uniknya sendiri untuk menghasilkan keturunan, ada yang dengan biji, tunas, bahkan ada yang melahirkan. Mari kita jelajahi keajaiban perkembangbiakan ini!
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang terjadi melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Proses ini melibatkan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan sel kelamin betina (putik). Setelah penyerbukan, serbuk sari akan membuahi sel telur di dalam bakal biji, menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi biji. Biji inilah yang nantinya dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak secara generatif adalah mangga, jagung, padi, dan bunga sepatu. Kita sering melihat bunga-bunga cantik yang kemudian menjadi buah, itu adalah hasil dari perkembangbiakan generatif.
Selain generatif, tumbuhan juga bisa berkembang biak secara vegetatif alami, yaitu tanpa melalui perkawinan. Ini terjadi dengan memanfaatkan bagian tubuh tumbuhan itu sendiri. Ada beberapa cara, seperti umbi (contoh: bawang merah, kentang), rizoma atau rimpang (contoh: jahe, kunyit), tunas (contoh: pisang, bambu), geragih atau stolon (contoh: stroberi), dan tunas adventif (tunas yang tumbuh di bagian tepi daun, contoh: cocor bebek). Cara ini memungkinkan tumbuhan baru tumbuh dengan sifat yang sama persis dengan induknya.
Manusia sering membantu tumbuhan untuk berkembang biak secara vegetatif buatan agar mendapatkan hasil yang lebih baik atau lebih cepat. Contohnya adalah stek (memotong bagian batang lalu menanamnya, seperti singkong atau mawar), cangkok (mengupas kulit batang, membungkusnya dengan tanah, lalu memotongnya setelah berakar, seperti mangga atau jambu), okulasi (menempelkan mata tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain, seperti durian), dan menyambung (menggabungkan dua batang tumbuhan berbeda). Cara ini sering dilakukan petani untuk memperbanyak tanaman unggul.
Hewan ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Telur-telur ini diletakkan di luar tubuh induknya dan dierami hingga menetas. Di dalam telur, embrio akan berkembang menggunakan cadangan makanan yang ada di dalam telur. Contoh hewan ovipar yang sering kita jumpai adalah ayam, burung, ikan, kura-kura, dan katak. Setelah menetas, anak hewan akan tumbuh dan berkembang di lingkungan luar.
Hewan vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Embrio atau calon anak hewan berkembang di dalam rahim induknya dan mendapatkan nutrisi langsung dari induk melalui plasenta. Setelah cukup besar dan sempurna, anak hewan akan dilahirkan dari tubuh induknya. Contoh hewan vivipar adalah kucing, sapi, kambing, kelinci, dan manusia. Anak-anak hewan vivipar biasanya langsung dapat menyusu pada induknya setelah lahir.
Ada juga hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar, yaitu gabungan antara bertelur dan melahirkan. Pada hewan ovovivipar, telur tetap berkembang di dalam tubuh induknya, tetapi embrio di dalam telur tidak mendapatkan nutrisi dari induk, melainkan dari cadangan makanan di dalam telur itu sendiri. Setelah telur menetas di dalam tubuh induk, anak hewan akan keluar dari tubuh induk seolah-olah dilahirkan. Contoh hewan ovovivipar adalah beberapa jenis ular (misalnya ular boa), kadal, dan ikan hiu.
Perkembangbiakan makhluk hidup memiliki peran yang sangat vital. Pertama, untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Tanpa perkembangbiakan, setiap spesies akan habis dan tidak ada lagi di Bumi. Kedua, untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Setiap makhluk hidup memiliki peran dalam rantai makanan dan lingkungan. Jika satu spesies punah, maka akan mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami dan menjaga proses perkembangbiakan ini adalah bagian dari tanggung jawab kita terhadap alam.
Rangkuman: Perkembangbiakan makhluk hidup adalah proses penting untuk melestarikan jenisnya. Tumbuhan berkembang biak secara generatif (dengan biji melalui penyerbukan) dan vegetatif (alami seperti umbi, tunas; atau buatan seperti stek, cangkok). Hewan berkembang biak secara ovipar (bertelur), vivipar (melahirkan), atau ovovivipar (bertelur lalu menetas di dalam tubuh induk dan dilahirkan). Memahami cara-cara ini membantu kita menghargai keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan cara perkembangbiakan tumbuhan generatif dan vegetatif.
Alat & bahan: Berbagai jenis bunga (misal: sepatu, kembang telang), buah (misal: mangga, jagung), tanaman dengan umbi/rizoma/tunas (misal: bawang, jahe, pisang), lembar kerja, alat tulis.
| Generatif | Perkembangbiakan melalui perkawinan (penyerbukan dan pembuahan). |
| Vegetatif | Perkembangbiakan tanpa melalui perkawinan, menggunakan bagian tubuh induk. |
| Ovipar | Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. |
| Vivipar | Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. |
| Ovovivipar | Hewan yang bertelur, namun telurnya menetas di dalam tubuh induk lalu dilahirkan. |
| Penyerbukan | Jatuhnya serbuk sari ke kepala putik. |
| Pembuahan | Peleburan sel kelamin jantan dan betina. |
| Stek | Cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menanam potongan bagian tubuh tumbuhan. |
| Cangkok | Cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menumbuhkan akar pada cabang yang masih menempel pada induknya. |
| Ekosistem | Kesatuan komunitas makhluk hidup dengan lingkungan fisiknya. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.