tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDIPAS › SISTEM RESPIRASI
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar IPAS Kelas VI
SISTEM RESPIRASI

Modul ajar IPAS SD kelas VI materi SISTEM RESPIRASI lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar IPAS kelas VI materi SISTEM RESPIRASI
Ringkasan: Sistem respirasi manusia terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus di paru-paru. Fungsinya adalah mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida melalui proses inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas terjadi di alveolus. Penting untuk menjaga kesehatan sistem respirasi dengan menghindari polusi, tidak merokok, berolahraga, dan makan makanan bergizi agar kita dapat bernapas dengan baik dan hidup sehat.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: penalaran kritis, kesehatan, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISIPAS · SISTEM RESPIRASI · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mengidentifikasi dan memahami struktur dan fungsi organ tubuh manusia, serta keterkaitannya dengan proses kehidupan dan cara menjaga kesehatan organ tersebut.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa manusia bernapas untuk hidup dan udara yang dihirup berbeda dengan udara yang diembuskan.

Pemahaman bermakna: Sistem respirasi adalah proses vital yang memungkinkan tubuh mendapatkan oksigen untuk energi dan membuang karbon dioksida. Memahami cara kerjanya akan membantu kita menjaga kesehatan paru-paru dan seluruh tubuh.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita bisa merasa sesak napas setelah berlari kencang, dan apa hubungannya dengan paru-paru kita?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem respirasi manusia dengan benar dan menjelaskan fungsi masing-masing organ sistem respirasi manusia secara akurat.

Kegiatan awal: Peserta didik disambut dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru memutarkan video singkat tentang seseorang yang sedang bernapas dan bertanya 'Apa yang terjadi di dalam tubuh kita saat kita bernapas?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal organ pernapasan dan fungsinya, serta bagaimana proses belajar akan berlangsung.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati model torso manusia atau gambar sistem respirasi, mengidentifikasi organ-organ yang terlihat, dan mendiskusikan perkiraan fungsi masing-masing organ berdasarkan pengetahuannya atau informasi singkat yang diberikan guru.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel organ dan fungsinya, lalu mencoba menyusun urutan organ pernapasan dari udara masuk hingga keluar, serta membandingkan hasil diskusi mereka dengan informasi dari buku teks atau sumber digital.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi organ dan fungsinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dengan menjelaskan fungsi dan letak organ-organ pernapasan yang benar, serta meluruskan miskonsepsi yang mungkin ada.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan organ-organ pernapasan dan fungsinya. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar. Sebagai tindak lanjut, peserta didik diminta mencari tahu lebih banyak tentang bagaimana udara bisa masuk dan keluar dari paru-paru. Pembelajaran ditutup dengan doa dan senyuman.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menggambarkan alur pernapasan (inspirasi dan ekspirasi) pada manusia dengan tepat dan menganalisis dampak kebiasaan sehari-hari terhadap kesehatan sistem respirasi.

Kegiatan awal: Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya tentang organ pernapasan. Guru menampilkan gambar atau video ilustrasi proses inspirasi dan ekspirasi, lalu bertanya 'Bagaimana udara bisa bergerak masuk dan keluar dari tubuh kita?'. Guru menjelaskan tujuan pertemuan ini yaitu memahami mekanisme pernapasan dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok melakukan percobaan sederhana menggunakan model paru-paru (botol plastik, balon, dan sarung tangan karet) untuk memvisualisasikan mekanisme pernapasan. Mereka mengamati perubahan volume paru-paru saat diafragma bergerak.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menganalisis hasil percobaan dan menghubungkannya dengan proses inspirasi dan ekspirasi pada manusia. Kemudian, mereka mendiskusikan studi kasus tentang kebiasaan sehari-hari (misalnya merokok, olahraga teratur, polusi udara) dan dampaknya terhadap sistem respirasi, mencatat temuan mereka pada LKPD.

Merefleksi: Kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan analisis studi kasus mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem respirasi dan dampak buruk dari kebiasaan tidak sehat, memberikan penekanan pada pola hidup sehat.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum mekanisme pernapasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan paru-paru. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan kemampuan analisis peserta didik. Sebagai tindak lanjut, peserta didik diminta untuk memikirkan ide kampanye sederhana untuk menjaga kesehatan pernapasan. Pembelajaran ditutup dengan doa dan semangat.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Merancang kampanye sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem respirasi.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan memimpin doa, dilanjutkan presensi. Guru mengingatkan kembali pentingnya sistem respirasi dan dampaknya bagi kehidupan. Guru bertanya, 'Bagaimana cara kita mengajak teman-teman atau keluarga untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka?'. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan membuat proyek kampanye dan tujuan pembelajaran adalah merancang kampanye sederhana.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek kampanye sederhana (misalnya poster, slogan, video pendek, atau presentasi interaktif) tentang pentingnya menjaga kesehatan sistem respirasi, dengan mempertimbangkan target audiens dan pesan yang ingin disampaikan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama membuat proyek kampanye mereka menggunakan alat dan bahan yang tersedia atau teknologi digital. Mereka berkreasi dalam menyajikan informasi dan pesan kesehatan secara menarik dan mudah dipahami, dengan bimbingan dari guru.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan kelas. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya pesan yang disampaikan dan kreativitas dalam penyajian.

Penutup: Peserta didik dan guru melakukan refleksi bersama mengenai proses pembuatan proyek dan pembelajaran yang didapat. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua karya dan usaha peserta didik. Guru mendorong peserta didik untuk menerapkan pesan kampanye dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan karyanya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan suasana penuh kebanggaan.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik, dan penyelesaian LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek kampanye tentang kesehatan sistem respirasi berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem respirasi manusia dengan benar.Organ-organ sistem respirasi dan fungsinya.2 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan fungsi masing-masing organ sistem respirasi manusia secara akurat.Fungsi organ respirasi.2 JPKesehatan
Menggambarkan alur pernapasan (inspirasi dan ekspirasi) pada manusia dengan tepat.Mekanisme pernapasan dan faktor yang memengaruhi.2 JPPenalaran Kritis
Menganalisis dampak kebiasaan sehari-hari terhadap kesehatan sistem respirasi dan merancang kampanye sederhana.Dampak kebiasaan dan kampanye kesehatan.2 JPKesehatan, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Sistem respirasi atau sistem pernapasan adalah salah satu sistem organ terpenting dalam tubuh kita. Tanpa bernapas, kita tidak akan bisa bertahan hidup. Setiap saat, tubuh kita membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi dan membuang karbon dioksida sebagai sisa proses tersebut. Mari kita pelajari lebih dalam bagaimana sistem yang luar biasa ini bekerja dan bagaimana cara menjaganya agar tetap sehat.

Organ-organ Sistem Respirasi

Sistem respirasi manusia terdiri dari beberapa organ yang bekerja sama. Udara masuk melalui hidung, disaring dan dihangatkan. Kemudian, udara melewati faring (tenggorokan), laring (kotak suara), dan trakea (batang tenggorokan). Trakea bercabang menjadi dua bronkus, masing-masing menuju paru-paru kanan dan kiri. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus yang lebih kecil, dan di ujungnya terdapat alveolus. Setiap organ memiliki peran penting dalam memastikan udara mencapai paru-paru dan pertukaran gas terjadi.

Fungsi Organ Respirasi

Hidung berfungsi sebagai pintu masuk udara, menyaring debu, menghangatkan, dan melembapkan udara. Faring adalah saluran persimpangan antara saluran napas dan pencernaan. Laring mengandung pita suara. Trakea adalah saluran utama yang membawa udara ke paru-paru. Bronkus dan bronkiolus adalah cabang-cabang saluran udara di dalam paru-paru. Paru-paru adalah organ utama tempat pertukaran gas terjadi, dan alveolus adalah kantung-kantung kecil di paru-paru tempat oksigen masuk ke darah dan karbon dioksida keluar dari darah.

Mekanisme Pernapasan (Inspirasi dan Ekspirasi)

Pernapasan terdiri dari dua fase: inspirasi (menghirup udara) dan ekspirasi (menghembuskan udara). Saat inspirasi, otot diafragma berkontraksi dan bergerak ke bawah, otot-otot di antara tulang rusuk juga berkontraksi, menyebabkan rongga dada membesar. Ini mengurangi tekanan di paru-paru, sehingga udara dari luar masuk. Saat ekspirasi, otot diafragma dan otot tulang rusuk relaksasi, menyebabkan rongga dada mengecil dan tekanan di paru-paru meningkat, sehingga udara keluar dari paru-paru. Proses ini terjadi secara otomatis dan terus-menerus.

Pertukaran Gas di Paru-paru

Setelah udara masuk ke paru-paru, oksigen akan mencapai alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan dikelilingi oleh banyak pembuluh darah kapiler. Di sinilah pertukaran gas terjadi: oksigen dari alveolus akan masuk ke dalam darah, dan karbon dioksida dari darah akan masuk ke alveolus untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Proses ini sangat penting untuk memastikan sel-sel tubuh mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya dan membuang sisa metabolisme yang tidak diperlukan.

Menjaga Kesehatan Sistem Respirasi

Kesehatan sistem respirasi sangat penting untuk kualitas hidup kita. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan paru-paru meliputi: menghindari paparan asap rokok dan polusi udara, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air yang cukup, dan menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan hidup sehat ini akan membantu paru-paru bekerja optimal dan mengurangi risiko penyakit pernapasan seperti asma, bronkitis, atau pneumonia. Mari kita jaga paru-paru kita agar tetap sehat dan kuat!

Rangkuman: Sistem respirasi manusia terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus di paru-paru. Fungsinya adalah mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida melalui proses inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas terjadi di alveolus. Penting untuk menjaga kesehatan sistem respirasi dengan menghindari polusi, tidak merokok, berolahraga, dan makan makanan bergizi agar kita dapat bernapas dengan baik dan hidup sehat.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi organ, fungsi, dan mekanisme sistem respirasi serta menganalisis faktor yang memengaruhinya.

Alat & bahan: Model torso/gambar sistem respirasi, botol plastik, balon, sarung tangan karet, buku teks, alat tulis, lembar kerja

  1. Amati model/gambar sistem respirasi dan identifikasi organ-organnya.
  2. Diskusikan fungsi masing-masing organ dalam kelompokmu.
  3. Lakukan percobaan model paru-paru dan amati perubahan yang terjadi.
  4. Analisis data percobaan dan kaitkan dengan mekanisme pernapasan manusia.
  5. Diskusikan studi kasus tentang kebiasaan yang memengaruhi kesehatan pernapasan.

8 Glosarium

RespirasiProses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan.
InspirasiProses menghirup udara ke dalam paru-paru.
EkspirasiProses menghembuskan udara keluar dari paru-paru.
DiafragmaOtot berbentuk kubah di dasar rongga dada yang berperan dalam pernapasan.
AlveolusKantung udara kecil di paru-paru tempat pertukaran gas terjadi.

9 Materi IPAS Terkait

Sistem Alat gerakIPAS Kelas VI SD
Pelajari Sistem Alat gerak →
sistem pencernaanIPAS Kelas VI SD
Pelajari sistem pencernaan →
Sistem Pernapasan pada ManusiaIPAS Kelas VI SD
Pelajari Sistem Pernapasan pada Manusia →
Sistem Tata SuryaIPAS Kelas VI SD
Pelajari Sistem Tata Surya →
Bagaimana tubuh kita bergerakIPAS Kelas VI SD
Pelajari Bagaimana tubuh kita bergerak →
Bagaimana tubuh kita bisa bergerak?IPAS Kelas VI SD
Pelajari Bagaimana tubuh kita bisa bergerak? →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar IPAS SISTEM RESPIRASI ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.