Modul ajar Matematika SD kelas I materi Bangun datar dan bangun ruang lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal beberapa benda di sekitar mereka dan dapat menyebutkan namanya.
Pemahaman bermakna: Memahami bentuk bangun datar dan bangun ruang di sekitar kita membantu kita mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan dunia dengan lebih baik, serta mengembangkan kreativitas dalam membuat benda-benda baru.
Pertanyaan pemantik: Coba lihat benda di sekelilingmu, bentuknya seperti apa ya? Ada yang datar, ada yang punya ruang di dalamnya!
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segi empat, lingkaran) yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
Kegiatan awal: Salam pembuka, berdoa bersama, mengecek kehadiran. Guru menampilkan gambar-gambar benda di sekitar kelas, bertanya 'Benda apa ini? Bentuknya seperti apa?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mencari tahu berbagai bentuk datar yang ada di sekitar kita.
Memahami: Peserta didik mengamati benda-benda di kelas yang memiliki bentuk bangun datar (misalnya papan tulis, jam dinding, meja, buku, jendela). Guru membimbing peserta didik untuk menyebutkan bentuk-bentuk tersebut (persegi panjang, lingkaran, persegi).
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mencari 3 benda di dalam kelas yang memiliki bentuk bangun datar berbeda, lalu menempelkan gambar atau sketsa benda tersebut di lembar kerja sesuai bentuknya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan benda-benda yang mereka temukan dan bentuknya. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang nama-nama bangun datar (lingkaran, segitiga, segi empat).
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama bentuk-bentuk bangun datar yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk mencari bentuk bangun datar di rumah. Doa penutup.
Tujuan: Mengelompokkan benda-benda berdasarkan bentuk bangun datar (segitiga, segi empat, lingkaran) dengan benar.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bentuk bangun datar yang dipelajari sebelumnya. Guru menunjukkan beberapa kartu bergambar benda dan meminta peserta didik menebak bentuknya. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Galeri Bangun Datar' dari benda-benda.
Memahami: Guru menunjukkan berbagai benda kecil (kancing, uang koin, potongan kertas, balok mainan) dan meminta peserta didik mengidentifikasi bentuk datar yang ada pada benda tersebut. Guru menjelaskan cara mengelompokkan benda berdasarkan bentuknya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok diberi tugas untuk mengumpulkan benda-benda kecil dari kotak misteri atau yang dibawa dari rumah, lalu mengelompokkannya ke dalam tiga wadah berbeda berdasarkan bentuk bangun datar (lingkaran, segi empat, segitiga).
Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan hasil pengelompokan benda mereka. Guru dan teman-teman lain memberikan tanggapan dan masukan. Guru mengoreksi jika ada kesalahan pengelompokan dan memberikan penguatan konsep.
Penutup: Peserta didik dan guru merangkum pentingnya mengelompokkan benda. Guru memotivasi peserta didik untuk selalu teliti. Guru memberikan pujian atas kerja sama kelompok. Doa penutup.
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai bentuk bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung) yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru menunjukkan sebuah bola dan sebuah kotak, bertanya 'Apa bedanya benda ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengenal bentuk-bentuk yang punya ruang di dalamnya.
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai benda bangun ruang yang dibawa guru (bola, kotak tisu, kaleng minuman, dadu). Guru membimbing peserta didik untuk menyebutkan nama-nama bentuk ruang tersebut (bola, kubus, balok, tabung).
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mencari 3 benda di sekitar kelas yang memiliki bentuk bangun ruang berbeda, lalu menggambar atau menuliskan nama benda tersebut di lembar kerja sesuai bentuk bangun ruangnya.
Merefleksi: Setiap pasangan mempresentasikan benda-benda bangun ruang yang mereka temukan. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang nama-nama bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung).
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama bentuk-bentuk bangun ruang yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi dan memberikan tantangan untuk mencari bentuk bangun ruang di rumah. Doa penutup.
Tujuan: Mengelompokkan benda-benda berdasarkan bentuk bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung) dengan benar.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bentuk bangun ruang yang dipelajari sebelumnya. Guru menunjukkan beberapa gambar benda dan meminta peserta didik menebak bentuk ruangnya. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Museum Mini Bangun Ruang'.
Memahami: Guru menunjukkan berbagai benda sehari-hari (kotak pensil, botol minum, kelereng, penghapus) dan meminta peserta didik mengidentifikasi bentuk bangun ruangnya. Guru menjelaskan cara mengelompokkan benda berdasarkan bentuk ruangnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok diberi tugas untuk mengumpulkan benda-benda kecil dari kotak misteri atau yang dibawa dari rumah, lalu mengelompokkannya ke dalam empat wadah berbeda berdasarkan bentuk bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung).
Merefleksi: Setiap kelompok memamerkan hasil pengelompokan benda mereka di 'Museum Mini Bangun Ruang' yang telah disiapkan. Guru dan teman-teman lain memberikan tanggapan. Guru mengoreksi jika ada kesalahan pengelompokan dan memberikan penguatan konsep.
Penutup: Peserta didik dan guru merangkum pentingnya mengelompokkan benda berdasarkan bentuk ruang. Guru memotivasi peserta didik untuk selalu teliti. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan kreativitas kelompok. Doa penutup.
Tujuan: Membuat model sederhana bangun datar (segitiga, segi empat, lingkaran) menggunakan bahan alam atau plastisin.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Siapa yang suka membuat sesuatu dengan tangan?'. Guru menunjukkan beberapa contoh model bangun datar dari plastisin. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menjadi seniman kecil yang membuat model bangun datar.
Memahami: Guru mendemonstrasikan cara membuat model segitiga, segi empat, dan lingkaran menggunakan plastisin atau potongan lidi dan plastisin. Guru menekankan pada ciri-ciri setiap bangun datar saat membuatnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 3 model bangun datar (segitiga, segi empat, lingkaran) menggunakan plastisin atau bahan alam (misalnya daun, ranting kecil) yang telah disediakan.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan hasil karyanya. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi. Guru bertanya 'Bagaimana perasaanmu saat membuat model ini? Apa yang paling sulit/mudah?'.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa benda-benda di sekitar kita banyak yang berbentuk bangun datar. Guru memberikan semangat untuk terus berkreasi. Guru memberikan apresiasi atas semua usaha. Doa penutup.
Tujuan: Membuat model sederhana bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung) menggunakan bahan alam atau plastisin.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Kemarin kita sudah membuat bangun datar, hari ini kita mau membuat apa ya?'. Guru menunjukkan contoh model bangun ruang dari plastisin. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan membuat model bangun ruang yang lebih menantang.
Memahami: Guru mendemonstrasikan cara membuat model kubus, balok, bola, dan tabung menggunakan plastisin atau potongan lidi/sedotan dan plastisin. Guru menekankan pada ciri-ciri setiap bangun ruang saat membuatnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 4 model bangun ruang (kubus, balok, bola, tabung) menggunakan plastisin atau bahan alam (misalnya tanah liat, kardus bekas) yang telah disediakan.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan hasil karyanya dan menjelaskan bentuk yang dibuat. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi. Guru bertanya 'Bentuk apa yang paling mirip dengan aslinya?'.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa kita dapat membuat model bangun datar dan bangun ruang. Guru memberikan apresiasi tertinggi atas semua karya dan usaha peserta didik. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga lingkungan. Doa penutup.
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik mengidentifikasi dan mengelompokkan benda serta partisipasi dalam kegiatan membuat model.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya model bangun datar dan bangun ruang serta lembar kerja pengelompokan benda.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi bangun datar | Pengenalan bentuk segitiga, segi empat, lingkaran | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengidentifikasi bangun ruang | Pengenalan bentuk kubus, balok, bola, tabung | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Mengelompokkan bangun datar dan ruang | Klasifikasi benda berdasarkan bentuk | 4 JP | Kolaborasi |
| Membuat model bangun datar dan ruang | Praktik membuat bentuk dari plastisin/bahan lain | 4 JP | Kreativitas |
Selamat datang di dunia bentuk! Di sekitar kita, ada banyak benda dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang datar seperti halaman buku, ada juga yang punya ruang di dalamnya seperti kotak pensil. Mari kita belajar mengenal, membedakan, dan bahkan membuat sendiri bentuk-bentuk menarik ini. Siap berpetualang?
Bangun datar adalah bentuk yang hanya memiliki panjang dan lebar, jadi dia terlihat 'datar'. Contohnya seperti permukaan meja, buku, atau jam dinding. Ada beberapa bangun datar yang sering kita jumpai. Pertama, Lingkaran, bentuknya bulat sempurna seperti roda sepeda atau uang koin. Kedua, Segi Empat, bentuknya punya empat sisi lurus dan empat sudut, seperti buku atau papan tulis. Segi empat ada yang semua sisinya sama panjang (disebut Persegi) dan ada yang sisinya berpasangan sama panjang (disebut Persegi Panjang). Ketiga, Segitiga, bentuknya punya tiga sisi lurus dan tiga sudut, seperti potongan pizza atau rambu lalu lintas.
Berbeda dengan bangun datar, bangun ruang adalah bentuk yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi, sehingga dia punya 'ruang' di dalamnya atau bisa diisi. Contohnya seperti kotak, bola, atau kaleng. Ada beberapa bangun ruang yang perlu kita kenal. Pertama, Kubus, bentuknya seperti kotak dadu atau rubik, semua sisinya berbentuk persegi dan ukurannya sama. Kedua, Balok, bentuknya seperti kotak sepatu atau penghapus, sisinya berbentuk persegi panjang dan ukurannya tidak selalu sama. Ketiga, Bola, bentuknya bulat sempurna dan tidak memiliki sudut, seperti bola sepak atau kelereng. Keempat, Tabung, bentuknya seperti kaleng minuman atau botol air, punya dua sisi lingkaran di atas dan bawah, serta satu sisi melengkung.
Perbedaan utama antara bangun datar dan bangun ruang adalah dimensinya. Bangun datar hanya punya 2 dimensi (panjang dan lebar), sehingga terlihat pipih. Kita tidak bisa mengisi apa-apa di dalamnya. Sedangkan bangun ruang punya 3 dimensi (panjang, lebar, dan tinggi), sehingga dia punya volume atau ruang di dalamnya. Kita bisa mengisi air ke dalam botol (tabung) atau menyimpan barang di dalam kotak (kubus/balok). Contoh: permukaan buku adalah bangun datar (segi empat), sedangkan seluruh buku adalah bangun ruang (balok).
Coba perhatikan sekelilingmu! Banyak sekali benda yang memiliki bentuk bangun datar. Contohnya, permukaan meja berbentuk segi empat, jam dinding berbentuk lingkaran, bendera pramuka sering berbentuk segitiga. Bahkan, jika kita melihat sisi depan sebuah rumah, seringkali terlihat seperti segi empat. Kertas HVS yang kita pakai untuk menggambar juga berbentuk segi empat. Dengan mengenal bentuk-bentuk ini, kita jadi lebih mudah menyebutkan dan membedakan benda-benda di sekitar kita.
Sama seperti bangun datar, benda-benda di sekitar kita juga banyak yang berbentuk bangun ruang. Contohnya, kotak pensil berbentuk balok, bola sepak berbentuk bola, kaleng susu berbentuk tabung, dan dadu berbentuk kubus. Bahkan, lemari pakaian kita berbentuk balok. Topi ulang tahun berbentuk kerucut (bentuk ruang lain). Ketika kita memegang benda-benda ini, kita bisa merasakan bahwa mereka punya 'isi' atau 'ruang' di dalamnya, tidak hanya permukaan datar saja.
Setelah mengenal berbagai bentuk, kita bisa mencoba mengelompokkan benda-benda. Misalnya, kita bisa mengumpulkan semua benda yang berbentuk lingkaran di satu tempat, seperti uang koin, piring, atau tutup botol. Kemudian, kita bisa mengumpulkan semua benda yang berbentuk balok di tempat lain, seperti kotak pensil, buku tebal, atau kotak sereal. Kegiatan mengelompokkan ini membantu kita untuk lebih memahami ciri-ciri setiap bentuk dan melatih ketelitian kita dalam mengamati benda-benda di sekitar.
Kita tidak hanya bisa mengidentifikasi, tapi juga bisa membuat sendiri model bangun datar dan bangun ruang! Kita bisa menggunakan plastisin untuk membentuk lingkaran, segi empat, atau segitiga. Untuk bangun ruang, kita juga bisa menggunakan plastisin untuk membuat bola, atau menggunakan lidi dan plastisin untuk menyambung-nyambung membentuk kerangka kubus atau balok. Membuat model ini sangat menyenangkan dan membantu kita memahami bagaimana bentuk-bentuk tersebut dibangun dari sisi dan sudut.
Rangkuman: Bangun datar adalah bentuk pipih 2D seperti lingkaran, segi empat, dan segitiga. Bangun ruang adalah bentuk 3D yang memiliki isi, seperti kubus, balok, bola, dan tabung. Kita bisa menemukan berbagai bentuk ini di benda-benda sekitar kita. Dengan mengenal dan membuat modelnya, kita jadi lebih paham tentang dunia bentuk yang menarik ini.
Tujuan: Peserta didik dapat mengelompokkan benda berdasarkan bentuk bangun datar dan bangun ruang.
Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gunting, lem, gambar-gambar benda, plastisin
| Bangun Datar | Bentuk dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar. |
| Bangun Ruang | Bentuk tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. |
| Lingkaran | Bangun datar bulat sempurna tanpa sudut. |
| Segi Empat | Bangun datar dengan empat sisi lurus dan empat sudut. |
| Segitiga | Bangun datar dengan tiga sisi lurus dan tiga sudut. |
| Kubus | Bangun ruang dengan enam sisi persegi yang sama besar. |
| Balok | Bangun ruang dengan enam sisi persegi panjang atau persegi. |
| Bola | Bangun ruang bulat sempurna tanpa sisi dan sudut. |
| Tabung | Bangun ruang dengan dua sisi lingkaran dan satu sisi lengkung. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.