Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas IV materi Asmaul husna(al-gaffar,al-wahhab,al-fattah,al-latif),Salat Sunah rawatib,duha dan tahajud lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami makna Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif) serta meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari, dan mampu melaksanakan salat sunah rawatib, duha, dan tahajud sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal nama-nama Allah (Asmaul Husna) secara umum dan mampu melaksanakan salat fardu.
Pemahaman bermakna: Meneladani Asmaul Husna dan melaksanakan salat sunah bukan hanya sekadar hafalan atau gerakan, tetapi merupakan jalan untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, dekat dengan Allah, dan merasakan ketenangan hati.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa meneladani sifat-sifat Allah yang Maha Pengampun, Maha Pemberi, Maha Pembuka Rahmat, dan Maha Lembut dalam kehidupan kita sehari-hari?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi makna Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif) dengan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang nama-nama baik Allah, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang empat Asmaul Husna serta manfaat mempelajarinya.
Memahami: Peserta didik mengamati kartu bergambar atau video pendek tentang situasi yang berhubungan dengan pengampunan, pemberian, pembukaan rezeki, dan kelembutan, lalu guru memantik diskusi tentang siapa yang memiliki sifat-sifat tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mencari arti dan makna Asmaul Husna Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif dari berbagai sumber (buku, internet), kemudian mencatat poin-poin pentingnya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan pemahaman yang kurang tepat tentang makna Asmaul Husna.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan makna Asmaul Husna yang telah dipelajari, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan tugas untuk mencari contoh nyata penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan cara meneladani sifat Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif dalam kehidupan sehari-hari dengan contoh konkret.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas kembali makna Asmaul Husna dari pertemuan sebelumnya, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang cara meneladaninya.
Memahami: Peserta didik diajak berdiskusi tentang bagaimana sifat 'memaafkan' (dari Al-Ghaffar) terlihat dalam perbuatan manusia, 'memberi' (dari Al-Wahhab), 'membantu' (dari Al-Fattah), dan 'berkata lembut' (dari Al-Latif).
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat poster sederhana berisi contoh perilaku meneladani Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, dan Al-Latif di sekolah dan di rumah, lalu menempelkannya di dinding kelas.
Merefleksi: Perwakilan kelompok menjelaskan poster mereka, kelompok lain memberikan masukan atau pertanyaan, dan guru memberikan umpan balik serta mengaitkan perilaku tersebut dengan akhlak mulia dalam Islam.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan pentingnya meneladani Asmaul Husna, guru memberikan motivasi untuk terus berbuat kebaikan, dan menginformasikan materi salat sunah untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis-jenis salat sunah rawatib, duha, dan tahajud berdasarkan waktu pelaksanaannya.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, presensi, bertanya tentang salat fardu yang sudah mereka lakukan, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang jenis-jenis salat sunah.
Memahami: Peserta didik membaca teks singkat atau menonton video edukasi tentang salat sunah rawatib (qabliyah/ba'diyah), duha, dan tahajud, fokus pada pengertian dan waktu pelaksanaannya.
Mengaplikasi: Secara individu, peserta didik mengisi lembar kerja yang berisi tabel untuk mengklasifikasikan salat sunah tersebut (nama salat, waktu pelaksanaan, jumlah rakaat) dan membandingkannya.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan hasil klasifikasinya, guru memberikan koreksi jika ada kesalahan, dan menjelaskan perbedaan serta keutamaan masing-masing salat sunah.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum kembali jenis dan waktu salat sunah, memberikan apresiasi, dan memberikan tugas untuk menghafal niat salat sunah yang akan dipelajari.
Tujuan: Peserta didik dapat memeragakan tata cara salat sunah rawatib dan duha secara berurutan dan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulang sedikit tentang waktu salat rawatib dan duha, dan menyampaikan bahwa hari ini akan praktik langsung tata caranya.
Memahami: Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan tata cara salat sunah rawatib dan duha secara langkah demi langkah, mulai dari niat, takbiratul ihram, bacaan, ruku', sujud, hingga salam.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil mempraktikkan tata cara salat sunah rawatib dan duha di depan kelas atau di sudut ruangan, dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok atau individu yang praktik, mengoreksi gerakan atau bacaan yang kurang tepat, dan memberikan penguatan positif.
Penutup: Guru menyimpulkan praktik salat sunah, memberikan pujian atas usaha peserta didik, dan mendorong mereka untuk mencoba melaksanakannya di rumah.
Tujuan: Peserta didik dapat memeragakan tata cara salat sunah tahajud secara berurutan dan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas singkat tata cara salat sunah sebelumnya, dan menyampaikan tujuan praktik salat tahajud hari ini.
Memahami: Guru menjelaskan kekhususan salat tahajud (waktu, keutamaan) dan mendemonstrasikan tata cara pelaksanaannya, termasuk niat dan bacaan yang relevan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mempraktikkan salat tahajud dengan fokus pada kekhusyukan dan ketepatan gerakan serta bacaan, guru berkeliling memberikan bimbingan personal.
Merefleksi: Setelah praktik, guru memandu refleksi singkat tentang pengalaman melaksanakan salat tahajud, menanyakan kesulitan yang dihadapi, dan memberikan tips untuk melaksanakannya dengan istiqamah.
Penutup: Guru memberikan penguatan tentang keutamaan salat tahajud, mengapresiasi semangat peserta didik, dan meminta mereka untuk mencoba melaksanakan salat tahajud di rumah.
Tujuan: Peserta didik dapat menunjukkan sikap istiqamah dalam melaksanakan salat sunah rawatib, duha, dan tahajud.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, bertanya tentang pengalaman mereka melaksanakan salat sunah di rumah, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang istiqamah.
Memahami: Peserta didik disajikan studi kasus atau cerita pendek tentang seseorang yang kesulitan istiqamah dalam beribadah, kemudian mereka diminta mengidentifikasi penyebab dan mencari solusinya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik merancang 'jadwal ibadah harian' yang mencakup salat fardu dan salat sunah yang telah dipelajari, serta menuliskan strategi untuk menjaga istiqamah.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan jadwal dan strategi mereka, kelompok lain memberikan tanggapan dan saran, dan guru memberikan penguatan tentang pentingnya konsistensi dan niat yang kuat.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan cara-cara menjaga istiqamah, memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif, dan mendorong untuk menerapkan jadwal ibadah yang telah dibuat.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat infografis sederhana tentang manfaat meneladani Asmaul Husna dan melaksanakan salat sunah.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas materi Asmaul Husna dan salat sunah, dan menyampaikan tujuan proyek infografis.
Memahami: Guru menjelaskan konsep infografis sebagai media penyampaian informasi yang menarik, menunjukkan beberapa contoh, dan memandu peserta didik untuk merencanakan isi infografis mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mulai merancang kerangka infografis (tema, poin-poin penting, gambar/ilustrasi) tentang manfaat meneladani Asmaul Husna dan melaksanakan salat sunah, menggunakan kertas atau aplikasi digital sederhana.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rancangan awal infografis mereka, menerima masukan dari teman dan guru, dan melakukan perbaikan pada desain dan konten.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas mereka, mengingatkan untuk melanjutkan pengerjaan proyek di rumah atau pada waktu luang, dan menyiapkan bahan untuk presentasi pada pertemuan berikutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat mempresentasikan infografis tentang manfaat meneladani Asmaul Husna dan melaksanakan salat sunah dengan jelas dan menarik.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengingatkan kembali tentang proyek infografis, dan menyampaikan tujuan presentasi dan evaluasi hari ini.
Memahami: Guru menjelaskan kriteria penilaian presentasi infografis (kejelasan, kreativitas, isi, kekompakan kelompok) dan memberikan kesempatan terakhir untuk persiapan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan infografis mereka di depan kelas, menjelaskan makna Asmaul Husna dan manfaat salat sunah, serta menjawab pertanyaan dari teman dan guru.
Merefleksi: Setelah semua presentasi, guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama tentang seluruh materi yang telah dipelajari, memberikan umpan balik konstruktif untuk setiap kelompok, dan mengumumkan infografis terbaik.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka, menyimpulkan seluruh pembelajaran, dan menutup dengan doa bersama dalam suasana penuh kebanggaan dan kegembiraan.
Proses (formatif): Penilaian formatif dilakukan melalui observasi partisipasi diskusi, kelengkapan dan kejelasan poster/infografis, serta ketepatan praktik salat sunah.
Akhir (sumatif): Penilaian sumatif berupa tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan rubrik penilaian proyek infografis.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi makna Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif). | Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, Al-Latif) | 3 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| Menjelaskan cara meneladani sifat Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari. | Peneladanan Asmaul Husna | 3 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| Mengklasifikasikan dan memeragakan salat sunah rawatib, duha, dan tahajud. | Salat Sunah (rawatib, duha, tahajud) | 6 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| Menunjukkan sikap istiqamah dan membuat infografis tentang materi. | Istiqamah dan Proyek Infografis | 12 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Kreativitas, Kolaborasi |
Anak-anak yang hebat, Allah Swt. menciptakan kita dengan penuh kasih sayang. Untuk mengenal Allah lebih dekat, kita akan belajar tentang Asmaul Husna, nama-nama indah Allah yang menunjukkan sifat-sifat-Nya. Selain itu, kita juga akan belajar tentang salat sunah, ibadah tambahan yang sangat disukai Allah dan Rasul-Nya. Dengan memahami dan mengamalkannya, semoga kita menjadi anak yang saleh dan salihah.
Al-Ghaffar (الغَفَّارُ) artinya Allah Maha Pengampun. Allah selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Kita meneladani sifat ini dengan cara mudah memaafkan kesalahan teman, tidak menyimpan dendam, dan selalu berani meminta maaf jika berbuat salah. Dengan memaafkan, hati kita akan menjadi lebih tenang dan damai, serta hubungan dengan sesama akan semakin baik.
Al-Wahhab (الْوَهَّابُ) berarti Allah Maha Pemberi. Allah memberikan rezeki, kesehatan, dan segala kenikmatan tanpa meminta balasan. Kita bisa meneladani Al-Wahhab dengan suka memberi kepada orang lain yang membutuhkan, berbagi makanan, pensil, atau mainan dengan teman. Memberi tidak akan membuat kita miskin, justru akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain.
Al-Fattah (الْفَتَّاحُ) artinya Allah Maha Pembuka Rahmat dan Pemberi Kemenangan. Allah membuka pintu rezeki, ilmu, dan solusi dari setiap kesulitan. Untuk meneladani Al-Fattah, kita harus rajin belajar agar pintu ilmu terbuka, tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah, dan selalu berdoa memohon pertolongan Allah. Dengan berusaha dan berdoa, Allah akan membukakan jalan kemudahan bagi kita.
Al-Latif (اللَّطِيفُ) berarti Allah Maha Lembut, Maha Halus, dan Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Allah selalu bersikap lembut kepada hamba-Nya. Kita meneladani Al-Latif dengan berbicara sopan, tidak kasar kepada teman atau orang tua, dan bersikap lemah lembut kepada sesama makhluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan. Sikap lembut membuat kita disayangi banyak orang.
Selain salat fardu, ada salat sunah yang pahalanya besar. Salat sunah rawatib adalah salat yang mengiringi salat fardu (sebelum atau sesudah). Salat duha dilakukan di pagi hari setelah matahari terbit, pahalanya seperti sedekah. Sedangkan salat tahajud dikerjakan di malam hari setelah tidur, ini adalah salat paling utama setelah salat fardu. Mari kita biasakan melaksanakannya agar lebih dekat dengan Allah.
Rangkuman: Asmaul Husna Al-Ghaffar (Maha Pengampun), Al-Wahhab (Maha Pemberi), Al-Fattah (Maha Pembuka Rahmat), dan Al-Latif (Maha Lembut) adalah sifat-sifat mulia Allah yang patut kita teladani. Meneladaninya berarti kita memaafkan, suka berbagi, pantang menyerah, dan bersikap lembut. Selain itu, salat sunah rawatib, duha, dan tahajud adalah ibadah tambahan yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menambah pahala, dan membentuk pribadi yang lebih baik.
Tujuan: Peserta didik dapat mengklasifikasikan salat sunah dan mengidentifikasi contoh perilaku meneladani Asmaul Husna.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, spidol warna, gunting, lem, kartu Asmaul Husna bergambar
| Asmaul Husna | Nama-nama baik Allah Swt. |
| Al-Ghaffar | Maha Pengampun |
| Al-Wahhab | Maha Pemberi |
| Al-Fattah | Maha Pembuka Rahmat |
| Al-Latif | Maha Lembut |
| Salat Sunah Rawatib | Salat sunah yang mengiringi salat fardu |
| Salat Duha | Salat sunah yang dikerjakan di pagi hari |
| Salat Tahajud | Salat sunah yang dikerjakan di malam hari setelah tidur |
| Istiqamah | Konsisten atau teguh dalam melakukan sesuatu |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.