Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas IV materi Surat Al Ashr lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mampu melafalkan beberapa surat pendek Al-Qur'an dan memahami ajaran dasar Islam.
Pemahaman bermakna: Memahami Surat Al Ashr membimbing peserta didik untuk menghargai waktu sebagai anugerah Allah SWT, serta menggunakannya untuk kebaikan dan ketaatan agar meraih keberuntungan sejati.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita agar tidak termasuk orang-orang yang merugi seperti yang disebutkan dalam Surat Al Ashr?
Tujuan: Peserta didik dapat melafalkan Surat Al Ashr dengan fasih dan benar sesuai kaidah tajwid.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman menggunakan waktu, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu belajar melafalkan Surat Al Ashr, dan melontarkan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang tahu apa itu waktu Ashar? Mengapa Allah bersumpah dengan waktu Ashar?'.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati tayangan video pelafalan Surat Al Ashr dan teks mushafnya, lalu guru membimbing pelafalan per ayat secara klasikal dan individual, fokus pada makhraj dan tajwid yang benar.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan saling menyimak dan mengoreksi pelafalan Surat Al Ashr, kemudian mencatat bagian yang masih perlu diperbaiki untuk latihan mandiri.
Merefleksi: Beberapa peserta didik melafalkan Surat Al Ashr di depan kelas, guru memberikan umpan balik konstruktif, dan menguatkan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar sebagai ibadah.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus berlatih pelafalan di rumah, dan menutup dengan doa bersama.
Tujuan: Peserta didik dapat menghafalkan Surat Al Ashr dengan lancar dan tanpa kesalahan dan menjelaskan makna kandungan Surat Al Ashr secara sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, presensi, mengulang sedikit pelafalan Surat Al Ashr, menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menghafal dan memahami maknanya, serta bertanya: 'Kira-kira, apa ya pesan penting yang ingin Allah sampaikan lewat surat yang pendek ini?'.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok membahas potongan ayat Surat Al Ashr dan mencari tahu artinya menggunakan kamus mini atau bantuan guru, lalu guru menjelaskan kandungan makna per ayat dengan bahasa sederhana dan contoh kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran sederhana tentang makna Surat Al Ashr dan berlatih menghafal secara berantai (sambung ayat) sambil melakukan gerakan atau isyarat untuk membantu ingatan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran dan demonstrasi hafalannya, kemudian guru memberikan penguatan tentang pentingnya menghafal dan mengamalkan isi Al-Qur'an.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum makna penting Surat Al Ashr, guru memberikan pujian atas semangat belajar, memberikan tugas untuk melanjutkan hafalan di rumah, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Peserta didik dapat menunjukkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari dan mengidentifikasi contoh perbuatan baik yang sesuai dengan pesan Surat Al Ashr.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengajak menyanyikan lagu pendek tentang waktu, menyampaikan tujuan akhir pembelajaran yaitu membuat proyek 'Jadwal Baikku' berdasarkan pesan Surat Al Ashr, dan bertanya: 'Bagaimana kita bisa membuat waktu kita lebih bermanfaat setiap hari?'.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengidentifikasi kegiatan sehari-hari yang sesuai dengan pesan Surat Al Ashr (beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, saling menasihati dalam kesabaran).
Mengaplikasi: Peserta didik merancang dan membuat proyek 'Jadwal Baikku' berupa poster atau infografis sederhana yang berisi jadwal kegiatan harian yang mencerminkan pengamalan nilai-nilai Surat Al Ashr, lengkap dengan ilustrasi atau gambar menarik.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan dan menjelaskan 'Jadwal Baikku' mereka kepada teman-teman, saling memberikan masukan, dan guru memberikan apresiasi serta penguatan tentang konsistensi dalam beramal saleh.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran Surat Al Ashr, memberikan motivasi untuk terus mengamalkan, mengapresiasi kerja keras semua, dan menutup dengan doa serta pesan untuk menjadi pribadi yang selalu memanfaatkan waktu dengan baik.
Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok, presentasi, dan pembuatan 'Jadwal Baikku' untuk melihat partisipasi, pemahaman, dan kolaborasi peserta didik.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil hafalan Surat Al Ashr, penilaian poster 'Jadwal Baikku', dan tes tertulis pemahaman makna surat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Melafalkan Surat Al Ashr dengan fasih dan benar sesuai kaidah tajwid. | Pelafalan makhraj dan tajwid Surat Al Ashr. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menghafalkan Surat Al Ashr dengan lancar dan tanpa kesalahan. | Hafalan dan makna kandungan Surat Al Ashr. | 3 JP | kemandirian |
| Menunjukkan perilaku menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari. | Penerapan nilai-nilai Surat Al Ashr dalam 'Jadwal Baikku'. | 3 JP | kolaborasi |
Surat Al Ashr adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki makna sangat mendalam tentang pentingnya waktu. Allah SWT bersumpah demi waktu, menunjukkan betapa berharganya setiap detik yang kita miliki. Melalui surat ini, kita diajarkan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat.
Surat Al Ashr (العصر) adalah surah ke-103 dalam Al-Qur'an. Surat ini tergolong Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Surat Al Ashr hanya terdiri dari tiga ayat yang sangat padat makna. Nama Al Ashr sendiri berarti 'waktu' atau 'masa', yang menunjukkan fokus utama surat ini pada pentingnya waktu dalam kehidupan manusia. Lihat Lampiran Teks Al-Qur'an.
Membaca Al-Qur'an haruslah dengan benar sesuai kaidah tajwid. Untuk Surat Al Ashr, perhatikan beberapa hal. Misalnya, pada ayat pertama (وَالْعَصْرِ), huruf 'ain (ع) harus dibaca jelas dengan makhraj yang benar. Pada ayat kedua (إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ), ada nun tasydid yang dibaca ghunnah (dengung) dan huruf 'sin' (س) yang dibaca tipis. Latih pelafalan 'ra' (ر) pada kata 'khusrin' (خُسْرٍ) agar tidak berlebihan. Begitu juga pada ayat ketiga, perhatikan panjang pendek bacaan dan kejelasan hurufnya. Membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah bentuk penghormatan kita kepada kalamullah.
Ayat pertama berbunyi: وَالْعَصْرِ (Wal 'Ashr), yang artinya 'Demi masa.' Allah SWT, Sang Pencipta segala sesuatu, bersumpah demi waktu. Ini menunjukkan betapa agung dan berharganya waktu itu. Waktu terus berjalan, tidak bisa kembali, dan tidak bisa dihentikan. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan yang tidak akan terulang. Sumpah ini seharusnya membuat kita tersadar untuk tidak menyia-nyiakan waktu sedikit pun, karena waktu adalah modal utama kehidupan kita di dunia ini.
Ayat kedua berbunyi: إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (Innal insaana lafii khusr), yang artinya 'Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.' Ayat ini adalah peringatan keras bahwa pada dasarnya, semua manusia berada dalam kerugian. Mengapa? Karena waktu terus berjalan, dan jika kita tidak mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, maka waktu itu akan berlalu begitu saja tanpa menghasilkan kebaikan. Kerugian ini bukan hanya kerugian harta, tetapi kerugian yang lebih besar, yaitu kerugian di akhirat nanti.
Ayat ketiga menjelaskan siapa saja yang tidak akan merugi: إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (Illal ladziina aamanuu wa 'amilush shaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr). Artinya: 'Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.' Ini adalah empat kunci utama agar kita tidak merugi dan menjadi golongan yang beruntung.
Empat kunci keberuntungan dalam Surat Al Ashr adalah: Pertama, beriman kepada Allah SWT. Ini adalah pondasi utama. Kedua, beramal saleh, yaitu melakukan segala perbuatan baik yang diridai Allah. Ketiga, saling menasihati dalam kebenaran (bil haqqi), mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Keempat, saling menasihati dalam kesabaran (bish shabr), yaitu sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar menjauhi larangan-Nya, dan sabar menghadapi cobaan hidup. Dengan empat hal ini, waktu yang kita miliki akan menjadi berkah.
Pesan Surat Al Ashr sangat relevan dalam kehidupan kita. Menghargai waktu berarti disiplin dalam belajar, mengerjakan tugas tepat waktu, tidak menunda salat, membantu orang tua, dan melakukan kegiatan positif lainnya. Beramal saleh bisa berupa berbagi dengan teman, menjaga kebersihan, atau berkata jujur. Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran bisa kita lakukan dengan mengajak teman berbuat baik, mengingatkan untuk salat, atau menyemangati saat teman sedang kesulitan. Dengan begitu, setiap detik waktu kita menjadi berarti.
Rangkuman: Surat Al Ashr mengajarkan kita bahwa semua manusia pada dasarnya merugi, kecuali mereka yang memiliki empat sifat mulia: beriman kepada Allah, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Pesan utama surat ini adalah pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah dan berbuat kebaikan agar tidak menjadi golongan yang merugi di akhirat nanti. Mari kita jadikan setiap detik waktu sebagai kesempatan untuk meraih keberuntungan.
Tujuan: Peserta didik dapat memahami makna per ayat dari Surat Al Ashr dan mengidentifikasi contoh penerapannya.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna, gunting, lem, kamus mini bahasa Arab/Indonesia.
| Al Ashr | Waktu atau masa, nama surat ke-103 dalam Al-Qur'an. |
| Makkiyah | Surat-surat Al-Qur'an yang diturunkan di Mekah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. |
| Tajwid | Ilmu tentang cara membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai makhraj dan sifat hurufnya. |
| Amal saleh | Perbuatan baik yang sesuai dengan ajaran Islam dan diridai Allah SWT. |
| Ghunnah | Dengung pada huruf nun atau mim yang bertasydid. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.