Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas IV materi Huruf Hijaiyah Bersambung (3 kata atau Lebih) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik memahami dan mampu membaca huruf hijaiyah secara bersambung serta mengenal beberapa hukum bacaan dasar dalam Al-Qur'an, sebagai landasan untuk mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal bentuk dan bunyi huruf hijaiyah tunggal serta mampu menyambung dua huruf hijaiyah sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai cara menyambung huruf hijaiyah dengan benar akan membuka pintu untuk membaca Al-Qur'an dengan lancar, mendekatkan diri pada firman Allah, dan menumbuhkan kecintaan pada agama Islam.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat tulisan Arab yang panjang dan indah? Bagaimana ya caranya huruf-huruf itu bisa bersambung menjadi kata yang bermakna?
Tujuan: Mengidentifikasi bentuk huruf hijaiyah di awal, tengah, dan akhir kata dengan tepat.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan guru mengecek kehadiran. Guru menyapa dengan 'Kaifa halukum?' (Bagaimana kabar kalian?) dan meminta peserta didik menjawab 'Alhamdulillah bikhair!' (Segala puji bagi Allah, baik!). Guru menampilkan beberapa contoh kata berbahasa Arab dan menanyakan apa yang mereka amati dari bentuk huruf-hurufnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi bentuk huruf hijaiyah saat bersambung.
Memahami: Peserta didik mengamati kartu-kartu huruf hijaiyah yang menunjukkan bentuk tunggal, awal, tengah, dan akhir. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan pola perubahan bentuk huruf dan mengidentifikasi huruf-huruf yang tidak bisa disambung setelahnya (huruf 'nakal').
Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima lembar kerja yang berisi tabel huruf hijaiyah dan diminta untuk mengisi kolom bentuk awal, tengah, dan akhir berdasarkan pengamatan mereka. Mereka juga mencoba menyambung dua huruf yang berbeda dan mengamati hasilnya.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan mengklarifikasi konsep-konsep kunci, seperti huruf 'nakal' (ء, د, ذ, ر, ز, و). Guru memberikan penguatan bahwa memahami perubahan bentuk ini adalah kunci untuk membaca Al-Qur'an.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang pentingnya mengenal bentuk huruf bersambung. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar mereka. Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Menyambung tiga huruf hijaiyah atau lebih menjadi kata yang benar sesuai kaidah dan membaca kata-kata berbahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf hijaiyah atau lebih dengan lancar.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang perubahan bentuk huruf. Guru memberikan pertanyaan pemantik: 'Setelah tahu bentuknya, bagaimana ya caranya kita bisa menyambung banyak huruf jadi kata yang utuh?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menyambung dan membaca kata dengan tiga huruf atau lebih.
Memahami: Guru menjelaskan kaidah penyambungan huruf hijaiyah dengan menampilkan contoh-contoh kata yang terdiri dari tiga huruf atau lebih, seperti 'كَتَبَ' (kataba - menulis), 'قَلَمٌ' (qalamun - pena), 'سَجَدَ' (sajada - bersujud). Peserta didik mengamati dan menirukan cara guru menyambung dan membaca kata-kata tersebut. Guru menekankan peran huruf 'nakal' dalam proses penyambungan.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyusun kartu-kartu huruf hijaiyah menjadi kata-kata yang bermakna, seperti 'مَسْجِدٌ' (masjidun - masjid), 'كِتَابٌ' (kitabun - buku), 'شَمْسٌ' (syamsun - matahari). Setiap kelompok juga berlatih membaca kata-kata tersebut secara bergantian dan saling mengoreksi. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
Merefleksi: Beberapa kelompok maju untuk menunjukkan hasil susunan kata mereka dan membacanya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan koreksi jika ada kesalahan. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya latihan berulang untuk kelancaran membaca.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan langkah-langkah menyambung dan membaca kata dengan tiga huruf atau lebih. Guru memberikan tugas rumah untuk mencari dan menulis 5 kata berbahasa Arab dari Al-Qur'an atau buku cerita Islam. Guru mengapresiasi semangat belajar dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Menuliskan kata-kata berbahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf hijaiyah atau lebih dengan rapi dan benar serta menyajikan hasil karya berupa kartu kata atau poster berisi huruf hijaiyah bersambung dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa. Guru mengapresiasi tugas rumah yang telah dikerjakan dan meminta beberapa siswa untuk membacakan kata-kata yang mereka temukan. Guru memotivasi peserta didik dengan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat karya kreatif. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menulis dan menyajikan karya.
Memahami: Guru mengingatkan kembali kaidah penulisan huruf hijaiyah bersambung dan memberikan contoh penulisan kata-kata yang lebih kompleks di papan tulis. Peserta didik mengamati dan menanyakan hal-hal yang belum jelas. Guru menjelaskan proyek 'Kartu Kata Hijaiyah' atau 'Poster Kata Islami' yang akan mereka buat.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan (sesuai pilihan guru) membuat kartu kata atau poster mini. Mereka memilih minimal 5 kata berbahasa Arab yang telah dipelajari atau dicari, kemudian menuliskan kata-kata tersebut dengan rapi dan benar, serta menghiasnya. Guru menyediakan alat dan bahan seperti kertas, spidol, pensil warna.
Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas, membacakan kata-kata yang ditulis, dan menjelaskan makna singkatnya. Guru dan teman-teman memberikan umpan balik yang konstruktif dan apresiasi atas kreativitas dan kerapian karya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menulis Al-Qur'an dengan hati-hati.
Penutup: Peserta didik dan guru merefleksikan seluruh proses pembelajaran Huruf Hijaiyah Bersambung. Guru memberikan apresiasi tinggi atas usaha dan kreativitas seluruh peserta didik. Guru menyampaikan tindak lanjut untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an di rumah dan menutup dengan doa serta salam penutup yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi saat peserta didik berdiskusi, menyusun kartu huruf, dan berlatih membaca kata.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya kartu kata/poster dan kemampuan membaca kata-kata bersambung secara lisan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi bentuk huruf hijaiyah di awal, tengah, dan akhir kata dengan tepat. | Perubahan bentuk huruf hijaiyah sesuai posisi. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menyambung tiga huruf hijaiyah atau lebih menjadi kata yang benar sesuai kaidah. | Aturan penyambungan huruf hijaiyah dan huruf 'nakal'. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| Membaca dan menuliskan kata-kata berbahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf hijaiyah atau lebih dengan lancar dan rapi. | Praktik membaca dan menulis kata-kata Arab. | 2 JP | kreativitas, keimanan dan ketakwaan |
Adik-adik, Al-Qur'an adalah kitab suci kita umat Islam. Di dalamnya terdapat firman-firman Allah yang sangat indah. Agar kita bisa membaca Al-Qur'an dengan baik, kita perlu belajar huruf-hurufnya. Nah, huruf-huruf Arab atau hijaiyah ini punya rahasia, lho! Mereka bisa berubah bentuk saat bersambung menjadi sebuah kata. Yuk, kita pelajari rahasia ini agar kita semakin lancar membaca Al-Qur'an!
Huruf hijaiyah memiliki bentuk yang berbeda ketika berdiri sendiri (tunggal), di awal kata, di tengah kata, atau di akhir kata. Contohnya, huruf ب (ba) jika tunggal seperti perahu kecil, jika di awal menjadi بـ, di tengah menjadi ـبـ, dan di akhir menjadi ـب. Ada beberapa huruf yang tidak bisa disambung setelahnya, seperti ا (alif), د (dal), ذ (dzal), ر (ra), ز (zai), dan و (wau). Huruf-huruf ini sering disebut 'huruf nakal' karena tidak mau memegang tangan huruf setelahnya, tapi masih mau disambung dari depan. Memahami perubahan bentuk ini sangat penting agar kita bisa menyambung huruf dengan benar.
Penyambungan huruf hijaiyah memiliki kaidah tertentu. Pertama, perhatikan posisi huruf (awal, tengah, akhir). Kedua, perhatikan apakah huruf tersebut termasuk 'huruf nakal' atau bukan. Jika bukan huruf nakal, ia bisa disambung dari depan dan belakang. Jika huruf nakal, ia hanya bisa disambung dari depan. Contohnya, kata 'كَتَبَ' (kataba - menulis). Huruf ك (ka) di awal menjadi كـ, huruf ت (ta) di tengah menjadi ـتـ, dan huruf ب (ba) di akhir menjadi ـب. Semua disambung menjadi كَتَبَ. Contoh lain 'قَرَأَ' (qara'a - membaca). Huruf ق (qa) di awal menjadi قـ, huruf ر (ra) adalah huruf nakal, jadi tidak disambung dengan ء (hamzah) setelahnya, sehingga menjadi قَرَأَ.
Untuk menyambung tiga huruf atau lebih, kita bisa ikuti langkah-langkah ini: 1) Identifikasi setiap huruf dan posisinya (awal, tengah, akhir). 2) Tentukan apakah ada huruf 'nakal' di antara huruf-huruf tersebut. 3) Sambungkan huruf pertama dengan kedua, perhatikan bentuknya. 4) Sambungkan hasil sambungan dengan huruf ketiga, perhatikan kembali bentuknya dan apakah ada huruf 'nakal'. Lakukan terus hingga semua huruf tersambung. Misalnya, kata 'مَسْجِدٌ' (masjidun): م (mim) di awal, س (sin) di tengah, ج (jim) di tengah, د (dal) di akhir. Menjadi مَسْجِدٌ. Latihan terus-menerus akan membuat kita semakin mahir.
Setelah kita bisa menyambung huruf, langkah selanjutnya adalah membaca dan menulis kata-kata berbahasa Arab. Saat membaca, perhatikan harakat (tanda baca seperti fathah, kasrah, dhammah) yang ada di setiap huruf. Harakat membantu kita melafalkan huruf dengan benar. Saat menulis, usahakan menulis dengan rapi dari kanan ke kiri. Perhatikan garis dasar agar tulisan terlihat indah dan mudah dibaca. Semakin banyak kita berlatih membaca Al-Qur'an dan menulis kata-kata Arab, semakin lancar dan fasih kita.
Berikut beberapa contoh kata hijaiyah bersambung yang sering kita temui: 1. رَحْمَةٌ (rahmatun - rahmat/kasih sayang). 2. صَلَاةٌ (shalatun - shalat). 3. كِتَابٌ (kitabun - buku). 4. مُعَلِّمٌ (mu'allimun - guru). 5. مَسْجِدٌ (masjidun - masjid). 6. قَلَمٌ (qalamun - pena). Dengan mengenal dan memahami kata-kata ini, kita akan semakin mudah membaca Al-Qur'an dan memahami ajaran Islam.
Rangkuman: Huruf hijaiyah akan berubah bentuk saat bersambung di awal, tengah, atau akhir kata, kecuali 'huruf nakal' (ا, د, ذ, ر, ز, و) yang tidak bisa disambung setelahnya. Memahami kaidah penyambungan ini adalah kunci untuk membaca dan menulis Al-Qur'an dengan benar. Latihan membaca dan menulis kata-kata berbahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf atau lebih akan melatih kelancaran dan kefasihan kita dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menuliskan bentuk huruf hijaiyah bersambung dalam kata.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, lembar LKPD, kartu huruf hijaiyah
| Hijaiyah | Huruf-huruf dalam abjad Arab. |
| Harakat | Tanda baca yang menunjukkan bunyi vokal pada huruf hijaiyah (fathah, kasrah, dhammah). |
| Huruf Nakal | Istilah untuk huruf hijaiyah yang tidak dapat disambung dengan huruf setelahnya (ء, د, ذ, ر, ز, و). |
| Fase B | Tahap perkembangan peserta didik di jenjang SD kelas 3 dan 4. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.