Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas I materi Huruf hijaiyah berharokat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal beberapa huruf hijaiyah tanpa harokat melalui lagu atau gambar.
Pemahaman bermakna: Memahami huruf hijaiyah berharokat membantu kita membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana caranya agar kita bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar seperti kakak-kakak di masjid?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk huruf hijaiyah tunggal dengan benar dan mengenali harokat fathah, kasroh, dan dhommah dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan pentingnya belajar huruf hijaiyah sebagai pintu membaca Al-Qur'an. Guru menunjukkan gambar huruf hijaiyah tanpa harokat dan bertanya apakah ada yang tahu namanya, lalu menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang mengenal bentuk huruf dan tanda bacanya.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati kartu huruf hijaiyah tunggal dan kartu harokat (fathah, kasroh, dhommah). Guru menjelaskan bahwa harokat adalah 'topi' atau 'baju' yang membuat huruf berbunyi berbeda. Peserta didik mencoba menirukan suara guru saat melafalkan huruf dengan harokat.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik bermain 'mencocokkan kartu'. Satu kelompok memegang kartu huruf hijaiyah, kelompok lain memegang kartu harokat. Mereka mencari pasangan yang tepat dan menempelkannya di papan tulis. Guru membimbing dan memberikan contoh pelafalan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pencocokan kartu mereka. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang bentuk huruf dan harokat. Peserta didik diajak menyanyikan lagu 'Alif Ba Ta' dengan menunjukkan harokat yang sesuai.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan pelajaran hari ini tentang pentingnya mengenal huruf dan harokat. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar mereka dan menugaskan untuk mencoba mencari huruf hijaiyah di sekitar rumah. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik.
Tujuan: Peserta didik dapat melafalkan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh dengan baik.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulang sedikit pelajaran sebelumnya dengan menunjukkan beberapa huruf hijaiyah berharokat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melafalkan huruf hijaiyah dengan harokat fathah dan kasroh.
Memahami: Guru menggunakan media papan flanel atau proyektor untuk menampilkan huruf hijaiyah berharokat fathah (بَ ba, تَا ta, ثَا tsa) dan kasroh (بِ bi, تِ ti, ثِ tsi). Guru melafalkan dengan jelas dan berulang, kemudian meminta peserta didik menirukan secara klasikal, kelompok, dan individu. Guru menjelaskan perbedaan bunyi 'a' dan 'i'.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mempraktikkan pelafalan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh menggunakan lembar kerja bergambar. Mereka saling menyimak dan mengoreksi pelafalan temannya dengan bimbingan guru. Guru berkeliling memberikan bantuan dan umpan balik personal.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta maju ke depan kelas untuk melafalkan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh di hadapan teman-temannya. Guru memberikan pujian dan penguatan. Kesalahan pelafalan diperbaiki bersama dengan cara yang menyenangkan.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pentingnya melafalkan huruf dengan harokat yang benar. Guru memberikan apresiasi atas usaha mereka dan memberikan tugas rumah untuk berlatih melafalkan huruf fathah dan kasroh kepada orang tua. Pertemuan diakhiri dengan doa dan motivasi untuk terus belajar Al-Qur'an.
Tujuan: Peserta didik dapat melafalkan huruf hijaiyah berharokat dhommah dengan baik dan menunjukkan sikap cinta Al-Qur'an melalui semangat belajar huruf hijaiyah.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali pelafalan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh melalui permainan 'tebak bunyi'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melafalkan huruf berharokat dhommah dan membuat 'buku mini huruf hijaiyah'.
Memahami: Guru memperkenalkan harokat dhommah (ُ) dan cara melafalkannya (بُ bu, تُ tu, ثُ tsu). Guru menjelaskan bahwa dhommah seperti bibir yang dimajukan. Peserta didik menirukan pelafalan guru secara berulang. Guru juga menunjukkan contoh huruf hijaiyah yang sudah ada dalam Al-Qur'an.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu membuat 'buku mini huruf hijaiyah berharokat'. Mereka akan menggambar huruf hijaiyah dan menuliskan harokat fathah, kasroh, dan dhommah, lalu melafalkannya kepada guru. Guru memberikan stempel bintang untuk setiap huruf yang dilafalkan dengan benar. Ini menjadi proyek kecil yang mereka banggakan.
Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan 'buku mini' mereka dan mencoba melafalkan beberapa huruf di dalamnya. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan pujian atas kreativitas dan ketekunan mereka. Guru menekankan bahwa dengan mengenal huruf ini, mereka semakin dekat untuk bisa membaca Al-Qur'an.
Penutup: Guru memimpin refleksi bersama tentang perjalanan belajar huruf hijaiyah dan pentingnya terus berlatih. Guru memberikan apresiasi yang meriah kepada semua peserta didik atas semangat dan hasil karya mereka. Guru berpesan agar mereka terus mencintai Al-Qur'an. Doa penutup dipimpin oleh guru, diikuti oleh semua peserta didik dengan riang gembira.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pelafalan huruf hijaiyah berharokat.
Akhir (sumatif): Penilaian performa melafalkan huruf hijaiyah berharokat fathah, kasroh, dan dhommah serta hasil 'buku mini huruf hijaiyah'.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi bentuk huruf hijaiyah dan mengenali harokat. | Pengenalan bentuk huruf hijaiyah tunggal dan harokat fathah, kasroh, dhommah. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Melafalkan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh. | Praktik pelafalan huruf hijaiyah berharokat fathah dan kasroh. | 2 JP | komunikasi |
| Melafalkan huruf hijaiyah berharokat dhommah dan menunjukkan sikap cinta Al-Qur'an. | Praktik pelafalan huruf hijaiyah berharokat dhommah dan proyek 'buku mini huruf hijaiyah'. | 2 JP | kreativitas |
Adik-adik shalih dan shalihah, tahukah kalian bahwa membaca Al-Qur'an itu sangat menyenangkan dan berpahala? Nah, untuk bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar, kita harus kenalan dulu dengan teman-teman huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah ini punya tanda baca yang bikin suaranya jadi beda-beda. Yuk, kita belajar bersama!
Huruf hijaiyah adalah huruf-huruf yang dipakai untuk menulis Al-Qur'an. Ada 29 huruf hijaiyah, dimulai dari Alif sampai Ya. Bentuknya lucu-lucu dan unik. Kita harus hafal bentuknya dulu agar tidak tertukar. Contohnya, huruf Alif (ا), Ba (ب), Ta (ت), Tsa (ث), Jim (ج), Ha (ح), Kho (خ), Dal (د), Dzal (ذ), Ro (ر), Zay (ز), Sin (س), Syin (ش), Shad (ص), Dhad (ض), Tho (ط), Zho (ظ), Ain (ع), Ghain (غ), Fa (ف), Qof (ق), Kaf (ك), Lam (ل), Mim (م), Nun (ن), Wawu (و), Ha (ه), Lam Alif (لا), Hamzah (ء), dan Ya (ي). Setiap huruf punya namanya sendiri.
Harokat adalah tanda baca yang membuat huruf hijaiyah jadi punya suara. Tanpa harokat, huruf hijaiyah tidak bisa dibaca. Harokat ini seperti 'baju' atau 'topi' untuk huruf hijaiyah. Ada beberapa jenis harokat, tapi kita akan belajar tiga yang paling utama, yaitu fathah, kasroh, dan dhommah. Harokat sangat penting agar kita bisa membaca Al-Qur'an dengan benar dan tidak salah arti.
Harokat fathah adalah garis kecil yang posisinya ada di atas huruf hijaiyah. Kalau ada huruf hijaiyah yang diberi harokat fathah, maka bunyinya akan menjadi 'a'. Contohnya, huruf Alif (ا) diberi fathah menjadi 'a' (اَ), huruf Ba (ب) diberi fathah menjadi 'ba' (بَ), dan huruf Ta (ت) diberi fathah menjadi 'ta' (تَ). Saat melafalkan fathah, mulut kita sedikit terbuka seperti mengucapkan 'a'.
Harokat kasroh adalah garis kecil yang posisinya ada di bawah huruf hijaiyah. Kalau ada huruf hijaiyah yang diberi harokat kasroh, maka bunyinya akan menjadi 'i'. Contohnya, huruf Alif (ا) diberi kasroh menjadi 'i' (اِ), huruf Ba (ب) diberi kasroh menjadi 'bi' (بِ), dan huruf Ta (ت) diberi kasroh menjadi 'ti' (تِ). Saat melafalkan kasroh, bibir kita sedikit tertarik ke samping seperti mengucapkan 'i'.
Harokat dhommah adalah tanda baca kecil yang bentuknya seperti huruf wawu kecil (و) dan posisinya ada di atas huruf hijaiyah. Kalau ada huruf hijaiyah yang diberi harokat dhommah, maka bunyinya akan menjadi 'u'. Contohnya, huruf Alif (ا) diberi dhommah menjadi 'u' (اُ), huruf Ba (ب) diberi dhommah menjadi 'bu' (بُ), dan huruf Ta (ت) diberi dhommah menjadi 'tu' (تُ). Saat melafalkan dhommah, bibir kita sedikit dimajukan seperti mengucapkan 'u'.
Mempelajari huruf hijaiyah berharokat itu seperti belajar abjad dan vokal dalam bahasa Indonesia. Ini adalah kunci utama untuk bisa membaca Al-Qur'an. Dengan bisa membaca Al-Qur'an, kita akan lebih dekat dengan Allah SWT, karena Al-Qur'an adalah firman-Nya. Selain itu, membaca Al-Qur'an juga mendatangkan banyak pahala. Jadi, semangat ya belajarnya!
Rangkuman: Huruf hijaiyah adalah huruf bahasa Arab yang dipakai di Al-Qur'an. Harokat adalah tanda baca yang membuat huruf hijaiyah berbunyi. Ada fathah (bunyi 'a'), kasroh (bunyi 'i'), dan dhommah (bunyi 'u'). Mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah berharokat dengan benar adalah langkah awal yang sangat penting untuk bisa membaca Al-Qur'an dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Tujuan: Mengidentifikasi dan melafalkan huruf hijaiyah berharokat fathah, kasroh, dan dhommah.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, krayon/spidol warna, lembar kerja bergambar huruf hijaiyah, kartu harokat
| Harokat | Tanda baca pada huruf hijaiyah yang menentukan bunyi vokal. |
| Fathah | Harokat berupa garis di atas huruf, berbunyi 'a'. |
| Kasroh | Harokat berupa garis di bawah huruf, berbunyi 'i'. |
| Dhommah | Harokat berupa tanda seperti wawu kecil di atas huruf, berbunyi 'u'. |
| Al-Qur'an | Kitab suci umat Islam, berisi firman Allah SWT. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.