Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas IV materi Surah An-Nasar, Idgham Bigunnah dan Idhgam Bilagunnah, lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu membaca dan memahami makna Surah An-Nasar dengan baik serta mengidentifikasi dan menerapkan hukum bacaan Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah dalam bacaan Al-Qur'an.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal huruf hijaiyah dan mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar pada beberapa surah pendek lainnya.
Pemahaman bermakna: Memahami Surah An-Nasar dan hukum tajwid Idgham Bigunnah serta Idgham Bilagunnah akan membantu peserta didik membaca Al-Qur'an dengan benar, meresapi maknanya, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus membaca Al-Qur'an dengan tartil dan apa manfaatnya bagi kita?
Tujuan: Peserta didik dapat melafalkan Surah An-Nasar dengan fasih dan tartil serta mengidentifikasi hukum bacaan Idgham Bigunnah.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran. Guru menampilkan video tilawah Surah An-Nasar dan menanyakan apa yang peserta didik rasakan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara membaca Surah An-Nasar dengan benar agar pahalanya sempurna?'.
Memahami: Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang Surah An-Nasar, termasuk bacaan per ayat dan terjemahannya, kemudian mengamati contoh-contoh Idgham Bigunnah pada ayat-ayat Al-Qur'an yang ditampilkan guru.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan melafalkan Surah An-Nasar dan mencari contoh hukum Idgham Bigunnah dalam surah tersebut, lalu menuliskannya di lembar kerja yang disediakan.
Merefleksi: Beberapa perwakilan peserta didik membacakan hasil identifikasi Idgham Bigunnah di depan kelas, guru memberikan umpan balik dan penguatan, serta mengajak peserta didik merenungkan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan baik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk mengulang pelajaran di rumah, dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi hukum bacaan Idgham Bilagunnah dalam Surah An-Nasar dan ayat lain serta mempraktikkannya.
Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, mengulas singkat materi sebelumnya tentang Surah An-Nasar dan Idgham Bigunnah, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Ada berapa macam Idgham itu? Mengapa ada yang pakai dengung dan ada yang tidak?'.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan kartu ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka berdiskusi mencari contoh hukum Idgham Bilagunnah dan membandingkannya dengan Idgham Bigunnah yang telah dipelajari.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempraktikkan pembacaan ayat-ayat yang mengandung Idgham Bilagunnah secara bergantian, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan perbedaan antara Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah.
Merefleksi: Guru memberikan penguatan dan koreksi terhadap bacaan dan penjelasan peserta didik, mendorong mereka untuk saling memberikan masukan yang membangun, dan menjelaskan hikmah di balik perbedaan hukum tajwid tersebut.
Penutup: Guru memberikan tugas rumah berupa mencari contoh Idgham Bigunnah dan Bilagunnah dari juz 30, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup pelajaran dengan doa dan yel-yel penyemangat.
Tujuan: Peserta didik dapat menuliskan Surah An-Nasar dengan benar dan menghafalkannya dengan lancar.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, menanyakan kabar, dan mengulas kembali hukum tajwid yang telah dipelajari. Guru menyampaikan tujuan proyek hari ini: membuat 'Buku Surah An-Nasar' dan bertanya: 'Bagaimana kita bisa membuat Surah An-Nasar terlihat indah dan mudah diingat?'.
Memahami: Peserta didik mendengarkan arahan guru tentang proyek 'Buku Surah An-Nasar' yang berisi tulisan Arab, transliterasi, terjemahan, dan identifikasi hukum tajwid Idgham Bigunnah dan Bilagunnah. Guru memberikan contoh format dan rubrik penilaian.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mulai mengerjakan proyek 'Buku Surah An-Nasar', menuliskan ayat-ayatnya dengan rapi, melengkapi terjemahan, dan menandai hukum tajwid yang relevan. Guru membimbing dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Merefleksi: Peserta didik saling bertukar 'Buku Surah An-Nasar' untuk diperiksa dan diberikan masukan. Guru memfasilitasi sesi hafalan Surah An-Nasar secara klasikal dan individual, memberikan motivasi dan tips hafalan.
Penutup: Guru mengumpulkan hasil proyek, memberikan apresiasi atas usaha peserta didik, mengingatkan untuk terus berlatih hafalan, dan menutup pelajaran dengan doa serta pesan moral tentang pentingnya mencintai Al-Qur'an.
Tujuan: Peserta didik dapat menghafalkan Surah An-Nasar dengan lancar dan memahami makna pokoknya serta mempraktikkan bacaan Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah dengan benar.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, mengulas kembali Surah An-Nasar dan hukum tajwid, lalu menyampaikan bahwa hari ini adalah hari presentasi proyek dan penilaian hafalan serta bacaan tajwid. Guru bertanya: 'Siapa yang sudah siap menampilkan hafalan terbaiknya hari ini?'.
Memahami: Setiap peserta didik secara bergantian maju ke depan untuk mempresentasikan 'Buku Surah An-Nasar' yang telah dibuat, melafalkan Surah An-Nasar dengan tartil, dan menjelaskan hukum tajwid yang ada di dalamnya.
Mengaplikasi: Guru memberikan penilaian langsung terhadap hafalan, bacaan, dan pemahaman tajwid peserta didik. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan masukan positif setelah setiap presentasi.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik secara menyeluruh terhadap hasil belajar peserta didik selama materi ini, mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, serta mendorong untuk terus belajar dan mengamalkan Al-Qur'an.
Penutup: Guru memberikan penghargaan kepada peserta didik yang menunjukkan peningkatan terbaik, menyimpulkan seluruh materi, memberikan pesan motivasi untuk selalu menjaga bacaan Al-Qur'an, dan menutup dengan doa serta salam yang penuh semangat.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik membaca Al-Qur'an.
Akhir (sumatif): Penilaian performa hafalan Surah An-Nasar dan praktik membaca ayat-ayat yang mengandung Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Melafalkan Surah An-Nasar dengan fasih dan tartil. | Surah An-Nasar: Bacaan dan Terjemahan. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Mengidentifikasi dan mempraktikkan Idgham Bigunnah. | Hukum Tajwid: Idgham Bigunnah. | 3 JP | penalaran kritis |
| Mengidentifikasi dan mempraktikkan Idgham Bilagunnah. | Hukum Tajwid: Idgham Bilagunnah. | 3 JP | kolaborasi |
| Menuliskan dan menghafalkan Surah An-Nasar dengan pemahaman makna. | Proyek 'Buku Surah An-Nasar'. | 3 JP | kreativitas |
Surah An-Nasar adalah salah satu surah pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki banyak pelajaran berharga tentang pertolongan Allah SWT dan kemenangan Islam. Mempelajari surah ini akan meningkatkan keimanan kita. Selain itu, kita juga akan belajar dua hukum bacaan penting dalam ilmu tajwid, yaitu Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah, agar bacaan Al-Qur'an kita semakin baik dan benar.
Surah An-Nasar (النصر) adalah surah ke-110 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 3 ayat. An-Nasar berarti 'pertolongan'. Surah ini diturunkan di Madinah dan termasuk golongan surah Madaniyah. Kandungan pokok surah ini adalah berita gembira dari Allah SWT tentang pertolongan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW dan kemenangan Islam atas musuh-musuhnya, serta perintah untuk bertasbih, memuji, dan memohon ampunan kepada-Nya saat kemenangan tiba. Ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan beristighfar dalam setiap keadaan.
Mari kita baca Surah An-Nasar ayat per ayat dengan fasih: 1. إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ (Idzā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ) - Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 2. وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجًا (Wa ra`aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā) - Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. 3. فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا (Fasabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirh, innahū kāna tawwābā) - Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat.
Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar, sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah wajib (fardhu 'ain) bagi setiap muslim agar tidak mengubah makna ayat. Dengan tajwid, bacaan kita akan indah dan tepat. Salah satu bagian dari ilmu tajwid adalah hukum nun sukun (نْ) dan tanwin (ـًـٍـٌ) yang akan kita pelajari lebih lanjut, yaitu Idgham.
Idgham secara bahasa berarti memasukkan atau meleburkan. Dalam ilmu tajwid, Idgham adalah meleburkan atau memasukkan nun sukun (نْ) atau tanwin (ـًـٍـٌ) ke dalam huruf setelahnya, sehingga bunyi nun sukun atau tanwin tersebut tidak terdengar lagi, melainkan langsung melebur ke huruf berikutnya. Idgham dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah, yang memiliki perbedaan pada ada tidaknya suara dengungan.
Idgham Bigunnah (ادغام بغنة) artinya memasukkan dengan dengung. Hukum ini terjadi jika nun sukun (نْ) atau tanwin (ـًـٍـٌ) bertemu dengan salah satu dari empat huruf hijaiyah: Ya (ي), Nun (ن), Mim (م), atau Wawu (و). Cara membacanya adalah dengan meleburkan nun sukun atau tanwin ke huruf Idgham tersebut disertai suara dengungan yang keluar dari hidung selama dua harakat (dua ketukan). Contoh: مَن يَعۡمَلۡ (may ya'mal) - dari 'man ya'mal' menjadi 'mayya'mal'.
Idgham Bilagunnah (ادغام بلا غنة) artinya memasukkan tanpa dengung. Hukum ini terjadi jika nun sukun (نْ) atau tanwin (ـًـٍـٌ) bertemu dengan salah satu dari dua huruf hijaiyah: Lam (ل) atau Ra (ر). Cara membacanya adalah dengan meleburkan nun sukun atau tanwin ke huruf Idgham tersebut tanpa disertai suara dengungan sama sekali. Contoh: مِّن رَّبِّهِمۡ (mir rabbihim) - dari 'min rabbihim' menjadi 'mirrabbihim'.
Di Surah An-Nasar, kita bisa menemukan contoh Idgham. Perhatikan ayat ketiga: فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا (Fasabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirh, innahū kāna tawwābā). Pada kata تَوَّابًۢا (tawwābā) terdapat tanwin bertemu dengan huruf mim (م) pada lafaz berikutnya, yang merupakan contoh Idgham Bigunnah. Cara membacanya adalah 'tawwābam mā' (dengan dengung). Ini menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan setiap detail dalam bacaan Al-Qur'an.
Dengan memahami dan mempraktikkan Idgham Bigunnah dan Bilagunnah, bacaan Al-Qur'an kita akan menjadi lebih benar, tartil, dan indah. Ini juga membantu kita lebih meresapi makna ayat-ayat Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an dengan benar adalah bentuk penghormatan kita kepada kalamullah dan juga jalan untuk mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT. Mari terus berlatih agar bacaan kita semakin sempurna.
Rangkuman: Surah An-Nasar adalah surah ke-110 yang berisi kabar gembira pertolongan Allah dan kemenangan Islam, serta perintah bertasbih dan beristighfar. Dalam membaca Al-Qur'an, penting menerapkan ilmu tajwid, termasuk Idgham. Idgham Bigunnah (ي ن م و) adalah melebur dengan dengung, sedangkan Idgham Bilagunnah (ل ر) adalah melebur tanpa dengung. Mempelajari dan mempraktikkan tajwid ini akan membuat bacaan Al-Qur'an kita benar dan berpahala.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan contoh hukum bacaan Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah dalam Surah An-Nasar.
Alat & bahan: Al-Qur'an, pensil warna, lembar kerja
| An-Nasar | Pertolongan |
| Tajwid | Ilmu membaca Al-Qur'an dengan benar |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an dengan pelan, benar, dan indah |
| Nun Sukun | Huruf nun yang berharakat sukun (mati) |
| Tanwin | Harokat fathatain, kasratain, atau dhammatain |
| Idgham | Meleburkan atau memasukkan |
| Bigunnah | Dengan dengung |
| Bilagunnah | Tanpa dengung |
| Makhraj | Tempat keluarnya huruf |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.