Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas V materi Doa Bapa Kami lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Doa Bapa Kami |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui bahwa berdoa adalah cara berkomunikasi dengan Tuhan dan telah menghafal beberapa doa sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Allah Pencipta, Pemelihara, dan Penyelamat |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menginternalisasi ajaran tentang Allah sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Penyelamat, serta menunjukkan respons iman melalui praktik ibadah dan perilaku kasih. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan langsung oleh Yesus Kristus kepada para murid-Nya, tercatat dalam Alkitab. |
| Konseptual | Doa Bapa Kami merupakan model doa yang mencakup pujian, permohonan, pengakuan dosa, dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar melafalkan Doa Bapa Kami dengan benar, memahami setiap bagiannya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya doa sebagai bagian dari relasi pribadi dengan Tuhan dan bagaimana doa membantu mereka mengatasi masalah. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Doa Bapa Kami bukan hanya sekadar hafalan, melainkan panduan penting untuk memahami cara berkomunikasi dengan Tuhan secara bermakna dan hidup sesuai kehendak-Nya.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Yesus mengajarkan doa khusus ini kepada para murid-Nya dan apa bedanya dengan doa-doa yang biasa kita ucapkan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan berbahasa melalui penulisan skenario drama dan presentasi kelompok. Seni Budaya: Mengembangkan kreativitas dalam merancang dan menampilkan drama singkat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membimbing anak-anak melafalkan Doa Bapa Kami di rumah dan menanyakan pemahaman mereka tentang maknanya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memiliki ruang gerak yang cukup untuk diskusi kelompok dan penampilan drama, serta disediakan sudut baca Alkitab. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi Doa Bapa Kami dan aplikasi Alkitab digital untuk mencari referensi makna doa. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik dapat melafalkan Doa Bapa Kami dengan benar dan lancar setelah mendengarkan contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyambut peserta didik dengan salam dan doa pembuka. Setelah presensi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempelajari Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus, dan menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan. Guru memberikan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang tahu doa apa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mendengarkan guru melafalkan Doa Bapa Kami dengan intonasi yang benar dan jelas. Mereka kemudian diajak mengulanginya bersama-sama. Guru memutarkan video singkat tentang Doa Bapa Kami untuk membantu peserta didik familiar dengan lafal dan ritme doa tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk berlatih melafalkan Doa Bapa Kami secara bergantian. Setiap kelompok diminta untuk memastikan semua anggotanya dapat melafalkan dengan benar. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi jika diperlukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa kelompok maju ke depan untuk melafalkan Doa Bapa Kami di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan. Peserta didik diajak merefleksikan pengalaman mereka dalam belajar doa ini dan pentingnya melafalkan doa dengan sungguh-sungguh. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali pentingnya Doa Bapa Kami. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua peserta didik dan memberikan tugas untuk menghafalkan Doa Bapa Kami di rumah. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu menjelaskan makna setiap bagian Doa Bapa Kami dengan kata-kata sendiri setelah berdiskusi kelompok. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa. Guru mengulas kembali hafalan Doa Bapa Kami dan menanyakan kesulitan yang dihadapi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami makna setiap bagian Doa Bapa Kami, dan menjelaskan bahwa mereka akan bekerja dalam kelompok untuk 'memecahkan' makna doa tersebut. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok. Setiap kelompok menerima kartu berisi potongan-potongan Doa Bapa Kami (misal: 'Bapa Kami yang di surga', 'Dikuduskanlah nama-Mu', dll.). Guru memberikan panduan pertanyaan untuk membantu mereka mencari makna setiap potongan, seperti 'Apa artinya bagian ini bagimu?', 'Apa yang kita minta dalam bagian ini?', 'Bagaimana bagian ini menunjukkan hubungan kita dengan Tuhan?'. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi dan mencatat pemahaman mereka tentang makna setiap bagian Doa Bapa Kami menggunakan bahasa mereka sendiri. Mereka dapat menggunakan Alkitab atau sumber lain yang disediakan guru untuk membantu memahami konteks. Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat tentang hasil diskusinya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan makna bagian Doa Bapa Kami yang mereka diskusikan. Guru memfasilitasi diskusi kelas, mengklarifikasi konsep, dan menambahkan penjelasan yang diperlukan untuk memperkaya pemahaman. Guru memberikan penguatan tentang makna mendalam dari setiap permohonan dalam doa tersebut. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik dan guru merangkum makna Doa Bapa Kami secara keseluruhan. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan pemahaman yang baik. Guru menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan cara menerapkan Doa Bapa Kami dalam kehidupan sehari-hari sebagai persiapan proyek selanjutnya. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik mampu merancang dan menampilkan drama singkat yang menggambarkan penerapan nilai-nilai Doa Bapa Kami dalam kehidupan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru memulai dengan salam dan doa. Guru menanyakan kembali pemahaman peserta didik tentang makna Doa Bapa Kami. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat karya berupa drama singkat yang menunjukkan penerapan Doa Bapa Kami, dan menjelaskan tahapan proyek yang akan dilakukan. Guru memotivasi peserta didik untuk berkreasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok membahas ide-ide drama singkat yang dapat menggambarkan penerapan nilai-nilai dari Doa Bapa Kami. Misalnya, adegan memaafkan teman ('ampunilah kami'), membantu sesama ('berikanlah kami rezeki'), atau bersyukur ('dikuduskanlah nama-Mu'). Guru memberikan bimbingan untuk memastikan ide relevan dan sesuai dengan makna doa. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok merancang skenario drama singkat, membagi peran, dan berlatih. Mereka memanfaatkan properti sederhana yang ada di kelas atau membawa dari rumah. Guru berkeliling memberikan arahan dan masukan untuk pengembangan skenario dan penampilan. Peserta didik diberi waktu cukup untuk mempersiapkan penampilan terbaik mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok menampilkan drama singkatnya di depan kelas. Setelah setiap penampilan, peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan guru memberikan penguatan tentang bagaimana drama tersebut menggambarkan nilai-nilai Doa Bapa Kami. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras setiap kelompok. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan akhir tentang pentingnya Doa Bapa Kami sebagai pedoman hidup. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi dan karya mereka. Guru mendorong mereka untuk terus mempraktikkan Doa Bapa Kami dalam kehidupan sehari-hari. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan makna setiap bagian Doa Bapa Kami.
Alat & bahan: kartu potongan Doa Bapa Kami, alat tulis, lembar kerja, Alkitab
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan melafalkan Doa Bapa Kami.
Sumatif (akhir): Penilaian performa drama dan pemahaman makna Doa Bapa Kami melalui presentasi kelompok dan LKPD.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Melafalkan Doa Bapa Kami dengan benar dan lancar. | Lafal Doa Bapa Kami. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan makna setiap bagian Doa Bapa Kami. | Makna Doa Bapa Kami per bagian. | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Merancang dan menampilkan drama penerapan Doa Bapa Kami. | Penerapan Doa Bapa Kami dalam drama. | 2 JP | kolaborasi, kreativitas |
Doa Bapa Kami adalah doa yang sangat istimewa bagi umat Kristen karena diajarkan langsung oleh Tuhan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Doa ini bukan hanya sekadar susunan kata, tetapi sebuah panduan lengkap tentang bagaimana seharusnya kita berbicara kepada Tuhan, memuji-Nya, memohon kebutuhan kita, dan menyerahkan diri pada kehendak-Nya yang baik. Mari kita pelajari doa yang indah ini agar kita bisa berdoa dengan lebih bermakna.
1. Asal Usul Doa Bapa Kami
Doa Bapa Kami tercatat dalam Alkitab, tepatnya di Injil Matius 6:9-13 dan Injil Lukas 11:2-4. Yesus mengajarkan doa ini ketika para murid-Nya meminta diajari cara berdoa. Ini menunjukkan bahwa Yesus ingin murid-murid-Nya memiliki cara yang benar dalam berkomunikasi dengan Allah Bapa. Doa ini menjadi model atau contoh bagi setiap orang percaya untuk berdoa secara tulus dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Meskipun doa ini singkat, namun maknanya sangat dalam dan mencakup banyak hal penting dalam kehidupan iman.
2. Bagian Pertama: Pujian kepada Allah
Doa Bapa Kami dimulai dengan 'Bapa Kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.' Bagian ini adalah tentang memuji dan memuliakan Allah. Kita mengakui bahwa Allah adalah Bapa kita yang pengasih dan berkuasa, yang nama-Nya layak disucikan. Kita juga rindu agar Kerajaan Allah dan kehendak-Nya terwujud di dunia ini, sama seperti di surga. Ini menunjukkan prioritas kita dalam berdoa, yaitu mengutamakan Allah dan rencana-Nya, bukan hanya keinginan kita sendiri.
3. Bagian Kedua: Permohonan Kebutuhan
Setelah memuji Allah, kita menyampaikan permohonan kita: 'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.' Ini adalah permohonan akan kebutuhan jasmani kita sehari-hari. Kita diajarkan untuk percaya bahwa Allah adalah penyedia segala sesuatu dan kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Permohonan ini juga mengajarkan kita untuk tidak serakah, tetapi bersyukur atas apa yang secukupnya. Ini mengingatkan kita untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, baik besar maupun kecil.
4. Bagian Ketiga: Pengampunan dan Perlindungan
Bagian selanjutnya adalah 'Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.' Ini adalah permohonan pengampunan dosa dan perlindungan dari godaan serta kejahatan. Kita diajarkan untuk mengakui kesalahan kita dan juga mau mengampuni orang lain, seperti Tuhan mengampuni kita. Kita juga memohon kekuatan agar tidak jatuh ke dalam dosa dan dilindungi dari kuasa jahat. Ini menekankan pentingnya kerendahan hati dan kasih dalam hidup kita.
5. Bagian Keempat: Doksologi (Penutup)
Doa Bapa Kami diakhiri dengan 'Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.' Bagian ini disebut doksologi, yaitu pernyataan pujian dan kemuliaan kepada Allah. Ini menegaskan kembali bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, termasuk Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan. Dengan mengucapkan 'Amin', kita menyatakan persetujuan dan keyakinan kita bahwa Allah akan mendengar dan menjawab doa kita sesuai dengan kehendak-Nya. Penutup ini menguatkan iman kita kepada kebesaran dan kedaulatan Tuhan.
Rangkuman: Doa Bapa Kami adalah doa teladan yang diajarkan Yesus Kristus, terdiri dari pujian kepada Allah, permohonan kebutuhan jasmani, pengampunan dosa, dan perlindungan dari kejahatan. Doa ini mengajarkan kita cara berkomunikasi yang benar dengan Tuhan, mengutamakan kehendak-Nya, dan hidup dalam kerendahan hati serta kasih. Dengan memahami dan menghayati setiap bagiannya, kita dapat berdoa dengan lebih bermakna dan menjadikan Doa Bapa Kami sebagai pedoman hidup sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Doksologi | Bagian penutup doa yang berisi pujian dan kemuliaan kepada Tuhan. |
| Inspirasi | Ilham atau gagasan yang datang dari Tuhan atau sumber lain. |
| Relevansi | Keterkaitan atau kesesuaian dengan suatu hal. |
| Internalisasi | Proses menjadikan nilai atau ajaran sebagai bagian dari diri sendiri. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Doa Bapa Kami" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.