Modul ajar Pendidikan Agama Kristen SD kelas V materi Persahabatan yang Sehat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Persahabatan yang Sehat |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik kolaboratif |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya memiliki teman dan berinteraksi dengan sesama di lingkungan sekolah maupun rumah.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami nilai-nilai Kristiani dalam membangun hubungan persahabatan yang positif, serta mampu menerapkan perilaku kasih, empati, dan saling menghargai dalam interaksi sehari-hari sesuai ajaran Yesus Kristus. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh-contoh nyata persahabatan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kisah persahabatan dalam Alkitab. |
| Konseptual | Konsep inti adalah persahabatan yang sehat didasari oleh kasih, kejujuran, saling mendukung, dan sesuai nilai-nilai Kristiani. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah membangun, menjaga, dan menyelesaikan masalah dalam persahabatan secara positif. |
| Metakognitif | Peserta didik diajak menyadari bagaimana pemahaman tentang persahabatan yang sehat memengaruhi cara mereka berinteraksi dan mengambil keputusan dalam berteman. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Persahabatan yang sehat adalah fondasi penting untuk pertumbuhan pribadi dan sosial yang positif, mencerminkan kasih Kristus dalam interaksi kita dengan sesama dan membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, seperti apa sih teman yang baik itu, dan bagaimana kita bisa menjadi teman yang baik bagi orang lain?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik kolaboratif |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan saat diskusi dan presentasi tentang persahabatan. Pendidikan Pancasila: Menerapkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghargai dalam interaksi persahabatan. Seni Budaya: Membuat poster atau hiasan 'Pohon Persahabatan' secara kreatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang pengalaman persahabatan mereka di rumah atau sekolah, serta memberikan dukungan moral untuk membangun hubungan positif. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi yang nyaman, dengan poster 'Pohon Persahabatan' sebagai pengingat visual. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif tentang persahabatan atau kisah Alkitab dari YouTube yang telah dikurasi guru sebagai stimulus awal pembelajaran. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri persahabatan yang sehat berdasarkan ajaran Kristen dan menjelaskan pentingnya kasih, kejujuran, serta saling menghargai dalam persahabatan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar orang sedang bersahabat dan bertanya 'Apa yang kalian lihat dan rasakan dari gambar ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami ciri persahabatan yang sehat. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan 'Apa itu persahabatan?' dan 'Bagaimana ciri-ciri teman yang baik?'. Guru memandu diskusi dengan pertanyaan pemicu dan mengaitkan konsep persahabatan dengan ajaran kasih dalam Alkitab (misal: Yohanes 15:12). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat daftar ciri-ciri persahabatan yang sehat di kertas manila, lalu mempresentasikan hasil diskusi mereka. Peserta didik memberikan umpan balik positif satu sama lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Guru memberikan penguatan tentang pentingnya kasih, kejujuran, dan saling menghargai sebagai dasar persahabatan yang sehat. Peserta didik mencatat poin-poin penting dan merenungkan satu ciri yang paling ingin mereka kembangkan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu tentang persahabatan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menutup dengan doa syukur. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis contoh persahabatan yang baik dan tidak baik dari kisah Alkitab serta kehidupan sehari-hari, dan merancang cara menjaga persahabatan yang sehat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, dan mengulas singkat materi sebelumnya. Guru memutarkan video pendek tentang dua anak yang menghadapi konflik dalam persahabatan, lalu bertanya 'Apa masalah yang terjadi? Bagaimana menurut kalian cara menyelesaikannya?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis dan merancang solusi persahabatan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok diberi kartu cerita kasus (baik dari Alkitab seperti Daud dan Yonatan, atau cerita sehari-hari tentang konflik persahabatan). Mereka menganalisis masalah, mencari tahu penyebab, dan dampaknya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dengan bimbingan guru, setiap kelompok merumuskan solusi atau cara menjaga persahabatan yang sehat berdasarkan kasus yang dianalisis, dengan mengacu pada nilai-nilai Kristiani. Mereka bisa membuat poster atau skenario singkat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Kelompok mempresentasikan analisis kasus dan solusi mereka. Guru memberikan umpan balik, mengaitkan solusi dengan ajaran Alkitab tentang pengampunan dan rekonsiliasi. Peserta didik diajak untuk memikirkan situasi serupa yang pernah mereka alami. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan pemikiran kritis peserta didik, memberikan motivasi untuk menerapkan solusi dalam kehidupan nyata, dan menutup dengan doa harapan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan cara menjaga persahabatan yang sehat dan menyusun komitmen pribadi untuk menjadi sahabat yang baik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, berdoa, dan melakukan permainan 'Tebak Gerakan Sahabat' untuk membangun semangat. Guru mengingatkan kembali pentingnya persahabatan dan menyampaikan tujuan pertemuan terakhir yaitu membuat 'Pohon Persahabatan' sebagai komitmen. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang 'daun komitmen' yang berisi satu janji atau tindakan nyata untuk menjadi sahabat yang baik, berdasarkan pemahaman mereka selama dua pertemuan sebelumnya. Guru menyediakan contoh dan membimbing. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap peserta didik menuliskan komitmennya pada 'daun' yang telah disiapkan (dari kertas warna). Mereka kemudian menempelkan 'daun komitmen' tersebut pada 'Pohon Persahabatan' yang telah disiapkan guru di dinding kelas. Mereka juga bisa menuliskan nama sahabat yang ingin mereka doakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Peserta didik secara bergantian membacakan komitmen mereka di depan kelas, menjelaskan mengapa komitmen itu penting. Guru memberikan penguatan tentang kekuatan doa dan komitmen. Peserta didik diajak merenungkan peran mereka sebagai sahabat bagi orang lain. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta didik dalam membuat 'Pohon Persahabatan' sebagai simbol komitmen mereka. Guru menutup dengan doa untuk persahabatan yang kuat dan sehat, dan mengajak mereka untuk selalu mempraktikkan nilai-nilai Kristiani dalam persahabatan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri persahabatan yang sehat dan menganalisis kasus persahabatan.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, lem, gunting, kartu kasus cerita.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan pembuatan 'Pohon Persahabatan'.
Sumatif (akhir): Penilaian komitmen pribadi pada 'daun komitmen' dan hasil pengerjaan soal esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri persahabatan yang sehat berdasarkan ajaran Kristen. | Ciri-ciri persahabatan sehat, nilai kasih dan kejujuran. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| 2 | Menganalisis contoh persahabatan yang baik dan tidak baik dari kisah Alkitab dan kehidupan sehari-hari. | Studi kasus persahabatan (Alkitab & sehari-hari), penyelesaian konflik. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Mempraktikkan cara menjaga persahabatan yang sehat dan menyusun komitmen pribadi. | Penerapan nilai persahabatan, komitmen pribadi. | 2 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Persahabatan adalah salah satu anugerah terindah dalam hidup kita. Memiliki teman yang baik akan membuat hidup lebih berwarna dan bermakna. Namun, persahabatan yang sehat tidak datang begitu saja, perlu dibangun dan dijaga dengan nilai-nilai luhur, terutama nilai-nilai kasih Kristus. Modul ini akan membimbingmu memahami bagaimana membangun dan menjaga persahabatan yang sehat sesuai ajaran iman Kristen.
1. Apa Itu Persahabatan yang Sehat?
Persahabatan yang sehat adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang saling mendukung, menghargai, jujur, dan membawa dampak positif bagi satu sama lain. Dalam ajaran Kristen, persahabatan yang sehat berlandaskan kasih Kristus, di mana kita mengasihi teman seperti diri sendiri. Ini berarti kita peduli, mau berkorban, dan selalu mendoakan teman kita. Persahabatan yang sehat membuat kita merasa aman, nyaman, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Contohnya, teman yang baik akan mengajak kita belajar bersama, bukan malah mengajak mencontek.
2. Ciri-Ciri Sahabat yang Baik
Sahabat yang baik memiliki beberapa ciri penting. Pertama, mereka jujur dan dapat dipercaya. Mereka tidak akan menyebarkan rahasia atau berbohong. Kedua, mereka saling menghargai perbedaan dan menerima apa adanya. Kita tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain di depan sahabat sejati. Ketiga, mereka setia dan selalu ada saat suka maupun duka. Keempat, mereka memberikan dukungan dan motivasi, bukan menjatuhkan. Kelima, mereka mau menegur dengan kasih jika kita melakukan kesalahan, demi kebaikan kita. Ingatlah, persahabatan yang sehat itu dua arah, kita juga harus menunjukkan ciri-ciri ini kepada teman kita.
3. Pentingnya Kasih dalam Persahabatan
Kasih adalah fondasi utama persahabatan yang sehat dalam pandangan Kristen. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Dalam konteks persahabatan, kasih berarti kita memiliki empati, mau memaafkan, dan selalu berusaha mencari kebaikan bagi teman kita. Kasih membuat kita rela berkorban untuk sahabat, seperti Daud dan Yonatan dalam Alkitab. Dengan kasih, kita tidak akan mudah iri hati atau cemburu, melainkan turut bersukacita atas keberhasilan teman. Kasih juga mendorong kita untuk selalu mendoakan sahabat-sahabat kita.
4. Menjaga dan Menyelesaikan Masalah dalam Persahabatan
Setiap persahabatan pasti akan menghadapi tantangan atau masalah. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Untuk menjaga persahabatan, kita perlu komunikasi yang baik, saling mendengarkan, dan meluangkan waktu bersama. Jika ada masalah, jangan langsung marah atau mendiamkan. Ajak teman berbicara baik-baik, sampaikan perasaanmu dengan jujur namun tetap dengan kasih. Belajarlah untuk memaafkan dan meminta maaf. Ingatlah nasihat Alkitab untuk tidak membiarkan matahari terbenam sebelum kemarahanmu reda. Dengan begitu, persahabatanmu akan semakin kuat dan matang.
Rangkuman: Persahabatan yang sehat adalah hubungan yang didasari kasih, kejujuran, saling menghargai, dan dukungan positif. Ciri sahabat yang baik adalah jujur, setia, dan mau menegur dengan kasih. Kasih Kristus adalah fondasi penting dalam persahabatan, mendorong kita untuk peduli dan memaafkan. Untuk menjaga persahabatan, perlu komunikasi yang baik dan kesediaan untuk menyelesaikan masalah dengan bijak dan penuh kasih. Jadilah sahabat yang baik bagi sesama, karena itu mencerminkan kasih Tuhan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Persahabatan | Hubungan dekat antara dua orang atau lebih yang saling menyayangi dan mendukung. |
| Empati | Kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. |
| Komitmen | Janji atau ikrar untuk melakukan sesuatu. |
| Rekonsiliasi | Proses perdamaian setelah terjadi konflik atau perselisihan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Persahabatan yang Sehat" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.