Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas I materi Aku Cinta Indonesia lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik dapat mengenal dan menceritakan identitas dirinya dan lingkungan terdekat, serta menyadari keberadaannya sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal identitas diri dan anggota keluarga inti.
Pemahaman bermakna: Cinta Indonesia berarti bangga menjadi bagian dari negara ini dan menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, menghormati teman, dan mengenal budaya.
Pertanyaan pemantik: Apa yang membuat kamu senang menjadi anak Indonesia?
Tujuan: Mengidentifikasi ciri khas negara Indonesia melalui simbol-simbol negara dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru menampilkan gambar-gambar simbol negara (bendera, Garuda Pancasila, peta Indonesia) dan bertanya, 'Ada apa saja di gambar ini? Apa yang kamu tahu tentang gambar ini?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang Indonesia dan apa yang membuat kita bangga.
Memahami: Peserta didik mengamati dan mengeksplorasi gambar-gambar simbol negara yang ditampilkan guru. Guru membimbing diskusi tentang warna bendera, lambang Garuda Pancasila, dan bentuk peta Indonesia. Guru menceritakan secara singkat makna di balik setiap simbol tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami anak kelas I.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mewarnai gambar bendera Merah Putih atau menggambar peta Indonesia sederhana. Mereka juga bisa menempelkan gambar-gambar yang sudah disiapkan guru (misalnya gambar rumah adat atau pakaian daerah) pada peta Indonesia di lokasi yang tepat.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengenal dan menghargai simbol negara sebagai wujud cinta Indonesia. Guru memberikan pujian atas usaha dan kreativitas peserta didik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa simbol negara adalah identitas bangsa. Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Garuda Pancasila' atau 'Dari Sabang Sampai Merauke'. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar hari ini dan menyampaikan kegiatan untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Menjelaskan contoh perilaku cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan rumah.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi. Guru memulai dengan pertanyaan, 'Apa yang bisa kita lakukan agar Indonesia bersih dan indah?' atau 'Bagaimana cara kita berteman baik dengan semua orang di sekolah?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mencari tahu bagaimana cara menunjukkan cinta Indonesia dalam kegiatan sehari-hari.
Memahami: Guru memutarkan video pendek atau menampilkan serangkaian gambar tentang berbagai aktivitas anak-anak Indonesia yang menunjukkan perilaku cinta tanah air (misalnya: membuang sampah pada tempatnya, menolong teman, memakai batik, mengucapkan salam). Peserta didik mengamati dan mengidentifikasi perilaku-perilaku tersebut.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan kartu bergambar berbagai situasi (misalnya: teman terjatuh, ada sampah berserakan, teman dari daerah lain, upacara bendera). Mereka mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan dalam situasi tersebut sebagai wujud cinta Indonesia dan menuliskannya atau menggambarkannya di lembar kerja.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya menerapkan perilaku cinta tanah air di mana pun mereka berada. Guru mengaitkan perilaku tersebut dengan nilai-nilai Pancasila.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum contoh-contoh perilaku cinta tanah air yang bisa dilakukan setiap hari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka untuk mulai menerapkan perilaku tersebut. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya, mereka akan membuat proyek kecil.
Tujuan: Membuat karya sederhana yang menunjukkan rasa cinta pada Indonesia dan berinteraksi secara positif dengan teman-teman yang berbeda latar belakang.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali tentang apa itu cinta Indonesia dan contoh-contohnya. Guru bertanya, 'Bagaimana cara kita menunjukkan rasa cinta Indonesia melalui sebuah karya?' Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat proyek 'Pameran Mini Aku Cinta Indonesia'.
Memahami: Guru menjelaskan proyek 'Pameran Mini Aku Cinta Indonesia'. Setiap peserta didik akan membuat satu karya sederhana (misalnya: kolase bendera, gambar rumah adat, poster 'Jagalah Kebersihan', gambar kegiatan gotong royong) yang menunjukkan rasa cinta Indonesia. Guru menyediakan berbagai bahan dan alat (kertas, pensil warna, lem, gunting, majalah bekas, kain perca).
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan (untuk saling membantu) membuat karya mereka. Guru berkeliling membimbing dan memberikan bantuan. Setelah selesai, setiap peserta didik menempelkan karyanya di papan pajangan yang telah disiapkan. Mereka kemudian berkeliling melihat karya teman-teman dan memberikan pujian atau pertanyaan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik diminta menceritakan tentang karya mereka dan mengapa mereka memilih gambar/tema tersebut. Guru memfasilitasi diskusi tentang keberagaman karya yang dihasilkan, menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara unik untuk menunjukkan cinta Indonesia. Guru memberikan penguatan bahwa menghargai karya teman juga merupakan wujud cinta tanah air.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang pentingnya menunjukkan cinta Indonesia melalui berbagai cara, termasuk melalui karya dan sikap positif. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi mereka. Guru menutup dengan doa dan pesan untuk selalu bangga menjadi anak Indonesia.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, saat membuat karya, dan saat presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya 'Pameran Mini Aku Cinta Indonesia' dan kemampuan menceritakan makna karyanya.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi ciri khas negara Indonesia melalui simbol-simbol negara dengan tepat. | Simbol-simbol negara (bendera, Garuda Pancasila, peta). | 2 JP | kewargaan, kreativitas |
| Menjelaskan contoh perilaku cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan rumah. | Perilaku cinta tanah air (menjaga kebersihan, menghormati teman, menghargai budaya). | 2 JP | kewargaan, kolaborasi |
| Membuat karya sederhana yang menunjukkan rasa cinta pada Indonesia. | Proyek 'Pameran Mini Aku Cinta Indonesia'. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Halo, anak-anak hebat! Tahukah kamu, kita tinggal di negara yang sangat indah dan kaya? Namanya Indonesia! Indonesia punya banyak sekali hal menarik, dari pemandangan alam yang menakjubkan sampai berbagai macam budaya yang unik. Yuk, kita belajar bersama tentang Indonesia dan bagaimana cara menunjukkan rasa cinta kita pada tanah air!
Setiap negara punya tanda pengenal, begitu juga Indonesia. Bendera kita berwarna Merah Putih, merah artinya berani dan putih artinya suci. Lambang negara kita adalah Garuda Pancasila, burung gagah yang di dadanya ada perisai dengan lima sila Pancasila. Ada juga peta Indonesia yang menunjukkan bentuk kepulauan kita yang indah. Semua ini adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Kita harus tahu dan menghargai simbol-simbol ini.
Indonesia itu seperti taman bunga yang penuh warna! Ada banyak suku bangsa, bahasa daerah, rumah adat, dan pakaian tradisional yang berbeda-beda. Contohnya, ada suku Jawa, Sunda, Batak, Dayak, dan masih banyak lagi. Meski berbeda, kita semua adalah saudara sebangsa. Kita harus saling menghormati dan menyayangi, karena perbedaan itu justru membuat Indonesia semakin indah dan kaya. Ini adalah salah satu wujud cinta Indonesia.
Cinta Indonesia bukan cuma diucapkan, tapi juga dilakukan! Kamu bisa menunjukkan cinta Indonesia dengan hal-hal sederhana. Misalnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah, tidak membuang sampah sembarangan. Lalu, menghormati teman-teman yang berbeda suku atau agama. Belajar dengan rajin juga bentuk cinta Indonesia, karena kamu sedang mempersiapkan diri menjadi anak pintar yang berguna bagi bangsa. Kita juga bisa bangga memakai baju batik atau makan makanan khas Indonesia.
Indonesia adalah rumah kita bersama. Di sinilah kita lahir, tumbuh, dan belajar. Kita punya gunung-gunung tinggi, laut yang biru, sawah yang hijau, dan hutan yang lebat. Kita juga punya banyak makanan enak dan permainan tradisional yang seru. Mari kita jaga dan lestarikan semua kekayaan ini. Dengan begitu, Indonesia akan selalu menjadi negara yang maju, bersih, dan damai. Bangga menjadi anak Indonesia!
Rangkuman: Indonesia adalah negara kita yang indah dengan bendera Merah Putih dan lambang Garuda Pancasila. Kita punya banyak suku dan budaya yang berbeda, tapi kita semua bersaudara. Kita bisa menunjukkan cinta Indonesia dengan menjaga kebersihan, menghormati teman, belajar rajin, dan bangga pada budaya kita. Mari kita jaga Indonesia agar selalu menjadi negara yang hebat!
Tujuan: Mengenal dan mewarnai simbol negara Indonesia serta menuliskan nama-nama simbol tersebut.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar, pensil warna, pensil, penghapus.
| Simbol Negara | Tanda pengenal suatu negara, seperti bendera atau lambang. |
| Keberagaman | Banyaknya jenis atau macam yang berbeda-beda. |
| Cinta Tanah Air | Perasaan sayang dan bangga terhadap negara sendiri. |
| Gotong Royong | Bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.