tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Pancasila › Aku, Temanku dan Keluargaku
SD · Kelas III · Fase B

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas III
Aku, Temanku dan Keluargaku

Modul ajar Pendidikan Pancasila SD kelas III materi Aku, Temanku dan Keluargaku lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Pancasila kelas III materi Aku, Temanku dan Keluargaku
Ringkasan: Keluarga dan teman adalah bagian penting dalam hidup kita. Kita harus selalu menyayangi dan menghargai anggota keluarga serta bersikap baik kepada teman. Saling menolong, berbagi, dan menjaga kerukunan adalah kunci menciptakan lingkungan yang damai dan bahagia, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan begitu, kita akan tumbuh menjadi anak yang baik dan disayang banyak orang.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: kolaborasi, kewargaan, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Pancasila · Aku, Temanku dan Keluargaku · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan makna simbol sila-sila Pancasila, serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik memahami konsep keluarga inti dan teman sebaya, serta memiliki pengalaman berinteraksi dalam lingkungan tersebut.

Pemahaman bermakna: Menghargai keberagaman dalam keluarga dan pertemanan adalah kunci menciptakan lingkungan yang rukun dan damai, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita bisa hidup rukun dan bahagia bersama keluarga dan teman-teman?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi anggota keluarga inti dan perannya masing-masing dengan tepat serta menjelaskan pentingnya saling menyayangi dan menghargai dalam keluarga dengan contoh konkret.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Satu-Satu Aku Sayang Ibu'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang pentingnya keluarga dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa saja yang ada di rumahmu? Apa peran mereka?'.

Memahami: Peserta didik diminta menceritakan tentang anggota keluarga mereka. Guru memfasilitasi diskusi tentang peran masing-masing anggota keluarga dan pentingnya saling menyayangi serta menghargai melalui cerita atau gambar.

Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil membuat daftar anggota keluarga dan peran mereka, kemudian menuliskan satu contoh kegiatan menyayangi dan menghargai yang pernah mereka lakukan di rumah. Guru berkeliling memberikan bimbingan.

Merefleksi: Beberapa perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya kerukunan dalam keluarga, mengaitkan dengan nilai Pancasila. Peserta didik diajak merefleksikan 'Apa yang membuat keluargaku bahagia?'.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan materi tentang keluarga. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk lebih sering menunjukkan kasih sayang di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Mengidentifikasi teman-teman di sekolah dan cara berinteraksi positif dengan mereka serta menerapkan perilaku tolong-menolong dan berbagi dalam lingkungan keluarga dan pertemanan.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan berdoa bersama, memeriksa kehadiran. Guru mengulas materi sebelumnya tentang keluarga, lalu memperkenalkan topik baru tentang teman. Guru mengajukan pertanyaan: 'Bagaimana rasanya punya banyak teman? Apa yang harus kita lakukan agar teman-teman senang bermain dengan kita?'.

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil. Guru menyajikan skenario masalah (misal: 'Ada teman yang tidak punya pensil warna saat pelajaran menggambar'). Peserta didik berdiskusi tentang cara menyelesaikan masalah tersebut dan bagaimana berinteraksi positif dengan teman.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar cara berinteraksi positif dengan teman dan contoh perilaku tolong-menolong atau berbagi. Mereka dapat memerankan skenario pendek tentang penyelesaian masalah yang diberikan. Guru membimbing kelompok dalam diskusi dan simulasi.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan simulasi mereka. Guru memberikan umpan balik, mengaitkan dengan nilai-nilai Pancasila seperti persatuan dan kerakyatan. Peserta didik diajak merefleksi 'Bagaimana aku bisa menjadi teman yang baik?'.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya berteman baik dan saling membantu. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk selalu berbuat baik kepada teman. Pembelajaran ditutup dengan doa dan senyum.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Membuat karya sederhana yang menggambarkan kerukunan dalam keluarga atau pertemanan.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas materi sebelumnya tentang keluarga dan teman. Guru memperkenalkan proyek hari ini: 'Kita akan membuat karya yang menunjukkan betapa bahagianya kita bersama keluarga dan teman-teman!'. Guru menjelaskan tujuan proyek dan langkah-langkahnya.

Memahami: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang ide karya yang akan dibuat (misalnya: poster, kolase, atau gambar cerita) yang menggambarkan kerukunan di keluarga atau pertemanan. Guru menyediakan contoh-contoh inspiratif.

Mengaplikasi: Peserta didik mulai merencanakan dan membuat karya sederhana mereka secara berkelompok. Guru berkeliling memberikan bimbingan, memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi dan berkolaborasi. Peserta didik dapat menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik positif. Guru mengaitkan hasil karya dengan nilai-nilai Pancasila yang tercermin di dalamnya. Peserta didik diajak merefleksi 'Apa yang aku pelajari dari membuat karya ini bersama teman?'.

Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama merayakan keberhasilan proyek. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kolaborasi. Guru mengakhiri pelajaran dengan pesan untuk selalu menjaga kerukunan di mana pun berada dan doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik simulasi, serta penilaian LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya proyek (poster/kolase) yang menggambarkan kerukunan dalam keluarga atau pertemanan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi anggota keluarga inti dan perannya masing-masing dengan tepat.Keberagaman anggota keluarga dan peran mereka.2 JPKewargaan
Menjelaskan pentingnya saling menyayangi dan menghargai dalam keluarga dengan contoh konkret.Pentingnya kasih sayang dan penghargaan dalam keluarga.2 JPKomunikasi
Menerapkan perilaku tolong-menolong dan berbagi dalam lingkungan keluarga dan pertemanan.Interaksi positif dan nilai tolong-menolong dengan teman.2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Halo teman-teman! Hari ini kita akan belajar tentang hal yang sangat dekat dengan kita, yaitu keluarga dan teman. Keluarga adalah orang-orang yang paling menyayangi kita di rumah, dan teman adalah orang-orang yang menemani kita bermain dan belajar di sekolah. Mari kita cari tahu bagaimana cara kita bisa hidup rukun dan bahagia bersama mereka!

Keluargaku Sayang

Keluarga adalah harta yang paling berharga. Di rumah, ada Ayah, Ibu, kakak, dan adik. Setiap anggota keluarga punya peran masing-masing. Ayah dan Ibu bekerja untuk keluarga. Kakak dan adik saling membantu dan bermain bersama. Penting sekali bagi kita untuk saling menyayangi, menghargai, dan membantu agar keluarga kita selalu rukun. Misalnya, membantu Ibu membersihkan rumah atau menemani adik bermain. Dengan begitu, rumah kita akan terasa nyaman dan penuh kebahagiaan.

Teman-Temanku Hebat

Di sekolah, kita punya banyak teman. Teman adalah orang yang menemani kita belajar, bermain, dan berbagi cerita. Kita harus selalu bersikap baik kepada teman. Saling menghargai, tidak mengejek, dan mau berbagi adalah contoh sikap yang baik. Jika ada teman yang kesulitan, kita bisa membantunya. Misalnya, meminjamkan pensil atau menghibur teman yang sedih. Dengan begitu, kita akan punya banyak teman dan suasana di sekolah menjadi menyenangkan.

Saling Menolong dan Berbagi

Sikap saling menolong dan berbagi adalah perilaku yang sangat terpuji. Ini sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam keluarga, kita bisa menolong orang tua atau adik. Di sekolah, kita bisa berbagi bekal atau membantu teman yang jatuh. Dengan saling menolong dan berbagi, kita tidak hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga membuat hati kita senang. Ingat, kebaikan kecil bisa membuat perbedaan besar!

Menjaga Kerukunan Bersama

Kerukunan berarti hidup damai dan tidak bertengkar. Baik di keluarga maupun di lingkungan teman, kerukunan sangat penting. Untuk menjaga kerukunan, kita harus belajar mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, dan mau memaafkan. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan dengan berbicara baik-baik. Dengan menjaga kerukunan, kita akan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bagi semua orang.

Rangkuman: Keluarga dan teman adalah bagian penting dalam hidup kita. Kita harus selalu menyayangi dan menghargai anggota keluarga serta bersikap baik kepada teman. Saling menolong, berbagi, dan menjaga kerukunan adalah kunci menciptakan lingkungan yang damai dan bahagia, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan begitu, kita akan tumbuh menjadi anak yang baik dan disayang banyak orang.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi anggota keluarga dan teman, serta mencatat contoh perilaku rukun dan saling membantu.

Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, pensil warna/krayon, lem, gunting (opsional)

  1. Ambil selembar kertas HVS.
  2. Gambarlah atau tulislah nama anggota keluargamu di satu sisi kertas.
  3. Di sisi lain, gambarlah atau tulislah nama tiga temanmu di sekolah.
  4. Tuliskan satu contoh kebaikan yang pernah kamu lakukan untuk keluargamu.
  5. Tuliskan satu contoh kebaikan yang pernah kamu lakukan untuk temanmu.

8 Glosarium

KeluargaSekumpulan orang yang tinggal bersama dan memiliki hubungan darah atau pernikahan.
RukunHidup damai, tidak bertengkar, dan saling menyayangi.
BerbagiMemberikan sebagian milik kita kepada orang lain.
MenghargaiMenghormati dan mengakui keberadaan orang lain.

9 Materi Pendidikan Pancasila Terkait

Aku, Tanjung, dan KeluargakuPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Aku, Tanjung, dan Keluargaku →
Keberagaman Suku dan BudayaPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Keberagaman Suku dan Budaya →
Makna Sila PancasilaPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Makna Sila Pancasila →
Tempat Tinggalku bagian dari NKRIPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Tempat Tinggalku bagian dari NKRI →
Tempat Tinggalku bagian dari NKTIPendidikan Pancasila Kelas III SD
Pelajari Tempat Tinggalku bagian dari NKTI →
Keberagaman Budaya IndonesiaPendidikan Pancasila Kelas IV SD
Pelajari Keberagaman Budaya Indonesia →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Pancasila Aku, Temanku dan Keluargaku ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Pancasila kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.