Modul ajar PJOK SD kelas VI materi pencak silat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik Fase C mampu melakukan gerakan spesifik permainan dan olahraga tradisional yang dimodifikasi serta menunjukkan pemahaman tentang variasi dan kombinasi gerak dasar dalam aktivitas jasmani, olahraga, dan rekreasi. Mereka mampu menunjukkan sportivitas dan kerja sama dalam permainan dan olahraga.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang gerakan tubuh dan pentingnya menjaga kesehatan.
Pemahaman bermakna: Mempelajari pencak silat tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, keberanian, dan rasa hormat terhadap orang lain.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat atau mendengar tentang olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia? Apa yang membuat kalian tertarik?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan minimal tiga teknik dasar kuda-kuda dalam pencak silat dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengaitkan materi pencak silat dengan pengalaman peserta didik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
Memahami: Peserta didik mengamati video atau demonstrasi guru mengenai berbagai macam kuda-kuda dalam pencak silat dan mendiskusikan fungsinya.
Mengaplikasi: Peserta didik mencoba mempraktikkan berbagai teknik kuda-kuda dasar (misalnya: kuda-kuda depan, samping, tengah) secara individu dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik terhadap praktik kuda-kuda peserta didik. Peserta didik secara singkat menceritakan kesulitan dan kemudahan yang dialami saat mempraktikkan kuda-kuda.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya kuda-kuda sebagai pondasi gerak pencak silat. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk menjaga kesehatan.
Tujuan: Peserta didik dapat mendemonstrasikan minimal dua variasi gerakan pukulan dan tangkisan dalam pencak silat dengan baik.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengingatkan kembali materi kuda-kuda dari pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempelajari pukulan dan tangkisan.
Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi guru dan video tentang berbagai jenis pukulan (misal: pukulan lurus, pukulan melingkar) dan tangkisan (misal: tangkisan luar, tangkisan dalam).
Mengaplikasi: Peserta didik berlatih gerakan pukulan dan tangkisan secara berpasangan, saling memberikan masukan untuk perbaikan teknik.
Merefleksi: Guru mengamati praktik peserta didik dan memberikan umpan balik. Peserta didik berbagi pengalaman tentang bagaimana melakukan pukulan dan tangkisan yang efektif.
Penutup: Guru dan peserta didik merangkum teknik pukulan dan tangkisan yang telah dipelajari. Guru mengapresiasi usaha peserta didik dan memberikan semangat untuk terus berlatih.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan kombinasi gerak dasar kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan dalam pencak silat dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan melakukan apersepsi dengan mengulang gerakan dasar pencak silat. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempraktikkan kombinasi gerakan dan menunjukkan sikap sportif.
Memahami: Guru menjelaskan cara mengombinasikan gerakan kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan menjadi satu rangkaian gerak sederhana.
Mengaplikasi: Peserta didik berlatih secara berkelompok untuk mempraktikkan rangkaian kombinasi gerakan pencak silat, saling membantu dan memberikan dukungan.
Merefleksi: Setiap kelompok mendemonstrasikan rangkaian gerak pencak silat di depan kelas. Guru dan teman memberikan apresiasi dan masukan konstruktif.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan pembelajaran pencak silat secara keseluruhan, manfaatnya, dan pentingnya sportivitas. Guru memberikan apresiasi tertinggi atas kerja keras dan semangat belajar peserta didik.
Proses (formatif): Guru mengamati keaktifan, partisipasi, dan kemampuan peserta didik dalam mendemonstrasikan gerakan dasar pencak silat selama kegiatan pembelajaran.
Akhir (sumatif): Peserta didik mendemonstrasikan kombinasi gerak dasar pencak silat (kuda-kuda, pukulan, tangkisan) dan menunjukkan sikap sportif dalam penilaian unjuk kerja.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan teknik dasar kuda-kuda | Gerakan Kuda-kuda Pencak Silat | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| Mendemonstrasikan pukulan dan tangkisan | Gerakan Pukulan dan Tangkisan Pencak Silat | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| Mempraktikkan kombinasi gerak & menunjukkan sportivitas | Kombinasi Gerak dan Sportivitas Pencak Silat | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian, Kolaborasi |
Pencak silat adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang mendunia. Lebih dari sekadar bela diri, pencak silat mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, disiplin, dan rasa hormat. Mari kita pelajari gerakan dasarnya agar tubuh sehat dan karakter kuat.
Kuda-kuda adalah posisi siap untuk melakukan serangan atau pertahanan. Ada berbagai macam kuda-kuda, seperti kuda-kuda depan yang memberikan dorongan kuat, kuda-kuda samping untuk keseimbangan lateral, dan kuda-kuda tengah yang kokoh. Kuda-kuda yang benar membantu menjaga keseimbangan dan menyalurkan tenaga dengan efektif saat bergerak.
Pukulan adalah gerakan menyerang menggunakan tangan. Pukulan lurus mengarah langsung ke depan, sedangkan pukulan melingkar menggunakan putaran tubuh untuk menambah tenaga. Penting untuk melatih kekuatan dan kecepatan pukulan agar efektif, namun tetap mengutamakan keselamatan diri dan lawan.
Tangkisan berfungsi untuk menahan atau menepis serangan lawan. Ada tangkisan luar untuk menahan serangan dari samping luar, dan tangkisan dalam untuk menahan serangan dari samping dalam. Gerakan tangkisan harus cepat dan tepat sasaran untuk melindungi diri.
Dalam pencak silat, gerakan tidak berdiri sendiri. Kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan seringkali dikombinasikan menjadi satu rangkaian jurus yang indah dan mematikan. Latihan kombinasi gerak melatih kelincahan, koordinasi, dan ketahanan tubuh.
Selain melatih fisik menjadi kuat dan sehat, pencak silat juga membentuk mental yang tangguh. Disiplin, keberanian, rasa hormat, dan sportivitas adalah nilai-nilai penting yang diajarkan. Pencak silat membantu kita mengendalikan diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Rangkuman: Pencak silat adalah seni bela diri Indonesia yang kaya gerakan. Menguasai kuda-kuda, pukulan, dan tangkisan adalah dasar penting. Latihan teratur tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga menumbuhkan karakter positif seperti disiplin dan sportivitas.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan dan mengidentifikasi gerakan dasar pencak silat serta menunjukkan sikap sportif.
Alat & bahan: Matras (jika ada), video tutorial, alat tulis, lembar kerja.
| Kuda-kuda | Posisi siap dalam pencak silat untuk menjaga keseimbangan dan menyalurkan tenaga. |
| Pukulan | Gerakan menyerang menggunakan tangan dalam pencak silat. |
| Tangkisan | Gerakan menahan atau menepis serangan lawan dalam pencak silat. |
| Jurus | Rangkaian gerakan dasar pencak silat yang saling terkait. |
| Sportivitas | Sikap jujur, adil, dan menghargai lawan dalam pertandingan atau latihan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.