Modul ajar Seni Budaya SD kelas II materi Mengenal karya 2 dan 3 dimensi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah mengenal berbagai benda di sekitar mereka dan dapat membedakan bentuk-bentuk sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami perbedaan antara karya 2 dan 3 dimensi membantu kita lebih menghargai keindahan benda-benda di sekitar serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan sesuatu.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat gambar di buku dan patung di taman? Apa ya bedanya?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri karya 2 dimensi dan 3 dimensi dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik mengamati benda-benda di kelas untuk memancing rasa ingin tahu tentang perbedaan bentuknya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang mengenal karya 2 dan 3 dimensi, serta bertanya, 'Menurut kalian, apa bedanya gambar di buku dengan boneka yang bisa dipegang?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati berbagai contoh gambar (karya 2 dimensi) dan benda nyata (karya 3 dimensi) yang dibawa guru atau ada di sekitar kelas, lalu mendiskusikan apa yang mereka lihat dan rasakan dari masing-masing jenis karya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi tabel pengamatan untuk mencatat ciri-ciri yang ditemukan pada karya 2 dimensi (misalnya, hanya bisa dilihat dari depan, datar) dan karya 3 dimensi (misalnya, bisa dipegang, punya ruang, bisa dilihat dari berbagai sisi).
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang perbedaan dasar karya 2 dan 3 dimensi melalui contoh-contoh visual yang menarik.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan ciri-ciri karya 2 dan 3 dimensi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar mereka, lalu menutup pelajaran dengan doa dan pesan untuk tetap semangat belajar.
Tujuan: Peserta didik dapat membedakan karya 2 dan 3 dimensi serta membuat karya 2 dimensi sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian memantik dengan pertanyaan, 'Jika kalian diminta menggambar rumah, bagaimana cara membuatnya agar terlihat seperti rumah sungguhan tapi hanya di kertas?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar membedakan dan mulai membuat karya 2 dimensi.
Memahami: Peserta didik diberikan beberapa gambar dan benda, lalu diminta mengelompokkan mana yang termasuk karya 2 dimensi dan mana yang 3 dimensi, sambil menjelaskan alasannya. Guru juga menunjukkan contoh-contoh karya 2 dimensi sederhana seperti gambar dan kolase.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu membuat karya 2 dimensi sederhana berupa gambar atau kolase menggunakan kertas, pensil warna, gunting, dan lem. Mereka bebas memilih objek yang ingin digambar atau dibuat kolase, seperti pemandangan, hewan, atau benda kesukaan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik memamerkan karya 2 dimensi mereka, menceritakan proses pembuatannya, dan menjelaskan mengapa karya mereka termasuk 2 dimensi. Guru memberikan apresiasi dan umpan balik positif, serta mengaitkan kembali dengan pemahaman konsep.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum kegiatan membuat karya 2 dimensi. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan usaha mereka, serta mengingatkan untuk mempersiapkan diri membuat karya 3 dimensi di pertemuan berikutnya. Pelajaran ditutup dengan doa dan senyum.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat karya 3 dimensi sederhana menggunakan media yang tersedia.
Kegiatan awal: Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan kembali tentang karya 2 dimensi yang sudah dibuat. Guru menunjukkan sebuah patung kecil atau kerajinan dari tanah liat, lalu bertanya, 'Bagaimana ya cara membuat benda yang bisa dipegang seperti ini?'. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan membuat karya 3 dimensi.
Memahami: Guru menjelaskan langkah-langkah membuat karya 3 dimensi sederhana menggunakan plastisin atau tanah liat. Guru memberikan contoh cara membentuk objek dasar dan menggabungkannya, serta menjelaskan pentingnya kerapian dan kreativitas.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan dan membuat karya 3 dimensi sederhana dari plastisin atau tanah liat. Mereka bisa membuat bentuk hewan, buah, atau benda lain yang mereka sukai, dengan bimbingan guru.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan karya 3 dimensi mereka di meja masing-masing. Mereka saling melihat dan memberikan komentar positif terhadap karya teman. Guru memberikan penilaian dan umpan balik konstruktif serta mengapresiasi setiap usaha dan kreativitas.
Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh pembelajaran tentang karya 2 dan 3 dimensi, dari mengamati, membedakan, hingga membuatnya. Guru memberikan apresiasi yang meriah atas semua karya dan semangat belajar mereka, serta menutup pelajaran dengan pesan untuk terus berkreasi dan doa bersama dalam suasana ceria.
Proses (formatif): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengelompokkan benda, dan proses pembuatan karya 2 dan 3 dimensi.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya 2 dimensi (gambar/kolase) dan karya 3 dimensi (patung mini dari plastisin/tanah liat) berdasarkan rubrik yang telah ditentukan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi ciri-ciri karya 2 dan 3 dimensi | Ciri-ciri karya 2 dan 3 dimensi | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Membedakan karya 2 dan 3 dimensi dan membuat karya 2 dimensi sederhana | Perbedaan dan pembuatan karya 2 dimensi | 2 JP | Kreativitas |
| Membuat karya 3 dimensi sederhana | Pembuatan karya 3 dimensi | 2 JP | Kreativitas, Kemandirian |
Seni adalah bagian dari kehidupan kita. Di mana-mana ada seni! Kita bisa melihat seni di buku cerita, di dinding sekolah, bahkan di taman. Ada seni yang hanya bisa kita lihat dari depan, ada juga seni yang bisa kita pegang dan lihat dari berbagai sisi. Mari kita belajar mengenal perbedaan karya seni yang datar dan yang bervolume!
Karya seni adalah sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk mengungkapkan perasaan, ide, atau keindahan. Ada banyak jenis karya seni, mulai dari gambar, lukisan, patung, sampai bangunan. Karya seni bisa membuat kita merasa senang, kagum, atau bahkan berpikir. Setiap karya seni punya bentuk dan rupa yang berbeda-beda, lho!
Karya 2 dimensi itu seperti gambar di buku atau lukisan di dinding. Karya ini hanya punya dua ukuran utama, yaitu panjang dan lebar. Karena itu, karya 2 dimensi terlihat datar. Kita hanya bisa melihatnya dari satu sisi saja, yaitu dari depan. Contoh lain karya 2 dimensi adalah foto, kaligrafi, atau kolase. Kamu tidak bisa memegang 'dalamnya' atau 'belakangnya' seperti benda sungguhan.
Ciri-ciri utama karya 2 dimensi adalah: 1. Hanya memiliki ukuran panjang dan lebar. 2. Bentuknya datar atau pipih. 3. Hanya bisa dilihat dari satu arah (depan). 4. Tidak punya volume atau ruang. Contohnya: gambar pemandangan, lukisan bunga, karikatur, mozaik dari potongan kertas.
Nah, kalau karya 3 dimensi itu berbeda! Karya ini punya tiga ukuran utama, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Karena punya tinggi, karya 3 dimensi jadi punya volume atau ruang. Kita bisa memegang, meraba, dan melihatnya dari berbagai sisi, seperti depan, samping, atau belakang. Contohnya: patung, vas bunga, boneka, atau kerajinan dari tanah liat.
Ciri-ciri utama karya 3 dimensi adalah: 1. Memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. 2. Memiliki bentuk yang bervolume atau punya ruang. 3. Bisa dilihat dari berbagai arah (depan, samping, belakang, atas). 4. Bisa dipegang dan diraba. Contohnya: patung hewan, miniatur rumah, guci, atau mainan robot.
Coba perhatikan sekitarmu! Poster di dinding adalah karya 2 dimensi. Meja di depanmu adalah karya 3 dimensi. Gambar di kaosmu 2 dimensi, sedangkan topi yang kamu pakai 3 dimensi. Kita sering sekali berinteraksi dengan kedua jenis karya ini tanpa menyadarinya. Memahami perbedaannya membuat kita lebih teliti dan peka terhadap bentuk-bentuk di sekitar kita.
Kamu bisa membuat karya 2 dimensi dengan menggambar, melukis, atau membuat kolase. Siapkan kertas, pensil, pensil warna, atau potongan kertas berwarna. Gambar apa saja yang kamu suka, lalu warnai dengan indah. Atau tempelkan potongan kertas menjadi bentuk yang kamu inginkan. Ingat, hasilnya akan datar dan hanya bisa dilihat dari depan saja.
Untuk karya 3 dimensi, kamu bisa pakai bahan yang bisa dibentuk, seperti plastisin, tanah liat, atau bahkan adonan roti. Cobalah membuat bentuk hewan kecil, buah, atau kendaraan. Bentuklah dengan tanganmu sampai menjadi bentuk yang punya volume. Kamu bisa melihat dan memegangnya dari berbagai sisi. Selamat mencoba!
Rangkuman: Karya seni 2 dimensi hanya punya panjang dan lebar, bentuknya datar, seperti gambar dan lukisan. Sedangkan karya seni 3 dimensi punya panjang, lebar, dan tinggi, bentuknya bervolume, seperti patung dan boneka. Kita bisa membedakan keduanya dari ciri-cirinya dan bahkan bisa membuat keduanya dengan mudah. Ayo terus berkreasi!
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan benda berdasarkan dimensi 2 atau 3.
Alat & bahan: Pensil, penghapus, gambar-gambar benda (misal: foto, bola, buku, piring), benda nyata (misal: pensil, botol air, buku cerita)
| 2 Dimensi | Karya yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, bentuknya datar. |
| 3 Dimensi | Karya yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, bentuknya bervolume. |
| Volume | Isi atau ruang yang ditempati oleh suatu benda. |
| Kolase | Karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai potongan bahan. |
| Plastisin | Bahan lunak seperti lilin yang mudah dibentuk untuk membuat kerajinan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.