Modul ajar Seni Budaya SD kelas II materi Menggambar Ekspresif lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, dan mengekspresikan pengalaman keseharian melalui karya seni rupa dengan berbagai media dan teknik sederhana.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk dan warna dasar serta pernah mencoba menggambar bebas.
Pemahaman bermakna: Menggambar ekspresif membantu kita mengungkapkan perasaan dan pikiran secara bebas melalui gambar, membuat karya seni menjadi cerminan diri yang unik.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kamu merasa sangat senang atau sedih, lalu ingin menceritakannya lewat gambar?
Tujuan: Mengidentifikasi berbagai perasaan yang bisa diungkapkan melalui gambar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengajak siswa mengingat perasaan yang pernah mereka alami. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar mengenali perasaan dan bagaimana perasaan itu bisa digambar. Guru menunjukkan beberapa contoh gambar sederhana yang menggambarkan perasaan (senang, sedih, marah, takut).
Memahami: Peserta didik diajak mengamati kartu-kartu ekspresi wajah dan mendiskusikan perasaan apa saja yang ada pada kartu tersebut. Mereka bercerita pengalaman singkat tentang perasaan tersebut. Guru memandu diskusi tentang bagaimana perasaan bisa diwakili oleh warna atau garis.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik mendapatkan kertas dan pensil warna. Mereka diminta menggambar satu perasaan yang sedang mereka rasakan saat itu tanpa harus menggambar objek spesifik, cukup menggunakan garis dan warna. Mereka bebas berekspresi.
Merefleksi: Beberapa peserta didik secara sukarela menunjukkan gambarnya dan menceritakan perasaan di baliknya. Guru memberikan umpan balik positif dan mengaitkan setiap gambar dengan ekspresi perasaan yang unik. Guru menguatkan bahwa setiap perasaan itu wajar dan bisa diungkapkan.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bahwa perasaan bisa diungkapkan dengan gambar. Guru memberikan apresiasi atas keberanian mereka berekspresi dan menyampaikan bahwa di pertemuan berikutnya kita akan membuat gambar ekspresif yang lebih besar. Doa penutup.
Tujuan: Menggunakan garis, bentuk, dan warna untuk mengekspresikan perasaan dalam gambar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengajak siswa mengingat kembali pelajaran sebelumnya tentang perasaan dan gambar. Guru menunjukkan beberapa gambar ekspresif sederhana yang dibuat oleh anak-anak, menanyakan 'perasaan apa yang kamu lihat di gambar ini?'. Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini untuk mencoba menggambar ekspresif dengan lebih banyak pilihan media.
Memahami: Peserta didik diajak bereksplorasi dengan berbagai alat gambar yang disiapkan (krayon, spidol, cat air). Guru memberikan contoh bagaimana garis tebal/tipis, warna cerah/gelap, atau bentuk lengkung/tajam bisa mewakili perasaan yang berbeda. Peserta didik mencoba membuat coretan-coretan bebas dengan berbagai alat tersebut untuk merasakan perbedaan ekspresinya.
Mengaplikasi: Peserta didik memilih salah satu pengalaman yang membuat mereka sangat senang atau sangat sedih. Mereka diminta untuk menggambar pengalaman tersebut secara ekspresif, tidak perlu mirip aslinya, tetapi yang penting menggambarkan perasaan mereka saat itu. Mereka bebas menggunakan media yang tersedia.
Merefleksi: Peserta didik secara berpasangan saling menunjukkan gambarnya dan menceritakan apa yang digambar dan perasaan apa yang ingin disampaikan. Guru berkeliling memberikan pertanyaan pancingan dan umpan balik yang membangun. Guru menguatkan bahwa setiap orang punya cara unik dalam berekspresi.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas karya-karya yang dibuat. Guru merangkum bahwa garis, bentuk, dan warna adalah teman kita dalam berekspresi. Guru mengingatkan untuk mempersiapkan ide cerita atau pengalaman pribadi untuk proyek menggambar ekspresif di pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Menciptakan gambar ekspresif berdasarkan pengalaman pribadi dengan media sederhana dan menceritakan makna atau perasaan di balik gambar ekspresif yang telah dibuat.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru memotivasi siswa dengan menunjukkan kembali beberapa contoh gambar ekspresif dan mengingatkan mereka tentang kebebasan berekspresi. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan membuat 'Karya Ekspresi Perasaanku' dan nanti akan diceritakan kepada teman-teman. Guru menjelaskan langkah-langkah proyek.
Memahami: Peserta didik memilih satu pengalaman pribadi yang paling berkesan (misalnya, liburan bersama keluarga, bermain dengan teman, atau saat membantu orang tua). Mereka diajak membayangkan kembali perasaan saat itu dan bagaimana perasaan itu bisa diungkapkan dalam gambar. Guru memandu diskusi singkat untuk menyegarkan ide.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik mulai mengerjakan proyek 'Karya Ekspresi Perasaanku' di atas kertas gambar yang lebih besar dengan media pilihan mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, memastikan setiap siswa merasa nyaman dan bebas berkreasi tanpa takut salah. Proses ini difokuskan pada ekspresi diri, bukan kesempurnaan teknis.
Merefleksi: Setelah selesai, setiap peserta didik secara bergantian mempresentasikan karyanya di depan kelas. Mereka menceritakan pengalaman apa yang digambar dan perasaan apa yang ingin disampaikan. Teman-teman memberikan apresiasi dan pertanyaan positif. Guru memberikan penguatan dan pujian atas keberanian berekspresi dan keunikan setiap karya.
Penutup: Guru mengajak seluruh peserta didik bertepuk tangan untuk semua karya yang telah dibuat. Guru menyimpulkan bahwa menggambar ekspresif adalah cara yang menyenangkan untuk berbagi perasaan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi dan kreativitas seluruh siswa. Doa penutup.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi siswa dalam diskusi, eksplorasi alat, dan proses menggambar ekspresif, serta umpan balik lisan.
Akhir (sumatif): Penilaian karya gambar ekspresif dan presentasi cerita di baliknya menggunakan rubrik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai perasaan yang bisa diungkapkan melalui gambar. | Pengenalan emosi dan representasinya dalam gambar. | 2 JP | Kreativitas |
| Menggunakan garis, bentuk, dan warna untuk mengekspresikan perasaan dalam gambar. | Eksplorasi media dan teknik ekspresi. | 2 JP | Kemandirian |
| Menciptakan gambar ekspresif berdasarkan pengalaman pribadi dengan media sederhana dan menceritakan makna atau perasaan di balik gambar ekspresif yang telah dibuat. | Proyek 'Karya Ekspresi Perasaanku' dan presentasi. | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Seni itu menyenangkan! Tahukah kamu, kita bisa menceritakan banyak hal lewat gambar? Bukan hanya benda atau orang, tapi juga perasaan kita. Menggambar ekspresif adalah cara asyik untuk mengeluarkan semua yang ada di hati dan pikiranmu ke atas kertas. Ayo kita belajar bagaimana membuat gambar yang penuh perasaan!
Menggambar ekspresif adalah menggambar yang tujuannya untuk menunjukkan perasaan atau pengalaman kita. Jadi, gambarnya tidak harus persis sama dengan apa yang kita lihat, tapi lebih penting bagaimana gambarnya bisa membuat orang lain merasakan apa yang kita rasakan. Misalnya, kalau kamu senang, gambarmu bisa penuh warna cerah dan garis-garis melengkung. Kalau kamu sedih, mungkin warnanya lebih gelap dan garisnya lebih lurus atau patah-patah. Ini adalah caramu bercerita tanpa kata-kata.
Ada banyak sekali perasaan yang bisa kita gambar! Ada senang, sedih, marah, takut, kaget, sayang, dan masih banyak lagi. Setiap perasaan punya 'warna' dan 'bentuk' sendiri dalam imajinasi kita. Misalnya, rasa senang mungkin seperti matahari yang bersinar, atau balon yang terbang tinggi. Rasa marah mungkin seperti api yang membara atau awan gelap. Coba pikirkan, perasaan apa yang paling sering kamu rasakan? Bagaimana jika perasaan itu menjadi sebuah gambar?
Saat menggambar ekspresif, kamu bebas menggunakan garis, bentuk, dan warna. Garis bisa tebal, tipis, lurus, melengkung, atau bergelombang. Bentuk bisa kotak, lingkaran, segitiga, atau bentuk bebas yang tidak beraturan. Warna juga bisa cerah, gelap, kalem, atau ramai. Semua itu bisa kamu padukan untuk menceritakan perasaanmu. Tidak ada aturan baku, yang penting kamu merasa nyaman dan gambarmu bisa 'berbicara' tentang apa yang kamu rasakan.
Cara paling seru untuk menggambar ekspresif adalah dengan mengingat pengalaman pribadimu. Misalnya, saat kamu liburan ke pantai, apa yang kamu rasakan? Senang, bebas, atau damai? Gambarlah perasaan itu, mungkin dengan ombak yang besar atau pasir yang berkilau. Atau saat kamu membantu teman, perasaan bangga dan bahagia bisa kamu tuangkan. Setiap pengalamanmu adalah ide yang bagus untuk sebuah gambar ekspresif yang unik dan istimewa.
Rangkuman: Menggambar ekspresif adalah cara seru untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman melalui garis, bentuk, dan warna. Kamu bebas berekspresi tanpa takut salah, karena setiap gambar adalah cerminan unik dari dirimu. Dengan menggambar ekspresif, kamu bisa bercerita tanpa kata-kata dan membuat karya seni yang penuh makna dari hatimu.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi perasaan dan menuangkannya dalam bentuk gambar sederhana.
Alat & bahan: Kertas A4, pensil, pensil warna/krayon, kartu ekspresi wajah
| Ekspresif | Mengungkapkan perasaan atau gagasan. |
| Emosi | Perasaan kuat seperti senang, sedih, marah, takut. |
| Media gambar | Alat atau bahan yang digunakan untuk menggambar, seperti pensil, krayon, cat air. |
| Imajinasi | Daya khayal atau kemampuan membayangkan sesuatu. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.