Modul ajar Seni Budaya SD kelas III materi Greetings dan creative lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik dapat menyapa orang lain dalam keseharian dan menunjukkan ekspresi sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami pentingnya sapaan yang santun dan efektif dalam komunikasi sehari-hari, serta mampu menggunakan kreativitas untuk mengekspresikan diri melalui karya sederhana.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita membuat orang lain merasa senang saat kita menyapa mereka, dan bagaimana kita bisa membuat sapaan menjadi lebih menarik dan unik?
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk sapaan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan antusias, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menanyakan pengalaman sapaan di rumah. Guru menunjukkan gambar-gambar orang menyapa dalam berbagai situasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis sapaan.
Memahami: Peserta didik mengamati video pendek tentang berbagai cara orang menyapa di Indonesia dan mancanegara. Mereka berdiskusi kelompok tentang perbedaan dan persamaan sapaan yang mereka lihat dan dengar, serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar sapaan yang mereka ketahui dan kategorikan berdasarkan waktu (pagi, siang, malam) atau situasi (formal, informal) di papan tulis mini. Mereka juga mencoba mempraktikkan beberapa sapaan tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya sapaan yang tepat. Peserta didik menyampaikan satu hal baru yang mereka pelajari tentang sapaan.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan materi sapaan, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan mengingatkan untuk selalu menyapa dengan ramah. Kegiatan ditutup dengan salam dan doa.
Tujuan: Peserta didik mampu mempraktikkan sapaan yang santun dan sesuai konteks kepada teman dan guru.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan permainan tebak sapaan, mengajak berdoa, mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan skenario 'Bagaimana jika kita bertemu teman di jalan?' untuk memicu pemikiran tentang praktik sapaan santun. Tujuan hari ini adalah mempraktikkan sapaan.
Memahami: Peserta didik menonton video pendek tentang etika menyapa dan berdiskusi tentang apa yang membuat sapaan menjadi santun dan efektif. Mereka mengidentifikasi elemen-elemen sapaan yang baik seperti kontak mata, senyuman, dan intonasi suara.
Mengaplikasi: Secara berpasangan, peserta didik berlatih mempraktikkan sapaan dalam berbagai skenario (misalnya, menyapa teman sebaya, menyapa guru, menyapa orang tua teman) dengan memperhatikan kesantunan dan konteks. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.
Merefleksi: Beberapa pasangan diminta untuk mendemonstrasikan praktik sapaan mereka di depan kelas. Teman-teman lain memberikan masukan konstruktif. Guru menekankan pentingnya kesantunan dalam setiap sapaan.
Penutup: Guru memberikan penguatan positif atas usaha peserta didik, mengajak mereka merangkum poin penting sapaan santun, dan menantang mereka untuk menerapkan sapaan santun di lingkungan sekolah. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu menunjukkan ekspresi non-verbal (mimik wajah dan gerak tubuh) yang sesuai saat menyapa.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda, mengajak berdoa, mengecek kehadiran. Guru bertanya 'Apakah ekspresi wajah penting saat menyapa?' untuk mengaitkan dengan materi hari ini. Tujuan pertemuan adalah memahami dan mempraktikkan ekspresi non-verbal.
Memahami: Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan berbagai ekspresi wajah (senyum ramah, kaget, sedih) dan gerak tubuh (melambaikan tangan, membungkuk) yang relevan saat menyapa. Peserta didik menirukan dan mengidentifikasi perasaan dari setiap ekspresi.
Mengaplikasi: Peserta didik bermain 'tebak ekspresi' secara berpasangan, di mana satu anak menunjukkan ekspresi non-verbal sapaan dan anak lain menebak maksudnya. Kemudian, mereka berlatih menggabungkan sapaan verbal dengan ekspresi non-verbal yang sesuai.
Merefleksi: Beberapa peserta didik maju ke depan untuk mempraktikkan sapaan lengkap dengan ekspresi non-verbal. Teman-teman memberikan pujian dan saran. Guru memberikan penguatan tentang kekuatan komunikasi non-verbal.
Penutup: Guru menyimpulkan bahwa ekspresi non-verbal membuat sapaan lebih hidup, memberikan apresiasi, dan memberikan tantangan untuk memperhatikan ekspresi saat menyapa di rumah. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu merancang ide sapaan kreatif melalui media gambar atau tulisan sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan cara yang tidak biasa (misalnya, dengan pantun singkat), mengajak berdoa, mengecek kehadiran. Guru bertanya, 'Bagaimana kita bisa membuat sapaan yang unik dan berkesan?' untuk mengenalkan konsep kreativitas. Tujuan hari ini adalah merancang ide sapaan kreatif.
Memahami: Peserta didik mengamati contoh-contoh sapaan kreatif (kartu ucapan, poster mini, lagu sapaan sederhana). Mereka diajak berdiskusi tentang elemen-elemen yang membuat sapaan tersebut kreatif dan menarik.
Mengaplikasi: Secara individu atau berpasangan, peserta didik mulai merancang ide sapaan kreatif mereka. Mereka dapat menggambar, menulis puisi singkat, atau membuat sketsa desain kartu sapaan. Guru membimbing proses ideasi dan mendorong orisinalitas.
Merefleksi: Peserta didik saling berbagi ide rancangan sapaan kreatif mereka dalam kelompok kecil. Mereka memberikan masukan positif satu sama lain. Guru menyoroti beberapa ide yang inovatif dan memberikan motivasi.
Penutup: Guru mengapresiasi semua ide kreatif yang muncul, menyimpulkan bahwa kreativitas membuat sapaan lebih personal, dan memberikan pengantar untuk pertemuan selanjutnya yang akan membuat karya. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu membuat karya sapaan kreatif menggunakan bahan-bahan sederhana dengan bimbingan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan semangat, mengajak berdoa, mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali ide sapaan kreatif yang sudah dirancang pada pertemuan sebelumnya. Tujuan hari ini adalah mewujudkan ide tersebut menjadi karya.
Memahami: Guru menunjukkan berbagai bahan sederhana yang bisa digunakan (kertas warna, lem, gunting, spidol, stik es krim, benang) dan memberikan contoh singkat cara mengolahnya menjadi karya sapaan (misalnya, kartu pop-up, boneka tangan mini dengan tulisan sapaan).
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mulai membuat karya sapaan kreatif sesuai dengan ide rancangan mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis, membantu jika ada kesulitan, dan mendorong penggunaan bahan secara kreatif.
Merefleksi: Peserta didik saling menunjukkan progres karya mereka kepada teman sebangku atau kelompok kecil. Mereka saling memberikan saran untuk penyempurnaan karya. Guru memberikan penguatan tentang proses berkarya dan kesabaran.
Penutup: Guru mengapresiasi usaha dan kreativitas peserta didik dalam membuat karya, mengingatkan untuk menjaga kebersihan, dan menyiapkan mental untuk presentasi di pertemuan berikutnya. Doa penutup.
Tujuan: Peserta didik mampu mempresentasikan karya sapaan kreatifnya di depan kelas dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan semangat, mengajak berdoa, mengecek kehadiran. Guru memotivasi peserta didik untuk presentasi karya sapaan kreatif mereka hari ini. Tujuan utama adalah presentasi dan refleksi akhir.
Memahami: Guru menjelaskan rubrik penilaian presentasi dan karya. Peserta didik diberikan waktu singkat untuk mempersiapkan diri dan berlatih presentasi dalam kelompok kecil, memastikan mereka tahu apa yang akan disampaikan tentang karya mereka.
Mengaplikasi: Setiap peserta didik atau pasangan mempresentasikan karya sapaan kreatif mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan ide di balik karya, bahan yang digunakan, dan bagaimana karya tersebut bisa digunakan untuk menyapa. Teman-teman lain memberikan tepuk tangan dan pertanyaan.
Merefleksi: Setelah presentasi, guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama tentang seluruh proses pembelajaran, mulai dari memahami sapaan hingga membuat karya kreatif. Peserta didik berbagi perasaan dan pengalaman mereka. Guru memberikan umpan balik menyeluruh dan penilaian.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semua karya dan presentasi yang luar biasa, menekankan pentingnya sapaan dan kreativitas dalam kehidupan. Kegiatan ditutup dengan doa, tepuk tangan meriah, dan janji untuk terus berkarya dan menyapa dengan hati gembira.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi, praktik sapaan, dan proses pembuatan karya kreatif.
Akhir (sumatif): Penilaian presentasi karya sapaan kreatif berdasarkan rubrik yang telah ditentukan dan tes tulis singkat mengenai konsep sapaan dan kreativitas.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi berbagai bentuk sapaan. | Jenis-jenis sapaan | 2 JP | Komunikasi |
| Mempraktikkan sapaan santun dan ekspresi non-verbal. | Praktik sapaan dan ekspresi | 4 JP | Kolaborasi, Komunikasi |
| Merancang dan membuat karya sapaan kreatif. | Ide dan pembuatan karya kreatif | 4 JP | Kreativitas |
| Mempresentasikan karya sapaan kreatif. | Presentasi karya | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Sapaan adalah cara kita memulai percakapan dan menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Dengan menyapa, kita bisa membuat orang lain merasa senang dan dihargai. Selain itu, kita juga bisa belajar menjadi kreatif dalam menyampaikan sapaan, lho! Modul ini akan mengajakmu berpetualang seru untuk memahami pentingnya sapaan dan menciptakan karya-karya sapaan yang unik dan menarik.
Sapaan adalah ucapan atau tindakan yang kita lakukan saat bertemu atau berpisah dengan seseorang. Contohnya 'Selamat pagi!', 'Hai!', atau melambaikan tangan. Sapaan sangat penting karena menunjukkan kita peduli dan menghargai orang lain. Ada banyak jenis sapaan, tergantung siapa yang kita sapa dan di mana kita berada. Misalnya, kita menyapa guru dengan 'Selamat pagi, Bapak/Ibu Guru', sedangkan teman sebaya bisa dengan 'Hai, apa kabar?'
Menyapa harus santun dan sesuai dengan situasi. Menyapa orang yang lebih tua, seperti guru atau orang tua, harus lebih sopan. Gunakan bahasa yang baik dan intonasi yang ramah. Saat menyapa teman, kita bisa lebih santai. Penting juga untuk melihat lawan bicara kita, tersenyum, dan menunjukkan sikap yang baik. Misalnya, saat bertemu teman di jalan, kita bisa berhenti sebentar untuk menyapa, bukan hanya berlalu begitu saja.
Selain kata-kata, ekspresi wajah dan gerak tubuh juga sangat penting saat menyapa. Senyuman tulus bisa membuat sapaan kita terasa lebih hangat. Kontak mata menunjukkan bahwa kita menghargai lawan bicara. Gerakan seperti melambaikan tangan atau mengangguk juga bisa menjadi bagian dari sapaan. Bayangkan jika kamu disapa tanpa senyum, pasti terasa kurang ramah, kan? Jadi, ekspresi non-verbal membuat sapaan lebih hidup dan bermakna.
Kreativitas adalah kemampuan kita untuk menciptakan ide-ide baru dan unik. Dalam seni, kreativitas berarti kita bisa membuat karya yang berbeda dari yang lain, menggunakan imajinasi kita. Contohnya, membuat gambar yang indah, menyanyikan lagu baru, atau membuat kerajinan tangan dari bahan bekas. Setiap orang punya kreativitas, tinggal bagaimana kita melatihnya dan berani mencoba hal baru.
Sekarang, bagaimana jika kita membuat sapaan yang lebih kreatif? Kita bisa merancang ide sapaan yang unik. Misalnya, membuat kartu ucapan sapaan dengan gambar yang lucu, menulis puisi pendek tentang sapaan, atau membuat poster mini dengan pesan 'Selamat Pagi' yang dihias indah. Pikirkan siapa yang akan kamu sapa dan pesan apa yang ingin kamu sampaikan. Gunakan imajinasimu sebebas mungkin!
Setelah merancang ide, saatnya mewujudkan ide tersebut menjadi karya nyata. Kamu bisa menggunakan berbagai bahan sederhana yang ada di sekitarmu, seperti kertas warna, lem, gunting, spidol, stik es krim, atau benang. Misalnya, kamu bisa membuat kartu pop-up sapaan, boneka tangan mini yang bisa mengucapkan 'Halo!', atau hiasan dinding dengan tulisan sapaan yang cantik. Ikuti langkah-langkahnya dengan teliti dan jangan takut mencoba!
Setelah karyamu jadi, jangan lupa untuk mempresentasikannya! Ceritakan kepada teman-teman dan gurumu tentang karyamu. Jelaskan mengapa kamu memilih ide tersebut, bahan apa saja yang kamu gunakan, dan bagaimana karya ini bisa digunakan untuk menyapa. Dengan mempresentasikan, kamu melatih kepercayaan dirimu dan berbagi inspirasi dengan orang lain. Setiap karya pasti punya cerita menarik di baliknya.
Rangkuman: Sapaan adalah bentuk komunikasi penting untuk menunjukkan rasa hormat dan kepedulian. Sapaan yang santun harus sesuai konteks dan dilengkapi ekspresi non-verbal yang ramah. Kreativitas memungkinkan kita menciptakan sapaan yang unik dan berkesan, baik melalui gambar, tulisan, maupun karya seni sederhana. Dengan memahami dan mempraktikkan sapaan serta mengembangkannya secara kreatif, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dan menyenangkan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mempraktikkan berbagai bentuk sapaan serta merancang ide sapaan kreatif.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil, pensil warna, gunting, lem, gambar situasi sapaan
| Sapaan | Ucapan atau tindakan untuk memulai atau mengakhiri interaksi sosial. |
| Kreativitas | Kemampuan untuk menghasilkan ide atau karya baru yang orisinal. |
| Ekspresi Non-Verbal | Komunikasi tanpa kata-kata, seperti mimik wajah atau gerak tubuh. |
| Konteks | Situasi atau kondisi yang melingkupi suatu peristiwa atau percakapan. |
| Presentasi | Kegiatan menyampaikan suatu ide atau karya di depan umum. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.