Modul ajar Seni Budaya SD kelas IV materi Kolase, Mozaik, dan Montase lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik Fase B mampu mengapresiasi dan menciptakan karya seni visual sederhana, serta memahami unsur-unsur seni rupa dasar seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur dalam konteks budaya lokal dan global.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang berbagai jenis bahan alam dan buatan yang bisa digunakan untuk berkarya seni.
Pemahaman bermakna: Melalui kolase, mozaik, dan montase, kita dapat menciptakan karya seni yang indah dan bermakna dari benda-benda di sekitar kita, melatih kreativitas dan ketelitian.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat gambar yang dibuat dari potongan-potongan kertas koran atau daun kering? Bagaimana ya cara membuatnya?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan mendasar antara kolase, mozaik, dan montase dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan kembali tentang materi seni rupa sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
Memahami: Guru menampilkan berbagai contoh karya kolase, mozaik, dan montase, lalu mengajak siswa mengamati perbedaan bahan, teknik, dan hasil akhirnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan ciri-ciri masing-masing teknik berdasarkan pengamatan, lalu mencatat perbedaan utamanya dalam tabel sederhana.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep perbedaan ketiga teknik tersebut.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan perbedaan kolase, mozaik, dan montase. Siswa diajak merefleksikan apa yang telah dipelajari dan guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mereka.
Tujuan: Peserta didik dapat merancang ide karya seni kolase, mozaik, atau montase sederhana sesuai tema yang ditentukan.
Kegiatan awal: Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang karya seni. Guru memberikan tema karya seni yang akan dibuat, misalnya 'Lingkunganku'.
Memahami: Guru memfasilitasi siswa untuk menggali ide kreatif mereka, baik secara individu maupun kelompok, terkait tema 'Lingkunganku' dan teknik mana yang paling cocok untuk diwujudkan.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai membuat sketsa atau rancangan karya di kertas gambar, menentukan bahan yang akan digunakan, dan memikirkan tata letaknya.
Merefleksi: Siswa saling menunjukkan rancangan karyanya kepada teman atau guru untuk mendapatkan masukan awal sebelum memulai proses pembuatan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang muncul dan mengingatkan siswa untuk membawa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat membuat karya seni kolase, mozaik, atau montase dengan rapi dan kreatif menggunakan bahan yang tersedia.
Kegiatan awal: Guru menyapa siswa dan mengingatkan kembali rancangan karya yang telah dibuat. Guru menjelaskan langkah-langkah teknis pembuatan karya sesuai dengan teknik yang dipilih siswa.
Memahami: Guru mendemonstrasikan teknik dasar menempel potongan bahan untuk kolase, menyusun kepingan untuk mozaik, atau menggabungkan gambar untuk montase.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai membuat karya seninya secara mandiri atau berkelompok sesuai rancangan masing-masing, guru berkeliling memberikan bimbingan dan bantuan.
Merefleksi: Setiap siswa memamerkan karya yang telah selesai dibuat, kemudian melakukan refleksi singkat tentang proses pembuatan dan hasil karyanya.
Penutup: Guru memberikan apresiasi terhadap karya-karya yang dihasilkan dan memberikan penguatan tentang pentingnya kreativitas dan ketelitian dalam berkarya seni. Siswa membersihkan area kerja dan bersiap untuk pulang.
Proses (formatif): Guru mengamati keaktifan siswa dalam diskusi, ketelitian dalam merancang, dan keterampilan saat praktik membuat karya seni.
Akhir (sumatif): Penilaian karya seni yang dihasilkan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, meliputi kreativitas, kerapian, dan kesesuaian dengan tema.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi perbedaan kolase, mozaik, montase | Pengertian dan contoh kolase, mozaik, montase | 2 JP | Kreativitas |
| Merancang ide karya seni | Menentukan tema, teknik, dan bahan karya | 2 JP | Kemandirian |
| Membuat karya seni kolase/mozaik/montase | Praktik membuat karya seni | 2 JP | Kolaborasi |
Halo anak-anak hebat! Mari kita belajar tentang seni yang seru! Kita akan mengenal tiga cara membuat gambar yang unik: kolase, mozaik, dan montase. Siapkah kalian menjadi seniman cilik yang kreatif?
Kolase itu seperti membuat gambar tempel. Kita menggunting atau merobek kertas warna, daun kering, atau benda-benda lain lalu menempelkannya di atas kertas gambar. Hasilnya bisa jadi pemandangan, hewan, atau apa saja yang kita inginkan. Yang penting, potongan-potongan itu kita susun menjadi satu gambar utuh yang menarik.
Mozaik itu mirip kolase, tapi kita menggunakan kepingan-kepingan kecil yang sama ukurannya. Kepingan itu bisa dari kertas warna, keramik, atau batu-batuan kecil. Kepingan ini disusun dengan rapi dan rapat sehingga membentuk sebuah gambar atau pola yang indah. Mozaik membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya bagus.
Montase itu seperti membuat gambar cerita dari guntingan gambar-gambar lain. Kita mengambil gambar dari majalah, koran, atau internet, lalu mengguntingnya dan menempelkannya menjadi satu gambar baru yang utuh. Misalnya, kita gabungkan gambar kepala singa dengan badan kuda untuk membuat hewan khayalan yang lucu.
Untuk membuat ketiga karya seni ini, kita butuh alat seperti gunting dan lem. Bahannya bisa bermacam-macam, lho! Mulai dari kertas warna, kertas koran, majalah bekas, daun kering, ranting, biji-bijian, kancing, hingga gambar-gambar yang sudah dicetak. Pilih bahan yang paling kamu suka dan sesuai dengan idemu!
Rangkuman: Kolase, mozaik, dan montase adalah teknik seni rupa yang menyenangkan. Kolase menggunakan potongan lepas, mozaik memakai kepingan kecil, sedangkan montase menggabungkan gambar utuh. Ketiganya melatih kreativitas, ketelitian, dan kesabaran kita dalam berkarya.
Tujuan: Membantu peserta didik dalam merancang dan membuat karya seni kolase, mozaik, atau montase.
Alat & bahan: Kertas gambar, gunting, lem, kertas warna, majalah bekas, daun kering, ranting, kancing, sedotan, gambar-gambar dari internet/majalah
| Kolase | Karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai macam potongan bahan pada permukaan gambar. |
| Mozaik | Karya seni yang dibuat dengan menyusun kepingan-kepingan kecil sejenis untuk membentuk suatu gambar. |
| Montase | Karya seni yang dibuat dengan menggabungkan gambar-gambar dari berbagai sumber menjadi satu kesatuan baru. |
| Komposisi | Pengaturan unsur-unsur dalam sebuah karya seni agar terlihat harmonis dan menarik. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Budaya kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.