tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMKBahasa Inggris › Expressing Intention
SMK · Kelas X · Fase E

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas X
Expressing Intention

Modul ajar Bahasa Inggris SMK kelas X materi Expressing Intention lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Bahasa Inggris kelas X materi Expressing Intention
Ringkasan: Expressing intention adalah kemampuan untuk menyampaikan rencana atau tujuan di masa depan menggunakan berbagai frasa seperti 'be going to', 'will', 'would like to', dan 'plan to'. Pemilihan ungkapan tergantung pada konteks, tingkat formalitas, dan kepastian niat. Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif dan jelas dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: Komunikasi, Kemandirian, KreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBahasa Inggris · Expressing Intention · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami kalimat sederhana dan dapat mengidentifikasi tujuan dari suatu pernyataan.

Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami berbagai cara mengungkapkan niat dan rencana dalam bahasa Inggris, serta mampu menggunakannya secara kontekstual dalam komunikasi sehari-hari maupun situasi yang lebih formal. Pemahaman ini penting untuk merencanakan tindakan dan berinteraksi dengan orang lain secara jelas.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membuat rencana liburan atau proyek sekolah? Bagaimana cara kalian menyampaikan rencana tersebut kepada teman atau keluarga?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dalam teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyatakan niat/tujuan melakukan suatu tindakan sesuai konteks penggunaannya.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan beberapa gambar aktivitas sehari-hari (misalnya: seorang siswa sedang belajar, sekelompok teman merencanakan piknik) dan meminta peserta didik menebak apa yang akan mereka lakukan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami cara mengungkapkan niat dan rencana, serta menjelaskan bahwa mereka akan belajar melalui aktivitas kelompok. Pertanyaan pemantik 'Bagaimana kalian menyampaikan rencana liburan atau proyek sekolah kepada teman atau keluarga?' diajukan untuk memancing diskusi awal.

Memahami: Peserta didik secara berpasangan menganalisis beberapa contoh dialog pendek yang mengandung ungkapan niat (misalnya 'I am going to...', 'I would like to...', 'I will...'). Mereka diminta mengidentifikasi frasa yang menunjukkan niat, konteks penggunaannya, dan perbedaan nuansa makna antar frasa tersebut. Guru membimbing dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali pemahaman mereka tentang fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik membuat daftar ungkapan niat yang mereka temukan dan mengklasifikasikannya berdasarkan tingkat formalitas atau kepastian. Mereka kemudian mencoba membuat kalimat-kalimat sederhana menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut berdasarkan skenario yang diberikan guru (misalnya: rencana setelah lulus SMK, rencana liburan akhir tahun).

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan mengenai penggunaan ungkapan niat yang tepat, serta meluruskan miskonsepsi. Peserta didik lain diajak untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Guru menekankan pentingnya menggunakan ekspresi niat yang sesuai dalam komunikasi.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang 'Expressing Intention'. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk terus berlatih. Guru menyampaikan agenda pertemuan selanjutnya dan menutup dengan doa serta salam penutup yang ceria.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Membandingkan berbagai ungkapan menyatakan niat/tujuan melakukan suatu tindakan dengan tepat dan menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyatakan niat/tujuan melakukan suatu tindakan dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang berbagai ungkapan niat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membandingkan dan menyusun ungkapan niat dalam konteks yang berbeda, serta menjelaskan bahwa mereka akan bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Guru bertanya, 'Mengapa penting untuk memilih ungkapan niat yang tepat dalam situasi yang berbeda?'

Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan beberapa skenario situasi yang berbeda (misalnya: melamar pekerjaan, berdiskusi dengan teman tentang rencana akhir pekan, menyampaikan rencana kerja kepada atasan). Mereka menganalisis skenario tersebut untuk menentukan ungkapan niat mana yang paling cocok digunakan, termasuk mempertimbangkan tingkat formalitas dan kepastian niat.

Mengaplikasi: Berdasarkan skenario yang telah dianalisis, setiap kelompok diminta untuk menyusun dialog pendek atau monolog yang relevan. Mereka harus menggunakan setidaknya tiga jenis ungkapan niat yang berbeda. Penekanan diberikan pada ketepatan penggunaan struktur teks dan unsur kebahasaan, serta koherensi antar kalimat. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan dialog atau monolog mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan masukan dan perbandingan tentang pilihan ungkapan niat yang digunakan. Guru memfasilitasi diskusi tentang efektifitas komunikasi dalam setiap skenario dan memberikan penguatan tentang pentingnya konteks dalam memilih ekspresi niat.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang pentingnya membandingkan dan memilih ungkapan niat yang sesuai konteks. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok dan mendorong mereka untuk terus berlatih. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan mempraktikkan ungkapan niat dalam sebuah proyek, dan menutup dengan salam serta doa yang membangkitkan semangat.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Mempresentasikan dialog atau monolog pendek tentang rencana dan niat dengan percaya diri dan lancar.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat dan mempresentasikan proyek berupa 'Rencana Masa Depan' atau 'Rencana Kegiatan'. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempresentasikan rencana dengan percaya diri dan lancar. Guru bertanya, 'Bagaimana kita bisa membuat presentasi rencana yang menarik dan mudah dipahami orang lain?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk merancang sebuah 'Rencana Masa Depan' (misalnya: rencana karir setelah SMK, rencana perjalanan impian, rencana pengembangan diri) atau 'Rencana Kegiatan' (misalnya: rencana kegiatan sekolah, rencana event). Mereka harus menuliskan niat dan tujuan mereka secara detail, menggunakan berbagai ungkapan 'Expressing Intention' yang telah dipelajari. Guru memberikan contoh kerangka presentasi sederhana.

Mengaplikasi: Peserta didik menyiapkan presentasi lisan (bisa berupa monolog atau dialog pendek jika berpasangan) berdasarkan rencana yang telah mereka buat. Mereka diberikan waktu untuk berlatih presentasi, memperhatikan pelafalan, intonasi, dan kelancaran. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi jika diperlukan, mendorong mereka untuk menggunakan alat bantu visual sederhana jika memungkinkan.

Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan 'Rencana Masa Depan' atau 'Rencana Kegiatan' mereka di depan kelas. Setelah presentasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai kejelasan penyampaian, penggunaan ungkapan niat, dan kepercayaan diri. Guru memberikan penguatan positif dan saran untuk perbaikan.

Penutup: Guru bersama peserta didik merefleksikan seluruh proses pembelajaran 'Expressing Intention' dari awal hingga presentasi proyek. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada semua peserta didik atas usaha dan keberhasilan mereka. Guru memberikan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, serta menutup dengan doa dan salam yang penuh semangat dan optimisme.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, ketepatan penggunaan ungkapan niat dalam LKPD, dan kelancaran saat presentasi.

Akhir (sumatif): Penilaian performa presentasi proyek 'Rencana Masa Depan' atau 'Rencana Kegiatan' menggunakan rubrik yang telah ditentukan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaanPengenalan ungkapan niat2 JPKomunikasi, Penalaran Kritis
Membandingkan dan menyusun ungkapan niatPerbandingan dan praktik ungkapan niat2 JPKemandirian, Kolaborasi
Mempresentasikan rencana dan niatProyek 'Rencana Masa Depan'2 JPKreativitas, Komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Kemampuan untuk menyampaikan niat atau rencana adalah bagian penting dari komunikasi sehari-hari. Dalam bahasa Inggris, ada berbagai cara untuk mengungkapkan apa yang ingin kita lakukan, baik itu rencana jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Mempelajari ungkapan-ungkapan ini akan membantu kita berkomunikasi lebih efektif dan jelas dalam berbagai situasi.

Apa itu Expressing Intention?

Expressing intention adalah tindakan menyatakan tujuan, keinginan, atau rencana untuk melakukan sesuatu di masa depan. Ini adalah bagian fundamental dari interaksi manusia, memungkinkan kita untuk berbagi pikiran tentang tindakan yang akan datang. Dalam bahasa Inggris, ada beberapa struktur gramatikal dan frasa kunci yang digunakan untuk tujuan ini, masing-masing dengan nuansa makna dan konteks penggunaan yang sedikit berbeda. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk komunikasi yang akurat dan efektif. Misalnya, 'I will' sering digunakan untuk keputusan spontan, sementara 'I am going to' untuk rencana yang sudah dipikirkan sebelumnya.

Frasa Umum untuk Menyatakan Niat

Beberapa frasa yang paling umum digunakan untuk menyatakan niat meliputi: 'I am going to...', 'I will...', 'I would like to...', 'I plan to...', 'I intend to...', dan 'I am thinking of...'. Setiap frasa memiliki karakteristiknya sendiri. 'I am going to' biasanya digunakan untuk rencana atau prediksi berdasarkan bukti yang ada. 'I will' sering digunakan untuk keputusan yang dibuat saat berbicara atau janji. 'I would like to' menunjukkan keinginan atau preferensi yang sopan, sedangkan 'I plan to' dan 'I intend to' lebih formal dan menunjukkan rencana yang lebih serius. 'I am thinking of' menunjukkan niat yang masih dalam tahap pertimbangan.

Penggunaan 'Be Going To'

Struktur 'be going to' (am/is/are + going to + base verb) digunakan untuk menyatakan niat atau rencana yang sudah pasti atau sudah diputuskan sebelum berbicara. Ini juga digunakan untuk memprediksi sesuatu yang akan terjadi berdasarkan bukti yang terlihat saat ini. Contoh: 'She is going to study abroad next year' (sudah ada rencana). 'Look at those dark clouds! It is going to rain' (bukti terlihat). Struktur ini menunjukkan komitmen terhadap suatu tindakan yang akan datang.

Penggunaan 'Will'

Kata kerja modal 'will' digunakan untuk menyatakan keputusan spontan yang dibuat pada saat berbicara, janji, tawaran, atau prediksi umum tanpa bukti kuat. Contoh: 'Oh, I forgot my wallet. I will pay for you.' (keputusan spontan). 'I will help you with your homework.' (janji/tawaran). 'I think it will be sunny tomorrow.' (prediksi). 'Will' juga sering disingkat menjadi apostrof 'll' dalam percakapan informal, seperti 'I'll call you later.'

Penggunaan 'Would Like To' dan 'Plan To'

'Would like to' (would like + to + base verb) adalah cara yang lebih sopan untuk menyatakan keinginan atau niat. Ini sering digunakan dalam situasi formal atau ketika ingin terdengar lebih santun. Contoh: 'I would like to make a reservation for two.' 'Plan to' (plan + to + base verb) menunjukkan niat yang lebih terorganisir dan terencana. Contoh: 'We plan to visit the new museum next month.' Kedua frasa ini memberikan pilihan yang lebih bervariasi dalam menyampaikan niat dengan tingkat formalitas yang berbeda.

Konteks dan Fungsi Sosial

Pemilihan ungkapan niat sangat dipengaruhi oleh konteks sosial. Dalam percakapan santai dengan teman, 'I'm gonna grab some coffee' mungkin cukup. Namun, dalam lingkungan profesional, 'I intend to submit the report by Friday' akan lebih tepat. Fungsi sosial dari menyatakan niat adalah untuk menginformasikan orang lain tentang tindakan yang akan kita lakukan, meminta persetujuan, atau mengajak orang lain untuk berpartisipasi. Memahami konteks membantu kita memilih ekspresi yang paling sesuai dan menghindari kesalahpahaman. Ini juga mencerminkan pemahaman kita terhadap etika komunikasi.

Struktur Teks dan Unsur Kebahasaan

Dalam teks interaksi transaksional, ungkapan niat seringkali menjadi bagian dari dialog atau monolog yang memiliki struktur: Pembuka (misalnya, salam atau pertanyaan pembuka), Isi (penyampaian niat dan detailnya), dan Penutup (misalnya, konfirmasi atau penutup percakapan). Unsur kebahasaan meliputi penggunaan tenses yang tepat (biasanya simple future atau present continuous untuk rencana), modal verbs (will, would), dan kosa kata terkait rencana dan tujuan. Perhatikan juga penggunaan konjungsi untuk menghubungkan ide-ide secara koheren, seperti 'and', 'but', 'so', dan 'because'.

Rangkuman: Expressing intention adalah kemampuan untuk menyampaikan rencana atau tujuan di masa depan menggunakan berbagai frasa seperti 'be going to', 'will', 'would like to', dan 'plan to'. Pemilihan ungkapan tergantung pada konteks, tingkat formalitas, dan kepastian niat. Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif dan jelas dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis dan menyusun ungkapan niat dalam berbagai konteks komunikasi.

Alat & bahan: Lembar kerja cetak, alat tulis, kamus (opsional), gawai (opsional)

  1. Baca dan pahami skenario yang diberikan.
  2. Identifikasi ungkapan niat yang paling sesuai untuk setiap skenario.
  3. Susunlah dialog atau monolog singkat berdasarkan skenario tersebut.
  4. Perhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan.
  5. Diskusikan hasil pekerjaanmu dengan kelompok.

8 Glosarium

IntentionNiat atau tujuan.
SpontaneousTerjadi secara tiba-tiba tanpa perencanaan.
FormalSesuai dengan aturan atau kebiasaan yang berlaku, resmi.
InformalTidak resmi, santai.
ContextKonteks atau situasi di mana sesuatu terjadi.
TransaksionalMelibatkan pertukaran informasi atau tindakan.
CoherentKoheren, saling berkaitan dan logis.

9 Materi Bahasa Inggris Terkait

Descriptive TextBahasa Inggris Kelas X SMK
Pelajari Descriptive Text →
Review TextBahasa Inggris Kelas X SMK
Pelajari Review Text →
Self IntroductionBahasa Inggris Kelas X SMK
Pelajari Self Introduction →
Application LetterBahasa Inggris Kelas XII SMK
Pelajari Application Letter →
Giving Suggestions and OffersBahasa Inggris Kelas XI SMK
Pelajari Giving Suggestions and Offers →
News ItemBahasa Inggris Kelas XII SMK
Pelajari News Item →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Inggris Expressing Intention ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.