Modul ajar Bahasa Inggris SMK kelas XI materi Passive Voice lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami dasar-dasar struktur kalimat aktif dalam Bahasa Inggris.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mampu menggunakan passive voice akan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan informasi secara efektif dan profesional, terutama dalam konteks pelaporan atau deskripsi proses yang sering ditemukan di dunia kerja.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita sering menemukan kalimat seperti 'The product was launched last week' atau 'The report has been submitted' di tempat kerja, padahal kita tahu siapa yang meluncurkan atau menyerahkan?
Tujuan: Mengidentifikasi struktur passive voice dalam berbagai teks profesional dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak peserta didik berdoa, kemudian mengecek kehadiran. Guru menampilkan beberapa contoh kalimat (active dan passive voice) dari konteks SMK dan meminta peserta didik menebak perbedaannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan, serta memantik diskusi awal tentang mengapa passive voice penting.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok menganalisis contoh-contoh kalimat yang diberikan, mengidentifikasi pola-pola yang muncul, dan mencoba merumuskan struktur dasar passive voice. Mereka juga mendiskusikan konteks penggunaan kalimat-kalimat tersebut di dunia kerja.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi tugas mengidentifikasi passive voice dalam teks pendek (misalnya, prosedur penggunaan alat atau deskripsi produk) dan menggarisbawahi elemen-elemennya (to be, past participle, by agent jika ada).
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik, menguatkan konsep, dan menyimpulkan struktur dasar passive voice serta konteks awal penggunaannya. Diskusi interaktif dilakukan untuk memastikan pemahaman.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menyampaikan materi yang akan dibahas di pertemuan berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Tujuan: Menganalisis perbedaan penggunaan active dan passive voice serta mengonversi kalimat dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas singkat materi passive voice dari pertemuan sebelumnya. Guru menampilkan skenario masalah, misalnya, 'Bagaimana cara menulis laporan insiden di bengkel agar fokus pada kejadian, bukan pelakunya?' Guru menyampaikan tujuan dan alur kegiatan hari ini, menekankan pentingnya analisis dan konversi.
Memahami: Peserta didik menganalisis kasus-kasus komunikasi profesional (misalnya, laporan kerusakan, prosedur keselamatan kerja) yang disajikan guru. Mereka mengidentifikasi kapan active voice lebih tepat dan kapan passive voice lebih efektif, serta mendiskusikan implikasi pilihan tersebut terhadap pesan yang disampaikan.
Mengaplikasi: Secara berpasangan, peserta didik berlatih mengonversi berbagai kalimat active voice menjadi passive voice dan sebaliknya, dengan fokus pada konteks penggunaan yang tepat. Mereka juga diminta untuk memperbaiki kalimat-kalimat yang penggunaan voice-nya kurang sesuai dalam skenario yang diberikan.
Merefleksi: Beberapa pasangan diminta mempresentasikan hasil konversi dan analisis mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengoreksi kesalahan umum, dan memperdalam pemahaman tentang nuansa penggunaan active dan passive voice dalam berbagai situasi profesional. Diskusi kelas tentang 'mengapa pilihan voice itu penting' dilakukan.
Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman tentang strategi memilih active atau passive voice. Guru memberikan apresiasi, mengingatkan untuk terus berlatih, dan memberikan gambaran tentang tugas proyek di pertemuan selanjutnya. Pertemuan ditutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Menerapkan passive voice dalam penulisan laporan teknis atau deskripsi prosedur kerja serta membuat presentasi.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali pentingnya passive voice dalam komunikasi teknis dan profesional. Guru menjelaskan proyek akhir: membuat deskripsi prosedur kerja atau laporan insiden menggunakan passive voice, dan mempresentasikannya. Guru menyampaikan tujuan dan alur kegiatan, memotivasi peserta didik untuk menghasilkan karya terbaik.
Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek mereka, memilih topik (misalnya, prosedur perbaikan mesin, langkah-langkah instalasi software, laporan insiden kecil di laboratorium). Mereka mengidentifikasi informasi yang relevan dan merancang struktur laporan/deskripsi mereka, memastikan penggunaan passive voice yang dominan dan tepat.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun draf laporan teknis atau deskripsi prosedur kerja mereka, berfokus pada penggunaan passive voice yang akurat dan efektif. Setelah itu, mereka mempersiapkan presentasi singkat untuk menjelaskan hasil kerja mereka kepada kelompok lain.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan prosedur atau laporan yang telah dibuat dengan menggunakan passive voice secara lisan. Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penilaian dan penguatan terhadap penggunaan passive voice, struktur, dan kejelasan presentasi. Diskusi tentang tantangan dan solusi dalam proyek dilakukan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan hasil proyek mereka. Guru menyimpulkan pembelajaran tentang passive voice secara menyeluruh dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup yang penuh semangat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian LKPD.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek presentasi deskripsi prosedur kerja/laporan teknis dan tes tertulis konversi kalimat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi struktur passive voice | Struktur passive voice | 4 JP | Penalaran Kritis |
| Menganalisis perbedaan active dan passive voice, serta mengonversi kalimat | Perbandingan active dan passive voice, Konversi kalimat | 4 JP | Komunikasi |
| Menerapkan passive voice dalam penulisan dan presentasi | Penulisan laporan teknis, Presentasi prosedur kerja | 4 JP | Kemandirian, Komunikasi |
Passive voice adalah salah satu struktur kalimat yang penting dalam Bahasa Inggris, terutama dalam konteks komunikasi profesional dan teknis. Kemampuan menggunakan passive voice dengan tepat akan membuat laporan, deskripsi prosedur, atau presentasi Anda terdengar lebih formal, objektif, dan fokus pada tindakan atau objek daripada pelakunya. Mari kita pelajari bagaimana membentuk dan kapan menggunakannya.
Passive voice digunakan ketika fokus kalimat adalah pada tindakan dan/atau objek yang menerima tindakan, bukan pada siapa yang melakukan tindakan tersebut. Ini sangat berguna ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting, atau ingin disembunyikan. Contoh: 'The car was repaired yesterday.' (Mobil itu diperbaiki kemarin). Di sini, fokusnya adalah pada mobil dan tindakan perbaikan, bukan pada siapa yang memperbaikinya.
Struktur dasar passive voice adalah 'Subjek + be (sesuai tense) + past participle (V3)'. Jika ingin menyebutkan pelaku, kita bisa menambahkan 'by + agent'. Contoh: 'The report was written by the manager.' (Laporan itu ditulis oleh manajer). Kata kerja 'be' akan berubah bentuk sesuai dengan tense kalimat aslinya. Misalnya, 'is/am/are' untuk simple present, 'was/were' untuk simple past, 'has/have been' untuk present perfect, dan seterusnya.
Passive voice dapat dibentuk dalam berbagai tenses. Untuk Simple Present: 'The product is manufactured in China.' Untuk Simple Past: 'The machine was installed last month.' Untuk Present Perfect: 'The data has been collected.' Untuk Future Simple: 'The new system will be implemented next year.' Penting untuk memastikan bentuk 'to be' dan 'past participle' sesuai dengan tense yang dimaksud agar makna kalimat tetap jelas dan akurat.
Active voice menekankan pelaku tindakan (Subjek + Kata Kerja + Objek), contoh: 'The technician repaired the computer.' Passive voice menekankan objek atau tindakan (Objek + be + V3 + by agent (opsional)), contoh: 'The computer was repaired by the technician.' Pilihan antara active dan passive voice bergantung pada apa yang ingin ditekankan dalam komunikasi. Active voice lebih langsung dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sementara passive voice lebih formal dan objektif.
Passive voice umumnya digunakan ketika: 1) Pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak penting (e.g., 'My wallet was stolen.'). 2) Ingin menekankan objek atau hasil tindakan (e.g., 'The building was constructed in 1990.'). 3) Dalam penulisan ilmiah, laporan teknis, atau berita untuk menjaga objektivitas (e.g., 'Experiments were conducted to verify the hypothesis.'). 4) Untuk menghindari menyebutkan pelaku secara langsung (e.g., 'Mistakes were made.').
Dalam dunia SMK, passive voice sangat relevan. Misalnya, dalam penulisan laporan insiden ('The safety protocol was violated.'), deskripsi proses produksi ('The components are assembled automatically.'), atau instruksi kerja ('The power must be turned off before maintenance.'). Penggunaan yang tepat akan meningkatkan kredibilitas dan kejelasan komunikasi teknis Anda, memastikan informasi disampaikan secara fokus dan profesional.
Langkah-langkah mengonversi active ke passive: 1) Identifikasi objek dari kalimat aktif. Objek ini akan menjadi subjek kalimat pasif. 2) Sesuaikan bentuk 'be' dengan tense kalimat aktif dan subjek baru. 3) Ubah kata kerja utama menjadi bentuk past participle (V3). 4) Jika pelaku penting, tambahkan 'by + agent' di akhir kalimat. Contoh: 'They clean the office daily.' menjadi 'The office is cleaned daily (by them).'
Rangkuman: Passive voice adalah struktur kalimat yang menonjolkan tindakan atau objek, bukan pelakunya. Dibentuk dengan 'be + past participle', passive voice sangat penting dalam komunikasi profesional dan teknis untuk menjaga objektivitas dan fokus. Memahami kapan dan bagaimana menggunakannya akan meningkatkan kejelasan dan efektivitas pesan Anda di dunia kerja.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengonversi kalimat active voice ke passive voice dalam konteks teknis.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, kamus (opsional), gawai (opsional)
| Active Voice | Struktur kalimat di mana subjek melakukan tindakan. |
| Passive Voice | Struktur kalimat di mana subjek menerima tindakan. |
| Past Participle (V3) | Bentuk ketiga dari kata kerja, digunakan dalam perfect tenses dan passive voice. |
| Agent | Pelaku tindakan dalam kalimat pasif, biasanya diperkenalkan dengan 'by'. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Inggris kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.