Modul ajar Matematika SMK kelas XI materi Fungsi komposisi dan fungsi invers lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar fungsi, domain, kodomain, range, serta operasi aljabar pada fungsi.
Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa fungsi komposisi dan fungsi invers adalah alat penting untuk menganalisis sistem yang kompleks, memungkinkan mereka memodelkan proses berurutan dan membalikkan efeknya dalam berbagai aplikasi nyata, dari teknologi hingga ekonomi.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita mengetahui bahan baku apa yang dibutuhkan jika kita ingin menghasilkan sejumlah produk tertentu melalui beberapa tahapan produksi?
Tujuan: Mengidentifikasi konsep fungsi komposisi dan sifat-sifatnya dengan tepat serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi fungsi komposisi secara mandiri.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan contoh proses berurutan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, proses memproduksi suatu barang). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami fungsi komposisi dan manfaatnya, serta menjelaskan alur kegiatan belajar.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati ilustrasi permasalahan nyata (misalnya, proses produksi sepatu yang melalui tahap pemotongan bahan dan tahap penjahitan) dan mencoba memodelkannya secara matematis. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana dua proses atau lebih dapat digabungkan menjadi satu fungsi.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal eksplorasi untuk menemukan konsep fungsi komposisi dan sifat-sifatnya. Mereka akan mencoba berbagai kombinasi fungsi dan mengamati hasilnya, kemudian mempresentasikan temuan mereka.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan temuan mereka tentang fungsi komposisi. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan memberikan penguatan tentang sifat-sifat fungsi komposisi serta contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mencatat poin-poin penting.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang fungsi komposisi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan tugas rumah berupa latihan soal fungsi komposisi. Pertemuan diakhiri dengan doa bersama.
Tujuan: Mengidentifikasi konsep fungsi invers dan sifat-sifatnya dengan benar serta menentukan rumus fungsi invers dari berbagai bentuk fungsi linear dan kuadrat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulas kembali materi fungsi komposisi dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami fungsi invers dan cara menentukannya, serta menjelaskan alur kegiatan belajar.
Memahami: Peserta didik diberikan sebuah masalah kontekstual (misalnya, menghitung biaya produksi dari jumlah produk yang diinginkan, kemudian mencari cara untuk mengetahui jumlah produk jika biaya produksi diketahui). Peserta didik diajak menganalisis masalah untuk memahami kebutuhan akan 'fungsi kebalikan' atau invers.
Mengaplikasi: Peserta didik dalam kelompok kecil menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, dan mencari metode untuk menentukan fungsi invers. Mereka akan mencoba berbagai strategi untuk membalikkan operasi fungsi linear dan kuadrat, kemudian mengerjakan latihan soal penentuan fungsi invers dalam LKPD.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah dan metode penentuan fungsi invers yang mereka temukan. Guru memberikan umpan balik, mengoreksi jika ada kekeliruan, dan memberikan penguatan materi tentang langkah-langkah sistematis dalam menentukan rumus fungsi invers serta kondisi agar suatu fungsi memiliki invers.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang fungsi invers. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan memberikan tugas rumah untuk mencari contoh fungsi invers dalam aplikasi teknologi. Pertemuan diakhiri dengan doa bersama.
Tujuan: Mengaplikasikan konsep fungsi komposisi dan fungsi invers dalam menyelesaikan masalah kontekstual.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik mengingat kembali konsep fungsi komposisi dan invers. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengaplikasikan kedua konsep tersebut dalam proyek nyata, serta menjelaskan alur kegiatan proyek.
Memahami: Peserta didik diberikan studi kasus proyek (misalnya, merancang sistem perhitungan diskon bertingkat di sebuah toko atau sistem konversi suhu yang kompleks). Mereka menganalisis kebutuhan proyek dan mengidentifikasi bagaimana fungsi komposisi dan invers dapat digunakan untuk memecahkan masalah ini.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merencanakan dan melaksanakan proyek. Mereka akan membuat model matematis menggunakan fungsi komposisi dan invers, kemudian mengimplementasikannya (misalnya, dalam spreadsheet atau simulasi sederhana) untuk menyelesaikan studi kasus. Mereka juga menyiapkan presentasi hasil proyek.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka, menjelaskan model matematis yang digunakan, dan mendemonstrasikan solusinya. Guru dan kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketepatan dalam memodelkan masalah nyata dengan fungsi komposisi dan invers.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang aplikasi fungsi komposisi dan invers. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kolaborasi peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru memberikan refleksi singkat dan motivasi untuk terus belajar. Pertemuan diakhiri dengan doa bersama.
Proses (formatif): Observasi kinerja kelompok saat mengerjakan LKPD dan presentasi, serta penilaian sikap kolaborasi dan penalaran kritis.
Akhir (sumatif): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi fungsi komposisi dan fungsi invers.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi konsep fungsi komposisi dan sifat-sifatnya | Konsep fungsi komposisi | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Menentukan rumus fungsi invers dari berbagai bentuk fungsi | Konsep fungsi invers, penentuan rumus | 3 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Mengaplikasikan konsep fungsi komposisi dan fungsi invers dalam masalah kontekstual | Aplikasi fungsi komposisi dan invers | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kemandirian |
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai proses yang berurutan atau tahapan yang saling terkait. Misalnya, proses produksi suatu barang, sistem konversi mata uang, atau bahkan cara kerja mesin. Konsep fungsi komposisi dan fungsi invers dalam matematika membantu kita memodelkan dan memahami hubungan-hubungan kompleks ini, memungkinkan kita untuk menganalisis output dari beberapa input berurutan atau bahkan mencari input awal dari output yang diketahui.
Fungsi komposisi adalah penggabungan dua fungsi atau lebih secara berurutan sehingga menghasilkan fungsi baru. Jika ada fungsi f(x) dan g(x), maka fungsi komposisi (f o g)(x) berarti fungsi g dikerjakan terlebih dahulu, kemudian hasilnya dimasukkan ke fungsi f. Secara matematis, (f o g)(x) = f(g(x)). Urutan pengerjaan sangat penting dalam fungsi komposisi, karena (f o g)(x) umumnya tidak sama dengan (g o f)(x). Contohnya, jika f(x) = 2x+1 dan g(x) = x^2, maka (f o g)(x) = f(x^2) = 2(x^2)+1 = 2x^2+1.
Fungsi komposisi memiliki beberapa sifat penting. Pertama, tidak komutatif, yaitu (f o g)(x) ≠ (g o f)(x). Kedua, asosiatif, yaitu ((f o g) o h)(x) = (f o (g o h))(x). Ketiga, terdapat fungsi identitas I(x) = x, sehingga (f o I)(x) = (I o f)(x) = f(x). Memahami sifat-sifat ini membantu dalam memanipulasi dan menyederhanakan ekspresi fungsi komposisi. Sifat-sifat ini juga dapat dibuktikan dengan substitusi aljabar.
Untuk menentukan fungsi komposisi (f o g)(x), langkah-langkahnya adalah mengganti setiap x dalam fungsi f(x) dengan fungsi g(x). Demikian pula untuk (g o f)(x), setiap x dalam fungsi g(x) diganti dengan fungsi f(x). Pastikan domain dari fungsi 'dalam' (misalnya g(x) untuk (f o g)(x)) memiliki irisan dengan domain dari fungsi 'luar' (f(x)) agar komposisi terdefinisi. Perhatikan juga batasan-batasan domain dan range dari masing-masing fungsi.
Fungsi invers (dilambangkan f⁻¹(x)) adalah fungsi yang membalikkan operasi dari fungsi asalnya. Jika suatu fungsi f memetakan elemen x ke y (y = f(x)), maka fungsi invers f⁻¹ akan memetakan y kembali ke x (x = f⁻¹(y)). Tidak semua fungsi memiliki invers. Sebuah fungsi dikatakan memiliki invers jika fungsi tersebut adalah fungsi bijektif, yaitu injektif (satu-satu) dan surjektif (pada). Contohnya, jika f(x) = x+2, maka f⁻¹(x) = x-2.
Untuk menentukan rumus fungsi invers dari y = f(x), langkah-langkah umumnya adalah: 1. Ubah bentuk y = f(x) menjadi x = f(y) dengan melakukan operasi aljabar. 2. Ganti variabel y dengan x dan variabel x dengan f⁻¹(x). Misalnya, untuk f(x) = 3x - 5, kita tulis y = 3x - 5. Lalu, 3x = y + 5, sehingga x = (y+5)/3. Maka, f⁻¹(x) = (x+5)/3. Perhatikan domain dan range dari fungsi asli dan inversnya.
Fungsi kuadrat umumnya bukan fungsi bijektif karena bukan fungsi satu-satu (grafiknya berbentuk parabola). Oleh karena itu, agar memiliki invers, domain fungsi kuadrat harus dibatasi. Misalnya, untuk f(x) = x², domainnya dapat dibatasi untuk x ≥ 0 atau x ≤ 0. Jika f(x) = x² dengan x ≥ 0, maka y = x² sehingga x = √y. Jadi, f⁻¹(x) = √x dengan x ≥ 0. Batasan domain ini sangat krusial agar inversnya juga merupakan fungsi.
Konsep fungsi komposisi dan invers memiliki banyak aplikasi di berbagai bidang. Dalam ekonomi, fungsi komposisi dapat digunakan untuk menghitung pajak berganda atau diskon berantai. Fungsi invers dapat digunakan untuk menentukan harga pokok jika harga jual dan keuntungan diketahui. Dalam ilmu komputer, fungsi ini digunakan dalam enkripsi dan dekripsi data. Di bidang industri, sering digunakan untuk memodelkan proses produksi multi-tahap dan membalikkan alurnya untuk analisis.
Rangkuman: Fungsi komposisi adalah penggabungan dua fungsi atau lebih secara berurutan, membentuk fungsi baru, dan bersifat tidak komutatif tetapi asosiatif. Fungsi invers adalah fungsi yang membalikkan operasi fungsi asalnya, dan hanya ada jika fungsi tersebut bijektif. Menentukan invers melibatkan mengubah y=f(x) menjadi x=f(y) lalu mengganti variabel. Kedua konsep ini sangat penting untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi hingga teknologi.
Tujuan: Mengembangkan pemahaman konsep fungsi komposisi dan fungsi invers melalui eksplorasi dan penyelesaian masalah.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, kalkulator (opsional), laptop/komputer dengan spreadsheet (opsional)
| Fungsi | Hubungan khusus yang memetakan setiap anggota domain ke tepat satu anggota kodomain. |
| Domain | Daerah asal suatu fungsi. |
| Kodomain | Daerah kawan suatu fungsi. |
| Range | Daerah hasil suatu fungsi. |
| Fungsi Komposisi | Penggabungan dua fungsi atau lebih secara berurutan. |
| Fungsi Invers | Fungsi yang membalikkan operasi dari fungsi asalnya. |
| Bijektif | Fungsi yang bersifat injektif (satu-satu) dan surjektif (pada). |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.