tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SMPBAHASA ARAB › dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar BAHASA ARAB Kelas VII
dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan

Modul ajar BAHASA ARAB SMP kelas VII materi dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar BAHASA ARAB kelas VII materi dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan
Ringkasan: Dhomir (kata ganti) seperti 'أنا', 'أنتَ', 'أنتِ', 'هو', dan 'هي' digunakan untuk menggantikan nama orang dalam perkenalan. Isim isyaroh (kata tunjuk) seperti 'هذا' dan 'هذه' digunakan untuk menunjuk benda atau orang yang dekat. Keduanya memiliki bentuk maskulin dan feminin yang harus disesuaikan dengan objek yang dirujuk. Memahami dan mengaplikasikan dhomir serta isim isyaroh dengan benar akan membantu kita menyusun kalimat perkenalan dan deskripsi dasar dalam Bahasa Arab secara efektif.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: komunikasi, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISBAHASA ARAB · dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan merespons informasi lisan yang sederhana tentang identitas diri dan orang lain, serta berinteraksi secara lisan menggunakan ungkapan perkenalan dan identifikasi dasar dalam konteks sehari-hari.

Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa kosakata dasar Bahasa Arab seperti salam dan nama-nama benda di sekitar.

Pemahaman bermakna: Memahami penggunaan dhomir dan isim isyaroh memungkinkan kita untuk memperkenalkan diri dan orang lain dengan lebih jelas serta mendeskripsikan objek di sekitar secara tepat dalam Bahasa Arab.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita memperkenalkan teman atau menunjuk benda di sekitar kita dalam Bahasa Arab agar mudah dipahami?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi dhomir (هو, هي, أنا, أنت) dan isim isyaroh (هذا, هذه) yang digunakan dalam percakapan perkenalan.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam 'Assalamualaikum' dan merespons 'Waalaikumsalam' secara serempak, dilanjutkan doa bersama. Guru melakukan presensi dan bertanya kabar. Guru menampilkan video pendek percakapan perkenalan dalam Bahasa Arab dan bertanya apa yang mereka amati, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengamati contoh-contoh kalimat perkenalan yang mengandung dhomir (هو, هي, أنا, أنت) dan isim isyaroh (هذا, هذه) dari kartu kata. Mereka berdiskusi untuk menemukan pola penggunaan dan artinya, mengaitkan dengan konsep 'siapa' dan 'apa' dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi tabel untuk mengisi dhomir dan isim isyaroh yang mereka temukan beserta artinya. Mereka juga mencoba mengelompokkan kata-kata tersebut berdasarkan jenis kelamin atau jumlahnya, kemudian mempraktikkan pengucapan dhomir dan isim isyaroh secara bergantian.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dhomir dan isim isyaroh. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep dhomir dan isim isyaroh, serta meluruskan miskonsepsi. Guru juga memberikan game 'Tunjuk Kata' di mana peserta didik menunjuk kata dhomir atau isim isyaroh yang diucapkan guru.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian dhomir dan isim isyaroh. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar mereka, serta memberikan tugas mencari contoh lain dhomir dan isim isyaroh di sekitar mereka untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menggunakan dhomir (هو, هي, أنا, أنت) untuk memperkenalkan diri dan orang lain secara lisan dan tulisan serta menggunakan isim isyaroh (هذا, هذه) untuk menunjuk benda atau orang dalam kalimat sederhana.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan doa. Guru melakukan presensi dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya melalui kuis interaktif 'Siapa Aku?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun kalimat perkenalan dan deskripsi sederhana, dan memotivasi peserta didik dengan skenario 'Kamu adalah pemandu wisata yang harus memperkenalkan temanmu kepada turis asing'.

Memahami: Peserta didik menganalisis berbagai contoh kalimat perkenalan dan deskripsi benda/orang yang menggunakan dhomir dan isim isyaroh dari teks pendek atau gambar. Mereka berdiskusi tentang bagaimana menyesuaikan dhomir dan isim isyaroh dengan jenis kelamin dan jumlah objek yang ditunjuk, serta mengidentifikasi kesalahan umum dalam penggunaannya.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mengerjakan LKPD di mana mereka harus membuat kalimat perkenalan diri, memperkenalkan teman, dan mendeskripsikan 3-5 benda di kelas menggunakan dhomir dan isim isyaroh yang tepat. Mereka juga berlatih mengucapkan kalimat-kalimat tersebut secara berpasangan, saling mengoreksi pelafalan dan penggunaan tata bahasa.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan kalimat-kalimat yang telah mereka susun. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak seluruh kelas untuk mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan dari setiap presentasi. Guru juga memberikan penguatan tentang pentingnya ketepatan penggunaan dhomir dan isim isyaroh dalam komunikasi.

Penutup: Peserta didik dan guru merangkum poin-poin penting tentang penggunaan dhomir dan isim isyaroh. Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras mereka. Guru memberikan tantangan kecil untuk membuat 'mini-proyek' di rumah berupa kartu identitas diri dan teman menggunakan dhomir dan isim isyaroh, sebagai persiapan untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyusun percakapan perkenalan singkat yang melibatkan dhomir dan isim isyaroh dengan benar dan mempresentasikan hasil proyek perkenalan diri dan orang lain menggunakan dhomir dan isim isyaroh.

Kegiatan awal: Peserta didik menyapa guru dengan 'Sabahul Khair' (pagi yang baik) dan guru merespons 'Sabahun Nur' (pagi yang bercahaya). Guru melakukan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya dengan menampilkan beberapa gambar orang dan benda, meminta mereka menyebutkan dhomir atau isim isyaroh yang cocok. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'Proyek Buku Perkenalan' dan mempresentasikannya.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang 'Buku Perkenalan Mini' berisi identitas diri, identitas teman, dan beberapa benda di sekitar mereka, dengan menggunakan dhomir dan isim isyaroh yang telah dipelajari. Mereka dapat menambahkan gambar atau hiasan agar lebih menarik. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan penggunaan dhomir/isim isyaroh sudah tepat.

Mengaplikasi: Peserta didik secara bergantian mempresentasikan 'Buku Perkenalan Mini' mereka di depan kelas. Mereka akan memperkenalkan diri, memperkenalkan teman yang ada di buku mereka, dan menunjuk serta mendeskripsikan benda-benda yang mereka gambar menggunakan dhomir dan isim isyaroh. Teman yang lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Merefleksi: Setelah presentasi, guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama mengenai proses pembuatan dan presentasi proyek. Guru memberikan umpan balik menyeluruh, menyoroti keberhasilan dan area yang perlu ditingkatkan. Guru juga memberikan game 'Tebak Siapa/Apa' di mana peserta didik menebak orang atau benda yang dideskripsikan menggunakan dhomir/isim isyaroh.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas, keberanian, dan kerja keras semua peserta didik dalam menyelesaikan proyek. Guru menekankan pentingnya terus berlatih Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut, peserta didik diminta untuk memajang buku perkenalan mereka di pojok kelas. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan dalam mengisi LKPD, dan keberanian dalam praktik percakapan.

Akhir (sumatif): Penilaian 'Buku Perkenalan Mini' dan presentasi lisan peserta didik berdasarkan ketepatan penggunaan dhomir dan isim isyaroh, kelancaran, serta kreativitas.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi dhomir (هو, هي, أنا, أنت) dan isim isyaroh (هذا, هذه) yang digunakan dalam percakapan perkenalan.Pengenalan konsep dhomir dan isim isyaroh, identifikasi pola penggunaan.2 JPpenalaran kritis
Menggunakan dhomir (هو, هي, أنا, أنت) untuk memperkenalkan diri dan orang lain secara lisan dan tulisan.Penerapan dhomir dalam kalimat perkenalan diri dan orang lain.2 JPkomunikasi
Menggunakan isim isyaroh (هذا, هذه) untuk menunjuk benda atau orang dalam kalimat sederhana.Penerapan isim isyaroh dalam kalimat deskripsi benda/orang.2 JPkolaborasi
Menyusun dan mempresentasikan percakapan perkenalan singkat yang melibatkan dhomir dan isim isyaroh.Proyek 'Buku Perkenalan Mini' dan presentasi.2 JPkomunikasi, kolaborasi, kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Selamat datang di pembelajaran Bahasa Arab! Di bab pertama ini, kita akan belajar bagaimana memperkenalkan diri dan orang lain, serta menunjuk benda-benda di sekitar kita. Dua unsur penting yang akan kita pelajari adalah 'dhomir' atau kata ganti, dan 'isim isyaroh' atau kata tunjuk. Memahami kedua hal ini akan sangat membantu kita dalam berkomunikasi dasar dalam Bahasa Arab. Mari kita selami bersama dunia kata-kata ini!

Pengenalan Dhomir (Kata Ganti)

Dhomir (الضمير) adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan nama orang atau benda agar tidak terjadi pengulangan. Dalam Bahasa Arab, dhomir memiliki bentuk yang berbeda tergantung jenis kelamin (maskulin/muzdakkar dan feminin/muannats) dan jumlahnya. Untuk perkenalan dasar, kita akan fokus pada beberapa dhomir penting: 'أنا' (ana - saya), 'أنتَ' (anta - kamu laki-laki), 'أنتِ' (anti - kamu perempuan), 'هو' (huwa - dia laki-laki), dan 'هي' (hiya - dia perempuan). Contoh: 'أنا طالب' (ana thalib - saya seorang siswa laki-laki) atau 'هي طالبة' (hiya tholibah - dia seorang siswi perempuan).

Penggunaan Dhomir dalam Perkenalan

Dhomir sangat vital dalam memperkenalkan diri dan orang lain. Ketika memperkenalkan diri, kita menggunakan 'أنا' (ana). Misalnya, 'أنا أحمد' (ana Ahmad - saya Ahmad). Untuk memperkenalkan teman laki-laki, kita pakai 'هو'. Contoh: 'هو صديقي' (huwa shodiqi - dia temanku laki-laki). Sedangkan untuk teman perempuan, kita gunakan 'هي'. Contoh: 'هي صديقتي' (hiya shodiqoti - dia temanku perempuan). Penting untuk selalu menyesuaikan dhomir dengan jenis kelamin orang yang dimaksud agar tidak keliru dalam berkomunikasi. Latihan berulang akan membantu kita terbiasa.

Pengenalan Isim Isyaroh (Kata Tunjuk)

Isim isyaroh (اسم الإشارة) adalah kata tunjuk yang digunakan untuk menunjuk sesuatu atau seseorang, baik yang dekat maupun jauh. Dalam konteks bab perkenalan ini, kita akan fokus pada isim isyaroh untuk menunjuk objek yang dekat, yaitu 'هذا' (hadza - ini, untuk laki-laki/maskulin) dan 'هذه' (hadzihi - ini, untuk perempuan/feminin). Sama seperti dhomir, isim isyaroh juga harus disesuaikan dengan jenis kelamin objek yang ditunjuk. Contoh: 'هذا قلم' (hadza qolam - ini pulpen) karena 'قلم' adalah maskulin, dan 'هذه محفظة' (hadzihi mahfadhoh - ini tas) karena 'محفظة' adalah feminin.

Aplikasi Isim Isyaroh dalam Deskripsi

Isim isyaroh sangat berguna ketika kita ingin mendeskripsikan atau menunjuk benda-benda di sekitar kita. Misalnya, untuk menunjuk seorang guru laki-laki, kita bisa bilang 'هذا أستاذ' (hadza ustadz - ini seorang guru laki-laki). Jika yang ditunjuk adalah siswi perempuan, maka menjadi 'هذه طالبة' (hadzihi tholibah - ini seorang siswi perempuan). Perhatikan akhiran kata benda (isim) yang biasanya menunjukkan jenis kelaminnya. Kata benda yang berakhiran 'ة' (ta marbutah) umumnya adalah feminin, sehingga harus menggunakan 'هذه'. Dengan demikian, kita bisa menunjuk benda atau orang dengan tepat dan jelas.

Rangkuman: Dhomir (kata ganti) seperti 'أنا', 'أنتَ', 'أنتِ', 'هو', dan 'هي' digunakan untuk menggantikan nama orang dalam perkenalan. Isim isyaroh (kata tunjuk) seperti 'هذا' dan 'هذه' digunakan untuk menunjuk benda atau orang yang dekat. Keduanya memiliki bentuk maskulin dan feminin yang harus disesuaikan dengan objek yang dirujuk. Memahami dan mengaplikasikan dhomir serta isim isyaroh dengan benar akan membantu kita menyusun kalimat perkenalan dan deskripsi dasar dalam Bahasa Arab secara efektif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menggunakan dhomir serta isim isyaroh dalam kalimat sederhana.

Alat & bahan: Kertas LKPD, pensil, spidol warna, kartu kata dhomir dan isim isyaroh

  1. Amati kartu-kartu kata dhomir dan isim isyaroh yang diberikan guru.
  2. Kelompokkan kata-kata tersebut ke dalam kolom yang sesuai (Dhomir atau Isim Isyaroh).
  3. Tuliskan arti dari setiap kata yang telah dikelompokkan.
  4. Buatlah 3 kalimat perkenalan sederhana menggunakan dhomir.
  5. Buatlah 3 kalimat deskripsi benda menggunakan isim isyaroh.

8 Glosarium

Dhomir (الضمير)Kata ganti
Isim Isyaroh (اسم الإشارة)Kata tunjuk
أنا (ana)Saya
أنتَ (anta)Kamu (laki-laki)
أنتِ (anti)Kamu (perempuan)
هو (huwa)Dia (laki-laki)
هي (hiya)Dia (perempuan)
هذا (hadza)Ini (untuk maskulin)
هذه (hadzihi)Ini (untuk feminin)

9 Materi BAHASA ARAB Terkait

Perkenalan Diri (Ta'aruf)Bahasa Arab Kelas VII SMP
Pelajari Perkenalan Diri (Ta'aruf) →
Alamat dan RumahBahasa Arab Kelas VII SMP
Pelajari Alamat dan Rumah →
Fasilitas dan Peralatan SekolahBahasa Arab Kelas VII SMP
Pelajari Fasilitas dan Peralatan Sekolah →
Warna-warnaBahasa Arab Kelas VII SMP
Pelajari Warna-warna →
Jam dan WaktuBahasa Arab Kelas VIII SMP
Pelajari Jam dan Waktu →
Kegiatan Sehari-hariBahasa Arab Kelas VIII SMP
Pelajari Kegiatan Sehari-hari →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar BAHASA ARAB dhomir dan isim isyaroh masih bab 1 perkenalan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BAHASA ARAB kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.