tuntas.orgUnduh Modul Ini →
BerandaModul Ajar SMPBahasa Indonesia › teks eksposisi
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas VII
teks eksposisi

Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia SMP kelas VII materi teks eksposisi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII materi teks eksposisi — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Teks eksposisi adalah teks informatif yang bertujuan menjelaskan suatu topik secara objektif. Teks ini memiliki struktur tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Ciri kebahasaannya meliputi penggunaan kata teknis, konjungsi kausalitas, dan kata kerja mental. Kemampuan menulis teks eksposisi sangat penting untuk menyampaikan informasi secara jelas dan meyakinkan dalam berbagai konteks kehidupan.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
teks eksposisi
Bahasa Indonesia · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
teks eksposisi
Bahasa Indonesia · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasD / VII
Materi Pokokteks eksposisi
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami informasi dari berbagai jenis teks sederhana dan menulis paragraf pendek.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, komunikasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainMenulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks eksposisi, narasi, deskripsi, argumentasi, dan teks informatif lainnya.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTeks eksposisi banyak ditemukan dalam artikel berita, editorial, iklan layanan masyarakat, atau ulasan produk yang memberikan informasi.
KonseptualTeks eksposisi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan, memaparkan, atau memberikan informasi tentang suatu topik kepada pembaca secara objektif dan lugas.
ProseduralMempelajari teks eksposisi melibatkan langkah-langkah mengidentifikasi bagian-bagiannya, menganalisis struktur dan ciri kebahasaan, serta menulis teks eksposisi berdasarkan kerangka.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan memilah dan menyajikan informasi secara jelas dan persuasif dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri umum teks eksposisi dengan tepat.
  2. Peserta didik dapat menganalisis struktur teks eksposisi (tesis, rangkaian argumen, penegasan ulang) secara mandiri.
  3. Peserta didik dapat menemukan unsur kebahasaan teks eksposisi (kata teknis, konjungsi kausalitas, kata kerja mental) dengan cermat.
  4. Peserta didik dapat menyusun kerangka teks eksposisi berdasarkan topik yang dipilih secara kreatif.
  5. Peserta didik dapat menulis teks eksposisi sederhana dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan yang benar.
  6. Peserta didik dapat mempresentasikan teks eksposisi hasil karyanya dengan percaya diri.
Halaman 2 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami teks eksposisi membantu kita menyaring dan menyajikan informasi secara terstruktur dan meyakinkan, sebuah keterampilan penting dalam era informasi saat ini.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa menyampaikan pendapat atau informasi penting agar orang lain mudah mengerti dan percaya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuIlmu Pengetahuan Sosial: Menggunakan data dan fakta sosial atau peristiwa sejarah sebagai dasar argumen dalam teks eksposisi.
Ilmu Pengetahuan Alam: Menjelaskan proses ilmiah atau fenomena alam secara objektif dalam teks eksposisi.
Pendidikan Pancasila: Menyampaikan gagasan tentang nilai-nilai kebangsaan atau isu kewarganegaraan dalam teks eksposisi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang topik-topik aktual di rumah atau membantu mencari informasi pendukung untuk teks eksposisi anak.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi, sudut baca kelas, dan ruang diskusi kelompok yang nyaman.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan mesin pencari (misalnya Google) untuk riset topik, aplikasi pengolah kata (misalnya Google Docs) untuk menulis, dan platform presentasi (misalnya Google Slides) untuk menyajikan teks eksposisi.
Halaman 3 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri umum teks eksposisi dengan tepat dan menganalisis struktur teks eksposisi (tesis, rangkaian argumen, penegasan ulang) secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang teks eksposisi, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian membaca artikel atau berita yang tujuannya memberi informasi dan meyakinkan kalian tentang suatu hal? Seperti apa ciri-cirinya?'.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara berkelompok membaca beberapa contoh teks (berita pendek, iklan layanan masyarakat, ulasan produk) yang telah disiapkan guru, kemudian mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya, serta mencari tahu apa yang menjadi ciri khas teks yang bertujuan menjelaskan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menganalisis satu contoh teks eksposisi yang diberikan guru untuk menemukan bagian tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Mereka mencatat hasil temuan dalam lembar kerja kelompok.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang ciri dan struktur teks eksposisi, serta meluruskan miskonsepsi yang mungkin terjadi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru mengajak peserta didik menyimpulkan ciri dan struktur teks eksposisi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberitahukan materi untuk pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Peserta didik dapat menemukan unsur kebahasaan teks eksposisi (kata teknis, konjungsi kausalitas, kata kerja mental) dengan cermat dan menyusun kerangka teks eksposisi berdasarkan topik yang dipilih secara kreatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, presensi, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang ciri dan struktur teks eksposisi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis kebahasaan dan menyusun kerangka teks eksposisi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati kembali contoh teks eksposisi dari pertemuan sebelumnya. Guru memfasilitasi diskusi tentang penggunaan kata-kata khusus (istilah teknis), penghubung sebab-akibat, dan kata-kata yang menyatakan perasaan atau pemikiran dalam teks tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara individu memilih satu topik menarik yang mereka kuasai (misalnya: manfaat olahraga, bahaya sampah plastik, pentingnya sarapan). Kemudian, mereka menyusun kerangka teks eksposisi yang terdiri dari tesis, minimal tiga argumen pendukung, dan penegasan ulang, serta mencatat beberapa kata teknis dan konjungsi yang akan digunakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPeserta didik saling bertukar kerangka teks eksposisi dengan teman sebangku untuk mendapatkan masukan. Guru membimbing proses umpan balik dan memberikan penguatan tentang pentingnya kerangka yang jelas sebelum menulis. Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya unsur kebahasaan dan kerangka dalam menulis teks eksposisi. Guru memberikan motivasi untuk mulai mengembangkan kerangka menjadi teks utuh di rumah, sebagai persiapan pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Peserta didik dapat menulis teks eksposisi sederhana dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan yang benar serta mempresentasikan teks eksposisi hasil karyanya dengan percaya diri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, presensi, dan mengingatkan kembali tugas mengembangkan kerangka teks eksposisi. Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah puncak proyek menulis dan mempresentasikan teks eksposisi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara mandiri melanjutkan menulis teks eksposisi berdasarkan kerangka yang telah dibuat. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, memastikan struktur dan kebahasaan sudah sesuai, serta membantu jika ada kesulitan dalam pengembangan ide.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetelah selesai menulis, peserta didik secara berpasangan saling mengoreksi dan memberikan masukan konstruktif terhadap teks eksposisi teman. Kemudian, setiap peserta didik secara bergiliran mempresentasikan teks eksposisi hasil karyanya di depan kelas dengan suara jelas dan percaya diri.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetelah setiap presentasi, teman-teman dan guru memberikan apresiasi serta umpan balik positif dan konstruktif. Guru memberikan penguatan umum tentang kualitas karya yang dihasilkan dan pentingnya komunikasi yang efektif. Guru mengapresiasi upaya dan keberanian setiap peserta didik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru mengajak peserta didik merefleksikan seluruh proses belajar teks eksposisi. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh usaha dan hasil karya peserta didik. Guru menyampaikan tindak lanjut untuk terus berlatih menulis dan membaca teks eksposisi, serta menutup pembelajaran dengan penuh semangat dan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis struktur dan unsur kebahasaan teks eksposisi serta menyusun kerangka teks eksposisi.

Alat & bahan: Teks eksposisi contoh, alat tulis, kertas HVS

Langkah kerja:

  1. Baca dengan cermat dua contoh teks eksposisi yang diberikan.
  2. Identifikasi bagian tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang pada setiap teks.
  3. Temukan minimal 3 kata teknis, 2 konjungsi kausalitas, dan 2 kata kerja mental pada masing-masing teks.
  4. Pilih satu topik menarik, lalu buatlah kerangka teks eksposisi (tesis, 3 argumen, penegasan ulang).
  5. Diskusikan hasil kerangka dengan teman sebangku dan perbaiki jika perlu.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian ketahui tentang teks yang berisi informasi?
  2. Pernahkah kalian mencoba menjelaskan sesuatu kepada teman?
  3. Menurut kalian, apa bedanya fakta dan pendapat?
  4. Apa tujuan utama sebuah artikel berita?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok, penilaian kerangka teks eksposisi, dan umpan balik saat presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian teks eksposisi hasil karya peserta didik (produk) dan rubrik presentasi.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri umum teks eksposisiCiri-ciri teks eksposisi2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis struktur teks eksposisiStruktur teks eksposisi (tesis, argumen, penegasan ulang)2 JPPenalaran Kritis
3Menemukan unsur kebahasaan teks eksposisiKata teknis, konjungsi kausalitas, kata kerja mental2 JPPenalaran Kritis
4Menyusun kerangka & menulis teks eksposisiKerangka dan penulisan teks eksposisi2 JPKreativitas, Komunikasi
Halaman 9 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Teks eksposisi adalah salah satu jenis teks yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berita di koran, artikel di internet, hingga ulasan produk. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan menjelaskan suatu topik secara objektif. Dengan memahami teks eksposisi, kita akan lebih mudah menyaring informasi dan menyampaikan gagasan dengan jelas.

1. Pengertian dan Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah teks yang berisi informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Tujuannya adalah untuk memaparkan, menjelaskan, atau menerangkan suatu pokok persoalan agar pembaca mendapatkan informasi yang jelas. Ciri-ciri teks eksposisi antara lain: bersifat informatif dan objektif, tidak berusaha memengaruhi pembaca, fakta digunakan sebagai alat konkretisasi, menggunakan gaya bahasa yang lugas dan jelas, serta menjawab pertanyaan apa, mengapa, kapan, di mana, siapa, dan bagaimana.

2. Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi umumnya memiliki tiga struktur utama. Pertama, Tesis, yaitu bagian pembuka yang berisi pernyataan pendapat atau gagasan utama penulis tentang suatu topik. Tesis ini berfungsi sebagai pengantar ke topik yang akan dibahas. Kedua, Rangkaian Argumen, yaitu bagian inti yang berisi argumen-argumen atau alasan logis yang mendukung tesis. Argumen ini diperkuat dengan data, fakta, contoh, atau pendapat ahli. Ketiga, Penegasan Ulang, yaitu bagian penutup yang berisi simpulan atau penegasan kembali tesis yang telah disampaikan di awal, seringkali dengan sedikit modifikasi atau penekanan.

3. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
Teks eksposisi memiliki ciri kebahasaan khusus. Pertama, menggunakan kata teknis atau istilah yang berkaitan dengan topik yang dibahas (misalnya 'fotosintesis' dalam teks tentang tumbuhan). Kedua, menggunakan konjungsi kausalitas atau hubungan sebab-akibat (misalnya 'karena', 'sebab', 'oleh karena itu', 'maka'). Ketiga, menggunakan kata kerja mental yang menunjukkan pikiran atau perasaan (misalnya 'berpendapat', 'mengasumsikan', 'melihat', 'menyimpulkan'). Keempat, menggunakan kata persuasif (misalnya 'hendaknya', 'sebaiknya', 'diharapkan') untuk mengajak pembaca, meskipun secara tidak langsung.

4. Langkah-Langkah Menulis Teks Eksposisi
Menulis teks eksposisi yang baik memerlukan beberapa langkah. Dimulai dengan menentukan topik yang menarik dan dikuasai. Selanjutnya, merumuskan tujuan penulisan dan mengumpulkan data atau fakta yang relevan. Kemudian, menyusun kerangka teks yang terdiri dari tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Setelah kerangka siap, kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf-paragraf yang utuh dengan memperhatikan unsur kebahasaan. Terakhir, periksa kembali teks untuk memastikan kejelasan, kelengkapan, dan ketepatan ejaan serta tanda baca.

Rangkuman: Teks eksposisi adalah teks informatif yang bertujuan menjelaskan suatu topik secara objektif. Teks ini memiliki struktur tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. Ciri kebahasaannya meliputi penggunaan kata teknis, konjungsi kausalitas, dan kata kerja mental. Kemampuan menulis teks eksposisi sangat penting untuk menyampaikan informasi secara jelas dan meyakinkan dalam berbagai konteks kehidupan.

Halaman 10 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
EksposisiTeks yang bertujuan menjelaskan atau memaparkan informasi.
TesisPernyataan pendapat atau gagasan utama penulis di awal teks.
ArgumenAlasan atau bukti yang mendukung tesis.
Konjungsi KausalitasKata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat.
Kata TeknisIstilah khusus yang berkaitan dengan bidang ilmu tertentu.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Indonesia · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "teks eksposisi" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · teks eksposisi — pratinjau tuntas.org

1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas VII Setahun

Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.

Materi Bahasa Indonesia di kelas lain

Menyunting Teks DeskripsiBahasa Indonesia Kelas VII SMPMenyunting Teks Deskripsi ( Mengenali tanda baca dalam teks deskripsi)Bahasa Indonesia Kelas VII SMPTeks Cerita FantasiBahasa Indonesia Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII →

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia teks eksposisi ini gratis?

Ya. Modul teks eksposisi untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul teks eksposisi ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP.

Ini modul ajar atau RPP?

Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas teks eksposisi untuk Bahasa Indonesia kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Bisakah modul teks eksposisi ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan teks eksposisi dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Bahasa Indonesia SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.