tuntas.orgUnduh Modul Ini →
BerandaModul Ajar SMPBahasa sunda › Paguneman
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas VII
Paguneman

Modul ajar (RPP) Bahasa sunda SMP kelas VII materi Paguneman lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Bahasa sunda kelas VII materi Paguneman — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Paguneman adalah percakapan dua arah yang efektif jika jelas, ada timbal balik, intonasinya tepat, topiknya sesuai, dan saling menghargai. Dalam bahasa Sunda, penting memahami undak-usuk basa (lemes, loma) agar santun. Menyusun paguneman melibatkan penentuan tema, tokoh, alur, dan penulisan dialog dengan memerhatikan kaidah basa. Praktik paguneman memerlukan penguasaan naskah, intonasi, ekspresi, dan interaksi. Evaluasi membantu meningkatkan kualitas komunikasi lisan.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Paguneman
Bahasa sunda · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Paguneman
Bahasa sunda · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa sunda
Fase / KelasD / VII
Materi PokokPaguneman
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki kemampuan dasar berkomunikasi lisan dalam bahasa Sunda sehari-hari dan memahami beberapa kosa kata Sunda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, kolaborasi, penalaran kritis.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi lisan dan tulis dalam teks multimodal, serta mampu berkomunikasi secara lisan dan tulis dalam berbagai konteks sosial dan budaya berbahasa Sunda.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualPaguneman adalah percakapan atau dialog antara dua orang atau lebih dalam bahasa Sunda, sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti di pasar atau sekolah.
KonseptualKonsep inti paguneman melibatkan pemahaman etika berbicara, penggunaan ragam bahasa yang tepat (undak-usuk basa), serta kemampuan menyusun kalimat yang efektif untuk menyampaikan maksud.
ProseduralPeserta didik akan belajar langkah-langkah merencanakan, menyusun, dan mempraktikkan paguneman dengan memerhatikan konteks, lawan bicara, dan tujuan komunikasi.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya paguneman yang efektif untuk membangun relasi sosial dan menyampaikan gagasan secara jelas, serta bagaimana memilih strategi komunikasi yang tepat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang baik dan efektif dalam bahasa Sunda.
  2. Menganalisis penggunaan ragam bahasa (undak-usuk basa) yang tepat dalam paguneman sesuai konteks.
  3. Menyusun naskah paguneman sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari.
  4. Mempraktikkan paguneman dengan intonasi dan ekspresi yang sesuai.
  5. Mengevaluasi paguneman yang dilakukan oleh teman sebaya berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Halaman 2 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Paguneman bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga seni berkomunikasi yang melibatkan pemahaman terhadap konteks, lawan bicara, dan tujuan agar pesan tersampaikan dengan efektif dan santun.

Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa sulit menyampaikan sesuatu kepada teman atau orang tua? Apa yang membuat percakapan terasa lancar dan menyenangkan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai kesantunan dan gotong royong dalam berkomunikasi saat paguneman.
Seni Budaya: Penggunaan intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh yang sesuai untuk mendukung paguneman yang ekspresif.
Bahasa Indonesia: Perbandingan struktur kalimat dan pilihan kata dalam paguneman bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya paguneman santun dalam keluarga, dan mendorong peserta didik untuk mempraktikkan undak-usuk basa di rumah.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar mudah untuk kerja kelompok dan praktik paguneman, dengan area terbuka untuk presentasi serta akses ke perpustakaan mini berisi buku cerita Sunda.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video percakapan Sunda dari YouTube atau platform edukasi, rekaman suara untuk evaluasi mandiri, dan penggunaan aplikasi kamus Sunda-Indonesia untuk memperkaya kosa kata.
Halaman 3 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang baik dan efektif dalam bahasa Sunda.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa dan berdoa bersama, melakukan presensi, kemudian menampilkan video pendek percakapan sehari-hari dalam bahasa Sunda. Peserta didik diajak mengamati dan merespons pertanyaan pemantik tentang percakapan yang efektif. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri paguneman yang baik.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik secara berkelompok mengamati beberapa contoh paguneman (teks dan audio) yang disajikan guru, kemudian mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang efektif, seperti kejelasan, intonasi, ekspresi, dan kesesuaian topik dengan konteks.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok membuat daftar ciri-ciri paguneman yang telah mereka temukan dan mendiskusikannya. Mereka juga mencoba menemukan contoh paguneman dari lingkungan sekitar yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang ciri-ciri paguneman yang baik, dan mengajak peserta didik untuk melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru menyimpulkan bersama ciri-ciri paguneman yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya yang akan membahas ragam bahasa dalam paguneman. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranInquiry-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis penggunaan ragam bahasa (undak-usuk basa) yang tepat dalam paguneman sesuai konteks.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menampilkan beberapa kalimat dalam bahasa Sunda dengan ragam bahasa berbeda dan meminta peserta didik menebak perbedaannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis penggunaan undak-usuk basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan kartu berisi potongan dialog paguneman dengan berbagai konteks (antara teman, dengan guru, dengan orang tua). Mereka diminta untuk menganalisis penggunaan ragam bahasa (lemes, loma, kasar) pada setiap dialog dan menentukan apakah penggunaannya sudah tepat sesuai konteks.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok mendiskusikan hasil analisis mereka dan membuat tabel perbandingan ragam bahasa yang digunakan dalam dialog-dialog tersebut, beserta alasannya. Mereka juga mencoba memperbaiki dialog yang dianggap kurang tepat penggunaan ragam bahasanya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan perbaikan dialog mereka. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan mengenai pentingnya undak-usuk basa dalam paguneman Sunda, serta dampaknya terhadap kesantunan berkomunikasi. Peserta didik diajak berbagi pengalaman tentang penggunaan ragam bahasa dalam kehidupan mereka.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitPeserta didik dan guru bersama-sama merangkum poin-poin penting tentang undak-usuk basa. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan memberikan gambaran materi selanjutnya tentang menyusun naskah paguneman. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Menyusun naskah paguneman sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa dan berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali materi ciri-ciri paguneman dan undak-usuk basa. Guru memutarkan contoh paguneman pendek dan meminta peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur di dalamnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun naskah paguneman.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dalam kelompok kecil memilih tema paguneman sehari-hari yang menarik (misalnya, di kantin sekolah, merencanakan tugas kelompok, berbelanja). Mereka berdiskusi tentang alur cerita, karakter, dan pesan yang ingin disampaikan dalam paguneman mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDengan bimbingan guru, setiap kelompok mulai menyusun naskah paguneman berdasarkan tema yang dipilih. Mereka memerhatikan ciri-ciri paguneman yang baik dan penggunaan undak-usuk basa yang tepat. Guru berkeliling memberikan masukan dan bantuan jika diperlukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok saling bertukar naskah paguneman dengan kelompok lain untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan. Mereka juga mencoba membaca naskah tersebut secara bergantian untuk merasakan alur dialognya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam menyusun naskah. Guru menyampaikan bahwa naskah yang telah dibuat akan dipraktikkan pada pertemuan berikutnya. Peserta didik diingatkan untuk berlatih membaca naskah mereka di rumah. Doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis dan menyusun paguneman berdasarkan konteks dan ragam bahasa yang tepat.

Alat & bahan: Kertas folio, alat tulis, kartu dialog acak, kamus Sunda-Indonesia

Langkah kerja:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang.
  2. Ambillah kartu dialog acak yang diberikan guru, lalu identifikasi konteks percakapan (misalnya, dengan teman sebaya, dengan orang yang lebih tua).
  3. Analisis penggunaan ragam bahasa pada dialog tersebut. Jika ada yang kurang tepat, diskusikan bagaimana perbaikannya.
  4. Susunlah naskah paguneman baru dengan tema 'Merencanakan Liburan Sekolah' dengan memerhatikan penggunaan undak-usuk basa yang sesuai antar tokoh.
  5. Siapkan diri untuk mempraktikkan paguneman yang telah disusun di depan kelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang paguneman?
  2. Siapa saja yang biasanya terlibat dalam paguneman?
  3. Pernahkah kamu melakukan percakapan dalam bahasa Sunda? Dengan siapa?
  4. Apa yang membuat sebuah percakapan menjadi menarik?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat menganalisis ragam bahasa dan menyusun naskah paguneman, serta umpan balik berdasarkan rubrik.

Sumatif (akhir): Penilaian praktik paguneman berdasarkan rubrik penilaian dan evaluasi naskah paguneman yang telah disusun.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang baik dan efektif dalam bahasa Sunda.Konsep paguneman, ciri-ciri paguneman yang efektif.2 JPPenalaran Kritis
2Menganalisis penggunaan ragam bahasa (undak-usuk basa) yang tepat dalam paguneman sesuai konteks.Undak-usuk basa (lemes, loma, kasar), konteks penggunaan.2 JPKomunikasi
3Menyusun naskah paguneman sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari.Struktur naskah paguneman, pengembangan ide, pilihan kata.2 JPKreativitas
4Mempraktikkan paguneman dengan intonasi dan ekspresi yang sesuai.Praktik paguneman, intonasi, ekspresi, gestur, evaluasi.2 JPKolaborasi, Komunikasi
Halaman 9 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Paguneman atau percakapan adalah inti dari komunikasi manusia. Dalam Bahasa Sunda, paguneman memiliki keunikan tersendiri, terutama terkait dengan undak-usuk basa atau tingkatan bahasa. Memahami dan menguasai paguneman bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dengan santun, efektif, dan menghargai lawan bicara. Modul ini akan membimbing kamu untuk menjadi penutur bahasa Sunda yang cakap dalam berpaguneman.

1. Naon Ari Paguneman Teh?
Paguneman nyaeta kagiatan ngobrol atawa dialog antara dua urang atawa leuwih, silih tukeur informasi, pamadegan, atawa parasaan. Paguneman bisa lumangsung dina kaayaan formal atawa informal. Dina kahirupan sapopoe, urang sering ngalakukeun paguneman, saperti ngobrol jeung kulawarga, babaturan, atawa guru. Ciri utama paguneman nyaeta aya interaksi dua arah, aya nu nyarita jeung aya nu ngadengekeun, sarta silih tempas. Tujuan paguneman rupa-rupa, ti mimiti ngan saukur silih tanya kabar nepi ka ngabahas masalah anu leuwih serius. Paguneman anu alus biasana ngandung informasi anu jelas, henteu ngalieurkeun, sarta maké basa anu merenah.

2. Ciri-ciri Paguneman anu Éféktif
Paguneman anu éféktif miboga sababaraha ciri. Kahiji, jelas jeung gampang dipikaharti. Pamilon paguneman kudu ngagunakeun basa anu basajan tur henteu muter-muter. Kadua, aya timbal balik. Hartina, duanana aktif silih tempas, lain ngan hiji pihak nu nyarita. Katilu, maké intonasi jeung éksprési anu merenah. Intonasi anu pas bisa ngarobah harti kalimah, sarta éksprési bisa ngagambarkeun parasaan panyatur. Kaopat, topik paguneman kudu saluyu jeung kaayaan atawa kontéks. Kalima, silih ajénan. Panyatur kudu ngahargaan pamadegan lawan bicara sanajan béda. Paguneman anu éféktif bakal ngahasilkeun komunikasi anu lancar jeung tujuanana kahontal.

3. Undak-Usuk Basa dina Paguneman Sunda
Dina basa Sunda, aya nu disebut undak-usuk basa, nyaeta aturan pamakéan basa dumasar kana status sosial, umur, jeung hubungan antara panyatur jeung nu diajak nyarita. Sacara umum, aya tilu ragam basa utama: basa lemes, basa loma (biasa), jeung basa kasar. Basa lemes dipaké ka jalma anu leuwih dihormat atawa leuwih kolot, saperti ka guru, kolot, atawa jalma anyar wawuh. Basa loma dipaké ka babaturan atawa jalma anu geus akrab. Basa kasar dihindari dina paguneman anu santun. Pamakéan undak-usuk basa anu bener kacida pentingna pikeun ngajaga kasopanan jeung tatakrama dina komunikasi basa Sunda. Contona, kecap 'dahar' (makan) bisa jadi 'tuang' (lemes) atawa 'neda' (lemes pisan).

4. Léngkah-léngkah Nyusun Naskah Paguneman
Nyusun naskah paguneman merlukeun perencanaan anu alus. Léngkah kahiji nyaeta nangtukeun téma paguneman, contona 'Ngarencanakeun Piknik ka Curug'. Kadua, nangtukeun palaku (tokoh) jeung karakterna, sarta hubungan antara maranéhna (misalna, dua babaturan sakelas). Katilu, nyieun rangka atawa garis besar paguneman, dimimitian ku bubuka, eusi, nepi ka panutup. Kaopat, mitembeyan nulis dialog, perhatikeun pamakéan undak-usuk basa anu merenah pikeun unggal palaku. Pastikeun dialogna ngalir sacara alami jeung ngandung informasi anu jelas. Kalima, baca deui naskah, pariksa naha aya kasalahan basa atawa kalimah anu kurang éféktif. Ulah poho pikeun nuliskeun katerangan intonasi atawa éksprési lamun perlu.

5. Mempraktikkan Paguneman anu Hadé
Saatos naskah paguneman siap, léngkah salajengna nyaeta mempraktikkeunnana. Praktik paguneman merlukeun sababaraha hal. Kahiji, penguasaan naskah. Hafalkeun atawa pahami sacara jero dialog anjeun sangkan henteu katingali maca. Kadua, perhatikeun intonasi jeung lafal. Ucapkeun kecap kalawan jéntré tur intonasi anu saluyu jeung eusi kalimah. Katilu, gunakeun éksprési raray jeung gerak awak. Éksprési bisa ngagambarkeun parasaan palaku, sarta gerak awak bisa ngahirupkeun paguneman. Kaopat, silih réaksi jeung lawan bicara. Dengarkan lawan bicara anjeun jeung berikan réaksi anu alami. Kalima, latihan terus-terusan. Beuki sering latihan, paguneman anjeun bakal beuki lancar jeung alami.

6. Evaluasi Paguneman
Evaluasi paguneman penting pikeun ningkatkeun kamampuh komunikasi. Evaluasi bisa dilakukeun sacara mandiri atawa ku babaturan jeung guru. Aspek-aspek anu dievaluasi nyaeta: kahiji, kajelasan eusi. Naha pesen anu ditepikeun geus jelas? Kadua, pamakéan basa. Naha undak-usuk basa geus merenah? Katilu, intonasi jeung éksprési. Naha geus saluyu jeung eusi? Kaopat, kalancaran paguneman. Naha henteu aya jeda anu panjang teuing atawa kekerobodan? Kalima, interaksi. Naha aya timbal balik anu alus antara panyatur? Tina hasil evaluasi ieu, urang bisa nyaho naon wae anu kudu dironjatkeun pikeun paguneman anu leuwih alus ka hareupna.

Rangkuman: Paguneman adalah percakapan dua arah yang efektif jika jelas, ada timbal balik, intonasinya tepat, topiknya sesuai, dan saling menghargai. Dalam bahasa Sunda, penting memahami undak-usuk basa (lemes, loma) agar santun. Menyusun paguneman melibatkan penentuan tema, tokoh, alur, dan penulisan dialog dengan memerhatikan kaidah basa. Praktik paguneman memerlukan penguasaan naskah, intonasi, ekspresi, dan interaksi. Evaluasi membantu meningkatkan kualitas komunikasi lisan.

Halaman 10 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
PagunemanPercakapan atau dialog dalam bahasa Sunda.
Undak-usuk BasaAturan penggunaan tingkatan bahasa Sunda berdasarkan konteks dan lawan bicara.
Basa LemesRagam bahasa Sunda yang santun, digunakan kepada orang yang dihormati atau lebih tua.
Basa LomaRagam bahasa Sunda yang akrab, digunakan kepada teman sebaya atau yang sudah akrab.
IntonasiNada suara saat berbicara yang dapat memengaruhi makna kalimat.
ÉksprésiMimik wajah atau gerak tubuh yang menunjukkan perasaan atau maksud.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Paguneman — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa sunda · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Paguneman" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Paguneman — pratinjau tuntas.org

1 Materi Bahasa sunda Terkait

Ragam Bahasa Jeung Tatakrama Basa SundaBahasa Sunda Kelas VII SMP[UJIAN pts1]Bahasa sunda Kelas VIII SMPBiantaraBahasa sunda Kelas IX SMPGelar CaritaBahasa sunda Kelas VIII SMPKaulinan Budak LemburBahasa sunda Kelas IX SMPKawih/Pupuh (Seni Sunda)Bahasa sunda Kelas VIII SMP

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Bahasa sunda Paguneman ini gratis?

Ya. Modul Paguneman untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Paguneman ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP.

Ini modul ajar atau RPP?

Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Paguneman untuk Bahasa sunda kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Bisakah modul Paguneman ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Paguneman dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Bahasa sunda SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.