Modul ajar (RPP) Bahasa sunda SMP kelas VII materi Paguneman lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Paguneman yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Paguneman |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki kemampuan dasar berkomunikasi lisan dalam bahasa Sunda sehari-hari dan memahami beberapa kosa kata Sunda.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, kolaborasi, penalaran kritis.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi lisan dan tulis dalam teks multimodal, serta mampu berkomunikasi secara lisan dan tulis dalam berbagai konteks sosial dan budaya berbahasa Sunda. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Paguneman adalah percakapan atau dialog antara dua orang atau lebih dalam bahasa Sunda, sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti di pasar atau sekolah. |
| Konseptual | Konsep inti paguneman melibatkan pemahaman etika berbicara, penggunaan ragam bahasa yang tepat (undak-usuk basa), serta kemampuan menyusun kalimat yang efektif untuk menyampaikan maksud. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah merencanakan, menyusun, dan mempraktikkan paguneman dengan memerhatikan konteks, lawan bicara, dan tujuan komunikasi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya paguneman yang efektif untuk membangun relasi sosial dan menyampaikan gagasan secara jelas, serta bagaimana memilih strategi komunikasi yang tepat. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Paguneman bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga seni berkomunikasi yang melibatkan pemahaman terhadap konteks, lawan bicara, dan tujuan agar pesan tersampaikan dengan efektif dan santun.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian merasa sulit menyampaikan sesuatu kepada teman atau orang tua? Apa yang membuat percakapan terasa lancar dan menyenangkan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai kesantunan dan gotong royong dalam berkomunikasi saat paguneman. Seni Budaya: Penggunaan intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh yang sesuai untuk mendukung paguneman yang ekspresif. Bahasa Indonesia: Perbandingan struktur kalimat dan pilihan kata dalam paguneman bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang pentingnya paguneman santun dalam keluarga, dan mendorong peserta didik untuk mempraktikkan undak-usuk basa di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar mudah untuk kerja kelompok dan praktik paguneman, dengan area terbuka untuk presentasi serta akses ke perpustakaan mini berisi buku cerita Sunda. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video percakapan Sunda dari YouTube atau platform edukasi, rekaman suara untuk evaluasi mandiri, dan penggunaan aplikasi kamus Sunda-Indonesia untuk memperkaya kosa kata. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang baik dan efektif dalam bahasa Sunda. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan berdoa bersama, melakukan presensi, kemudian menampilkan video pendek percakapan sehari-hari dalam bahasa Sunda. Peserta didik diajak mengamati dan merespons pertanyaan pemantik tentang percakapan yang efektif. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri paguneman yang baik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati beberapa contoh paguneman (teks dan audio) yang disajikan guru, kemudian mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang efektif, seperti kejelasan, intonasi, ekspresi, dan kesesuaian topik dengan konteks. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok membuat daftar ciri-ciri paguneman yang telah mereka temukan dan mendiskusikannya. Mereka juga mencoba menemukan contoh paguneman dari lingkungan sekitar yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang ciri-ciri paguneman yang baik, dan mengajak peserta didik untuk melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama ciri-ciri paguneman yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya yang akan membahas ragam bahasa dalam paguneman. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis penggunaan ragam bahasa (undak-usuk basa) yang tepat dalam paguneman sesuai konteks. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, lalu mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menampilkan beberapa kalimat dalam bahasa Sunda dengan ragam bahasa berbeda dan meminta peserta didik menebak perbedaannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis penggunaan undak-usuk basa. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan kartu berisi potongan dialog paguneman dengan berbagai konteks (antara teman, dengan guru, dengan orang tua). Mereka diminta untuk menganalisis penggunaan ragam bahasa (lemes, loma, kasar) pada setiap dialog dan menentukan apakah penggunaannya sudah tepat sesuai konteks. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mendiskusikan hasil analisis mereka dan membuat tabel perbandingan ragam bahasa yang digunakan dalam dialog-dialog tersebut, beserta alasannya. Mereka juga mencoba memperbaiki dialog yang dianggap kurang tepat penggunaan ragam bahasanya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan perbaikan dialog mereka. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan mengenai pentingnya undak-usuk basa dalam paguneman Sunda, serta dampaknya terhadap kesantunan berkomunikasi. Peserta didik diajak berbagi pengalaman tentang penggunaan ragam bahasa dalam kehidupan mereka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru bersama-sama merangkum poin-poin penting tentang undak-usuk basa. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras mereka dan memberikan gambaran materi selanjutnya tentang menyusun naskah paguneman. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyusun naskah paguneman sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali materi ciri-ciri paguneman dan undak-usuk basa. Guru memutarkan contoh paguneman pendek dan meminta peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur di dalamnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun naskah paguneman. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil memilih tema paguneman sehari-hari yang menarik (misalnya, di kantin sekolah, merencanakan tugas kelompok, berbelanja). Mereka berdiskusi tentang alur cerita, karakter, dan pesan yang ingin disampaikan dalam paguneman mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dengan bimbingan guru, setiap kelompok mulai menyusun naskah paguneman berdasarkan tema yang dipilih. Mereka memerhatikan ciri-ciri paguneman yang baik dan penggunaan undak-usuk basa yang tepat. Guru berkeliling memberikan masukan dan bantuan jika diperlukan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok saling bertukar naskah paguneman dengan kelompok lain untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan. Mereka juga mencoba membaca naskah tersebut secara bergantian untuk merasakan alur dialognya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam menyusun naskah. Guru menyampaikan bahwa naskah yang telah dibuat akan dipraktikkan pada pertemuan berikutnya. Peserta didik diingatkan untuk berlatih membaca naskah mereka di rumah. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis dan menyusun paguneman berdasarkan konteks dan ragam bahasa yang tepat.
Alat & bahan: Kertas folio, alat tulis, kartu dialog acak, kamus Sunda-Indonesia
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat menganalisis ragam bahasa dan menyusun naskah paguneman, serta umpan balik berdasarkan rubrik.
Sumatif (akhir): Penilaian praktik paguneman berdasarkan rubrik penilaian dan evaluasi naskah paguneman yang telah disusun.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri paguneman yang baik dan efektif dalam bahasa Sunda. | Konsep paguneman, ciri-ciri paguneman yang efektif. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis penggunaan ragam bahasa (undak-usuk basa) yang tepat dalam paguneman sesuai konteks. | Undak-usuk basa (lemes, loma, kasar), konteks penggunaan. | 2 JP | Komunikasi |
| 3 | Menyusun naskah paguneman sederhana dengan tema kegiatan sehari-hari. | Struktur naskah paguneman, pengembangan ide, pilihan kata. | 2 JP | Kreativitas |
| 4 | Mempraktikkan paguneman dengan intonasi dan ekspresi yang sesuai. | Praktik paguneman, intonasi, ekspresi, gestur, evaluasi. | 2 JP | Kolaborasi, Komunikasi |
Paguneman atau percakapan adalah inti dari komunikasi manusia. Dalam Bahasa Sunda, paguneman memiliki keunikan tersendiri, terutama terkait dengan undak-usuk basa atau tingkatan bahasa. Memahami dan menguasai paguneman bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dengan santun, efektif, dan menghargai lawan bicara. Modul ini akan membimbing kamu untuk menjadi penutur bahasa Sunda yang cakap dalam berpaguneman.
1. Naon Ari Paguneman Teh?
Paguneman nyaeta kagiatan ngobrol atawa dialog antara dua urang atawa leuwih, silih tukeur informasi, pamadegan, atawa parasaan. Paguneman bisa lumangsung dina kaayaan formal atawa informal. Dina kahirupan sapopoe, urang sering ngalakukeun paguneman, saperti ngobrol jeung kulawarga, babaturan, atawa guru. Ciri utama paguneman nyaeta aya interaksi dua arah, aya nu nyarita jeung aya nu ngadengekeun, sarta silih tempas. Tujuan paguneman rupa-rupa, ti mimiti ngan saukur silih tanya kabar nepi ka ngabahas masalah anu leuwih serius. Paguneman anu alus biasana ngandung informasi anu jelas, henteu ngalieurkeun, sarta maké basa anu merenah.
2. Ciri-ciri Paguneman anu Éféktif
Paguneman anu éféktif miboga sababaraha ciri. Kahiji, jelas jeung gampang dipikaharti. Pamilon paguneman kudu ngagunakeun basa anu basajan tur henteu muter-muter. Kadua, aya timbal balik. Hartina, duanana aktif silih tempas, lain ngan hiji pihak nu nyarita. Katilu, maké intonasi jeung éksprési anu merenah. Intonasi anu pas bisa ngarobah harti kalimah, sarta éksprési bisa ngagambarkeun parasaan panyatur. Kaopat, topik paguneman kudu saluyu jeung kaayaan atawa kontéks. Kalima, silih ajénan. Panyatur kudu ngahargaan pamadegan lawan bicara sanajan béda. Paguneman anu éféktif bakal ngahasilkeun komunikasi anu lancar jeung tujuanana kahontal.
3. Undak-Usuk Basa dina Paguneman Sunda
Dina basa Sunda, aya nu disebut undak-usuk basa, nyaeta aturan pamakéan basa dumasar kana status sosial, umur, jeung hubungan antara panyatur jeung nu diajak nyarita. Sacara umum, aya tilu ragam basa utama: basa lemes, basa loma (biasa), jeung basa kasar. Basa lemes dipaké ka jalma anu leuwih dihormat atawa leuwih kolot, saperti ka guru, kolot, atawa jalma anyar wawuh. Basa loma dipaké ka babaturan atawa jalma anu geus akrab. Basa kasar dihindari dina paguneman anu santun. Pamakéan undak-usuk basa anu bener kacida pentingna pikeun ngajaga kasopanan jeung tatakrama dina komunikasi basa Sunda. Contona, kecap 'dahar' (makan) bisa jadi 'tuang' (lemes) atawa 'neda' (lemes pisan).
4. Léngkah-léngkah Nyusun Naskah Paguneman
Nyusun naskah paguneman merlukeun perencanaan anu alus. Léngkah kahiji nyaeta nangtukeun téma paguneman, contona 'Ngarencanakeun Piknik ka Curug'. Kadua, nangtukeun palaku (tokoh) jeung karakterna, sarta hubungan antara maranéhna (misalna, dua babaturan sakelas). Katilu, nyieun rangka atawa garis besar paguneman, dimimitian ku bubuka, eusi, nepi ka panutup. Kaopat, mitembeyan nulis dialog, perhatikeun pamakéan undak-usuk basa anu merenah pikeun unggal palaku. Pastikeun dialogna ngalir sacara alami jeung ngandung informasi anu jelas. Kalima, baca deui naskah, pariksa naha aya kasalahan basa atawa kalimah anu kurang éféktif. Ulah poho pikeun nuliskeun katerangan intonasi atawa éksprési lamun perlu.
5. Mempraktikkan Paguneman anu Hadé
Saatos naskah paguneman siap, léngkah salajengna nyaeta mempraktikkeunnana. Praktik paguneman merlukeun sababaraha hal. Kahiji, penguasaan naskah. Hafalkeun atawa pahami sacara jero dialog anjeun sangkan henteu katingali maca. Kadua, perhatikeun intonasi jeung lafal. Ucapkeun kecap kalawan jéntré tur intonasi anu saluyu jeung eusi kalimah. Katilu, gunakeun éksprési raray jeung gerak awak. Éksprési bisa ngagambarkeun parasaan palaku, sarta gerak awak bisa ngahirupkeun paguneman. Kaopat, silih réaksi jeung lawan bicara. Dengarkan lawan bicara anjeun jeung berikan réaksi anu alami. Kalima, latihan terus-terusan. Beuki sering latihan, paguneman anjeun bakal beuki lancar jeung alami.
6. Evaluasi Paguneman
Evaluasi paguneman penting pikeun ningkatkeun kamampuh komunikasi. Evaluasi bisa dilakukeun sacara mandiri atawa ku babaturan jeung guru. Aspek-aspek anu dievaluasi nyaeta: kahiji, kajelasan eusi. Naha pesen anu ditepikeun geus jelas? Kadua, pamakéan basa. Naha undak-usuk basa geus merenah? Katilu, intonasi jeung éksprési. Naha geus saluyu jeung eusi? Kaopat, kalancaran paguneman. Naha henteu aya jeda anu panjang teuing atawa kekerobodan? Kalima, interaksi. Naha aya timbal balik anu alus antara panyatur? Tina hasil evaluasi ieu, urang bisa nyaho naon wae anu kudu dironjatkeun pikeun paguneman anu leuwih alus ka hareupna.
Rangkuman: Paguneman adalah percakapan dua arah yang efektif jika jelas, ada timbal balik, intonasinya tepat, topiknya sesuai, dan saling menghargai. Dalam bahasa Sunda, penting memahami undak-usuk basa (lemes, loma) agar santun. Menyusun paguneman melibatkan penentuan tema, tokoh, alur, dan penulisan dialog dengan memerhatikan kaidah basa. Praktik paguneman memerlukan penguasaan naskah, intonasi, ekspresi, dan interaksi. Evaluasi membantu meningkatkan kualitas komunikasi lisan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Paguneman | Percakapan atau dialog dalam bahasa Sunda. |
| Undak-usuk Basa | Aturan penggunaan tingkatan bahasa Sunda berdasarkan konteks dan lawan bicara. |
| Basa Lemes | Ragam bahasa Sunda yang santun, digunakan kepada orang yang dihormati atau lebih tua. |
| Basa Loma | Ragam bahasa Sunda yang akrab, digunakan kepada teman sebaya atau yang sudah akrab. |
| Intonasi | Nada suara saat berbicara yang dapat memengaruhi makna kalimat. |
| Éksprési | Mimik wajah atau gerak tubuh yang menunjukkan perasaan atau maksud. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Paguneman" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Modul Paguneman untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul Paguneman ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Paguneman untuk Bahasa sunda kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Paguneman dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.