Modul Ajar & RPP Bahasa sunda Kelas VIII
Kawih/Pupuh (Seni Sunda)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa sunda |
| Fase / Kelas | D / VIII |
| Materi Pokok | Kawih/Pupuh (Seni Sunda) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang seni musik tradisional atau lagu daerah Sunda yang pernah didengar atau dipelajari sebelumnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengapresiasi dan mengekspresikan karya sastra Sunda, seperti kawih dan pupuh, dengan memahami struktur, makna, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta mampu menampilkannya secara lisan dan tulisan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kawih dan pupuh adalah bentuk seni suara tradisional Sunda yang memiliki ciri khas melodi dan lirik. |
| Konseptual | Kawih adalah lagu bebas tanpa aturan guru lagu dan guru wilangan, sedangkan pupuh adalah bentuk puisi terikat dengan aturan guru lagu dan guru wilangan tertentu. |
| Prosedural | Mempelajari kawih/pupuh melibatkan langkah-langkah mendengarkan, memahami lirik, menganalisis struktur, dan mencoba menyanyikan atau menulisnya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman dan apresiasi terhadap seni tradisional dapat memperkaya identitas budaya dan kemampuan berekspresi diri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan antara kawih dan pupuh dari berbagai sumber.
- Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam lirik kawih dan pupuh.
- Menyanyikan salah satu kawih atau pupuh dengan penghayatan dan intonasi yang tepat.
- Menulis lirik kawih atau pupuh sederhana sesuai dengan kaidah yang dipelajari.
- Mempresentasikan hasil karya kawih atau pupuh (menyanyi/membaca) di depan kelas dengan percaya diri.
Pemahaman bermakna: Memahami kawih dan pupuh bukan hanya sekadar menghafal lirik, tetapi juga mengapresiasi kekayaan budaya Sunda, melatih kepekaan musikal, dan mengembangkan kemampuan berekspresi melalui seni suara.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian mendengar lagu Sunda yang indah dan penuh makna, dan apa yang membuat lagu tersebut istimewa?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mempelajari melodi, irama, dan teknik vokal dalam kawih/pupuh. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Menggali nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung dalam lirik kawih/pupuh sebagai bagian dari identitas bangsa. Bahasa Indonesia: Membandingkan struktur puisi Sunda (pupuh) dengan puisi Indonesia dan menganalisis gaya bahasa yang digunakan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak untuk berbagi pengalaman atau pengetahuan tentang kawih/pupuh yang mereka ketahui atau kuasai. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik menyanyi, dilengkapi dengan akses proyektor dan speaker untuk mendengarkan contoh-contoh kawih/pupuh. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform YouTube atau situs web seni Sunda untuk mengakses berbagai contoh kawih/pupuh, serta penggunaan aplikasi pengolah kata untuk penulisan lirik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan antara kawih dan pupuh dari berbagai sumber. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan memutarkan cuplikan lagu pop Sunda modern dan lagu kawih tradisional, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik tentang perbedaan kedua jenis lagu tersebut. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mendengarkan beberapa contoh kawih dan pupuh melalui audio/video, kemudian mengamati dan mencatat ciri-ciri yang mereka temukan serta mencoba mengidentifikasi perbedaannya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mengisi lembar kerja dengan data hasil pengamatan ciri-ciri kawih dan pupuh, kemudian berdiskusi untuk merumuskan definisi dan perbedaan keduanya berdasarkan temuan mereka. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep dasar kawih dan pupuh, serta meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri dan perbedaan kawih/pupuh, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, serta memberikan tugas untuk mencari satu contoh lirik kawih dan pupuh di rumah sebagai persiapan pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam lirik kawih dan pupuh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, dan mengajak peserta didik untuk berbagi lirik kawih/pupuh yang mereka temukan, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan membaca lirik kawih dan pupuh yang telah disiapkan (atau yang mereka temukan), kemudian mengidentifikasi kata-kata kunci dan mencoba menafsirkan makna tersirat serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dalam kelompok kecil menganalisis satu lirik kawih dan satu lirik pupuh secara lebih mendalam, mendiskusikan latar belakang penciptaan (jika ada informasi), dan menyusun ringkasan makna serta pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis makna lirik kawih dan pupuh, guru memfasilitasi diskusi, memberikan contoh interpretasi lain, dan menguatkan pemahaman tentang kekayaan makna dalam seni Sunda. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik menulis refleksi singkat tentang pentingnya memahami makna dalam lagu, guru memberikan pujian atas kerja keras, dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan fokus pada praktik menyanyikan kawih/pupuh. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis struktur dan makna lirik kawih serta pupuh.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Seni suara tradisional Sunda, seperti kawih dan pupuh, merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, gawai/laptop dengan akses internet (opsional), contoh lirik kawih dan pupuh.
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Dengarkan/baca dengan seksama lirik kawih dan pupuh yang disediakan.
- Identifikasi ciri-ciri khusus pada masing-masing lirik (misalnya jumlah suku kata, pola rima, tema).
- Diskusikan makna dan pesan yang terkandung dalam setiap lirik.
- Tuliskan hasil analisis kalian pada tabel yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kalian pernah mendengar istilah 'kawih' atau 'pupuh'?
- Bisakah kalian menyebutkan satu judul lagu daerah Sunda yang kalian ketahui?
- Menurut kalian, apa bedanya lagu daerah dengan lagu pop modern?
- Apakah kalian tertarik untuk belajar menyanyi lagu Sunda?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik menyanyi, dan umpan balik antar teman.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek menulis lirik kawih/pupuh dan presentasinya, serta tes tertulis singkat mengenai konsep dasar kawih dan pupuh.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan perbedaan antara kawih dan pupuh dari berbagai sumber. | Konsep dasar kawih dan pupuh, contoh-contoh. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam lirik kawih dan pupuh. | Analisis lirik, nilai-nilai budaya. | 2 JP | komunikasi |
| 3 | Menyanyikan salah satu kawih atau pupuh dengan penghayatan dan intonasi yang tepat. | Teknik vokal dasar, praktik menyanyi. | 2 JP | kreativitas |
| 4 | Menulis lirik kawih atau pupuh sederhana dan mempresentasikannya. | Penulisan lirik, presentasi karya. | 2 JP | kreativitas, komunikasi |
Seni suara tradisional Sunda, seperti kawih dan pupuh, merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur. Mempelajari kawih dan pupuh bukan hanya tentang mengenal lagu, tetapi juga memahami filosofi hidup masyarakat Sunda, keindahan bahasa, dan melatih kepekaan rasa. Modul ini akan membimbing kalian untuk menyelami dunia kawih dan pupuh, mulai dari mengenal ciri khasnya hingga mampu menciptakan karya sederhana.
1. Pengertian Kawih
Kawih adalah salah satu bentuk lagu Sunda modern yang tidak terikat oleh aturan pupuh. Artinya, kawih tidak memiliki patokan guru lagu (vokal akhir setiap baris) dan guru wilangan (jumlah suku kata setiap baris) yang baku. Kawih lebih bebas dalam ekspresi melodi dan liriknya, sehingga memungkinkan pencipta untuk berkreasi lebih luas. Tema kawih sangat beragam, mulai dari percintaan, alam, kritik sosial, hingga motivasi hidup. Contoh kawih yang populer antara lain 'Manuk Dadali' dan 'Bubuy Bulan'.
2. Pengertian Pupuh
Pupuh adalah bentuk puisi Sunda yang terikat oleh aturan-aturan tertentu, yaitu guru lagu dan guru wilangan. Guru lagu adalah vokal akhir pada setiap baris (pada), sedangkan guru wilangan adalah jumlah suku kata pada setiap baris. Ada 17 jenis pupuh, masing-masing memiliki karakter dan aturan yang berbeda, seperti Pupuh Kinanti, Pupuh Asmarandana, Pupuh Maskumambang, dan lain-lain. Setiap pupuh biasanya digunakan untuk menyampaikan suasana atau tema tertentu, misalnya Kinanti untuk nasihat, Asmarandana untuk cinta, dan Maskumambang untuk kesedihan.
3. Ciri-ciri Kawih dan Pupuh
Ciri utama kawih adalah kebebasan dalam struktur lirik dan melodi, tidak terikat guru lagu dan guru wilangan. Ritme dan iramanya cenderung lebih dinamis dan bervariasi. Sementara itu, pupuh memiliki ciri khas berupa keterikatan pada aturan guru lagu dan guru wilangan yang sangat ketat untuk setiap jenisnya. Jumlah baris dalam satu bait pupuh juga sudah ditentukan. Perbedaan ini membuat kawih lebih mudah diterima oleh telinga modern, sedangkan pupuh memiliki nuansa klasik dan filosofis yang mendalam.
4. Contoh Lirik Kawih: 'Manuk Dadali'
Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang / Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang / Sukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk / Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk. / Saha anu bisa nyusul kana tandangna / Gandang jeung pertentang taya bandingannana / Dipika gimir dipika serab ku sasama / Taya karana kasieun leber wawanenna. / Manuk Dadali manuk panggagahna / Perlambang sakti Indonesia jaya / Manuk Dadali pangkakoncarana / Resep ngahiji rukun sakabehna. / Hirup sauyunan tara pahiri-hiri / Silih pikanyaah teu inggis bela pati / Manuk Dadali ngandung siloka sinatria / Keur sakumna bangsa di nagara Indonesia.
5. Contoh Lirik Pupuh Kinanti
Budak leutik bisa ngapung (8u) / Babaku ngapungna peuting (8i) / Nguriling kakalayangan (8a) / Neangan nu amis-amis (8i) / Sarupaning bungbuahan (8a) / Nu ngareunah rupana (8i). Pupuh Kinanti ini memiliki guru lagu dan guru wilangan 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i. Biasanya pupuh ini digunakan untuk menyampaikan nasihat atau cerita yang sifatnya mengayomi.
6. Makna dan Pesan dalam Kawih/Pupuh
Lirik kawih dan pupuh seringkali mengandung makna filosofis, nilai-nilai kearifan lokal, serta pesan moral yang relevan dengan kehidupan. Misalnya, 'Manuk Dadali' menggambarkan semangat kebangsaan dan persatuan. Pupuh Kinanti sering berisi nasihat tentang kehidupan, budi pekerti, dan etika. Memahami makna ini membantu kita tidak hanya mengapresiasi keindahan bahasanya, tetapi juga menyerap nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memperkuat identitas budaya kita.
7. Teknik Menyanyikan Kawih/Pupuh
Menyanyikan kawih atau pupuh memerlukan teknik vokal dasar seperti pernapasan diafragma, artikulasi yang jelas, dan intonasi yang tepat sesuai melodi. Selain itu, penghayatan terhadap lirik sangat penting agar pesan lagu tersampaikan dengan baik. Latihan rutin, mendengarkan penyanyi profesional, dan memahami konteks lagu akan membantu meningkatkan kualitas vokal dan ekspresi dalam membawakan kawih/pupuh.
Rangkuman: Kawih adalah lagu Sunda bebas tanpa aturan guru lagu dan guru wilangan, sementara pupuh adalah puisi terikat dengan kaidah guru lagu dan guru wilangan yang ketat. Keduanya merupakan warisan budaya Sunda yang kaya makna dan nilai. Mempelajari kawih/pupuh melibatkan identifikasi ciri, analisis makna lirik, praktik menyanyi dengan penghayatan, hingga mencoba menulis lirik sederhana. Apresiasi terhadap seni ini memperkaya identitas budaya dan kemampuan berekspresi.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kawih | Lagu Sunda modern yang tidak terikat aturan guru lagu dan guru wilangan. |
| Pupuh | Bentuk puisi Sunda tradisional yang terikat aturan guru lagu dan guru wilangan. |
| Guru Lagu | Vokal akhir pada setiap baris dalam pupuh. |
| Guru Wilangan | Jumlah suku kata pada setiap baris dalam pupuh. |
| Penghayatan | Proses merasakan dan mengekspresikan emosi serta makna dalam lagu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kawih/Pupuh (Seni Sunda)" mata pelajaran Bahasa sunda Kelas VIII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kawih/Pupuh (Seni Sunda) yang Anda cari? Materi Bahasa sunda Kelas VIII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa sunda kelas 8 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VIII dan kelas 8 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) pada Bahasa sunda SMP, Fase D, elemen Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis.
Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk Bahasa sunda kelas VIII.
Apakah modul ajar Bahasa sunda materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini gratis?
Ya. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk kelas VIII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa sunda kelas VIII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa sunda kelas VIII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kawih/Pupuh (Seni Sunda) dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa sunda kelas VIII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa sunda kelas VIII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VIII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kawih/Pupuh (Seni Sunda) untuk Bahasa sunda kelas VIII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kawih/Pupuh (Seni Sunda) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa sunda kelas VIII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kawih/Pupuh (Seni Sunda) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa sunda kelas VIII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa sunda ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Kawih/Pupuh (Seni Sunda) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.