Modul Ajar & RPP PJOK Kelas VII
Bela Diri (Pencak Silat)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | PJOK |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Bela Diri (Pencak Silat) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya menjaga diri dan pernah melihat tayangan atau mengenal olahraga bela diri secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik bela diri |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik menunjukkan kemampuan dalam menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik bela diri (pencak silat) dengan koordinasi yang baik, serta menunjukkan sikap sportif dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pencak silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki beragam aliran dan gerakan khas. |
| Konseptual | Konsep dasar pencak silat meliputi kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, dan pasang sebagai fondasi pertahanan dan serangan. |
| Prosedural | Mempelajari pencak silat melibatkan serangkaian langkah sistematis dari pemanasan, pengenalan teknik dasar, latihan berpasangan, hingga merangkai jurus. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa penguasaan teknik bela diri memerlukan disiplin, kesabaran, dan refleksi terhadap setiap gerakan yang dilakukan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat dengan benar.
- Mempraktikkan gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat dengan koordinasi yang baik dan sikap yang benar.
- Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak spesifik tangkisan, elakan, dan pasang dalam pencak silat dengan benar.
- Mempraktikkan gerak spesifik tangkisan, elakan, dan pasang dalam pencak silat dengan koordinasi yang baik dan sikap yang benar.
- Merangkai dan mempraktikkan kombinasi gerak dasar pencak silat (kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, pasang) dalam sebuah rangkaian sederhana dengan percaya diri dan disiplin.
Pemahaman bermakna: Mempelajari pencak silat tidak hanya tentang fisik, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan kepercayaan diri untuk menjaga keselamatan diri serta orang lain. Bela diri mengajarkan kita untuk mengendalikan diri dan menggunakan kekuatan secara bijak.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa penting bagi kita untuk memiliki kemampuan bela diri di era sekarang?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami pencak silat sebagai seni pertunjukan dan warisan budaya bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia: Menganalisis teks prosedur tentang langkah-langkah melakukan gerak dasar pencak silat. IPS: Menelusuri sejarah dan perkembangan pencak silat di berbagai daerah di Indonesia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendukung dengan memfasilitasi anak untuk menonton pertandingan pencak silat atau mencari informasi tentang budaya pencak silat di daerah asal mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di lapangan olahraga sekolah atau aula yang luas dan aman, dengan dukungan matras atau alas jika diperlukan untuk mengurangi risiko cedera. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial teknik dasar pencak silat dari kanal resmi Kemenpora atau perguruan silat terkemuka sebagai referensi dan inspirasi bagi peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat dengan benar serta mempraktikkannya dengan koordinasi yang baik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran. Peserta didik diajak mengingat kembali pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami dan mencoba gerak dasar pencak silat, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan agar peserta didik siap belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati video demonstrasi gerak dasar kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip gerak yang benar, posisi tubuh, dan fungsi masing-masing gerakan, serta mengaitkannya dengan pengalaman mereka melihat bela diri. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok mempraktikkan gerak dasar kuda-kuda (depan, samping, belakang), pukulan (depan, samping, bandul), dan tendangan (depan, T) secara bergantian di bawah bimbingan guru. Peserta didik saling mengamati dan memberikan umpan balik awal tentang koordinasi dan sikap teman-temannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mendemonstrasikan gerak dasar yang sudah dipelajari. Guru memberikan penguatan dan koreksi terhadap teknik yang kurang tepat. Peserta didik diajak merefleksikan kesulitan dan kemajuan yang dirasakan, serta pentingnya pengulangan latihan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi gerak dasar yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan kerja sama kelompok. Peserta didik diingatkan untuk berlatih mandiri di rumah dan mempersiapkan diri untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup dipimpin oleh salah satu peserta didik. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak spesifik tangkisan, elakan, dan pasang dalam pencak silat dengan benar serta mempraktikkannya dengan koordinasi yang baik. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dan mengajak peserta didik untuk melakukan peregangan ringan. Guru mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan tantangan hari ini: bagaimana cara melindungi diri dari serangan? Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memahami dan mempraktikkan gerak tangkisan, elakan, dan pasang, serta menjelaskan keterkaitan materi ini dengan keselamatan diri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan skenario serangan sederhana (misalnya, teman melakukan pukulan ringan ke arah dada). Dalam kelompok, mereka menganalisis dan mendiskusikan berbagai cara untuk menangkis atau mengelak, lalu mengidentifikasi prinsip gerak tangkisan (atas, bawah, dalam, luar) dan elakan (bawah, samping) serta posisi pasang yang efektif. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok secara berpasangan mempraktikkan gerak tangkisan, elakan, dan pasang secara bergantian. Guru memberikan bimbingan intensif dan koreksi detail untuk memastikan teknik yang benar dan aman. Peserta didik mencoba berbagai kombinasi tangkisan dan elakan terhadap 'serangan' teman. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan mendemonstrasikan kombinasi gerak tangkisan, elakan, dan pasang. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menekankan pentingnya respons cepat dan posisi tubuh yang stabil. Peserta didik saling memberikan masukan dan merumuskan strategi pertahanan yang efektif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya gerak pertahanan dalam bela diri. Guru memberikan pujian atas keberanian dan ketekunan peserta didik. Peserta didik diberikan tugas untuk mencari contoh jurus pencak silat sederhana dari berbagai daerah sebagai persiapan proyek minggu depan. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Menganalisis dan mempraktikkan gerak dasar pencak silat (kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, pasang) secara mandiri.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Pencak silat adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga seni dan filosofi hidup. Dengan mempelajari pencak silat, kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, video tutorial pencak silat (opsional)
Langkah kerja:
- Amati video atau demonstrasi guru tentang gerak dasar pencak silat.
- Identifikasi dan catat nama-nama gerak dasar yang kamu lihat.
- Tuliskan deskripsi singkat atau ciri khas setiap gerak dasar tersebut.
- Praktekkan setiap gerak dasar secara mandiri atau berpasangan.
- Catat kesulitan atau tantangan yang kamu alami saat mempraktikkan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu tahu apa itu pencak silat?
- Pernahkah kamu melihat orang melakukan gerakan bela diri?
- Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk bisa membela diri?
- Gerakan apa saja yang kamu bayangkan ada dalam pencak silat?
Formatif (proses): Observasi guru selama praktik kelompok dan penilaian diri/antar teman menggunakan rubrik sederhana tentang partisipasi dan penguasaan gerak dasar.
Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja (praktik) rangkaian jurus sederhana pencak silat dan penilaian tertulis melalui soal pilihan ganda dan esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dan prinsip dasar gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat. | Konsep dan prinsip gerak kuda-kuda, pukulan, tendangan. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mempraktikkan gerak spesifik kuda-kuda, pukulan, dan tendangan dalam pencak silat. | Praktik gerak kuda-kuda, pukulan, tendangan. | 2 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| 3 | Menganalisis dan mempraktikkan gerak spesifik tangkisan, elakan, dan pasang dalam pencak silat. | Konsep, prinsip, dan praktik gerak tangkisan, elakan, pasang. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kesehatan |
| 4 | Merangkai dan mempraktikkan kombinasi gerak dasar pencak silat. | Kombinasi gerak dasar pencak silat. | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi, Kesehatan |
Pencak silat adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga seni dan filosofi hidup. Dengan mempelajari pencak silat, kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Modul ini akan membimbingmu untuk mengenal dan menguasai gerak dasar pencak silat sebagai bekal penting untuk menjaga diri dan menghargai warisan leluhur.
1. Pengertian dan Sejarah Singkat Pencak Silat
Pencak silat adalah seni bela diri tradisional yang berasal dari kepulauan Nusantara. Istilah 'pencak' umumnya merujuk pada aspek seni dan keindahan gerakan, sedangkan 'silat' merujuk pada inti bela diri dan kemampuan bertarung. Sejarah pencak silat sangat kaya, berkembang secara turun-temurun di berbagai daerah Indonesia dengan beragam aliran dan ciri khas, bahkan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Pencak silat tidak hanya digunakan untuk pertahanan diri, tetapi juga sebagai bagian dari upacara adat, seni pertunjukan, dan olahraga prestasi.
2. Kuda-kuda: Fondasi Keseimbangan
Kuda-kuda adalah posisi dasar kaki yang sangat penting dalam pencak silat untuk menjaga keseimbangan, kekuatan, dan kesiapan gerak. Ada berbagai jenis kuda-kuda, antara lain kuda-kuda depan (satu kaki di depan ditekuk, kaki belakang lurus), kuda-kuda samping (berat badan bertumpu pada satu kaki yang ditekuk ke samping), dan kuda-kuda belakang (berat badan bertumpu pada kaki belakang yang ditekuk). Kuda-kuda yang kuat dan stabil menjadi landasan untuk melakukan serangan maupun pertahanan secara efektif. Latihan kuda-kuda secara rutin akan meningkatkan kekuatan otot kaki dan stabilitas tubuh.
3. Pukulan: Serangan Tangan yang Efektif
Pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang menggunakan tangan, baik dengan telapak tangan, kepalan tangan, maupun siku. Jenis pukulan dasar meliputi pukulan depan (lurus ke depan), pukulan samping (ayunan dari samping), dan pukulan bandul (ayunan dari bawah ke atas). Setiap pukulan memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda. Penting untuk memastikan posisi kepalan tangan yang benar, putaran bahu, dan dorongan pinggul untuk menghasilkan pukulan yang kuat dan tepat sasaran. Latihan pukulan juga melatih koordinasi mata dan tangan.
4. Tendangan: Serangan Kaki yang Bertenaga
Tendangan adalah serangan yang menggunakan kaki dalam pencak silat. Beberapa jenis tendangan dasar antara lain tendangan depan (lurus ke depan menggunakan telapak kaki atau ujung kaki), tendangan T (samping menggunakan telapak kaki bagian luar), dan tendangan sabit (melengkung seperti sabit). Tendangan membutuhkan kekuatan otot kaki, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh yang baik. Latihan tendangan secara teratur akan meningkatkan kekuatan kaki, kelincahan, dan kemampuan menjaga keseimbangan saat melakukan serangan dengan satu kaki.
5. Tangkisan: Pertahanan dari Serangan
Tangkisan adalah upaya menahan atau membelokkan serangan lawan menggunakan tangan atau kaki. Jenis tangkisan meliputi tangkisan atas (melindungi kepala), tangkisan bawah (melindungi bagian bawah tubuh), tangkisan dalam (menangkis serangan dari luar ke dalam), dan tangkisan luar (menangkis serangan dari dalam ke luar). Tangkisan yang baik bukan hanya menahan serangan, tetapi juga bisa menjadi awal dari serangan balik. Kecepatan dan ketepatan tangkisan sangat krusial dalam situasi bela diri.
6. Elakan dan Pasang: Menghindari dan Bersiap
Elakan adalah gerakan menghindari serangan tanpa melakukan kontak fisik, seperti menggeser tubuh ke samping atau membungkuk. Elakan memungkinkan pesilat untuk tetap aman sambil mencari celah untuk menyerang balik. Pasang adalah sikap siaga atau posisi awal dalam bertarung, di mana pesilat menempatkan tubuh dalam keadaan seimbang dan siap melakukan gerakan menyerang atau bertahan. Posisi pasang yang baik mencerminkan kesiapan mental dan fisik, serta menjadi kunci efektivitas seluruh gerakan bela diri. Kedua teknik ini melatih kelincahan dan kecepatan reaksi.
7. Etika dan Nilai dalam Pencak Silat
Selain keterampilan fisik, pencak silat juga mengajarkan etika dan nilai-nilai luhur. Pesilat diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati, disiplin, jujur, berani membela kebenaran, dan bertanggung jawab. Penggunaan ilmu bela diri haruslah bijak, hanya untuk membela diri atau orang lain dalam keadaan terpaksa, bukan untuk kesombongan atau kekerasan. Menjunjung tinggi persaudaraan dan sportivitas juga merupakan bagian tak terpisahkan dari filosofi pencak silat.
Rangkuman: Pencak silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang meliputi gerak dasar kuda-kuda, pukulan, tendangan, tangkisan, elakan, dan pasang. Menguasai gerak dasar ini penting untuk menjaga keseimbangan, pertahanan, dan serangan. Selain itu, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, tanggung jawab, dan penggunaan kekuatan yang bijak. Latihan rutin dan pemahaman etika adalah kunci menjadi pesilat yang baik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kuda-kuda | Posisi dasar kaki untuk keseimbangan dan kekuatan. |
| Pukulan | Serangan menggunakan tangan atau kepalan. |
| Tendangan | Serangan menggunakan kaki. |
| Tangkisan | Gerakan menahan atau membelokkan serangan. |
| Elakan | Gerakan menghindari serangan tanpa kontak. |
| Pasang | Sikap siaga atau posisi awal dalam bertarung. |
| Jurus | Rangkaian gerakan pencak silat yang terstruktur. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Bela Diri (Pencak Silat)" mata pelajaran PJOK Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Bela Diri (Pencak Silat) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi PJOK Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Meningkatkan Keterampilan GerakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopMemperagakan Strategi GerakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBelajar Melalui GerakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Kerja Sama dalam Sebuah TimBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMembugarkan TubuhBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemilih Hidup SehatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul PJOK lain yang sudah tersedia
Aktivitas Gerak BeriramaPJOK Kelas VII SMPAtletik (Jalan Cepat, Lari, Lompat, Lempar)PJOK Kelas VII SMPAtletik (Lari Jarak Pendek)PJOK Kelas VII SMPAtletik nomor lari (lari jarak pendek, menengah dan jauh)PJOK Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar PJOK Kelas VII →📝 Butuh soal ujiannya juga?
Materi Bela Diri (Pencak Silat) masuk ASAS PJOK Kelas VII Semester 1. Lihat contoh soal dan kuncinya, lalu rakit paket soalnya — kisi-kisi, naskah, kunci, kartu soal.
Mesin Soal PJOK Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar PJOK kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Bela Diri (Pencak Silat) pada PJOK SMP, Fase D, elemen Menganalisis dan mempraktikkan keterampilan gerak spesifik bela diri.
Modul Bela Diri (Pencak Silat) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi PJOK kelas VII SMP di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar PJOK materi Bela Diri (Pencak Silat) ini gratis?
Ya. Modul Bela Diri (Pencak Silat) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Bela Diri (Pencak Silat) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas PJOK kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul PJOK kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Bela Diri (Pencak Silat) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Bela Diri (Pencak Silat) dapat Anda sesuaikan dengan murid PJOK kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar PJOK kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Bela Diri (Pencak Silat) ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Bela Diri (Pencak Silat) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Bela Diri (Pencak Silat) untuk PJOK kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Bela Diri (Pencak Silat) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh PJOK kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Bela Diri (Pencak Silat) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap PJOK kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul PJOK ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Bela Diri (Pencak Silat) yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman PJOK MTs ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.