tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar TKGuru Kelas › Diri sendiri
TK · Kelas Kelompok B · Fase Fondasi

Modul Ajar Guru Kelas Kelas Kelompok B
Diri sendiri

Modul ajar Guru Kelas TK kelas Kelompok B materi Diri sendiri lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Guru Kelas kelas Kelompok B materi Diri sendiri
Ringkasan: Diri sendiri adalah topik penting untuk anak TK. Kita belajar tentang nama, usia, jenis kelamin, anggota tubuh dan fungsinya, serta ciri-ciri fisik yang membuat kita unik. Menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menyikat gigi adalah kunci agar tubuh tetap sehat dan kuat. Setiap anak istimewa dan memiliki hak untuk bangga dengan dirinya sendiri.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: Kemandirian, Kesehatan, KomunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISGuru Kelas · Diri sendiri · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik dapat mengenali anggota tubuhnya dan menyebutkan namanya sendiri.

Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa mereka adalah individu yang unik, memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda, serta pentingnya merawat diri dan menghargai orang lain.

Pertanyaan pemantik: Siapa aku? Apa saja yang ada di tubuhku?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan nama lengkap dan nama panggilannya dengan percaya diri, serta mengidentifikasi jenis kelaminnya (laki-laki/perempuan) dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. Guru memperkenalkan topik 'Aku Anak Hebat' dan mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Siapa Namamu?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan mengenal diri sendiri, termasuk nama dan jenis kelamin kita. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang tahu namanya sendiri?'

Memahami: Guru mengajak peserta didik duduk melingkar. Setiap anak bergantian menyebutkan nama lengkap dan nama panggilannya. Guru memfasilitasi diskusi tentang perbedaan nama dan bagaimana nama itu diberikan. Guru menunjukkan gambar anak laki-laki dan perempuan, lalu mengajak peserta didik mengidentifikasi jenis kelamin mereka sendiri dan teman-temannya.

Mengaplikasi: Peserta didik membuat kartu nama sederhana yang berisi nama panggilan dan gambar diri (boleh digambar atau ditempel foto) serta simbol jenis kelamin (misal: pita untuk perempuan, dasi untuk laki-laki). Mereka kemudian saling memperkenalkan diri menggunakan kartu nama tersebut kepada teman-temannya.

Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan kartu nama mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan bahwa setiap nama itu indah dan setiap anak itu unik. Guru mengajak peserta didik bertepuk tangan untuk setiap teman yang berani memperkenalkan diri.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa setiap anak memiliki nama dan jenis kelamin yang berbeda. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan partisipasi aktif. Guru menyampaikan kegiatan selanjutnya dan menutup dengan doa serta lagu 'Aku Anak Hebat'.

Pertemuan 2 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan usia dan tanggal lahirnya dengan bantuan guru, serta menunjukkan dan menyebutkan anggota tubuh utama (kepala, tangan, kaki, mata, hidung, mulut, telinga) serta fungsinya.

Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya tentang nama dan jenis kelamin. Guru menunjukkan gambar kue ulang tahun dan bertanya: 'Siapa yang tahu ini gambar apa? Kapan kita merayakan ulang tahun?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan belajar tentang usia dan anggota tubuh kita.

Memahami: Guru meminta setiap peserta didik menyebutkan usianya (dengan bantuan guru jika perlu) dan menanyakan 'Kapan kamu ulang tahun?'. Guru kemudian mengajak peserta didik menyanyikan lagu 'Dua Mata Saya' sambil menunjuk anggota tubuh yang disebutkan. Guru bertanya tentang fungsi dari setiap anggota tubuh (misal: 'Mata untuk apa?', 'Tangan untuk apa?').

Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan lembar kerja 'Tubuhku'. Mereka diminta mewarnai gambar anggota tubuh dan menarik garis dari gambar anggota tubuh ke nama fungsinya (misal: mata ke 'melihat', telinga ke 'mendengar'). Setelah itu, mereka melakukan permainan 'Simon Says' untuk melatih motorik kasar dan mengenal instruksi terkait anggota tubuh.

Merefleksi: Peserta didik menunjukkan hasil lembar kerjanya. Guru bertanya lagi tentang fungsi anggota tubuh dan mengapa penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik dan mengoreksi jika ada kesalahan dengan cara yang positif. Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan peregangan ringan.

Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman tentang anggota tubuh dan fungsinya. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar hari ini. Guru menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan memberikan informasi singkat tentang kegiatan di pertemuan berikutnya. Guru menutup dengan doa dan lagu 'Kepala Pundak Lutut Kaki'.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning

Tujuan: Peserta didik dapat mengungkapkan ciri-ciri fisiknya (rambut, warna kulit, tinggi) dengan sederhana, dan melakukan praktik kebersihan diri dasar (cuci tangan, sikat gigi) dengan mandiri.

Kegiatan awal: Guru menyapa dengan semangat dan mengajak berdoa. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali nama, usia, dan anggota tubuh. Guru menunjukkan cermin dan bertanya: 'Apa yang kalian lihat di cermin?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan membuat 'Buku Diriku' dan belajar cara menjaga kebersihan diri.

Memahami: Guru mengajak peserta didik berdiri di depan cermin kecil secara bergantian. Mereka diminta mengamati ciri-ciri fisik mereka sendiri (warna rambut, bentuk rambut, warna kulit, tinggi badan). Guru memfasilitasi diskusi tentang perbedaan ciri fisik antar teman dan menekankan bahwa semua itu indah. Guru menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.

Mengaplikasi: Peserta didik membuat 'Buku Diriku' sederhana. Setiap halaman berisi informasi tentang diri mereka: nama, usia, gambar diri (gambar atau ditempel foto), ciri fisik (rambut, warna kulit), dan gambar aktivitas kebersihan diri (misal: sedang mencuci tangan). Setelah itu, guru membimbing praktik cuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir, serta demonstrasi cara menyikat gigi yang baik.

Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan 'Buku Diriku' mereka di depan teman-teman. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang keunikan diri dan pentingnya kebersihan. Guru bertanya: 'Bagaimana perasaanmu setelah membuat buku ini? Apa yang kamu pelajari tentang dirimu dan kebersihan?'

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang diri sendiri dan pentingnya menjaga kebersihan. Guru memberikan apresiasi atas semua karya dan partisipasi aktif. Guru mengingatkan untuk selalu merawat diri dan menghargai perbedaan. Guru menutup dengan doa dan lagu 'Bangun Tidur Ku Terus Mandi'.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi, keaktifan saat membuat kartu nama/buku diri, dan kemampuan mempraktikkan kebersihan diri.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya 'Buku Diriku' dan observasi praktik mandiri cuci tangan serta sikat gigi.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menyebutkan nama dan jenis kelamin.Nama dan jenis kelamin.2 JPKemandirian, Komunikasi
Menyebutkan usia dan anggota tubuh beserta fungsinya.Usia dan anggota tubuh.2 JPKesehatan, Penalaran Kritis
Mengungkapkan ciri fisik dan mempraktikkan kebersihan diri.Ciri fisik dan kebersihan diri.2 JPKesehatan, Kemandirian

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Modul ini akan mengajak anak-anak TK Kelompok B untuk menjelajahi dunia diri mereka sendiri. Kita akan belajar tentang nama, usia, jenis kelamin, anggota tubuh, hingga ciri fisik yang membuat setiap anak menjadi unik dan istimewa. Selain itu, kita juga akan belajar pentingnya menjaga kebersihan diri agar tubuh selalu sehat dan kuat. Mari kita bersama-sama menemukan betapa menakjubkannya diri kita!

Siapa Aku? Nama dan Panggilanku

Setiap anak memiliki nama yang diberikan oleh orang tua. Nama adalah identitas pertama kita. Ada nama lengkap dan ada juga nama panggilan yang sering digunakan sehari-hari. Nama kita bisa berbeda-beda, ada yang panjang, ada yang pendek. Penting bagi kita untuk tahu nama lengkap dan nama panggilan kita. Misalnya, 'Nama lengkapku adalah Budi Santoso, tapi teman-teman memanggilku Budi.' Nama juga bisa menunjukkan jenis kelamin kita, apakah kita laki-laki atau perempuan. Laki-laki dan perempuan memiliki beberapa perbedaan fisik yang bisa kita lihat, seperti rambut pendek atau panjang.

Usia dan Hari Ulang Tahunku

Kita semua bertambah besar setiap tahun. Usia adalah berapa lama kita sudah hidup di dunia ini. Setiap tahun, kita merayakan hari ulang tahun, yaitu hari saat kita dilahirkan. Ini adalah hari yang istimewa! Kita bisa meniup lilin di kue dan mendapatkan hadiah. Mengetahui usia kita membantu kita memahami seberapa besar kita dan apa saja yang sudah bisa kita lakukan. Misalnya, 'Aku sudah berusia 5 tahun.' atau 'Aku akan berusia 6 tahun bulan depan.'

Anggota Tubuhku dan Fungsinya

Tubuh kita terdiri dari banyak bagian yang disebut anggota tubuh. Ada kepala, tangan, kaki, mata, hidung, mulut, dan telinga. Setiap anggota tubuh memiliki tugasnya sendiri. Mata untuk melihat, hidung untuk mencium, mulut untuk berbicara dan makan, telinga untuk mendengar, tangan untuk memegang, dan kaki untuk berjalan. Semua anggota tubuh ini bekerja sama agar kita bisa melakukan banyak hal. Mari kita jaga semua anggota tubuh kita ya!

Ciri-ciri Fisik yang Unik

Setiap anak memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda-beda. Ada yang rambutnya lurus, ada yang keriting. Ada yang warna kulitnya terang, ada yang sawo matang. Ada yang tinggi, ada yang agak pendek. Semua perbedaan ini membuat kita menjadi unik dan istimewa. Tidak ada yang sama persis! Kita harus bangga dengan ciri fisik kita dan menghargai perbedaan ciri fisik teman-teman. Semua anak itu cantik dan tampan dengan keunikan masing-masing.

Menjaga Kebersihan Diri

Agar tubuh kita sehat dan kuat, kita harus menjaga kebersihan diri. Contohnya, rajin mencuci tangan dengan sabun setelah bermain atau sebelum makan. Menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam, agar gigi tidak berlubang. Mandi setiap hari agar tubuh bersih dan wangi. Memotong kuku jika sudah panjang. Menjaga kebersihan diri adalah cara kita menyayangi tubuh kita sendiri. Tubuh yang bersih membuat kita nyaman dan tidak mudah sakit.

Emosi dan Perasaanku

Selain tubuh, kita juga punya perasaan. Kadang kita merasa senang, sedih, marah, atau takut. Semua perasaan itu normal. Penting bagi kita untuk mengenali perasaan kita dan bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Misalnya, 'Aku senang hari ini karena bermain dengan teman-teman.' atau 'Aku sedih karena mainanku rusak.' Belajar mengenali dan mengelola emosi adalah bagian dari mengenal diri sendiri.

Rangkuman: Diri sendiri adalah topik penting untuk anak TK. Kita belajar tentang nama, usia, jenis kelamin, anggota tubuh dan fungsinya, serta ciri-ciri fisik yang membuat kita unik. Menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menyikat gigi adalah kunci agar tubuh tetap sehat dan kuat. Setiap anak istimewa dan memiliki hak untuk bangga dengan dirinya sendiri.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi anggota tubuh dan fungsinya serta mempraktikkan cara merawatnya.

Alat & bahan: Lembar kerja 'Tubuhku', pensil warna, gunting, lem, sabun, air mengalir, sikat gigi, pasta gigi.

  1. Amati gambar anggota tubuh yang ada di lembar kerja.
  2. Warnai setiap anggota tubuh dengan warna kesukaanmu.
  3. Tarik garis dari gambar anggota tubuh ke kotak yang berisi nama dan fungsinya.
  4. Gunting gambar sabun dan sikat gigi, lalu tempelkan di tempat yang sesuai.
  5. Praktikkan cara mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar di area yang sudah disiapkan.

8 Glosarium

IdentitasCiri-ciri khusus yang melekat pada seseorang.
UnikSatu-satunya, tidak ada duanya, berbeda dari yang lain.
Anggota tubuhBagian-bagian tubuh seperti kepala, tangan, dan kaki.
FungsiKegunaan atau tugas dari sesuatu.
KebersihanKeadaan bebas dari kotoran.
EmosiPerasaan hati seperti senang, sedih, atau marah.

9 Materi Guru Kelas Terkait

Tema diri sendiriGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Tema diri sendiri →
BenderaGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Bendera →
Cinta Tanah AirGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Cinta Tanah Air →
Hari kemerdekaanGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Hari kemerdekaan →
KemerdekaanGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Kemerdekaan →
Kemerdekaan indonesiaGuru Kelas Kelas Kelompok B TK
Pelajari Kemerdekaan indonesia →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Guru Kelas Diri sendiri ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas Kelompok B langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.