Modul ajar Guru Kelas TK kelas Kelompok B materi Topik Kesehatan(PHBS) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik menunjukkan kemandirian, rasa ingin tahu, mampu berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya, serta mampu menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.
Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki pemahaman dasar tentang kebersihan diri seperti mencuci tangan atau mandi.
Pemahaman bermakna: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan itu penting agar badan kita sehat dan kuat, tidak mudah sakit. Ini adalah kebiasaan baik yang harus kita lakukan setiap hari.
Pertanyaan pemantik: Mengapa ya, kita harus rajin mencuci tangan dan mandi?
Tujuan: Mengidentifikasi kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan diri (mandi, sikat gigi, cuci tangan) dan menyebutkan alat-alat kebersihan diri dan kegunaannya.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam dan doa bersama, mengecek kehadiran, lalu bertanya 'Siapa yang tadi pagi sudah mandi dan sikat gigi?' untuk mengaitkan pengalaman anak. Guru menunjukkan gambar-gambar aktivitas kebersihan diri dan bertanya 'Apa yang sedang dilakukan anak ini? Mengapa penting?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar tentang cara menjaga tubuh kita agar selalu bersih dan sehat.
Memahami: Peserta didik mengamati berbagai gambar alat kebersihan diri (sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk, sampo) yang ditunjukkan guru. Guru bertanya 'Untuk apa ya alat ini? Kapan kita menggunakannya?' Peserta didik berbagi pengalaman kapan mereka menggunakan alat-alat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik bermain 'Tebak Alat Kebersihan'. Guru mengeluarkan benda-benda asli atau miniatur alat kebersihan dari sebuah kotak, dan peserta didik menebak namanya serta menyebutkan kegunaannya. Guru mengamati dan memberikan bimbingan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil tebakan mereka dan menjelaskan satu alat kebersihan yang paling mereka sukai. Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya setiap alat kebersihan. Guru menekankan bahwa alat-alat ini membantu kita menjaga tubuh agar tetap bersih.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyanyikan lagu 'Bangun Tidur' atau lagu kebersihan lainnya. Guru mengajak peserta didik untuk selalu mengingat dan melakukan kebiasaan baik ini di rumah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua anak dan menutup dengan doa.
Tujuan: Mendemonstrasikan langkah-langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara mandiri.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan ceria, mengajak senam jari, dan bertanya 'Siapa yang ingat kemarin kita belajar tentang apa?' untuk mengulas materi sebelumnya. Guru menunjukkan video singkat atau gambar urutan mencuci tangan yang benar. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan belajar dan mempraktikkan cara mencuci tangan yang baik agar kuman-kuman pergi.
Memahami: Guru menjelaskan langkah-langkah mencuci tangan yang benar (6 langkah WHO) menggunakan poster besar atau peraga. Guru mendemonstrasikan setiap langkah secara perlahan dan jelas, meminta peserta didik menirukan gerakan tanpa air terlebih dahulu. Guru bertanya 'Mengapa kita harus gosok sela-sela jari?' untuk membangun pemahaman konsep.
Mengaplikasi: Peserta didik secara bergiliran atau dalam kelompok kecil menuju wastafel untuk mempraktikkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, didampingi guru. Guru memberikan panduan dan koreksi jika diperlukan. Setiap anak mencoba beberapa kali hingga terbiasa dengan urutan langkahnya.
Merefleksi: Setelah praktik, peserta didik duduk melingkar. Guru bertanya 'Bagaimana rasanya setelah mencuci tangan? Apa yang kalian rasakan?' Beberapa anak diminta mendemonstrasikan kembali langkah mencuci tangan di depan teman-temannya tanpa air. Guru memberikan pujian dan penguatan tentang pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain atau dari toilet.
Penutup: Guru mengajak peserta didik membuat janji 'Aku janji akan rajin cuci tangan!'. Guru memberikan stiker bintang kepada setiap anak yang sudah berhasil mempraktikkan. Guru mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan dan menutup kegiatan dengan doa dan ucapan terima kasih.
Tujuan: Berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekitar serta menjelaskan pentingnya makan makanan sehat dan bergizi.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan lagu 'Lihat Kebunku' yang dimodifikasi menjadi 'Lihat Kelasku' untuk memantik ide tentang kebersihan lingkungan. Guru bertanya 'Bagaimana ya, kalau kelas kita kotor? Apa yang akan terjadi?' Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan menjadi 'Pahlawan Kebersihan' untuk membuat kelas kita bersih dan sehat, serta belajar tentang makanan sehat.
Memahami: Peserta didik mengamati area kelas yang mungkin kurang rapi atau kotor (misalnya, ada sampah di lantai, mainan berserakan). Guru bertanya 'Apa yang bisa kita lakukan agar kelas kita bersih dan nyaman?' Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya makan makanan sehat dengan menunjukkan gambar makanan sehat dan tidak sehat, bertanya 'Makanan mana yang membuat kita kuat?'.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Satu kelompok bertugas merapikan mainan, satu kelompok membersihkan meja dengan lap basah, dan satu kelompok lagi membuang sampah ke tempatnya. Setelah itu, mereka melakukan 'Proyek Makanan Sehat' yaitu mengidentifikasi dan mengelompokkan gambar makanan sehat dan tidak sehat pada papan tempel.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil 'proyek' kebersihan dan pengelompokan makanan sehat mereka. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan makan makanan sehat membuat tubuh kuat. Guru mengajak mereka berdiskusi singkat tentang makanan favorit yang sehat.
Penutup: Guru memberikan apresiasi 'Terima kasih Pahlawan Kebersihan! Kalian hebat!'. Guru mengajak peserta didik membuat poster sederhana tentang 'Kelas Bersih, Badan Sehat' atau 'Makan Sehat'. Guru menutup dengan doa dan pesan agar selalu menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makan makanan yang bergizi. Suasana ceria dan bangga atas hasil kerja mereka.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi, praktik mencuci tangan, dan kegiatan membersihkan kelas.
Akhir (sumatif): Penilaian performa melalui demonstrasi mencuci tangan dan kemampuan mengidentifikasi makanan sehat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan diri. | Kebiasaan mandi, sikat gigi, cuci tangan. | 3 JP | Kesehatan |
| Mendemonstrasikan langkah-langkah mencuci tangan dengan sabun. | Praktik 6 langkah cuci tangan. | 3 JP | Kesehatan, Kemandirian |
| Berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas dan menyebutkan makanan sehat. | Membersihkan kelas, mengelompokkan makanan sehat. | 3 JP | Kolaborasi, Kesehatan |
Halo, anak-anak hebat! Pernahkah kamu merasa gatal atau sakit perut? Itu bisa jadi karena kuman! Kuman itu kecil sekali, tidak terlihat, tapi bisa membuat kita sakit. Nah, supaya kita tidak mudah sakit, kita harus belajar menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Yuk, kita jadi pahlawan kebersihan dan kesehatan!
Mandi adalah cara paling mudah membersihkan tubuh. Saat mandi, kita pakai sabun dan sampo agar badan wangi dan rambut bersih. Jangan lupa sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi membantu menghilangkan sisa makanan di gigi agar tidak ada kuman yang membuat gigi berlubang. Tubuh bersih, gigi sehat, kita jadi lebih semangat bermain dan belajar!
Tangan kita sering memegang banyak benda, kadang ada kuman yang menempel. Oleh karena itu, penting sekali mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Kapan saja ya kita harus cuci tangan? Sebelum makan, setelah bermain, setelah dari toilet, dan setelah bersin atau batuk. Ada 6 langkah mencuci tangan yang benar, dari telapak tangan sampai sela-sela jari. Dengan cuci tangan, kuman-kuman akan lari!
Untuk menjaga kebersihan diri, kita butuh teman-teman baik, yaitu alat-alat kebersihan. Ada sabun untuk mandi, sampo untuk keramas, sikat gigi dan pasta gigi untuk membersihkan gigi, handuk untuk mengeringkan badan, dan sisir untuk merapikan rambut. Semua alat ini punya tugas pentingnya masing-masing untuk membuat kita bersih, rapi, dan sehat. Yuk, kita kenali dan gunakan semuanya!
Bukan hanya tubuh kita yang harus bersih, lingkungan sekitar kita juga lho! Kelas kita, halaman sekolah, dan rumah kita harus selalu bersih. Kalau ada sampah, buanglah ke tempat sampah. Setelah bermain, rapikan mainan di tempatnya. Lingkungan yang bersih membuat kita nyaman dan terhindar dari penyakit. Kita semua bertanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap asri dan sehat.
Selain bersih, tubuh kita juga butuh makanan yang sehat dan bergizi agar kuat. Ada nasi, roti, sayur-sayuran, buah-buahan, lauk pauk seperti ikan, telur, dan daging, serta susu. Hindari terlalu banyak jajan manis atau makanan yang tidak sehat. Dengan makan makanan sehat, tubuh kita punya banyak energi untuk berlari, melompat, dan belajar. Ingat pepatah, 'Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat!'
Rangkuman: Menjaga kesehatan itu mudah dan menyenangkan! Kita bisa melakukannya dengan mandi dan sikat gigi setiap hari, rajin mencuci tangan pakai sabun, menggunakan alat kebersihan dengan benar, menjaga lingkungan tetap bersih, dan makan makanan sehat. Kebiasaan baik ini membuat tubuh kita kuat, tidak mudah sakit, dan selalu ceria. Yuk, kita terapkan PHBS setiap hari!
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi alat-alat kebersihan diri dan memasangkannya dengan kegunaannya.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar, pensil warna, gunting, lem
| Kuman | Makhluk sangat kecil yang tidak terlihat, bisa menyebabkan penyakit. |
| PHBS | Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan. |
| Gizi | Zat makanan yang dibutuhkan tubuh agar tumbuh dan sehat. |
| Wastafel | Tempat cuci tangan yang dilengkapi keran air dan saluran pembuangan. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Guru Kelas kelas Kelompok B langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.