BerandaModul AjarPaket CSosiologi › Kelas X
Modul Ajar Paket C

Modul Ajar Sosiologi Kelas X Paket C

1 modul ajar Sosiologi kelas X Paket C (Fase E) siap unduh — Interaksi Sosial. Lengkap ATP, LKPD, dan asesmen; Word + PDF ber-kop atas nama Anda.

1 modul siap pakaiFase EWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISPaket C · Word + PDF ber-kop atas nama Anda

Pilih mata pelajaran

Pilih kelas

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Interaksi Sosial, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

12 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi kelas X ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Sosiologi Kelas X Paket C
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Interaksi Sosial
Sosiologi · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Interaksi Sosial
Sosiologi · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasE / X
Materi PokokInteraksi Sosial
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Warga belajar telah memiliki pemahaman dasar tentang hubungan antarindividu dan kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Warga belajar menganalisis informasi dari berbagai sumber tentang bentuk dan faktor interaksi sosial yang terjadi di lingkungan mereka.
  2. kolaborasi — elemen: bekerja sama
    Warga belajar bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyajikan studi kasus interaksi sosial di masyarakat.
  3. komunikasi — elemen: menyampaikan gagasan
    Warga belajar mempresentasikan hasil analisis dan proyek mereka tentang interaksi sosial secara jelas dan efektif kepada kelompok lain.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainPemahaman Sosiologi
Rumusan CP FasePada akhir Fase E, warga belajar mampu memahami konsep-konsep dasar sosiologi, termasuk interaksi sosial, sosialisasi, dan lembaga sosial, serta mengaitkannya dengan fenomena sosial di lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualInteraksi sosial terjadi setiap saat di pasar, tempat kerja, keluarga, dan media sosial.
KonseptualInteraksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok, atau individu dengan kelompok yang saling memengaruhi.
ProseduralMenganalisis pola interaksi sosial melalui observasi, wawancara, dan studi kasus di lingkungan sekitar.
MetakognitifWarga belajar menyadari pentingnya memahami dinamika interaksi sosial untuk membangun hubungan yang harmonis dan efektif dalam komunitas mereka.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri interaksi sosial dengan tepat.
  2. Menganalisis faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi sosial dengan benar.
  3. Membedakan berbagai bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.
  4. Menganalisis dampak interaksi sosial terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
  5. Merancang dan menyajikan studi kasus tentang interaksi sosial di lingkungan sekitar.
Halaman 2 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami interaksi sosial membantu warga belajar menganalisis dinamika hubungan dalam keluarga, tempat kerja, dan masyarakat, sehingga mereka dapat beradaptasi dan berkontribusi secara positif.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa ada orang yang mudah bergaul dan ada yang sulit, padahal kita semua hidup berdampingan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menyusun laporan observasi dan presentasi lisan yang efektif.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Pemahaman tentang nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan penyelesaian konflik dalam konteks interaksi sosial.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat berbagi pengalaman interaksi sosial di lingkungan kerja atau kegiatan sosial mereka kepada warga belajar.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi akses internet dan papan tulis interaktif, serta kunjungan singkat ke lingkungan sekitar (pasar, balai warga) untuk observasi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform diskusi online untuk berbagi hasil observasi, mencari referensi video atau artikel tentang interaksi sosial, dan membuat presentasi digital sederhana.
Halaman 3 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri interaksi sosial dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Gerak: Tutor membisikkan satu kata terkait interaksi (misal: sapa, tolong) ke satu warga belajar, lalu ia memeragakan tanpa suara dan warga belajar lain menebak.
Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman berinteraksi. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu warga belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitWarga belajar mengamati video pendek tentang berbagai situasi interaksi sosial di masyarakat, lalu secara individu mencatat hal-hal yang mereka lihat dan rasakan dari video tersebut. Tutor membimbing diskusi untuk menggali pemahaman awal mereka tentang interaksi sosial.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDalam kelompok kecil, warga belajar berdiskusi untuk merumuskan pengertian interaksi sosial berdasarkan pengamatan mereka dan mengidentifikasi ciri-ciri utamanya, dengan bimbingan tutor melalui panduan pertanyaan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kemudian kelompok lain memberikan tanggapan. Tutor memberikan penguatan konsep interaksi sosial dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitWarga belajar bersama-sama menyimpulkan materi hari ini. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas mandiri untuk mengamati interaksi di lingkungan rumah atau tempat kerja, serta menyampaikan materi pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menganalisis faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi sosial dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata: Warga belajar duduk melingkar. Tutor menyebut satu kata (misal: 'salam'), warga belajar berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan ('senyum'), begitu seterusnya hingga membentuk rantai interaksi.
Tutor membuka pertemuan dengan salam dan doa, presensi, serta menanyakan kembali hasil pengamatan mandiri warga belajar terkait interaksi sosial. Tutor mengaitkan pengalaman tersebut dengan materi hari ini: faktor pendorong interaksi sosial, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitTutor menyajikan beberapa studi kasus singkat (misal: mengapa orang mau menolong, mengapa orang mengikuti tren) dan meminta warga belajar mengidentifikasi alasan di balik tindakan tersebut. Tutor menjelaskan konsep imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi sebagai faktor pendorong interaksi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitWarga belajar dibagi dalam kelompok, setiap kelompok menganalisis satu studi kasus yang berbeda, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong interaksi sosial yang dominan dalam kasus tersebut, dan menyusun argumen pendukungnya. Mereka juga diminta mencari contoh lain dari pengalaman pribadi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitSetiap kelompok mempresentasikan analisis kasusnya, dan kelompok lain memberikan pertanyaan atau tanggapan. Tutor memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman tentang faktor-faktor pendorong, dan memastikan warga belajar dapat mengaitkannya dengan kehidupan nyata.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitTutor dan warga belajar menyimpulkan pentingnya memahami faktor pendorong interaksi. Tutor memberikan apresiasi dan menyampaikan tugas untuk mencari contoh interaksi asosiatif dan disosiatif sebagai persiapan pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Membedakan berbagai bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tukar Peran: Warga belajar berpasangan, satu menjadi 'penjual' dan satu 'pembeli' dengan skenario singkat. Lalu tukar peran dan rasakan perbedaan interaksi yang terjadi.
Tutor menyapa dan membuka pertemuan, dilanjutkan presensi dan apersepsi dengan menanyakan contoh interaksi asosiatif dan disosiatif yang ditemukan warga belajar dari tugas mandiri. Tutor menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan memperkenalkan proyek studi kasus.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menitTutor menjelaskan secara rinci berbagai bentuk interaksi sosial asosiatif (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, konflik), dilengkapi dengan contoh-contoh relevan dari kehidupan sehari-hari warga belajar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitWarga belajar dalam kelompok mulai merancang proyek studi kasus. Mereka memilih satu fenomena interaksi sosial (asosiatif atau disosiatif) di lingkungan sekitar mereka (misal: gotong royong di lingkungan, persaingan usaha, konflik antarwarga), mengidentifikasi bentuk interaksinya, dan mulai mengumpulkan data sederhana (observasi/wawancara singkat).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menitSetiap kelompok mempresentasikan rencana proyeknya, termasuk topik yang dipilih, alasan pemilihan, dan metode pengumpulan data. Tutor memberikan masukan dan bimbingan untuk memastikan proyek sesuai dengan tujuan dan dapat dikerjakan secara realistis.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitTutor dan warga belajar merangkum poin-poin penting tentang bentuk interaksi sosial. Tutor memberikan motivasi untuk menyelesaikan proyek studi kasus dan mengingatkan batas waktu pengumpulan data serta persiapan presentasi.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · Pertemuan 3
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Menganalisis bentuk dan faktor interaksi sosial dalam studi kasus konkret.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, artikel berita/video singkat tentang fenomena sosial

Langkah kerja:

  1. Bacalah studi kasus atau tonton video yang disediakan tutor.
  2. Identifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi tersebut.
  3. Tentukan bentuk interaksi sosial yang terjadi (asosiatif/disosiatif) dan jelaskan alasannya.
  4. Analisis faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi tersebut.
  5. Diskusikan dampak interaksi tersebut terhadap individu dan masyarakat.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda pahami tentang 'pergaulan' di masyarakat?
  2. Berikan satu contoh bagaimana Anda pernah bekerja sama dengan orang lain.
  3. Menurut Anda, mengapa orang bisa bertengkar?
  4. Apa saja yang Anda lakukan ketika bertemu orang baru?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan bimbingan proyek studi kasus.

Sumatif (akhir): Presentasi proyek studi kasus interaksi sosial dan ujian tertulis esai singkat.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi pengertian dan ciri-ciri interaksi sosial dengan tepat.Pengertian dan ciri-ciri interaksi sosial.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi sosial dengan benar.Faktor pendorong interaksi sosial (imitasi, sugesti, dll.).2 JPpenalaran kritis
3Membedakan berbagai bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.Bentuk interaksi sosial (asosiatif dan disosiatif).2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
4Menganalisis dampak interaksi sosial terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari; Merancang dan menyajikan studi kasus tentang interaksi sosial di lingkungan sekitar.Dampak interaksi sosial, Proyek studi kasus.2 JPpenalaran kritis, kolaborasi, komunikasi
Halaman 9 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Interaksi sosial adalah inti dari kehidupan bermasyarakat. Setiap hari, kita terlibat dalam berbagai bentuk interaksi, mulai dari sapaan singkat hingga kerja sama dalam proyek besar. Memahami interaksi sosial membantu kita mengenali dinamika hubungan antarmanusia, baik di keluarga, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar. Modul ini akan membimbing Anda untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merefleksikan pentingnya interaksi sosial dalam membentuk masyarakat.

1. Pengertian dan Ciri-ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok, yang saling memengaruhi. Hubungan ini bisa berbentuk kerja sama, persaingan, hingga konflik. Ciri-ciri interaksi sosial meliputi adanya kontak sosial (langsung atau tidak langsung) dan komunikasi, jumlah pelaku lebih dari satu orang, adanya dimensi waktu (masa lalu, kini, dan mendatang), serta adanya tujuan-tujuan tertentu. Misalnya, ketika Anda berbelanja di pasar, Anda melakukan kontak sosial dan komunikasi dengan pedagang untuk mencapai tujuan membeli barang.

2. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi sosial didorong oleh beberapa faktor utama. Imitasi adalah tindakan meniru orang lain, seperti meniru gaya berpakaian atau kebiasaan. Sugesti adalah pengaruh yang diberikan seseorang kepada orang lain tanpa berpikir panjang, seperti mengikuti rekomendasi teman. Identifikasi adalah keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain yang dianggap idola. Simpati adalah perasaan tertarik atau peduli terhadap orang lain, sementara empati adalah kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Motivasi adalah dorongan untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, seorang warga belajar meniru cara berbicara tutornya karena merasa terinspirasi (imitasi dan identifikasi).

3. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Ini meliputi: Kerja sama (cooperation), yaitu usaha bersama untuk mencapai tujuan. Akomodasi, yaitu upaya meredakan konflik. Asimilasi, yaitu peleburan dua kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan baru. Akulturasi, yaitu perpaduan dua kebudayaan yang saling menerima tanpa menghilangkan ciri khas aslinya. Contohnya, gotong royong membangun pos ronda adalah bentuk kerja sama, sedangkan mediasi untuk menyelesaikan perselisihan adalah akomodasi.

4. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan atau pertentangan. Ini meliputi: Persaingan (competition), yaitu usaha mencapai tujuan dengan mengalahkan pihak lain secara sportif. Kontravensi, yaitu sikap menentang secara tersembunyi atau tidak langsung. Konflik (pertentangan), yaitu pertentangan terbuka karena perbedaan kepentingan atau pandangan. Contohnya, dua warung makan yang berebut pelanggan di lokasi yang sama adalah persaingan, sementara demonstrasi menuntut hak adalah bentuk konflik.

5. Dampak Interaksi Sosial dalam Kehidupan
Interaksi sosial memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat. Interaksi asosiatif mendorong terciptanya solidaritas, integrasi sosial, dan kemajuan bersama, seperti terbentuknya komunitas yang peduli lingkungan. Sebaliknya, interaksi disosiatif dapat menyebabkan perpecahan, konflik sosial, dan ketidakstabilan, seperti tawuran antar kelompok remaja. Memahami dampak ini penting agar kita dapat mengelola interaksi sosial secara positif, meminimalkan konflik, dan membangun hubungan yang harmonis serta produktif di lingkungan keluarga, kerja, dan masyarakat.

Rangkuman: Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antarindividu atau kelompok yang saling memengaruhi. Ciri-cirinya meliputi kontak dan komunikasi, lebih dari satu pelaku, dimensi waktu, dan tujuan. Interaksi didorong oleh imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi. Bentuknya ada asosiatif (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi) yang mengarah pada persatuan, dan disosiatif (persaingan, kontravensi, konflik) yang mengarah pada perpecahan. Memahami interaksi sosial membantu kita membangun hubungan yang harmonis dan efektif di masyarakat.

Halaman 10 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Interaksi SosialHubungan timbal balik yang saling memengaruhi.
Kontak SosialPertemuan fisik atau non-fisik yang menjadi awal interaksi.
KomunikasiProses penyampaian dan penerimaan pesan.
ImitasiTindakan meniru orang lain.
SugestiPengaruh yang diterima tanpa berpikir panjang.
AsosiatifBentuk interaksi yang mengarah pada persatuan.
DisosiatifBentuk interaksi yang mengarah pada perpecahan.
AkomodasiUpaya meredakan konflik.
AsimilasiPeleburan dua kebudayaan menjadi satu.
AkulturasiPerpaduan dua kebudayaan tanpa menghilangkan ciri asli.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sosiologi · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Interaksi Sosial" mata pelajaran Sosiologi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
( …………………………… )
NIP. ……………………
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Interaksi Sosial — pratinjau tuntas.org
Lembar 12 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 12 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh

5 materi Sosiologi Paket C, urut mengajar dari Sosiologi sebagai Ilmu hingga Penyimpangan Sosial.

Sosiologi sebagai IlmuInteraksi SosialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNilai dan Norma SosialSosialisasiPenyimpangan Sosial

Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan

4 materi Sosiologi Paket C, urut mengajar dari Penelitian Sosial hingga Penelitian Sosial Sederhana.

Penelitian SosialIdentitas dan SosialisasiLembaga SosialPenelitian Sosial Sederhana

Sosiologi Kelas X Paket C — Fase E

Kelas X — ditulis juga kelas 10 — di Paket C berada di Fase E, dan 9 materi Sosiologi setahun terdaftar di peta halaman ini, urut mengajar, terbagi semester 1 (ganjil) dan semester 2 (genap).

Yang disusun di sini perangkat ajar Sosiologi kelas X (kelas 10) Paket C — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Sosiologi kelas X (kelas 10) Paket C mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Sosiologi kelas X (kelas 10) Paket C yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Sosiologi Kelas X Paket C

Apakah modul ajar Sosiologi ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Kelas X (kelas 10) Paket C masuk Fase apa, dan CP serta elemennya yang mana?

Fase E. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Modul yang disusun dari halaman ini mencantumkan capaian pembelajaran (CP) Fase E beserta elemennya di bagian identitas, jadi Anda tidak perlu menyalinnya sendiri.

Apa saja materi Sosiologi kelas X Paket C?

9 materi, urut mengajar dari Sosiologi sebagai Ilmu hingga Penelitian Sosial Sederhana. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Sosiologi?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.