Modul ajar IPAS MI kelas V materi SISTEM ALAT GERAK lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal bagian-bagian tubuh manusia secara umum dan fungsi dasarnya.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem alat gerak manusia membantu kita menyadari betapa kompleks dan sempurnanya tubuh kita, serta pentingnya menjaga kesehatan agar dapat bergerak optimal dalam beribadah dan beraktivitas.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian berpikir, bagaimana ya tubuh kita bisa bergerak lincah saat bermain atau menulis Al-Qur'an?
Tujuan: Menjelaskan fungsi tulang sebagai alat gerak pasif dan bagian-bagian utamanya dengan benar serta mengidentifikasi jenis-jenis otot sebagai alat gerak aktif dan cara kerjanya secara sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik memperagakan gerakan sederhana. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami tulang dan otot, serta manfaatnya bagi aktivitas kita. Pertanyaan pemantik: 'Apa yang membuat tangan kita bisa menggenggam atau kaki kita bisa melompat?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang kerangka manusia dan otot-ototnya, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi bagian-bagian tulang dan otot yang mereka kenali serta menduga fungsinya.
Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi skema kerangka dan otot, kemudian melabeli bagian-bagiannya dan menuliskan fungsi dasar masing-masing, dilanjutkan dengan percobaan sederhana mengamati cara kerja otot lengan saat mengangkat benda.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi dan percobaan mereka. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif, serta menguatkan pemahaman tentang pentingnya kedua komponen ini.
Penutup: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama tentang fungsi tulang dan otot. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk menjaga kesehatan tubuh, dan menutup dengan doa serta ucapan salam penutup yang ceria.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara tulang, otot, dan sendi dalam menghasilkan gerakan dan merumuskan cara-cara menjaga kesehatan sistem alat gerak dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi. Guru mengulang sedikit materi sebelumnya tentang tulang dan otot, kemudian menayangkan video singkat tentang orang yang kesulitan bergerak karena cedera. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami bagaimana tulang, otot, dan sendi bekerja sama dan cara menjaganya. Pertanyaan pemantik: 'Mengapa sendi itu penting untuk gerakan kita?'
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus tentang masalah pada sistem gerak (misalnya, patah tulang, keseleo, otot kaku), lalu mereka diminta menganalisis bagian mana yang terganggu dan bagaimana hal itu mempengaruhi gerakan.
Mengaplikasi: Melalui diskusi kelompok, peserta didik mengidentifikasi peran sendi dalam menghubungkan tulang dan memungkinkan gerakan, serta mencari solusi atau cara pencegahan cedera pada sistem gerak. Mereka merumuskan beberapa tips menjaga kesehatan sistem gerak berdasarkan kasus yang diberikan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus dan tips menjaga kesehatan sistem gerak. Guru memberikan penguatan konsep tentang sendi dan pentingnya pola hidup sehat, serta menyoroti hikmah di balik penciptaan sistem gerak yang sempurna.
Penutup: Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman tentang peran sendi dan cara menjaga kesehatan sistem gerak. Guru memberikan pujian atas kerja sama dan ide-ide kreatif, menyampaikan rencana proyek di pertemuan berikutnya, dan menutup pelajaran dengan doa serta motivasi untuk selalu bersyukur.
Tujuan: Membuat model sederhana sistem alat gerak manusia (tulang dan otot) menggunakan bahan bekas dan menyajikan hasil karya model sistem alat gerak dan menjelaskan fungsinya di depan kelas.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan hangat, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang sistem gerak dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat karya dan mempresentasikannya. Guru memotivasi peserta didik untuk berkreasi dengan bahan yang ada. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa membuat model sistem gerak yang bisa bergerak?'
Memahami: Guru menjelaskan tahapan proyek pembuatan model sistem alat gerak sederhana menggunakan bahan bekas (misal: kardus, sedotan, benang, karet). Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang sketsa model yang akan dibuat, fokus pada representasi tulang, otot, dan sendi.
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja secara mandiri atau berpasangan untuk membuat model sistem alat gerak sesuai rancangan mereka. Guru berkeliling memberikan bimbingan, memastikan mereka memahami cara merepresentasikan hubungan tulang dan otot agar model dapat digerakkan. Mereka juga menyiapkan penjelasan singkat tentang modelnya.
Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan model sistem alat gerak yang telah dibuat, menjelaskan bagian-bagiannya, dan mendemonstrasikan cara kerjanya. Peserta didik lain memberikan pertanyaan dan apresiasi. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman melalui demonstrasi atau contoh lain.
Penutup: Guru memimpin refleksi tentang proses pembuatan karya dan pemahaman yang didapat. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada semua peserta didik atas kreativitas dan usaha mereka, serta mengingatkan kembali untuk selalu bersyukur atas karunia tubuh yang sempurna. Guru menutup dengan doa dan pesan semangat.
Proses (formatif): Observasi saat diskusi kelompok dan pembuatan model, penilaian presentasi, serta pengamatan partisipasi aktif peserta didik.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek model sistem alat gerak dan uji pemahaman melalui soal pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan fungsi tulang sebagai alat gerak pasif dan bagian-bagian utamanya dengan benar. | Tulang sebagai alat gerak pasif. | 2 JP | penalaran kritis |
| Mengidentifikasi jenis-jenis otot sebagai alat gerak aktif dan cara kerjanya secara sederhana. | Otot sebagai alat gerak aktif. | 2 JP | kreativitas |
| Menganalisis hubungan antara tulang, otot, dan sendi dalam menghasilkan gerakan. | Interaksi tulang, otot, dan sendi. | 2 JP | kolaborasi |
| Merumuskan cara-cara menjaga kesehatan sistem alat gerak dalam kehidupan sehari-hari. | Menjaga kesehatan sistem gerak. | 2 JP | penalaran kritis |
Tubuh kita adalah anugerah Allah Swt. yang luar biasa. Kita bisa berlari, melompat, menulis, bahkan tersenyum berkat kerja sama yang hebat dari berbagai bagian tubuh. Salah satu bagian terpenting yang memungkinkan kita bergerak adalah sistem alat gerak. Mari kita selami lebih dalam keajaiban ini!
Tulang adalah bagian tubuh yang keras dan kaku, berfungsi sebagai alat gerak pasif. Artinya, tulang tidak bisa bergerak sendiri, ia membutuhkan bantuan dari otot. Tulang membentuk kerangka tubuh yang menopang dan melindungi organ-organ penting, seperti otak di dalam tengkorak atau jantung dan paru-paru di dalam tulang rusuk. Ada berbagai bentuk tulang, seperti tulang pipa (pada lengan dan kaki), tulang pipih (pada tengkorak), dan tulang pendek (pada pergelangan tangan). Kita wajib bersyukur atas tulang yang kuat ini, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Mu'minun ayat 14 yang menjelaskan penciptaan tulang manusia.
Kerangka manusia terdiri dari banyak tulang yang saling berhubungan. Tulang tengkorak melindungi otak, tulang belakang menjadi poros tubuh, tulang rusuk melindungi organ dada, tulang lengan dan kaki memungkinkan kita bergerak dan beraktivitas. Setiap tulang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Misalnya, tulang paha adalah tulang terpanjang yang menopang berat tubuh, sedangkan tulang-tulang jari berukuran kecil untuk gerakan yang lebih halus.
Berbeda dengan tulang, otot adalah alat gerak aktif. Otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek) dan berelaksasi (memanjang), sehingga dapat menarik tulang dan menghasilkan gerakan. Ada tiga jenis otot utama: otot lurik (melekat pada tulang, bekerja secara sadar), otot polos (pada organ dalam, bekerja tidak sadar), dan otot jantung (hanya ada di jantung, bekerja tidak sadar). Saat kita mengangkat tangan, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi, menunjukkan kerja sama yang harmonis.
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Sendi inilah yang memungkinkan tulang-tulang dapat bergerak satu sama lain. Tanpa sendi, tubuh kita akan kaku seperti patung. Ada berbagai jenis sendi dengan kemampuan gerak yang berbeda, misalnya sendi engsel (pada siku dan lutut) yang hanya bisa bergerak satu arah, sendi peluru (pada bahu dan panggul) yang bisa bergerak ke segala arah, dan sendi putar (pada leher) yang memungkinkan kepala berputar. Keseleo adalah contoh cedera pada sendi.
Gerakan yang kita lakukan sehari-hari, seperti berjalan, menulis, atau makan, adalah hasil kerja sama yang luar biasa antara tulang, otot, dan sendi. Tulang sebagai kerangka, otot sebagai penggerak, dan sendi sebagai penghubung memungkinkan tubuh bergerak secara fleksibel dan terarah. Otot akan menarik tulang melalui tendon (urat) saat berkontraksi, sehingga tulang bergerak pada titik sendi. Semua ini adalah bukti kebesaran Allah Swt. dalam menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk (Q.S. At-Tin: 4).
Agar sistem alat gerak kita tetap sehat dan berfungsi optimal, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Pertama, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya kalsium dan vitamin D untuk tulang kuat. Kedua, berolahraga secara teratur untuk melatih otot dan sendi. Ketiga, menjaga postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, atau membawa beban. Keempat, menghindari cedera dengan berhati-hati saat beraktivitas. Dengan menjaga kesehatan, kita dapat beribadah dan beraktivitas dengan nyaman.
Rangkuman: Sistem alat gerak manusia terdiri dari tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif. Keduanya bekerja sama dengan sendi untuk menghasilkan berbagai gerakan. Tulang menopang tubuh dan melindungi organ, sementara otot menggerakkan tulang. Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan sistem gerak dengan gizi seimbang, olahraga, dan postur yang baik sebagai bentuk syukur atas karunia Allah.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama tulang dan otot manusia serta menjelaskan fungsinya.
Alat & bahan: Gambar kerangka manusia, gambar otot manusia, pensil warna, lembar kerja.
| Tulang | Alat gerak pasif yang membentuk kerangka tubuh. |
| Otot | Alat gerak aktif yang dapat berkontraksi dan berelaksasi. |
| Sendi | Penghubung antara dua tulang atau lebih yang memungkinkan gerakan. |
| Kerangka | Susunan tulang yang membentuk tubuh. |
| Kontraksi | Keadaan otot memendek saat bekerja. |
| Relaksasi | Keadaan otot memanjang saat istirahat. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPAS kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.