Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas III materi Kawan Seiring lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memahami konsep dasar pertemanan dan dapat berkomunikasi dalam kelompok kecil.
Pemahaman bermakna: Memahami makna dan nilai persahabatan melalui cerita dan pengalaman pribadi akan membantu peserta didik membangun hubungan yang positif dengan teman-teman di sekitar mereka.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana rasanya memiliki teman yang selalu ada untukmu, baik saat senang maupun sedih?
Tujuan: Mengidentifikasi ciri-ciri kawan seiring dalam sebuah cerita atau situasi sehari-hari.
Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa bersama, dan guru melakukan presensi. Guru mengajak peserta didik bernyanyi lagu tentang persahabatan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi ciri kawan seiring dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja ciri-ciri teman yang baik menurutmu?'.
Memahami: Peserta didik mendengarkan cerita pendek 'Dua Sahabat dan Beruang' yang dibacakan guru, kemudian secara mandiri mengidentifikasi tokoh dan peristiwa penting dalam cerita.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan ciri-ciri kawan seiring dari cerita tersebut dan mencatatnya di lembar kerja yang disediakan, kemudian membandingkan dengan ciri teman baik yang mereka miliki.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan tentang ciri-ciri kawan seiring yang positif dan meluruskan miskonsepsi.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri kawan seiring. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan mengingatkan untuk selalu menjaga persahabatan. Doa penutup.
Tujuan: Menjelaskan pentingnya sikap saling menghargai dan membantu dalam persahabatan.
Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa, dan presensi. Guru mengulas materi sebelumnya tentang ciri kawan seiring. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan pentingnya sikap saling menghargai dan membantu dalam persahabatan, serta mengajukan pertanyaan: 'Pernahkah kamu merasa sedih karena temanmu tidak menghargaimu?'.
Memahami: Peserta didik menyaksikan video pendek tentang situasi konflik persahabatan karena kurangnya sikap menghargai dan membantu, kemudian mengidentifikasi masalah yang muncul.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis masalah dalam video, mendiskusikan dampak dari sikap tidak menghargai, dan merumuskan solusi serta contoh sikap saling menghargai dan membantu yang dapat diterapkan dalam persahabatan mereka.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, kelompok lain menanggapi. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan pemahaman tentang pentingnya empati dan kerja sama dalam persahabatan.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya saling menghargai dan membantu. Guru memberikan apresiasi, motivasi untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan doa penutup.
Tujuan: Menganalisis konflik sederhana dalam persahabatan dan menemukan solusi yang adil.
Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa, dan presensi. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis konflik dan menemukan solusinya, dengan pertanyaan pemantik: 'Apa yang harus kamu lakukan jika bertengkar dengan teman baikmu?'.
Memahami: Peserta didik membaca beberapa skenario konflik sederhana antar teman yang disiapkan guru, kemudian secara individu mengidentifikasi penyebab konflik dan pihak-pihak yang terlibat.
Mengaplikasi: Secara berpasangan, peserta didik mendiskusikan setiap skenario, menganalisis solusi yang mungkin, dan memilih solusi terbaik yang adil bagi semua pihak, serta memikirkan bagaimana cara mencegah konflik serupa di masa depan.
Merefleksi: Beberapa pasangan membagikan analisis dan solusi mereka. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang berbagai pendekatan dalam menyelesaikan konflik dan menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan kompromi.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah penyelesaian konflik. Guru memberikan apresiasi, semangat untuk menjadi 'problem solver' yang baik, dan doa penutup.
Tujuan: Menceritakan pengalaman pribadi tentang kawan seiring dengan runtut dan ekspresif. Merancang dan membuat kartu ucapan persahabatan untuk kawan seiring. Mempraktikkan cara berkomunikasi yang efektif untuk menjaga persahabatan.
Kegiatan awal: Peserta didik menyambut guru dengan salam, berdoa, dan presensi. Guru mengulas pentingnya persahabatan dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat kartu persahabatan dan menceritakan pengalaman. Pertanyaan pemantik: 'Apa hadiah terbaik yang bisa kamu berikan untuk temanmu?'.
Memahami: Peserta didik melihat contoh-contoh kartu ucapan persahabatan dan mendiskusikan elemen-elemen penting dalam sebuah ucapan yang tulus dan bermakna untuk kawan seiring.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu merancang dan membuat kartu ucapan persahabatan untuk kawan seiring mereka, menuliskan pesan yang berisi pengalaman, harapan, dan apresiasi. Setelah selesai, mereka secara berpasangan menceritakan pengalaman tentang kawan seiring dan bertukar kartu.
Merefleksi: Beberapa peserta didik berbagi kartu ucapan dan pengalaman mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik positif terhadap kreativitas dan ekspresi mereka, serta menguatkan nilai-nilai persahabatan yang tulus.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang kawan seiring. Guru memberikan apresiasi atas hasil karya dan partisipasi aktif, mengingatkan untuk terus menjaga persahabatan, dan menutup dengan doa serta suasana yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan kemampuan mempresentasikan gagasan.
Akhir (sumatif): Penilaian kartu ucapan persahabatan (kreativitas, pesan) dan kemampuan menceritakan pengalaman pribadi secara lisan.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi ciri-ciri kawan seiring | Kisah persahabatan dan ciri-ciri kawan seiring | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menjelaskan pentingnya sikap saling menghargai | Sikap menghargai, membantu, dan empati | 2 JP | Kewargaan |
| Menganalisis konflik sederhana dan menemukan solusi | Penyelesaian konflik dan komunikasi efektif | 2 JP | Kolaborasi |
| Menceritakan pengalaman dan membuat kartu persahabatan | Pengalaman pribadi dan ekspresi apresiasi | 2 JP | Komunikasi |
Persahabatan adalah salah satu anugerah terindah dalam hidup kita. Memiliki kawan seiring berarti memiliki seseorang yang selalu ada untuk berbagi tawa dan tangis, seseorang yang mendukungmu dalam setiap langkah. Modul ini akan mengajakmu menyelami makna persahabatan, belajar bagaimana membangunnya, dan menjaganya agar tetap indah.
Kawan seiring adalah teman dekat yang selalu bersama dalam berbagai situasi, baik senang maupun susah. Mereka adalah orang yang bisa kita percaya, tempat kita berbagi cerita, dan selalu siap membantu. Kawan seiring biasanya memiliki kesukaan yang sama atau setidaknya saling menghargai perbedaan yang ada. Mereka tidak hanya ada saat kita berhasil, tetapi juga saat kita membutuhkan dukungan.
Kawan seiring yang baik memiliki beberapa ciri penting. Pertama, mereka jujur dan bisa dipercaya. Kedua, mereka saling menghargai dan tidak merendahkan. Ketiga, mereka selalu ada untuk mendengarkan dan memberikan dukungan. Keempat, mereka mau memaafkan dan tidak menyimpan dendam. Kelima, mereka berani menegur jika kita melakukan kesalahan, tetapi dengan cara yang baik. Ciri-ciri ini membuat persahabatan menjadi kuat dan langgeng.
Saling menghargai adalah kunci utama dalam persahabatan. Ini berarti kita menerima teman apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita tidak boleh mengejek atau merendahkan teman, meskipun mereka berbeda dari kita. Dengan saling menghargai, kita menciptakan lingkungan pertemanan yang nyaman dan aman, di mana setiap orang merasa diterima dan dihargai. Ini juga berarti menghargai pendapat dan pilihan teman.
Kawan seiring selalu siap membantu satu sama lain. Ketika teman kesulitan, kita harus berusaha menolong sesuai kemampuan kita. Bantuan bisa berupa mendengarkan keluh kesah, meminjamkan alat tulis, atau menemani saat merasa takut. Saling membantu memperkuat ikatan persahabatan dan menunjukkan bahwa kita peduli. Namun, kita juga harus tahu kapan teman membutuhkan ruang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Kadang-kadang, persahabatan bisa diwarnai dengan konflik atau pertengkaran. Ini wajar terjadi. Yang penting adalah bagaimana kita menyelesaikannya. Langkah pertama adalah berbicara jujur dan tenang tentang apa yang membuat kita marah atau tidak nyaman. Dengarkan juga penjelasan teman. Kemudian, cari solusi bersama yang adil untuk kedua belah pihak. Memaafkan dan melupakan adalah langkah penting agar persahabatan tetap terjaga. Jangan biarkan masalah kecil merusak persahabatan yang sudah terjalin.
Komunikasi yang efektif sangat penting untuk menjaga persahabatan. Ini berarti kita bisa menyampaikan perasaan dan pikiran dengan jelas, tetapi juga mau mendengarkan teman dengan baik. Gunakan kata-kata yang sopan dan tidak menyakiti. Jika ada masalah, bicarakan langsung dengan teman, bukan dengan orang lain. Tanyakan kabar teman, berikan pujian, dan tunjukkan rasa peduli. Komunikasi yang baik akan membuat persahabatan semakin erat.
Persahabatan adalah sesuatu yang patut dirayakan. Kita bisa merayakannya dengan berbagai cara, seperti membuat kartu ucapan persahabatan, menghabiskan waktu bersama melakukan kegiatan yang disukai, atau sekadar mengucapkan terima kasih kepada teman atas kebaikan mereka. Mengapresiasi kawan seiring akan membuat mereka merasa dihargai dan memperkuat ikatan batin kalian. Ingatlah, persahabatan itu seperti tanaman, harus selalu dirawat agar tumbuh subur dan indah.
Memiliki kawan seiring membawa banyak manfaat. Mereka bisa menjadi sumber kebahagiaan, memberikan dukungan saat kita sedih, membantu kita belajar hal baru, dan mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan kawan seiring, kita tidak akan merasa kesepian dan selalu ada yang menemani dalam petualangan hidup. Mereka juga membantu kita mengembangkan keterampilan sosial seperti empati, kerja sama, dan penyelesaian masalah.
Rangkuman: Kawan seiring adalah teman dekat yang selalu mendukung dan berbagi suka duka. Persahabatan yang kuat dibangun atas dasar kejujuran, saling menghargai, saling membantu, dan komunikasi yang efektif. Konflik adalah bagian dari persahabatan, namun dapat diselesaikan dengan bicara baik-baik dan mencari solusi adil. Merawat persahabatan akan membawa banyak kebahagiaan dan manfaat dalam hidup kita.
Tujuan: Menganalisis ciri-ciri kawan seiring dari cerita dan mengidentifikasi solusinya.
Alat & bahan: lembar kerja, pensil warna, gunting, lem, kertas warna
| Kawan Seiring | Teman dekat yang selalu bersama dan mendukung. |
| Empati | Kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain. |
| Konflik | Pertentangan atau perselisihan. |
| Kompromi | Kesepakatan yang dicapai dengan mengurangi tuntutan masing-masing pihak. |
| Apresiasi | Penghargaan atau pengakuan terhadap suatu hal. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.