Modul ajar Bahasa Indonesia SD kelas IV materi Teks Narasi lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menulis teks narasi dengan memperhatikan pilihan kata, struktur kalimat, dan kaidah kebahasaan yang sesuai untuk menyampaikan ide dan perasaan secara jelas dan menarik.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Kompetensi awal: Peserta didik telah mampu menyimak dan memahami cerita sederhana serta mengungkapkan kembali ide pokok dari cerita tersebut.
Pemahaman bermakna: Memahami teks narasi membantu kita menyampaikan pengalaman dan ide dengan lebih menarik, serta mengasah empati melalui cerita orang lain.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian mendengar cerita yang membuat kalian ikut senang, sedih, atau penasaran?
Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (tokoh, latar, alur) dengan tepat setelah menyimak cerita.
Kegiatan awal: Guru menyapa, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, kemudian menampilkan gambar-gambar yang memicu cerita (misal: hutan, anak bermain, hewan). Guru bertanya, 'Kira-kira cerita apa yang bisa kita buat dari gambar ini?' Selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami unsur-unsur cerita narasi.
Memahami: Peserta didik menyimak cerita narasi yang dibacakan guru (misal: 'Asal Mula Danau Toba'). Setelah itu, secara mandiri mereka mencoba menemukan siapa saja tokohnya, di mana kejadiannya, dan bagaimana urutan peristiwanya.
Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan unsur-unsur cerita yang telah mereka temukan dan mencatatnya pada lembar kerja, lalu membandingkan temuan antarkelompok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang unsur-unsur teks narasi, yaitu tokoh, latar, dan alur, serta contoh-contohnya.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat rangkuman singkat tentang unsur-unsur narasi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan semangat belajar. Peserta didik diajak menyanyikan lagu anak-anak yang bertema cerita. Guru memberikan informasi singkat tentang kegiatan pertemuan berikutnya.
Tujuan: Menyusun kerangka cerita narasi sederhana berdasarkan ide atau pengalaman pribadi.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengulang kembali materi tentang unsur-unsur narasi dari pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menampilkan video pendek tanpa suara atau serangkaian gambar diam yang dapat memicu ide cerita (misal: anak kehilangan mainan, lalu mencarinya, dan akhirnya menemukan). Guru bertanya, 'Cerita apa yang bisa kalian bayangkan dari gambar ini?' Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyusun kerangka cerita.
Memahami: Peserta didik diajak berpikir tentang pengalaman pribadi mereka yang menarik atau ide cerita yang ingin mereka tulis. Guru memberikan contoh kerangka cerita sederhana yang mencakup orientasi, komplikasi, dan resolusi.
Mengaplikasi: Secara individu, peserta didik mulai menyusun kerangka cerita mereka sendiri dengan mengisi bagian orientasi (pengenalan tokoh dan latar), komplikasi (masalah yang muncul), dan resolusi (penyelesaian masalah) pada lembar kerja yang disediakan. Mereka dapat berdiskusi dengan teman sebangku jika mengalami kesulitan.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan kerangka cerita mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan masukan konstruktif untuk mengembangkan kerangka tersebut menjadi lebih baik. Guru menekankan pentingnya alur yang jelas dan menarik dalam kerangka cerita.
Penutup: Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik yang telah berani berbagi ide dan menyusun kerangka cerita. Guru mengajak peserta didik untuk membayangkan bagaimana cerita mereka akan berkembang. Guru memberikan semangat untuk pertemuan selanjutnya dalam menulis cerita.
Tujuan: Menulis teks narasi sederhana dengan memperhatikan struktur dan pilihan kata yang sesuai, serta memperbaiki dan menyuntingnya.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali tentang kerangka cerita yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan mulai menulis cerita berdasarkan kerangka yang sudah ada dan akan menyuntingnya. Guru juga menyampaikan bahwa hasil karya terbaik akan dipajang.
Memahami: Peserta didik meninjau kembali kerangka cerita mereka. Guru memberikan contoh bagaimana mengembangkan setiap bagian kerangka menjadi kalimat-kalimat yang utuh dan menarik, serta pentingnya penggunaan kata-kata deskriptif.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai menulis draf teks narasi mereka secara individu, mengembangkan kerangka yang sudah dibuat. Setelah selesai, mereka saling bertukar tulisan dengan teman sebangku untuk memberikan masukan (peer editing) berdasarkan panduan yang diberikan guru (misal: apakah alurnya jelas, apakah ada kesalahan ejaan). Peserta didik kemudian merevisi tulisan mereka berdasarkan masukan tersebut.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan hasil akhir tulisan narasinya. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap karya-karya yang telah dibuat, menyoroti kreativitas dan usaha dalam menulis dan menyunting. Guru juga memberikan tips tambahan untuk mengembangkan cerita.
Penutup: Guru mengapresiasi seluruh proses pembelajaran dan hasil karya peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk merasa bangga dengan cerita yang telah mereka buat. Beberapa cerita terbaik dipajang di kelas. Guru menutup dengan doa dan ucapan terima kasih.
Proses (formatif): Observasi guru terhadap partisipasi dan diskusi peserta didik saat mengidentifikasi unsur narasi dan menyusun kerangka cerita.
Akhir (sumatif): Penilaian terhadap hasil tulisan teks narasi sederhana yang telah direvisi oleh peserta didik.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi | Unsur-unsur teks narasi (tokoh, latar, alur) | 2 JP | Penalaran Kritis |
| Menyusun kerangka cerita narasi sederhana | Kerangka teks narasi (orientasi, komplikasi, resolusi) | 2 JP | Kreativitas |
| Menulis dan menyunting teks narasi | Penyusunan dan penyuntingan teks narasi | 2 JP | Komunikasi |
Halo, anak-anak hebat! Pernahkah kalian mendengarkan dongeng atau cerita seru dari orang tua? Atau mungkin kalian pernah menceritakan pengalaman liburan yang menyenangkan kepada teman-teman? Nah, ketika kita bercerita dengan urutan kejadian yang jelas, itulah yang disebut teks narasi. Mari kita belajar membuat cerita yang menarik!
Teks narasi adalah sebuah cerita yang disampaikan secara berurutan, dari awal sampai akhir. Tujuannya adalah untuk menghibur pembaca atau pendengar, atau untuk menyampaikan suatu pesan moral. Dalam teks narasi, ada kejadian-kejadian yang saling berkaitan dan membentuk sebuah alur. Contoh paling mudah adalah dongeng, cerita rakyat, atau bahkan cerita pengalaman pribadi kita sehari-hari. Intinya, teks narasi selalu punya 'apa yang terjadi selanjutnya'.
Agar cerita menjadi lengkap dan mudah dipahami, teks narasi memiliki beberapa unsur penting. Pertama, ada TOKOH, yaitu siapa saja yang ada dalam cerita. Bisa manusia, hewan, atau benda yang dihidupkan. Kedua, ada LATAR, yaitu tempat dan waktu kejadian cerita. Misalnya, di hutan pada malam hari. Ketiga, ada ALUR, yaitu urutan kejadian dari awal hingga akhir. Alur ini biasanya dimulai dengan perkenalan, munculnya masalah, dan penyelesaian masalah. Memahami unsur ini akan membantu kita membuat cerita yang runtut.
Teks narasi sederhana biasanya memiliki tiga bagian utama. Bagian pertama adalah ORIENTASI, yaitu pengenalan tokoh, latar, dan awal mula cerita. Bagian kedua adalah KOMPLIKASI, yaitu saat masalah mulai muncul dan membuat cerita menjadi seru. Bagian ketiga adalah RESOLUSI, yaitu penyelesaian dari masalah yang ada. Kadang ada juga KODA, yaitu pesan moral atau pelajaran dari cerita. Dengan mengikuti struktur ini, cerita kita akan lebih teratur dan mudah diikuti pembaca.
Menulis teks narasi itu menyenangkan! Pertama, tentukan ide cerita atau pengalaman yang ingin kamu tulis. Kedua, buatlah kerangka cerita sederhana yang berisi orientasi, komplikasi, dan resolusi. Ketiga, kembangkan kerangka tersebut menjadi kalimat-kalimat utuh. Gunakan kata-kata yang menarik agar pembaca ikut merasakan emosi dalam ceritamu. Keempat, periksa kembali tulisanmu, apakah ada kesalahan ejaan atau kalimat yang kurang jelas. Jangan takut salah, menulis itu proses belajar!
Rangkuman: Teks narasi adalah cerita berurutan dengan tujuan menghibur atau menyampaikan pesan. Unsur pentingnya adalah tokoh, latar, dan alur. Struktur sederhananya meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi. Menulis narasi diawali dengan ide, membuat kerangka, mengembangkan, dan merevisi. Dengan belajar narasi, kita bisa bercerita lebih baik dan memahami cerita orang lain.
Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur narasi dan menyusun kerangka cerita sederhana.
Alat & bahan: Pensil, kertas, penghapus, kartu gambar urutan cerita
| Narasi | Cerita yang disampaikan secara berurutan. |
| Tokoh | Pelaku dalam sebuah cerita. |
| Latar | Tempat dan waktu kejadian cerita. |
| Alur | Urutan kejadian dalam cerita. |
| Orientasi | Bagian awal cerita yang memperkenalkan tokoh dan latar. |
| Komplikasi | Bagian cerita saat masalah mulai muncul. |
| Resolusi | Penyelesaian masalah dalam cerita. |
| Koda | Pesan moral atau pelajaran dari sebuah cerita. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.