tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDMatematika › Operasi Hitung Pecahan
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Matematika Kelas V
Operasi Hitung Pecahan

Modul ajar Matematika SD kelas V materi Operasi Hitung Pecahan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Matematika kelas V materi Operasi Hitung Pecahan
Ringkasan: Operasi hitung pecahan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penjumlahan dan pengurangan memerlukan penyamaan penyebut menggunakan KPK. Perkalian dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Pembagian dilakukan dengan membalik pecahan pembagi lalu mengalikan. Kemampuan mengubah bentuk pecahan juga penting untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara efektif.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISMatematika · Operasi Hitung Pecahan · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar pecahan dan dapat melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Pemahaman bermakna: Peserta didik akan memahami bahwa operasi hitung pecahan adalah keterampilan penting untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan bagian dari keseluruhan, serta dapat mengaplikasikan berbagai strategi penyelesaian masalah pecahan.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian diminta Ibu untuk membagi kue ulang tahun menjadi beberapa bagian yang sama untuk teman-temanmu? Bagaimana cara kalian membaginya agar adil?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, dan guru memeriksa kehadiran. Guru memulai dengan apersepsi tentang pengalaman membagi benda menjadi bagian-bagian (misalnya pizza atau cokelat) dan menanyakan 'Apakah ada yang bisa menyebutkan contoh pecahan dalam kehidupan sehari-hari?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Bagaimana cara kita menjumlahkan dua pecahan yang ukuran bagiannya berbeda?'.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati beberapa gambar atau benda konkret (misalnya potongan kertas atau buah) yang menunjukkan pecahan dengan penyebut berbeda. Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan cara menyamakan penyebut dan melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan, dengan bimbingan guru.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi soal-soal penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda. Mereka mencoba berbagai strategi dan membandingkan hasilnya. Guru berkeliling memberikan bantuan dan fasilitasi.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan pengerjaan LKPD. Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman konsep tentang pentingnya menyamakan penyebut dalam penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan cara melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua siswa dan memberikan satu soal tantangan untuk dikerjakan di rumah sebagai tindak lanjut. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan ucapan salam.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan biasa dan campuran.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan. Guru kemudian memperkenalkan sebuah masalah kontekstual, misalnya 'Ibu memiliki 3/4 liter minyak goreng. Jika setiap kali menggoreng ia menggunakan 1/8 liter, berapa kali Ibu bisa menggoreng?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu peserta didik akan belajar perkalian dan pembagian pecahan untuk menyelesaikan masalah seperti itu.

Memahami: Peserta didik dalam kelompok menganalisis masalah kontekstual yang diberikan, mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan. Mereka berdiskusi tentang strategi yang mungkin digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, termasuk bagaimana mengaitkannya dengan konsep perkalian atau pembagian pecahan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mencoba menyelesaikan masalah kontekstual tersebut menggunakan berbagai representasi (gambar, model, atau perhitungan). Mereka juga mengerjakan soal-soal latihan perkalian dan pembagian pecahan biasa dan campuran yang ada di LKPD. Guru memantau dan membimbing proses diskusi serta pengerjaan soal.

Merefleksi: Beberapa kelompok mempresentasikan solusi dari masalah kontekstual dan cara mereka melakukan perkalian atau pembagian pecahan. Guru mengklarifikasi konsep dan memberikan penguatan tentang langkah-langkah perkalian (pembilang kali pembilang, penyebut kali penyebut) dan pembagian pecahan (mengubah pembagian menjadi perkalian dengan kebalikan).

Penutup: Peserta didik dan guru merangkum konsep perkalian dan pembagian pecahan. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan pemikiran kritis peserta didik. Guru memberikan tugas rumah berupa beberapa soal cerita yang melibatkan operasi perkalian dan pembagian pecahan. Pembelajaran ditutup dengan yel-yel penyemangat dan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi hitung pecahan dalam kehidupan sehari-hari dan Mengubah bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal) sesuai kebutuhan operasi hitung.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali semua operasi hitung pecahan yang telah dipelajari. Guru kemudian memperkenalkan 'Proyek Dapur Pecahan' di mana mereka akan membuat resep sederhana dan menghitung bahan-bahannya menggunakan pecahan. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menerapkan semua yang dipelajari untuk membuat proyek dan menguji pemahaman mereka.

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan 'Proyek Dapur Pecahan' dengan memilih satu resep sederhana (misalnya membuat puding atau minuman segar). Mereka diminta untuk menentukan bahan-bahan yang menggunakan ukuran pecahan dan menyusun langkah-langkah pengerjaan resep tersebut. Guru membimbing dalam pemilihan resep dan identifikasi bahan pecahan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menghitung total kebutuhan bahan jika resep tersebut ingin digandakan atau dikurangi porsinya, menggunakan semua operasi hitung pecahan yang telah dipelajari. Mereka juga diminta untuk mengubah bentuk pecahan (misalnya dari pecahan biasa ke desimal atau sebaliknya) jika diperlukan dalam resep. Hasil perhitungan dan resep akhir dituliskan di poster atau lembar kerja proyek.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Proyek Dapur Pecahan' mereka, menjelaskan resep, perhitungan, dan bagaimana mereka menerapkan operasi hitung pecahan. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan. Guru memberikan umpan balik terhadap proyek dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan ketepatan perhitungan.

Penutup: Peserta didik bersama guru merefleksikan seluruh proses pembelajaran operasi hitung pecahan, mulai dari penjumlahan hingga proyek. Guru memberikan penguatan bahwa matematika, khususnya pecahan, sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan kuis singkat sebagai asesmen sumatif dan memberikan motivasi untuk terus belajar. Pembelajaran ditutup dengan lagu daerah yang ceria dan doa.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi guru selama kegiatan diskusi kelompok dan pengerjaan LKPD, serta penilaian presentasi kelompok.

Akhir (sumatif): Kuis tertulis yang mencakup soal pilihan ganda dan esai tentang operasi hitung pecahan.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.Konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan.2 JPPenalaran Kritis
Melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan biasa dan campuran.Konsep perkalian dan pembagian pecahan.2 JPKreativitas
Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi hitung pecahan dalam kehidupan sehari-hari.Aplikasi operasi hitung pecahan dalam masalah nyata.2 JPKolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Pecahan adalah bagian dari keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan pecahan, misalnya saat membagi makanan, mengukur bahan resep, atau bahkan saat melihat diskon di toko. Memahami operasi hitung pecahan akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari.

Pengenalan Pecahan

Pecahan terdiri dari pembilang (angka di atas) dan penyebut (angka di bawah). Pembilang menunjukkan berapa banyak bagian yang diambil, dan penyebut menunjukkan total bagian yang sama. Contoh: 1/2 berarti satu bagian dari dua bagian yang sama. Pecahan dapat berupa pecahan biasa (misal 3/4), pecahan campuran (misal 1 1/2), atau desimal (misal 0.75). Penting untuk memahami bahwa pecahan adalah cara untuk merepresentasikan bagian dari keseluruhan.

Penjumlahan Pecahan

Untuk menjumlahkan pecahan, penyebutnya harus sama. Jika penyebut berbeda, kita harus mencari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari penyebut-penyebut tersebut untuk menyamakan penyebut. Setelah penyebut sama, kita cukup menjumlahkan pembilangnya. Contoh: 1/3 + 1/2 = 2/6 + 3/6 = 5/6. Proses ini penting agar bagian yang dijumlahkan memiliki 'ukuran' yang sama.

Pengurangan Pecahan

Sama seperti penjumlahan, pengurangan pecahan juga memerlukan penyebut yang sama. Setelah penyebut disamakan menggunakan KPK, kita tinggal mengurangkan pembilangnya. Jika hasilnya berupa pecahan negatif, berarti nilai yang dikurangkan lebih besar dari nilai awalnya. Contoh: 3/4 - 1/2 = 3/4 - 2/4 = 1/4. Pengurangan juga bisa melibatkan pecahan campuran, yang sebaiknya diubah dulu menjadi pecahan biasa.

Perkalian Pecahan

Perkalian pecahan lebih sederhana karena tidak perlu menyamakan penyebut. Kita cukup mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Contoh: 2/3 x 1/4 = (2x1)/(3x4) = 2/12, yang bisa disederhanakan menjadi 1/6. Jika ada pecahan campuran, ubah dulu menjadi pecahan biasa sebelum dikalikan. Perkalian pecahan sering digunakan untuk mencari 'bagian dari bagian'.

Pembagian Pecahan

Pembagian pecahan dilakukan dengan mengubah operasi pembagian menjadi perkalian. Caranya adalah dengan membalik pecahan pembagi (pembilang menjadi penyebut, penyebut menjadi pembilang), lalu lakukan operasi perkalian seperti biasa. Contoh: 3/4 : 1/2 = 3/4 x 2/1 = 6/4, yang bisa disederhanakan menjadi 3/2 atau 1 1/2. Teknik ini sangat penting untuk memahami berapa kali suatu bagian bisa masuk ke dalam bagian lain.

Mengubah Bentuk Pecahan

Pecahan dapat diubah bentuknya untuk mempermudah perhitungan atau representasi. Pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa (misal 1 1/2 menjadi 3/2). Pecahan biasa juga dapat diubah menjadi desimal dengan membagi pembilang dengan penyebut (misal 3/4 = 0.75). Demikian pula, desimal dapat diubah menjadi pecahan biasa. Kemampuan mengubah bentuk ini sangat berguna dalam berbagai situasi masalah.

Penyelesaian Masalah Kontekstual

Operasi hitung pecahan sering muncul dalam soal cerita atau masalah sehari-hari. Langkah-langkah penyelesaiannya meliputi: memahami masalah, merencanakan penyelesaian (memilih operasi yang tepat), melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasilnya. Contoh: 'Ani memiliki 2 1/2 meter pita. Ia menggunakan 3/4 meter untuk menghias kado. Berapa sisa pita Ani?' Ini memerlukan operasi pengurangan pecahan campuran.

Rangkuman: Operasi hitung pecahan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penjumlahan dan pengurangan memerlukan penyamaan penyebut menggunakan KPK. Perkalian dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Pembagian dilakukan dengan membalik pecahan pembagi lalu mengalikan. Kemampuan mengubah bentuk pecahan juga penting untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara efektif.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik memahami dan mempraktikkan operasi hitung pecahan melalui kegiatan eksplorasi dan penyelesaian masalah.

Alat & bahan: Kertas lipat, spidol, gunting, lem, gambar pizza/kue, penggaris, pensil warna

  1. Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Diskusikan masalah yang diberikan dan identifikasi data yang relevan.
  3. Gunakan alat peraga (kertas lipat/gambar) untuk memvisualisasikan pecahan dan operasinya.
  4. Tuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah secara sistematis di lembar kerja.
  5. Verifikasi jawabanmu dengan anggota kelompok lain dan siapkan untuk presentasi.

8 Glosarium

PembilangAngka di atas garis pecahan yang menunjukkan jumlah bagian yang diambil.
PenyebutAngka di bawah garis pecahan yang menunjukkan jumlah total bagian yang sama.
Pecahan BiasaPecahan yang pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya.
Pecahan CampuranPecahan yang terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.
DesimalBentuk pecahan dengan penyebut perpangkatan sepuluh, ditandai dengan koma.
KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)Kelipatan terkecil yang sama dari dua atau lebih bilangan.

9 Materi Matematika Terkait

Bilangan cacah 0 sampai 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan cacah 0 sampai 100.000 →
Bilangan Cacah 1-10.000 ( Nilai Tempat, Penjumlahan, dan Pengurangan)Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah 1-10.000 ( Nilai Tempat, Penjumlahan, dan Pengurangan) →
Bilangan Cacah 1-10.000 ( Pekalian dan Pembagian )Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah 1-10.000 ( Pekalian dan Pembagian ) →
Bilangan Cacah Sampai 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah Sampai 100.000 →
Bilangan Cacah sampal 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah sampal 100.000 →
KPK dan FPBMatematika Kelas V SD
Pelajari KPK dan FPB →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Matematika Operasi Hitung Pecahan ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.