tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDMatematika › UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Matematika Kelas V
UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA

Modul ajar Matematika SD kelas V materi UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Matematika kelas V materi UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA
Ringkasan: Unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) adalah komponen dasar yang membangun sebuah karya seni. Prinsip seni rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan) adalah cara menata unsur-unsur tersebut agar karya terlihat indah, harmonis, dan bermakna. Memahami keduanya membantu kita mengapresiasi dan menciptakan karya seni yang lebih baik.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: kreativitas, kolaborasi, penalaran kritisWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISMatematika · UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menggunakan unsur-unsur serta prinsip-prinsip seni rupa dalam menciptakan karya sederhana, serta mengapresiasi keindahan karya seni di lingkungan sekitar.

Acuan: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal berbagai bentuk dan warna dasar serta memiliki pengalaman menggambar atau mewarnai.

Pemahaman bermakna: Memahami unsur dan prinsip seni rupa membantu kita tidak hanya menikmati keindahan karya seni, tetapi juga mampu menciptakan karya seni yang lebih baik dan terstruktur, serta mengapresiasi seni sebagai bagian penting dari budaya dan kehidupan.

Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah gambar terlihat indah dan menarik, sementara gambar lain terasa biasa saja?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (5 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) pada karya seni rupa sederhana.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru memantik diskusi tentang benda-benda di sekitar yang memiliki warna dan bentuk menarik, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi unsur-unsur pembentuknya.

Memahami: Peserta didik mengamati berbagai gambar atau benda nyata yang memiliki unsur seni rupa berbeda (misalnya kain batik, foto pemandangan, lukisan sederhana). Mereka diminta untuk menemukan dan menyebutkan 'apa saja yang ada di gambar ini?' seperti titik, garis, atau warna.

Mengaplikasi: Dalam kelompok kecil, peserta didik mengisi lembar kerja untuk mencatat unsur-unsur seni rupa yang mereka temukan pada setiap contoh karya. Mereka juga diminta membuat sketsa sederhana yang menonjolkan satu atau dua unsur tertentu.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep unsur-unsur seni rupa, serta meluruskan miskonsepsi yang mungkin terjadi.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama tentang unsur-unsur seni rupa. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memotivasi untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning

Tujuan: Menjelaskan prinsip-prinsip seni rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan) dengan contoh.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengulang sedikit tentang unsur seni rupa, lalu menampilkan dua gambar yang satu terlihat 'berantakan' dan satu lagi 'harmonis', memancing pertanyaan 'mengapa bisa begitu?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang prinsip seni rupa.

Memahami: Peserta didik disajikan beberapa contoh karya seni rupa (gambar atau foto) yang secara jelas menunjukkan atau tidak menunjukkan prinsip-prinsip tertentu. Mereka diminta berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan 'aturan' atau 'cara menata' unsur-unsur agar karya terlihat indah dan rapi.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima kartu berisi nama prinsip seni rupa (misalnya 'keseimbangan', 'irama'). Mereka mencari contoh karya seni rupa di buku atau internet yang sesuai dengan prinsip tersebut dan menjelaskan mengapa karya tersebut menerapkan prinsip itu.

Merefleksi: Perwakilan kelompok menjelaskan prinsip seni rupa yang mereka temukan beserta contohnya. Guru memberikan penjelasan tambahan, contoh lain, dan memastikan pemahaman peserta didik tentang setiap prinsip. Diskusi dibuka untuk pertanyaan.

Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum prinsip-prinsip seni rupa. Guru memberikan pujian atas kerja keras kelompok dan mengingatkan bahwa prinsip ini akan membantu mereka membuat karya yang lebih baik. Doa penutup.

Pertemuan 3 — Inquiry-Based Learning

Tujuan: Menganalisis penerapan unsur dan prinsip seni rupa pada contoh karya seni rupa dua dimensi.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru menampilkan sebuah lukisan sederhana dan mengajak peserta didik mengidentifikasi unsur dan prinsip yang ada. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk menganalisis secara lebih mendalam.

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengamati beberapa contoh karya seni rupa 2D (cetakan gambar pewayangan, motif batik, ilustrasi buku cerita). Mereka diminta mencatat unsur dan prinsip apa saja yang mereka lihat pada setiap karya.

Mengaplikasi: Menggunakan lembar analisis, peserta didik menuliskan bagaimana unsur-unsur (misalnya warna cerah, garis lengkung) dan prinsip-prinsip (misalnya keseimbangan simetris, irama pengulangan) digunakan dalam setiap karya untuk menciptakan efek tertentu. Mereka juga diminta menilai 'apakah karya ini sudah baik dalam menerapkan unsur dan prinsipnya?'.

Merefleksi: Beberapa peserta didik mempresentasikan hasil analisis mereka, menjelaskan pilihan unsur dan prinsip yang digunakan seniman serta dampaknya pada karya. Guru memfasilitasi diskusi kritis dan memberikan penguatan tentang pentingnya analisis dalam apresiasi seni.

Penutup: Peserta didik menyimpulkan pentingnya analisis untuk memahami karya seni. Guru memberikan apresiasi atas kemampuan analisis yang ditunjukkan dan mengingatkan bahwa analisis ini adalah bekal untuk menciptakan karya sendiri. Doa penutup.

Pertemuan 4 — Project-Based Learning (Tahap Perencanaan)

Tujuan: Merancang sketsa karya seni rupa dua dimensi sederhana dengan menerapkan unsur dan prinsip seni rupa.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali tentang unsur dan prinsip seni rupa, lalu menyampaikan bahwa hari ini mereka akan mulai merencanakan karya seni sendiri. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk membuat rancangan sketsa.

Memahami: Guru menjelaskan tahapan proyek 'Kolase Impian' atau 'Mozaik Alam' yang akan dibuat. Peserta didik diajak berdiskusi mengenai tema, bahan yang akan digunakan, dan bagaimana mereka akan menerapkan unsur dan prinsip seni rupa dalam karya mereka.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mulai membuat sketsa rancangan karya mereka. Mereka harus menyertakan catatan kecil di sketsa tentang unsur (misalnya: 'warna biru untuk air', 'garis lengkung untuk ombak') dan prinsip (misalnya: 'keseimbangan asimetris', 'irama pengulangan bentuk daun') yang akan mereka gunakan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan sketsa rancangan mereka, menjelaskan ide dan bagaimana unsur serta prinsip seni rupa akan diterapkan. Guru dan teman-teman memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan rancangan. Ini adalah kesempatan untuk perbaikan sebelum eksekusi.

Penutup: Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif dan rancangan yang telah dibuat. Guru mengingatkan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pertemuan selanjutnya. Doa penutup.

Pertemuan 5 — Project-Based Learning (Tahap Implementasi & Evaluasi)

Tujuan: Membuat karya seni rupa dua dimensi sederhana (misalnya kolase atau mozaik) dengan memanfaatkan unsur dan prinsip seni rupa secara kreatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru mengingatkan kembali rancangan yang telah dibuat dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mewujudkan rancangan menjadi karya nyata.

Memahami: Peserta didik secara mandiri atau berkelompok menyiapkan alat dan bahan yang telah dibawa. Guru memberikan contoh singkat teknik dasar kolase/mozaik jika diperlukan, dan mengingatkan untuk bekerja sesuai rancangan yang telah disepakati.

Mengaplikasi: Peserta didik secara aktif dan kreatif membuat karya seni rupa 2D mereka (kolase/mozaik) dengan menerapkan unsur dan prinsip seni rupa yang telah dirancang. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan dukungan.

Merefleksi: Setelah karya selesai, peserta didik memamerkan hasil karyanya di kelas. Setiap kelompok/individu menjelaskan karya mereka, unsur dan prinsip yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik positif.

Penutup: Guru mengapresiasi seluruh proses dan hasil karya peserta didik, menekankan bahwa setiap karya adalah ekspresi unik. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman belajar mereka dan betapa seni dapat memperkaya hidup. Doa penutup.

4 Asesmen

Proses (formatif): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi unsur dan prinsip seni rupa pada LKPD, serta proses perancangan sketsa proyek.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya kolase/mozaik peserta didik berdasarkan penerapan unsur dan prinsip seni rupa serta kreativitas.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi unsur-unsur seni rupa.Unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang).3 JPPenalaran Kritis
Menjelaskan prinsip-prinsip seni rupa.Prinsip seni rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan).3 JPPenalaran Kritis
Menganalisis penerapan unsur dan prinsip pada karya 2D.Analisis karya seni rupa 2D.3 JPKreativitas, Penalaran Kritis
Merancang dan membuat karya seni rupa 2D sederhana.Perencanaan dan pembuatan kolase/mozaik.6 JPKreativitas, Kolaborasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Seni rupa ada di mana-mana di sekitar kita, dari gambar di buku cerita sampai motif di baju yang kita pakai. Tahukah kamu, semua karya seni itu dibuat dengan 'bahan dasar' dan 'aturan main' tertentu? Bahan dasar itu disebut unsur seni rupa, dan aturan mainnya adalah prinsip seni rupa. Mari kita kenali lebih dalam agar kita bisa menciptakan karya yang indah!

1. Titik, Garis, dan Bidang

Titik adalah elemen seni rupa yang paling dasar, seperti bekas ujung pensil atau kuas. Garis adalah deretan titik yang bersambung, bisa lurus, lengkung, zig-zag, atau tebal tipis. Garis bisa memberi kesan kuat, lembut, atau bergerak. Bidang adalah area datar yang dibatasi oleh garis, seperti persegi, lingkaran, atau bentuk tidak beraturan. Bidang bisa dua dimensi (datar) atau tiga dimensi (memiliki volume).

2. Bentuk, Warna, dan Tekstur

Bentuk adalah wujud dari suatu benda, bisa bentuk geometris (kotak, bola) atau bentuk organik (bunga, awan). Bentuk memberikan identitas pada objek. Warna adalah salah satu unsur yang paling menarik, dapat membangkitkan emosi dan suasana. Ada warna primer (merah, kuning, biru), sekunder (campuran primer), dan tersier. Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda, bisa halus, kasar, licin, atau bergelombang. Kita bisa merasakan tekstur dengan sentuhan atau melihatnya.

3. Gelap Terang

Gelap terang atau nilai adalah perbedaan intensitas cahaya pada suatu objek. Ini penting untuk memberikan kesan tiga dimensi atau kedalaman pada gambar dua dimensi. Area yang terkena cahaya akan terlihat terang, sedangkan area yang tidak terkena cahaya akan terlihat gelap. Perbedaan ini menciptakan kontras yang menarik dan membuat objek terlihat lebih nyata.

4. Prinsip Kesatuan dan Keseimbangan

Kesatuan adalah prinsip yang membuat semua unsur dalam karya seni terlihat menyatu dan tidak terpisah-pisah, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh dan harmonis. Keseimbangan adalah prinsip yang mengatur agar semua unsur dalam karya seni memiliki bobot visual yang sama, tidak berat sebelah. Ada keseimbangan simetris (sama persis kiri-kanan) dan asimetris (berbeda tapi tetap seimbang).

5. Prinsip Irama dan Penekanan

Irama adalah pengulangan unsur-unsur seni rupa secara teratur atau bervariasi, menciptakan kesan gerakan atau aliran dalam karya seni. Contohnya pengulangan bentuk atau warna. Penekanan (atau fokus) adalah prinsip di mana ada satu bagian dari karya seni yang paling menarik perhatian atau menjadi pusat pandang. Ini bisa dicapai dengan perbedaan ukuran, warna yang kontras, atau posisi yang menonjol.

6. Prinsip Proporsi dan Keselarasan

Proporsi adalah perbandingan ukuran antar bagian-bagian dalam karya seni atau antara satu objek dengan objek lainnya. Proporsi yang baik membuat objek terlihat realistis atau estetis. Keselarasan (atau harmoni) adalah prinsip yang membuat semua unsur dalam karya seni terlihat serasi dan tidak bertabrakan satu sama lain. Warna yang selaras, bentuk yang serasi, menciptakan kesan damai dan indah.

7. Contoh Penerapan dalam Karya Seni

Mari kita lihat lukisan pemandangan. Garis digunakan untuk membentuk gunung dan sungai. Warna hijau dan biru memberikan kesan alam. Gelap terang menunjukkan bayangan pohon. Kesatuan terlihat dari semua elemen yang membentuk satu pemandangan. Keseimbangan mungkin asimetris, dengan gunung besar di satu sisi diimbangi oleh beberapa pohon di sisi lain. Irama terlihat dari pengulangan bentuk daun. Penekanan bisa jadi pada matahari terbit yang cerah.

8. Membuat Karya Seni dengan Unsur dan Prinsip

Saat membuat kolase atau mozaik, kita bisa menerapkan unsur dan prinsip seni rupa. Misalnya, kita bisa menggunakan potongan kertas kecil (titik atau bidang kecil) dengan berbagai warna. Kita bisa menyusunnya agar membentuk pola berulang (irama) atau menempatkan satu objek yang lebih besar dan berwarna cerah sebagai pusat perhatian (penekanan). Dengan begitu, karya kita akan lebih terencana dan indah.

Rangkuman: Unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) adalah komponen dasar yang membangun sebuah karya seni. Prinsip seni rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan) adalah cara menata unsur-unsur tersebut agar karya terlihat indah, harmonis, dan bermakna. Memahami keduanya membantu kita mengapresiasi dan menciptakan karya seni yang lebih baik.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis unsur serta prinsip seni rupa pada berbagai contoh karya.

Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gambar-gambar karya seni rupa 2D (fotokopi atau cetakan)

  1. Amati setiap gambar karya seni rupa yang disediakan dengan seksama.
  2. Identifikasi unsur-unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) yang paling menonjol pada setiap gambar dan catat pada kolom 'Unsur'.
  3. Identifikasi prinsip-prinsip seni rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, keselarasan) yang diterapkan pada setiap gambar dan catat pada kolom 'Prinsip'.
  4. Berikan penjelasan singkat mengapa kamu memilih unsur atau prinsip tersebut pada kolom 'Keterangan'.
  5. Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman kelompok.

8 Glosarium

Unsur Seni RupaKomponen dasar pembentuk karya seni.
Prinsip Seni RupaKaidah penataan unsur-unsur seni rupa.
KolaseKarya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai bahan (kertas, kain, dll.) pada permukaan.
MozaikKarya seni yang dibuat dengan menempelkan potongan-potongan kecil bahan (kaca, keramik, kertas) berwarna.
KeseimbanganDistribusi bobot visual yang merata dalam sebuah karya.
IramaPengulangan unsur yang menciptakan kesan gerakan.

9 Materi Matematika Terkait

Bilangan cacah 0 sampai 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan cacah 0 sampai 100.000 →
Bilangan Cacah 1-10.000 ( Nilai Tempat, Penjumlahan, dan Pengurangan)Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah 1-10.000 ( Nilai Tempat, Penjumlahan, dan Pengurangan) →
Bilangan Cacah 1-10.000 ( Pekalian dan Pembagian )Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah 1-10.000 ( Pekalian dan Pembagian ) →
Bilangan Cacah Sampai 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah Sampai 100.000 →
Bilangan Cacah sampal 100.000Matematika Kelas V SD
Pelajari Bilangan Cacah sampal 100.000 →
KPK dan FPBMatematika Kelas V SD
Pelajari KPK dan FPB →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Matematika UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.