Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas I materi Beriman Kepada Allah dan Rasul-Nya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa ada Tuhan yang menciptakan alam semesta dan mengenal beberapa kisah nabi.
Pemahaman bermakna: Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada dan menciptakan segala sesuatu, serta percaya kepada para rasul sebagai utusan-Nya yang membawa ajaran kebaikan untuk kita ikuti.
Pertanyaan pemantik: Siapa yang menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di dunia ini?
Tujuan: Meyakini adanya Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dengan menyebutkan ciptaan-Nya dan menunjukkan sikap bersyukur kepada Allah SWT melalui perbuatan sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersama. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal Allah sebagai pencipta dan cara bersyukur. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Coba lihat sekeliling kita, siapa ya yang membuat semua ini?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang keindahan alam (gunung, laut, hewan, tumbuhan) dan mendiskusikan 'Siapa yang menciptakan semua ini?'. Guru membimbing diskusi untuk menyimpulkan bahwa semua itu ciptaan Allah SWT. Guru menjelaskan bahwa Allah itu ada dan Maha Pencipta. Peserta didik diajak menyebutkan ciptaan Allah yang lain di sekitar mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat daftar 'Ciptaan Allah yang Aku Suka' dan menceritakan mengapa mereka menyukainya. Mereka juga diminta menyebutkan cara sederhana bersyukur atas ciptaan tersebut, misalnya 'Aku bersyukur punya mata untuk melihat', 'Aku bersyukur punya tangan untuk membantu'.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya meyakini Allah sebagai Pencipta dan bersyukur atas nikmat-Nya. Peserta didik diajak untuk mengucapkan 'Alhamdulillah' sebagai wujud syukur.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk selalu bersyukur dan menutup pelajaran dengan doa bersama.
Tujuan: Menyebutkan dua Asmaul Husna (Ar-Rahman dan Ar-Rahim) dengan benar dan menjelaskan tugas utama Rasul Allah dengan bahasa sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengawali dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengulang sedikit materi sebelumnya tentang Allah sebagai Pencipta. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal nama-nama baik Allah dan tugas Rasul-Nya. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kalau Allah itu Maha Baik, kira-kira apa ya nama-nama baik Allah?'
Memahami: Guru memperkenalkan dua Asmaul Husna: Ar-Rahman (الرَّحْمَنُ) yang artinya Maha Pengasih dan Ar-Rahim (الرَّحِيمُ) yang artinya Maha Penyayang, dengan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari (Allah memberi kita udara, makanan, kasih sayang orang tua). Kemudian, guru menjelaskan bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya kepada manusia, seperti Nabi Muhammad SAW. Tugas utama Rasul adalah mengajak manusia menyembah Allah dan berbuat baik.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil mendiskusikan 'Contoh Kasih Sayang Allah dalam Hidupku' dan 'Mengapa kita harus mengikuti ajaran Rasul?'. Mereka menuliskan hasil diskusinya di lembar kerja sederhana atau menggambarnya.
Merefleksi: Beberapa perwakilan kelompok membagikan hasil diskusi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim serta pentingnya menaati ajaran Rasul. Guru juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting. Guru memberikan pujian atas semangat belajar peserta didik dan mengingatkan untuk selalu menyayangi sesama. Pelajaran ditutup dengan doa.
Tujuan: Menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir dan menunjukkan sikap meneladani sifat jujur Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dan mengajak berdoa. Guru mengecek kesiapan dan mengingatkan kembali tentang Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu meneladani sifat mulia Rasulullah, khususnya sifat jujur. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Menurut kalian, apa ya sifat baik yang harus kita contoh dari Nabi Muhammad?'
Memahami: Guru menceritakan kisah singkat tentang kejujuran Nabi Muhammad SAW sejak kecil hingga dewasa (misalnya kisah Al-Amin). Guru menekankan bahwa kejujuran adalah sifat mulia yang sangat disukai Allah dan Rasul-Nya. Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya berkata jujur dalam setiap situasi.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat 'Jurnal Kejujuran Kecilku' selama satu hari atau satu minggu (dapat berupa gambar atau tulisan sederhana) tentang pengalaman mereka berkata jujur atau melihat kejujuran. Mereka juga diminta membuat komitmen sederhana untuk selalu jujur. Guru membimbing mereka dalam membuat jurnal ini.
Merefleksi: Beberapa peserta didik berbagi isi 'Jurnal Kejujuran Kecilku' dan menceritakan pengalaman mereka. Guru memberikan apresiasi dan penguatan tentang pentingnya meneladani sifat jujur Rasulullah SAW. Guru juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir yang membawa ajaran Islam.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran tentang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pentingnya meneladani akhlak mulia. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas partisipasi dan karya mereka. Guru menutup pelajaran dengan doa dan harapan agar semua menjadi anak yang jujur dan beriman.
Proses (formatif): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi hasil karya, dan sikap selama kegiatan pembelajaran.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil 'Jurnal Kejujuran Kecilku' dan jawaban soal evaluasi tertulis.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Meyakini adanya Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dengan menyebutkan ciptaan-Nya | Allah Maha Pencipta | 4 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menyebutkan dua Asmaul Husna (Ar-Rahman dan Ar-Rahim) dengan benar | Asmaul Husna: Ar-Rahman, Ar-Rahim | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, komunikasi |
| Menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir dan menunjukkan sikap meneladani sifat jujur Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari | Rasul Allah dan Sifat Jujur Nabi Muhammad SAW | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
Anak-anak hebat, tahukah kalian siapa yang menciptakan kita semua, langit, bumi, dan segala isinya? Ya, betul sekali, Allah SWT. Kita akan belajar mengenal Allah sebagai pencipta yang Maha Baik dan Maha Penyayang. Kita juga akan belajar mengenal Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW, yang diutus Allah untuk mengajarkan kita jalan kebaikan.
Allah SWT adalah Tuhan kita, satu-satunya yang wajib kita sembah. Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini, dari yang paling besar seperti matahari dan bintang-bintang, sampai yang paling kecil sekalipun. Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, gunung, laut, sungai, dan semua yang kita lihat. Tidak ada yang bisa menciptakan seperti Allah. Semua ciptaan-Nya sangat indah dan teratur. Kita harus yakin bahwa Allah itu ada dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Karena Allah sudah menciptakan kita dan memberikan banyak sekali nikmat, kita harus bersyukur kepada-Nya. Bersyukur artinya berterima kasih kepada Allah. Bagaimana caranya bersyukur? Kita bisa mengucapkan 'Alhamdulillah' (الْحَمْدُ لِلَّهِ) yang artinya 'Segala puji bagi Allah'. Kita juga bisa bersyukur dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tidak merusak ciptaan Allah, dan menggunakan semua nikmat yang diberikan Allah untuk kebaikan. Misalnya, menggunakan mata untuk membaca Al-Qur'an dan tangan untuk membantu orang lain.
Allah memiliki nama-nama yang indah, disebut Asmaul Husna. Dua di antaranya adalah Ar-Rahman (الرَّحْمَنُ) dan Ar-Rahim (الرَّحِيمُ). Ar-Rahman artinya Allah Maha Pengasih. Allah memberikan kasih sayang-Nya kepada semua makhluk di dunia, baik yang beriman maupun yang tidak. Contohnya, Allah memberi kita udara untuk bernapas dan matahari untuk menghangatkan. Ar-Rahim artinya Allah Maha Penyayang. Allah memberikan kasih sayang-Nya secara khusus kepada orang-orang yang beriman di akhirat nanti. Kita harus meneladani sifat kasih sayang ini dengan menyayangi sesama dan semua makhluk Allah.
Allah SWT tidak hanya menciptakan kita, tetapi juga membimbing kita melalui utusan-utusan-Nya yang disebut Rasul. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi tugas untuk menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada umat manusia. Mereka mengajarkan kita tentang cara menyembah Allah yang benar, berbuat baik kepada sesama, dan menjalani hidup sesuai perintah Allah. Para Rasul adalah teladan terbaik bagi kita semua.
Ada banyak Nabi dan Rasul yang diutus Allah, seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa. Dan yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul, tidak ada nabi setelah beliau. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah agama Islam, yang mengajarkan kita untuk beriman kepada Allah SWT dan berbuat kebaikan.
Nabi Muhammad SAW memiliki banyak sifat mulia yang wajib kita contoh. Salah satunya adalah sifat jujur. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai 'Al-Amin' (الْأَمِينُ) yang artinya 'orang yang terpercaya' karena kejujurannya. Beliau selalu berkata benar dan tidak pernah berbohong. Kita juga harus selalu berkata jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, baik kepada orang tua, guru, maupun teman. Jujur membuat kita disayang Allah dan dipercaya orang lain.
Rangkuman: Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah keyakinan dasar dalam Islam. Kita meyakini Allah sebagai Maha Pencipta dan memiliki nama-nama baik seperti Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Kita juga meyakini Rasul Allah, terutama Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir, yang membawa ajaran kebaikan. Kita harus bersyukur kepada Allah dan meneladani sifat mulia Rasulullah, seperti kejujuran, dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan: Mengidentifikasi ciptaan Allah dan contoh kasih sayang-Nya, serta menunjukkan sikap syukur dan kejujuran.
Alat & bahan: Kertas gambar, pensil warna, lembar kerja, gunting (opsional)
| Allah SWT | Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta. |
| Rasul | Utusan Allah yang menyampaikan ajaran-Nya kepada manusia. |
| Asmaul Husna | Nama-nama baik bagi Allah SWT. |
| Ar-Rahman | Nama Allah yang berarti Maha Pengasih. |
| Ar-Rahim | Nama Allah yang berarti Maha Penyayang. |
| Alhamdulillah | Ucapan syukur yang berarti segala puji bagi Allah. |
| Al-Amin | Julukan Nabi Muhammad SAW yang berarti orang yang terpercaya atau jujur. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.