Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas I materi Bersuci lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal kebersihan diri seperti mandi dan mencuci tangan.
Pemahaman bermakna: Bersuci adalah bagian penting dari ajaran Islam yang membuat kita bersih, sehat, dan siap beribadah kepada Allah SWT.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus mandi setiap hari dan mencuci tangan sebelum makan?
Tujuan: Mengidentifikasi arti bersuci (thaharah) sebagai bagian dari kebersihan diri dalam Islam dan menyebutkan jenis-jenis alat bersuci yang dapat digunakan.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa bersama, dilanjutkan dengan presensi. Guru memulai apersepsi dengan bertanya tentang kegiatan bersih-bersih di rumah dan di sekolah, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa mereka akan belajar tentang 'Bersuci' atau 'Thaharah' dan apa saja alatnya. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa kita harus mandi setiap hari dan mencuci tangan sebelum makan?'
Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar-gambar orang yang sedang bersih-bersih (mandi, cuci tangan, wudu) dan mendiskusikan apa itu bersih serta mengapa bersih itu penting, dikaitkan dengan ajaran Islam tentang kebersihan. Guru menjelaskan arti thaharah (bersuci) dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat daftar alat-alat yang digunakan untuk bersuci atau membersihkan diri di rumah dan di sekolah, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya.
Merefleksi: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya bersuci dan alat-alatnya. Guru memberikan penguatan tentang kebersihan sebagai sebagian dari iman. Peserta didik berbagi pengalaman baru yang mereka dapatkan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengajak mereka merangkum kembali materi, dan memberikan pesan untuk selalu menjaga kebersihan. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Tujuan: Menjelaskan tata cara bersuci dari najis ringan (misalnya air seni anak kecil) dan mempraktikkan tata cara berwudu dengan benar.
Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, dilanjutkan dengan presensi. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya tentang pentingnya kebersihan dan alat bersuci. Guru mengaitkan materi hari ini dengan pengalaman siswa tentang 'jika ada kotoran', dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari cara membersihkan najis dan berwudu. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara membersihkan baju yang terkena noda makanan?'
Memahami: Peserta didik diajak menonton video singkat tentang tata cara membersihkan najis ringan (misalnya air seni anak kecil) dan tata cara berwudu. Guru menjelaskan langkah-langkahnya secara detail, disertai demonstrasi langsung menggunakan alat peraga sederhana (misal: botol air, lap).
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok kecil mempraktikkan tata cara berwudu di area yang sudah disiapkan (misalnya di depan kelas dengan ember kecil atau di tempat wudu sekolah), saling mengoreksi dan membantu. Mereka juga berlatih menjelaskan cara membersihkan najis ringan.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik wudu mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan terhadap praktik yang sudah dilakukan, serta memastikan pemahaman tentang cara membersihkan najis. Peserta didik mengungkapkan bagian mana dari wudu yang paling mudah atau sulit.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar dan praktik peserta didik, mengajak mereka merefleksikan kembali pentingnya wudu sebelum salat. Guru memberikan tugas tindak lanjut untuk berlatih wudu di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Tujuan: Menunjukkan sikap hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa dan mengajak berdoa, dilanjutkan presensi. Guru mengingatkan kembali pentingnya bersuci dan wudu. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan membuat 'proyek kebersihan' dan akan dinilai. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang bisa kita lakukan agar lingkungan kelas kita selalu bersih?'
Memahami: Peserta didik diajak berdiskusi tentang manfaat hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan. Guru memancing ide-ide tentang bagaimana mereka bisa menerapkan kebersihan di rumah dan sekolah.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok membuat poster sederhana atau gambar seri tentang 'Ayo Hidup Bersih!' yang berisi ajakan untuk bersuci, menjaga kebersihan diri, dan lingkungan. Mereka juga akan mempresentasikan poster tersebut dan menjelaskan pesan di dalamnya.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan poster dan pesan kebersihannya. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan masukan. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya konsisten menjaga kebersihan sebagai implementasi ajaran agama dan bagian dari gaya hidup sehat. Peserta didik menyebutkan satu hal yang akan mereka lakukan mulai hari ini untuk hidup lebih bersih.
Penutup: Guru mengapresiasi seluruh hasil kerja dan partisipasi peserta didik, memberikan motivasi agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Guru menyampaikan tindak lanjut untuk menempel poster di area kelas. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam, dalam suasana gembira dan penuh semangat.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik wudu, dan pembuatan poster kebersihan.
Akhir (sumatif): Penilaian unjuk kerja praktik wudu dan produk poster kebersihan, serta tes tertulis singkat tentang konsep bersuci dan alatnya.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi arti bersuci (thaharah) sebagai bagian dari kebersihan diri dalam Islam. | Pengertian bersuci dan pentingnya dalam Islam. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menyebutkan jenis-jenis alat bersuci yang dapat digunakan. | Macam-macam alat bersuci (air, sabun, sikat gigi, dll). | 3 JP | kemandirian |
| Menjelaskan tata cara bersuci dari najis ringan (misalnya air seni anak kecil) dan mempraktikkan tata cara berwudu dengan benar. | Tata cara membersihkan najis ringan dan praktik wudu. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, kemandirian |
| Menunjukkan sikap hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. | Manfaat hidup bersih dan sehat, membuat poster ajakan kebersihan. | 3 JP | kesehatan, kolaborasi |
Anak-anak hebat, Allah SWT sangat menyukai kebersihan. Bersih itu sehat dan disenangi banyak orang. Dalam agama Islam, bersih itu penting sekali, bahkan menjadi bagian dari iman. Mari kita belajar tentang bersuci atau thaharah agar kita selalu bersih, sehat, dan disayang Allah.
Bersuci atau thaharah artinya membersihkan diri dari kotoran atau najis dan hadas. Kotoran itu banyak macamnya, ada yang terlihat seperti lumpur atau sisa makanan, ada juga yang tidak terlihat tapi membuat kita tidak boleh salat, namanya hadas. Bersuci membuat badan kita bersih, pakaian kita bersih, dan tempat ibadah kita juga bersih. Allah SWT suka kebersihan, jadi orang yang bersih akan disayang Allah. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan agar kita selalu menjaga kebersihan. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Bersuci bukan hanya membuat kita bersih secara fisik, tapi juga membuat hati kita tenang dan siap beribadah.
Ada banyak alat yang bisa kita gunakan untuk bersuci. Yang paling utama adalah air bersih. Air bersih bisa untuk mandi, mencuci tangan, dan berwudu. Selain air, kita juga memakai sabun untuk membersihkan badan, sampo untuk mencuci rambut, dan sikat gigi serta pasta gigi untuk membersihkan gigi. Pakaian yang kotor dicuci dengan sabun cuci. Semua alat ini membantu kita menjaga kebersihan agar terhindar dari kuman penyakit dan selalu sehat. Penting untuk selalu menggunakan air yang suci dan menyucikan.
Najis adalah kotoran yang menghalangi kita untuk beribadah, seperti air seni, kotoran hewan, atau darah. Untuk anak kelas 1 SD, kita belajar najis yang ringan dulu, contohnya air seni bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI. Cara membersihkannya cukup dipercikkan air di tempat yang terkena najis sampai bersih. Kalau najis lain seperti kotoran biasa, harus dicuci dengan air sampai hilang bau, warna, dan rasanya. Ingat, najis harus dibersihkan agar ibadah kita sah.
Wudu adalah cara bersuci dengan air untuk menghilangkan hadas kecil, agar kita boleh salat atau memegang Al-Qur'an. Ini langkah-langkahnya: 1. Niat dalam hati, lalu membaca basmalah. 2. Mencuci kedua telapak tangan 3 kali. 3. Berkumur 3 kali. 4. Membersihkan hidung 3 kali. 5. Mencuci muka 3 kali. 6. Mencuci kedua tangan sampai siku 3 kali, dimulai dari kanan. 7. Mengusap kepala (sebagian) 3 kali. 8. Mengusap kedua telinga 3 kali. 9. Mencuci kedua kaki sampai mata kaki 3 kali, dimulai dari kanan. 10. Membaca doa setelah wudu. Penting untuk berurutan dan jangan terbalik.
Hidup bersih dan sehat itu banyak sekali manfaatnya. Pertama, kita tidak mudah sakit karena kuman tidak bisa menyerang tubuh kita. Kedua, kita merasa nyaman dan percaya diri. Ketiga, orang lain juga senang berada di dekat kita karena kita selalu wangi dan rapi. Keempat, yang paling penting, Allah SWT akan menyayangi kita karena kita menjaga kebersihan yang merupakan perintah-Nya. Mari kita biasakan hidup bersih setiap hari!
Rangkuman: Bersuci atau thaharah adalah membersihkan diri dari kotoran agar kita bersih, sehat, dan bisa beribadah kepada Allah SWT. Alat bersuci utama adalah air bersih. Kita belajar membersihkan najis ringan dan tata cara berwudu. Hidup bersih itu penting agar kita sehat, nyaman, dan disayang Allah SWT. Mari biasakan hidup bersih setiap hari!
Tujuan: Memandu peserta didik mengidentifikasi dan mencatat alat-alat bersuci serta langkah-langkah wudu.
Alat & bahan: Pensil warna, lembar LKPD, gambar-gambar alat kebersihan
| Thaharah | Bersuci atau membersihkan diri dari hadas dan najis. |
| Hadas | Keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah, dibagi hadas kecil (hilang dengan wudu) dan hadas besar (hilang dengan mandi wajib). |
| Najis | Kotoran yang menghalangi ibadah, seperti air seni atau kotoran hewan. |
| Wudu | Cara bersuci dengan air untuk menghilangkan hadas kecil sebelum salat atau membaca Al-Qur'an. |
| Istinja' | Membersihkan kemaluan setelah buang air kecil atau besar. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.