Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas I materi Kisah Nabi Adam lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal beberapa nama nabi dan rasul secara umum.
Pemahaman bermakna: Memahami kisah Nabi Adam dapat menumbuhkan keimanan kepada Allah SWT sebagai Pencipta dan meneladani sifat-sifat terpuji serta mengambil pelajaran berharga untuk kehidupan.
Pertanyaan pemantik: Siapa yang menciptakan kita dan semua yang ada di alam semesta ini?
Tujuan: Menceritakan kembali urutan kisah Nabi Adam AS dengan runtut dan sederhana.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya tentang siapa yang menciptakan manusia, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang kisah Nabi Adam AS, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Anak-anak, siapa manusia pertama yang Allah ciptakan?'
Memahami: Peserta didik menyimak cerita guru tentang awal mula penciptaan Nabi Adam AS, malaikat, dan iblis, serta proses penciptaan Nabi Adam AS dari tanah liat, kemudian mendiskusikan secara berpasangan apa yang mereka pahami dari cerita tersebut.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok kecil (3-4 orang) menyusun gambar seri acak menjadi urutan cerita yang benar tentang penciptaan Nabi Adam AS, kemudian berlatih menceritakan kembali urutan tersebut kepada teman kelompok.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan urutan gambar dan cerita mereka di depan kelas, guru memberikan umpan balik positif dan penguatan tentang runtutan kisah Nabi Adam AS yang benar, serta menanyakan pelajaran apa yang bisa diambil dari awal kisah ini.
Penutup: Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan singkat tentang kisah penciptaan Nabi Adam AS, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, menginformasikan materi untuk pertemuan selanjutnya, dan menutup dengan doa bersama.
Tujuan: Menyebutkan sifat-sifat terpuji Nabi Adam AS dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari serta mengidentifikasi akibat dari perbuatan tidak taat kepada Allah SWT.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, mengulang sedikit kisah Nabi Adam AS pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami sifat terpuji dan akibat tidak taat, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana perasaan Nabi Adam setelah melakukan kesalahan?'
Memahami: Peserta didik menyimak kelanjutan cerita Nabi Adam AS yang tinggal di surga bersama Siti Hawa, godaan iblis, larangan Allah, dan peristiwa memakan buah khuldi, kemudian mengidentifikasi masalah yang muncul dari kisah tersebut (pelanggaran larangan Allah).
Mengaplikasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan: 1) Apa kesalahan Nabi Adam dan Siti Hawa? 2) Apa akibat dari kesalahan tersebut? 3) Apa yang dilakukan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah menyadari kesalahannya? 4) Sifat baik apa yang bisa kita contoh dari Nabi Adam setelah beliau melakukan kesalahan? (bertobat dan memohon ampunan).
Merefleksi: Setiap kelompok membagikan hasil diskusi mereka, guru memberikan penguatan tentang pentingnya taubat (تَوْبَةٌ, taubat) dan memohon ampunan (اسْتِغْفَارٌ, istighfar) kepada Allah SWT, serta menekankan bahwa Allah Maha Penerima Taubat. Guru juga menekankan akibat dari tidak taat kepada perintah Allah.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran tentang taubat dan sifat terpuji Nabi Adam, memberikan apresiasi atas semangat belajar, memberikan tugas untuk menggambar adegan favorit dari kisah Nabi Adam, dan menutup dengan doa serta pesan moral.
Tujuan: Menjelaskan hikmah dari kisah Nabi Adam AS dan menggambar atau membuat karya sederhana tentang salah satu adegan dalam kisah Nabi Adam AS.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, mengingatkan kembali kisah Nabi Adam AS secara singkat, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat karya dan mengambil hikmah, serta pertanyaan pemantik: 'Pelajaran penting apa yang bisa kita ambil dari seluruh kisah Nabi Adam?'
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan menunjukkan gambar yang sudah mereka buat di rumah tentang adegan kisah Nabi Adam AS, lalu menceritakan singkat adegan tersebut dan mengapa mereka memilihnya.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan atau kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi untuk menentukan hikmah atau pelajaran penting dari seluruh kisah Nabi Adam AS yang telah dipelajari, seperti pentingnya taat kepada Allah, berani mengakui kesalahan, dan segera bertaubat.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hikmah yang mereka temukan dan menunjukkan gambar karya mereka. Guru memberikan apresiasi terhadap karya dan pemahaman peserta didik, menguatkan hikmah-hikmah penting dari kisah Nabi Adam AS, dan memberikan kesempatan untuk bertanya atau berbagi perasaan mereka setelah mempelajari kisah ini.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum hikmah utama dari kisah Nabi Adam AS, mengapresiasi seluruh usaha dan kreativitas peserta didik, memberikan motivasi untuk selalu meneladani kebaikan, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kemampuan mereka menceritakan kembali kisah.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya gambar dan presentasi hikmah dari kisah Nabi Adam AS.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menceritakan kembali urutan kisah Nabi Adam AS dengan runtut dan sederhana. | Penciptaan Nabi Adam, godaan iblis, di surga, memakan buah khuldi. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| Menyebutkan sifat-sifat terpuji Nabi Adam AS dan meneladaninya serta mengidentifikasi akibat dari perbuatan tidak taat. | Sifat taubat Nabi Adam, akibat dosa. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menjelaskan hikmah dari kisah Nabi Adam AS dan menggambar atau membuat karya sederhana tentang salah satu adegan. | Hikmah kisah, membuat karya visual. | 2 JP | kreativitas, keimanan dan ketakwaan |
Kisah Nabi Adam adalah cerita yang sangat penting dalam Islam. Ini adalah kisah tentang manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Melalui kisah ini, kita akan belajar banyak hal tentang kebesaran Allah, pentingnya taat kepada-Nya, dan bagaimana kita harus bersikap ketika melakukan kesalahan.
Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya. Kemudian, Allah berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di bumi. Khalifah itu adalah manusia pertama, Nabi Adam AS. Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah liat yang kering, kemudian meniupkan ruh ke dalamnya sehingga Nabi Adam menjadi hidup. Ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Allah juga mengajarkan Nabi Adam berbagai nama benda dan ilmu pengetahuan.
Setelah Nabi Adam diciptakan, Allah memerintahkan semua malaikat untuk bersujud (menghormat) kepada Nabi Adam. Semua malaikat patuh dan bersujud, kecuali Iblis. Iblis menolak bersujud karena merasa lebih mulia, diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah. Karena kesombongan dan ketidaktaatannya ini, Iblis diusir dari surga dan menjadi makhluk yang terkutuk. Iblis bersumpah akan selalu menggoda manusia agar tersesat.
Allah SWT kemudian menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam agar Nabi Adam tidak kesepian. Mereka berdua tinggal di surga yang indah, penuh kenikmatan. Allah memperbolehkan mereka makan apa saja yang ada di surga, kecuali satu pohon. Allah berfirman, 'Janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim.' Larangan ini adalah ujian ketaatan bagi Nabi Adam dan Siti Hawa.
Iblis yang sudah diusir dari surga tidak menyerah. Ia terus mencari cara untuk menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa. Iblis membujuk mereka dengan mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon keabadian, dan jika mereka memakannya, mereka akan menjadi malaikat atau kekal di surga. Akhirnya, Nabi Adam dan Siti Hawa tergoda dan memakan buah dari pohon terlarang itu. Ini adalah kesalahan besar karena melanggar perintah Allah.
Setelah memakan buah terlarang, Nabi Adam dan Siti Hawa menyadari kesalahan mereka. Mereka merasa sangat menyesal dan malu. Mereka segera berdoa kepada Allah SWT, memohon ampunan atas dosa mereka. Doa mereka berbunyi, رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin - Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi). Allah Maha Pengampun, menerima taubat mereka.
Meskipun Allah mengampuni mereka, Nabi Adam dan Siti Hawa harus turun ke bumi sebagai konsekuensi dari pelanggaran. Di bumi, mereka memulai kehidupan baru, berjuang, dan akhirnya memiliki keturunan. Kisah Nabi Adam mengajarkan kita banyak hikmah, seperti pentingnya taat kepada Allah, bahaya kesombongan Iblis, pentingnya mengakui kesalahan dan segera bertaubat, serta bahwa Allah selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat. Kita adalah keturunan Nabi Adam, jadi kita harus belajar dari kisah beliau.
Dari kisah Nabi Adam, kita bisa meneladani beberapa sifat terpuji. Pertama, Nabi Adam adalah seorang yang jujur mengakui kesalahannya dan tidak mencari-cari alasan. Kedua, beliau segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Ketiga, beliau menerima takdir dan berusaha menjalani kehidupan di bumi dengan sabar dan ikhlas. Sifat-sifat ini sangat baik untuk kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkuman: Kisah Nabi Adam AS adalah cerita tentang manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Kita belajar bagaimana Allah menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa, tentang kesombongan Iblis, godaan di surga, hingga akhirnya Nabi Adam dan Siti Hawa bertaubat dan turun ke bumi. Kisah ini mengajarkan kita tentang kebesaran Allah, pentingnya taat, berani mengakui kesalahan, dan selalu bertaubat kepada Allah SWT.
Tujuan: Mengurutkan gambar dan menceritakan kembali kisah Nabi Adam AS.
Alat & bahan: Lembar kerja bergambar, gunting, lem, pensil warna.
| Nabi Adam AS | Manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. |
| Siti Hawa | Istri Nabi Adam AS, perempuan pertama yang diciptakan Allah. |
| Iblis | Jin yang ingkar dan sombong, menolak bersujud kepada Nabi Adam. |
| Surga | Tempat yang indah dan penuh kenikmatan, tempat tinggal awal Nabi Adam dan Siti Hawa. |
| Taubat | Menyesali perbuatan dosa dan berjanji tidak mengulanginya lagi, serta memohon ampunan kepada Allah. |
| Khalifah | Pemimpin atau wakil Allah di bumi. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas I langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.