Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas II materi Bacaan Shalat lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menunjukkan hafalan dan pemahaman makna bacaan shalat, serta mempraktikkannya dalam gerakan shalat dengan tertib dan benar.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik mengenal gerakan-gerakan shalat dan beberapa bacaan shalat pendek yang sering didengar.
Pemahaman bermakna: Bacaan shalat bukan hanya hafalan kata-kata, tetapi adalah doa dan pujian kepada Allah yang membuat shalat kita lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus tahu arti bacaan shalat saat shalat?
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan melafalkan bacaan shalat dengan fasih dan benar sesuai makhraj dan tajwid sederhana.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman shalat di rumah, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal dan melafalkan bacaan shalat, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang kita ucapkan saat shalat?'.
Memahami: Peserta didik mendengarkan contoh pelafalan bacaan shalat dari guru (takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, ruku', i'tidal) dengan bantuan audio visual, kemudian mengidentifikasi bacaan-bacaan tersebut dan menirukannya secara klasikal.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan mempraktikkan pelafalan bacaan shalat yang telah diajarkan, saling menyimak dan mengoreksi pelafalan temannya, kemudian dibimbing guru untuk melafalkannya secara bergantian di depan kelas.
Merefleksi: Peserta didik menyampaikan hasil identifikasi dan pelafalan mereka, guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya melafalkan bacaan shalat dengan benar, serta menyimpulkan bacaan shalat yang sudah dipelajari hari ini.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum pelajaran, memberikan apresiasi atas semangat belajar, memberikan tugas untuk melatih hafalan di rumah, dan menutup dengan doa serta salam gembira.
Tujuan: Peserta didik dapat menunjukkan hafalan bacaan shalat secara berurutan dan menjelaskan makna sederhana dari setiap bacaan shalat yang telah dihafal.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, mengulang sedikit bacaan pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghafal dan memahami makna bacaan shalat, serta bertanya: 'Apa arti dari 'Allahu Akbar'?'
Memahami: Peserta didik mendengarkan kembali bacaan shalat yang telah dipelajari (takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, ruku', i'tidal) dan melanjutkan dengan sujud, duduk di antara dua sujud, tahiyat awal, tahiyat akhir, dan salam, kemudian guru menjelaskan makna sederhana dari setiap bacaan tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Mengaplikasi: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk menghafal bacaan shalat secara berurutan, saling menguji hafalan, dan berdiskusi tentang makna sederhana dari bacaan tersebut. Guru berkeliling membimbing dan memberikan bantuan.
Merefleksi: Setiap kelompok menampilkan hafalan bacaan shalat secara berurutan dan menjelaskan makna sederhananya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru mengoreksi serta menguatkan pemahaman makna bacaan shalat.
Penutup: Guru memberikan penguatan, mengapresiasi kerja keras peserta didik, memberikan motivasi untuk terus berlatih menghafal, dan menutup dengan doa serta salam, mengingatkan untuk menyiapkan diri praktik shalat di pertemuan selanjutnya.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan bacaan shalat dalam gerakan shalat secara lengkap dan tertib.
Kegiatan awal: Guru menyapa, doa, presensi, mengulas sedikit hafalan bacaan shalat, menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mempraktikkan shalat lengkap dengan bacaannya, dan menanyakan: 'Apakah kalian sudah siap shalat sendiri dengan bacaan yang benar?'
Memahami: Peserta didik secara klasikal mengulang kembali urutan gerakan shalat dan bacaannya dari awal hingga akhir, guru memberikan demonstrasi shalat lengkap dengan bacaannya sebagai contoh.
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan mempraktikkan shalat lengkap dengan seluruh bacaan yang telah dihafal dan dipahami maknanya, guru dan teman lain mengamati dan memberikan masukan yang konstruktif.
Merefleksi: Peserta didik secara bergantian mempresentasikan praktik shalat mereka, teman-teman dan guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan, kemudian guru memberikan penguatan tentang pentingnya shalat yang khusyuk dengan bacaan yang benar.
Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas upaya mereka, merangkum bahwa shalat adalah ibadah penting, dan menutup pembelajaran dengan doa, harapan agar selalu menjaga shalat, dan salam gembira.
Proses (formatif): Observasi guru saat peserta didik melafalkan dan mempraktikkan bacaan shalat di setiap pertemuan, serta penilaian kinerja kelompok saat presentasi.
Akhir (sumatif): Penilaian praktik shalat secara individu, meliputi kelengkapan gerakan dan kebenaran pelafalan bacaan shalat.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi dan melafalkan bacaan shalat. | Takbiratul Ihram, Doa Iftitah, Al-Fatihah, Ruku', I'tidal. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| Menghafal bacaan shalat secara berurutan dan memahami maknanya. | Sujud, Duduk di antara dua sujud, Tahiyat Awal, Tahiyat Akhir, Salam. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| Mempraktikkan bacaan shalat dalam gerakan shalat secara lengkap. | Praktek shalat lengkap dengan seluruh bacaan. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
Shalat adalah tiang agama dan ibadah yang paling utama bagi umat Islam. Dalam shalat, kita tidak hanya bergerak, tetapi juga mengucapkan bacaan-bacaan yang indah. Bacaan ini adalah doa dan pujian kepada Allah SWT. Dengan memahami dan melafalkannya dengan benar, shalat kita akan semakin sempurna dan hati kita menjadi lebih tenang.
Saat shalat dimulai, kita mengucapkan Takbiratul Ihram, yaitu "اللهُ أَكْبَرُ" (Allahu Akbar) yang artinya 'Allah Maha Besar'. Ini adalah tanda dimulainya shalat dan kita tidak boleh lagi berbicara atau bergerak selain gerakan shalat. Setelah itu, kita membaca Doa Iftitah seperti "اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا" (Allahu akbaru kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa wasubhanallaahi bukrataw wa ashilaa) yang artinya 'Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah pagi dan petang'. Doa ini berisi pujian dan pengagungan kepada Allah.
Setelah Doa Iftitah, kita wajib membaca Surah Al-Fatihah. Surah ini adalah 'induk' Al-Qur'an dan selalu kita baca di setiap rakaat shalat. Salah satu ayatnya adalah "بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ" (Bismillahirrahmanirrahim) yang artinya 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang'. Setelah Al-Fatihah dan surah pendek, kita ruku'. Saat ruku', kita membaca "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ" (Subhaana Rabbiyal 'Azhiimi wa bihamdih) yang artinya 'Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya'. Ini adalah bentuk pengagungan kita kepada Allah.
Dari ruku', kita bangkit berdiri yang disebut I'tidal. Bacaannya adalah "سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ" (Sami'allaahu liman hamidah) yang artinya 'Allah mendengar orang yang memuji-Nya', lalu dilanjutkan dengan "رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ" (Rabbanaa lakal hamdu) yang artinya 'Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji'. Setelah itu, kita sujud. Saat sujud, kita mengucapkan "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ" (Subhaana Rabbiyal A'laa wa bihamdih) yang artinya 'Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya'. Sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya.
Setelah sujud pertama, kita duduk sejenak di antara dua sujud. Bacaannya adalah "رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي" (Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii) yang artinya 'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku'. Kemudian kita sujud lagi dan dilanjutkan dengan Tahiyat. Ada Tahiyat Awal dan Tahiyat Akhir. Bacaan Tahiyat diawali dengan "التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ" (At-tahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah) yang artinya 'Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan hanyalah milik Allah'.
Bagian akhir dari shalat adalah Salam. Kita menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ" (Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh) yang artinya 'Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah atas kalian'. Salam ini adalah bentuk doa kita kepada orang-orang di sekitar kita, baik malaikat maupun sesama muslim. Dengan salam, shalat kita telah selesai.
Rangkuman: Bacaan shalat adalah lafaz-lafaz doa, pujian, dan permohonan yang kita ucapkan saat shalat. Setiap bacaan memiliki makna penting yang membuat shalat kita lebih bermakna. Menghafal dan memahami bacaan shalat dengan benar membantu kita beribadah lebih khusyuk dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita terus berlatih agar shalat kita menjadi sempurna.
Tujuan: Peserta didik dapat mengurutkan dan melafalkan bacaan shalat dengan benar.
Alat & bahan: kertas LKPD, alat tulis, kartu bacaan shalat
| Takbiratul Ihram | Ucapan 'Allahu Akbar' sebagai tanda dimulainya shalat. |
| Doa Iftitah | Doa pembuka setelah Takbiratul Ihram dan sebelum Al-Fatihah. |
| Ruku' | Posisi membungkuk dalam shalat. |
| I'tidal | Posisi bangkit dari ruku' sebelum sujud. |
| Sujud | Posisi menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai. |
| Tahiyat | Duduk terakhir dalam shalat sebelum salam, ada tahiyat awal dan akhir. |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an atau bacaan shalat dengan pelan, jelas, dan benar. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas II langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.