tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Agama Islam › Tata Cara Wudhu
SD · Kelas II · Fase A

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas II
Tata Cara Wudhu

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas II materi Tata Cara Wudhu lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas II materi Tata Cara Wudhu
Ringkasan: Wudhu adalah cara bersuci dari hadas kecil yang wajib dilakukan sebelum shalat dan ibadah tertentu. Wudhu memiliki syarat, rukun, dan sunah yang harus diperhatikan agar sah. Beberapa hal dapat membatalkan wudhu, sehingga kita perlu mengulanginya. Mempraktikkan wudhu dengan benar dan tertib adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dan cara menjaga kebersihan diri.
Model: Discovery Learning + Praktik LangsungDimensi: keimanan dan ketakwaan, kemandirian, komunikasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Tata Cara Wudhu · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik mengenal air sebagai media bersuci dan beberapa kegiatan ibadah yang memerlukan bersuci.

Pemahaman bermakna: Memahami tata cara wudhu yang benar bukan hanya sekadar mengikuti gerakan, tetapi juga menyadari makna kebersihan spiritual dan fisik sebagai bagian penting dari ibadah dalam Islam.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus berwudhu sebelum shalat dan apakah semua air bisa digunakan untuk wudhu?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan pengertian wudhu dan pentingnya berwudhu sebelum shalat dengan benar, serta mengidentifikasi syarat dan rukun wudhu dengan tepat.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman melihat orang berwudhu, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pentingnya wudhu dan langkah dasarnya, lalu mengajukan pertanyaan pemantik.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang orang yang sedang berwudhu, kemudian berdiskusi kelompok kecil untuk menemukan pengertian wudhu, mengapa harus berwudhu, serta apa saja syarat dan rukunnya yang terlihat dari gambar/video.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar sederhana tentang syarat dan rukun wudhu yang mereka temukan, kemudian membandingkan hasilnya dengan kelompok lain dan mencatat poin-poin penting yang disepakati bersama.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep tentang wudhu, syarat, dan rukunnya, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari dan pentingnya kebersihan.

Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan materi bersama, melakukan refleksi singkat tentang apa yang telah dipelajari, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan pengantar materi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menyebutkan hal-hal yang membatalkan wudhu dengan percaya diri dan melafalkan doa sebelum dan sesudah wudhu dengan fasih.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mengulang sedikit materi sebelumnya tentang rukun wudhu, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu tentang pembatal wudhu dan doa-doa wudhu, lalu memberikan studi kasus sederhana.

Memahami: Peserta didik diberikan beberapa skenario atau 'masalah' (misalnya: 'Ahmad sudah wudhu, lalu kentut, apakah wudhunya batal?'), lalu secara berpasangan mendiskusikan apa saja yang bisa membatalkan wudhu dan mengapa, kemudian mencari tahu doa sebelum dan sesudah wudhu dari sumber yang disediakan (buku/kartu doa).

Mengaplikasi: Setiap pasangan mencoba melafalkan doa sebelum dan sesudah wudhu secara bergantian, kemudian membuat daftar 'hal-hal yang membatalkan wudhu' dalam bentuk peta pikiran sederhana di buku tulis mereka.

Merefleksi: Beberapa pasangan diminta untuk melafalkan doa wudhu di depan kelas dan menjelaskan satu contoh pembatal wudhu, guru memberikan koreksi dan penguatan, serta menjelaskan hikmah dari setiap pembatal wudhu.

Penutup: Guru dan peserta didik merangkum poin-poin penting tentang pembatal wudhu dan doa-doanya, melakukan refleksi tentang manfaat mengetahui hal tersebut, memberikan apresiasi, dan memberikan motivasi untuk mempersiapkan praktik wudhu di pertemuan selanjutnya.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL) + Praktik

Tujuan: Mempraktikkan gerakan wudhu secara berurutan dan benar sesuai syariat Islam, serta menunjukkan sikap disiplin dan mandiri dalam menjaga kebersihan diri melalui wudhu.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mengulang sekilas materi pembatal wudhu, menyampaikan tujuan pembelajaran utama hari ini yaitu praktik wudhu, dan menjelaskan prosedur praktik yang akan dilakukan di tempat wudhu.

Memahami: Peserta didik mengamati demonstrasi tata cara wudhu yang diperagakan oleh guru secara perlahan dan jelas, dengan menyebutkan setiap rukun dan sunnahnya, termasuk doa-doa yang relevan, di area yang menyerupai tempat wudhu.

Mengaplikasi: Secara bergiliran atau dalam kelompok kecil, peserta didik mempraktikkan gerakan wudhu di tempat wudhu yang sebenarnya atau area simulasi, dengan bimbingan dan pengawasan guru, serta saling mengoreksi antar teman.

Merefleksi: Setelah praktik, peserta didik berbagi pengalaman tentang kesulitan atau kemudahan saat berwudhu, guru memberikan umpan balik personal dan umum tentang praktik wudhu mereka, serta menguatkan pentingnya ketertiban dan kemandirian dalam berwudhu.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan seluruh materi tata cara wudhu dari awal hingga praktik, melakukan refleksi tentang keberhasilan mereka dalam mempraktikkan wudhu, memberikan apresiasi tinggi kepada semua peserta didik atas usaha dan keberaniannya, serta mendorong mereka untuk membiasakan wudhu dalam kehidupan sehari-hari.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi langsung saat praktik wudhu, penilaian diskusi kelompok, dan hasil pengerjaan LKPD.

Akhir (sumatif): Tes tertulis untuk menguji pengetahuan tentang syarat, rukun, pembatal wudhu, dan tes praktik wudhu secara individu.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan pengertian wudhu dan pentingnya berwudhu sebelum shalat dengan benar.Pengertian wudhu dan urgensinya2 JPkeimanan dan ketakwaan
Mengidentifikasi syarat, rukun, dan hal-hal yang membatalkan wudhu dengan tepat.Syarat, rukun, dan pembatal wudhu2 JPpenalaran kritis
Mempraktikkan gerakan wudhu secara berurutan dan benar serta melafalkan doa wudhu.Praktik wudhu dan doa-doa2 JPkemandirian, komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Adik-adik, sebelum kita shalat dan membaca Al-Qur'an, ada satu hal penting yang harus kita lakukan, yaitu berwudhu. Wudhu adalah cara kita membersihkan diri dari hadas kecil agar tubuh dan hati kita suci saat beribadah. Dengan berwudhu, kita bukan hanya membersihkan badan, tapi juga menyiapkan diri untuk menghadap Allah SWT dengan hati yang tenang dan bersih.

Apa Itu Wudhu?

Wudhu (الْوُضُوءُ) artinya membersihkan diri dari hadas kecil dengan menggunakan air suci lagi menyucikan, sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam Islam. Wudhu adalah kunci untuk shalat dan beberapa ibadah lain. Jika kita tidak berwudhu, shalat kita tidak sah. Jadi, wudhu itu sangat penting, seperti mandi kecil sebelum bertemu dengan orang penting.

Syarat-Syarat Wudhu

Agar wudhu kita sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, kita harus beragama Islam. Kedua, sudah mumayyiz, yaitu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ketiga, menggunakan air yang suci dan menyucikan, seperti air sumur, air hujan, atau air sungai yang bersih. Keempat, tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti cat atau kutek. Kelima, mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah wudhu.

Rukun-Rukun Wudhu

Rukun wudhu adalah bagian-bagian penting yang wajib dilakukan. Jika ada satu saja yang tertinggal, wudhu kita tidak sah. Rukun wudhu ada enam: 1. Niat dalam hati, yaitu berniat mengangkat hadas kecil. 2. Membasuh seluruh muka. 3. Membasuh kedua tangan sampai siku. 4. Mengusap sebagian kepala. 5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. 6. Tertib, artinya melakukan semua rukun secara berurutan.

Sunah-Sunah Wudhu

Selain rukun, ada juga sunah-sunah wudhu. Sunah artinya jika dilakukan mendapat pahala, jika tidak dilakukan wudhu tetap sah. Contoh sunah wudhu: membaca Basmalah, bersiwak (menggosok gigi), membasuh telapak tangan tiga kali di awal, berkumur, membersihkan hidung, mengusap seluruh kepala, mengusap telinga, menyela-nyela jari tangan dan kaki, mendahulukan anggota badan yang kanan, dan mengulang basuhan tiga kali.

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan wudhu kita, sehingga harus berwudhu lagi jika ingin shalat atau beribadah lainnya. Contohnya: keluar sesuatu dari dua jalan (depan dan belakang), seperti buang air kecil, buang air besar, atau kentut. Tidur nyenyak yang menyebabkan tidak sadar. Hilang akal karena pingsan atau gila. Menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan tanpa alas. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Tata Cara Berwudhu (Praktik)

Mari kita praktikkan wudhu dengan urutan yang benar: 1. Niat dalam hati, lalu membaca Basmalah: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (Bismillaahirrohmaanirrohiim). 2. Membasuh kedua telapak tangan 3 kali. 3. Berkumur 3 kali dan membersihkan hidung 3 kali. 4. Membasuh seluruh muka 3 kali. 5. Membasuh kedua tangan sampai siku, dimulai dari tangan kanan 3 kali, lalu tangan kiri 3 kali. 6. Mengusap sebagian kepala 3 kali. 7. Mengusap kedua telinga 3 kali. 8. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dimulai dari kaki kanan 3 kali, lalu kaki kiri 3 kali. 9. Membaca doa setelah wudhu: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ (Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rosuuluh. Allohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriin).

Rangkuman: Wudhu adalah cara bersuci dari hadas kecil yang wajib dilakukan sebelum shalat dan ibadah tertentu. Wudhu memiliki syarat, rukun, dan sunah yang harus diperhatikan agar sah. Beberapa hal dapat membatalkan wudhu, sehingga kita perlu mengulanginya. Mempraktikkan wudhu dengan benar dan tertib adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dan cara menjaga kebersihan diri.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengurutkan gambar tata cara wudhu dengan benar dan melengkapi bagian-bagian penting wudhu.

Alat & bahan: Lembar LKPD, pensil warna, gunting, lem

  1. Amati gambar-gambar tata cara wudhu yang ada di lembar LKPD.
  2. Gunting gambar-gambar tersebut satu per satu.
  3. Tempelkan gambar-gambar tersebut secara berurutan di kolom yang tersedia.
  4. Tuliskan nama gerakan atau bacaan doa yang sesuai di bawah setiap gambar.
  5. Warnai gambar agar lebih menarik.

8 Glosarium

WudhuMembersihkan diri dari hadas kecil dengan air suci lagi menyucikan.
Hadas KecilKeadaan tidak suci yang mengharuskan wudhu untuk shalat.
Rukun WudhuBagian wajib yang harus dilakukan dalam wudhu.
Sunah WudhuAmalan tambahan yang dianjurkan dalam wudhu.
MumayyizAnak yang sudah bisa membedakan baik dan buruk.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Asmaul HusnaPendidikan Agama Islam Kelas II SD
Pelajari Asmaul Husna →
Sayang Kepada SesamaPendidikan Agama Islam Kelas II SD
Pelajari Sayang Kepada Sesama →
Surah An-Nas dan Al-'AsrPendidikan Agama Islam Kelas II SD
Pelajari Surah An-Nas dan Al-'Asr →
Akhlak Terhadap Allah dengan MenyucikannyaPendidikan Agama Islam Kelas I SD
Pelajari Akhlak Terhadap Allah dengan Menyucikannya →
Aku Cinta Al Qur'anPendidikan Agama Islam Kelas I SD
Pelajari Aku Cinta Al Qur'an →
Aku Cinta Al-ur'anPendidikan Agama Islam Kelas I SD
Pelajari Aku Cinta Al-ur'an →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Tata Cara Wudhu ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas II langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.