Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas III materi surah al-asr, hukum bacaan mim sukun,asmaul husna (al-halim,asy-syakur,al-hakim,al-wadud), lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | surah al-asr, hukum bacaan mim sukun,asmaul husna (al-halim,asy-syakur,al-hakim,al-wadud), |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 35 menit = 105 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal huruf hijaiyah dan mampu membaca beberapa surah pendek Al-Qur'an serta mengetahui nama-nama Allah Swt. secara umum.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an dan Hadis; Akidah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami makna Surah Al-Asr dan menerapkan hukum bacaan tajwid sederhana serta mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Surah Al-Asr adalah surah ke-103 dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang pentingnya waktu dan kerugian manusia kecuali yang beriman dan beramal saleh. |
| Konseptual | Hukum bacaan mim sukun adalah aturan dalam membaca Al-Qur'an ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf tertentu, yang terbagi menjadi ikhfa syafawi, idgham mimi, dan izhar syafawi. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara membaca Surah Al-Asr dengan tajwid yang benar dan mengidentifikasi hukum bacaan mim sukun serta meneladani perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami makna Al-Qur'an dan menerapkan tajwid untuk bacaan yang benar, serta menghubungkan Asmaul Husna dengan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui Surah Al-Asr, hukum bacaan mim sukun, dan Asmaul Husna akan membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan menghargai waktu.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Allah Swt. bersumpah demi waktu dalam Surah Al-Asr?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menyusun kalimat sederhana untuk menjelaskan makna surah dan Asmaul Husna. Seni Budaya dan Prakarya: Membuat poster atau pohon Asmaul Husna dengan gambar dan tulisan kreatif. Pendidikan Pancasila: Mengaitkan perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk membimbing anak membaca Al-Qur'an di rumah dan mendorong penerapan perilaku baik sesuai Asmaul Husna. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas ditata dengan poster Asmaul Husna dan huruf hijaiyah, serta menyediakan pojok baca Al-Qur'an yang nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi Al-Qur'an digital untuk mendengarkan bacaan Surah Al-Asr dan mencari contoh hukum mim sukun. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Membaca Surah Al-Asr dengan lancar dan benar sesuai kaidah tajwid serta menjelaskan maknanya dengan bahasa sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, guru mengecek kehadiran. Guru menampilkan gambar jam dinding dan bertanya 'Apa manfaat waktu bagi kita?' untuk apersepsi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami Surah Al-Asr dan bertanya 'Mengapa kita harus belajar Al-Qur'an?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik menyimak lantunan Surah Al-Asr dari guru/audio, kemudian secara berkelompok mengamati teks Surah Al-Asr (lihat Lampiran Teks Al-Qur'an) dan mencoba membaca secara berulang. Guru membimbing pembacaan dan menjelaskan makna setiap ayat dengan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Setiap kelompok berlatih membaca Surah Al-Asr secara bergiliran, saling mengoreksi bacaan. Guru memberikan umpan balik dan penguatan. Peserta didik membuat peta pikiran sederhana tentang makna Surah Al-Asr dan contoh penerapannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil peta pikiran mereka. Guru memberikan apresiasi dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Peserta didik diajak merefleksikan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pelajaran hari ini. Guru memberikan motivasi untuk terus membaca Al-Qur'an dan mengapresiasi semangat belajar peserta didik. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Practice |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengidentifikasi hukum bacaan mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi) dalam Al-Qur'an dan menerapkannya saat membaca ayat Al-Qur'an. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Salam, doa, presensi. Guru mengajak peserta didik mengulang bacaan Surah Al-Asr. Guru bertanya 'Apakah kalian tahu mengapa bacaan Al-Qur'an harus benar?' sebagai pengantar materi tajwid. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memahami hukum mim sukun. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menjelaskan konsep hukum bacaan mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi) menggunakan contoh ayat Al-Qur'an yang relevan. Peserta didik menyimak dan mencatat. Guru mencontohkan cara membaca masing-masing hukum dengan benar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mencari contoh hukum mim sukun pada ayat-ayat pendek lain (misalnya Surah Al-Fil atau Surah Quraisy) dan mengidentifikasinya. Guru berkeliling membimbing dan mengoreksi. Peserta didik mempraktikkan membaca contoh-contoh tersebut. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Beberapa peserta didik diminta maju ke depan untuk menunjukkan contoh hukum mim sukun dan membacanya. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman. Diskusi singkat tentang pentingnya tajwid. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik merangkum materi hukum mim sukun. Guru memberikan pujian atas usaha peserta didik dalam belajar tajwid. Peserta didik diingatkan untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an dengan benar. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyebutkan arti Asmaul Husna: Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, Al-Wadud dan menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Siapa yang ingat nama-nama baik Allah Swt.?' untuk mengaitkan dengan materi Asmaul Husna. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memahami dan meneladani Asmaul Husna. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menjelaskan arti Asmaul Husna: Al-Halim (Maha Penyantun), Asy-Syakur (Maha Mensyukuri/Membalas Kebaikan), Al-Hakim (Maha Bijaksana), Al-Wadud (Maha Mencintai) beserta contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan sifat-sifat tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok ditugaskan membuat 'Pohon Asmaul Husna' atau 'Poster Teladan Asmaul Husna' yang berisi nama Asmaul Husna, artinya, dan minimal dua contoh perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna tersebut dalam bentuk gambar atau tulisan singkat. Mereka bekerja sama merencanakan dan membuat proyeknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'Pohon Asmaul Husna' atau 'Poster Teladan Asmaul Husna' mereka di depan kelas. Guru dan kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya meneladani Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran tentang Asmaul Husna dan pentingnya meneladani sifat-sifat Allah Swt. Guru memberikan pujian atas kreativitas dan kerja sama kelompok. Peserta didik diajak untuk selalu berakhlak mulia. Doa penutup dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan menuliskan contoh hukum bacaan mim sukun serta menunjukkan penerapannya.
Alat & bahan: Al-Qur'an atau juz amma, alat tulis, lembar kerja.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan praktik membaca Al-Qur'an dengan tajwid.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek 'Pohon Asmaul Husna' dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman materi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Membaca Surah Al-Asr dengan lancar dan benar sesuai kaidah tajwid. | Surah Al-Asr | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Mengidentifikasi dan menerapkan hukum bacaan mim sukun. | Hukum bacaan mim sukun | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyebutkan arti dan menunjukkan perilaku Asmaul Husna (Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, Al-Wadud). | Asmaul Husna | 3 JP | kolaborasi |
Modul ini akan mengajak kalian menyelami makna Surah Al-Asr, sebuah surah pendek yang penuh hikmah tentang pentingnya waktu. Kita juga akan belajar cara membaca Al-Qur'an dengan benar melalui hukum bacaan mim sukun, serta mengenal dan meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt. melalui Asmaul Husna. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup!
1. Surah Al-Asr: Pesan Penting tentang Waktu
Surah Al-Asr adalah surah ke-103 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 3 ayat. Nama Al-Asr berarti 'waktu' atau 'masa'. Dalam surah ini, Allah Swt. bersumpah demi waktu, yang menunjukkan betapa berharganya waktu bagi manusia. Makna utama surah ini adalah bahwa semua manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran (al-haqq), dan saling menasihati dalam kesabaran (as-sabr). Ini adalah kunci agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat. Lihat Lampiran Teks Al-Qur'an.
2. Membaca Surah Al-Asr dengan Tajwid
Membaca Al-Qur'an harus dengan benar, termasuk Surah Al-Asr. Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca huruf-huruf Al-Qur'an agar tepat dan sesuai dengan kaidah. Dalam Surah Al-Asr, perhatikan pengucapan huruf-hurufnya, panjang pendeknya, serta tempat keluarnya huruf. Dengan membaca tajwid yang benar, kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar dan terhindar dari kesalahan makna. Berlatihlah membaca berulang-ulang dengan bimbingan guru atau mendengarkan qari.
3. Hukum Bacaan Mim Sukun: Mengenal Ikhfa Syafawi
Mim sukun (مْ) adalah huruf mim yang mati atau tidak berharakat. Salah satu hukum bacaan mim sukun adalah ikhfa syafawi. Ikhfa syafawi terjadi ketika mim sukun bertemu dengan huruf ba (ب). Cara membacanya adalah menyamarkan suara mim sukun seolah-olah bersembunyi di bibir, dengan dengung yang samar. Contoh: تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ (tarmihim bihijarah). Dengung ini tidak terlalu panjang, hanya sekitar dua harakat.
4. Hukum Bacaan Mim Sukun: Memahami Idgham Mimi
Idgham mimi (atau idgham mutamatsilain) terjadi ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf mim (م) yang berharakat. Cara membacanya adalah memasukkan suara mim sukun ke huruf mim kedua, sehingga seolah-olah menjadi satu mim yang bertasydid dan didengungkan. Contoh: لَكُمْ مَا (lakum maa). Dengungnya dilakukan sekitar dua harakat. Ini adalah salah satu hukum yang sering ditemui dalam Al-Qur'an.
5. Hukum Bacaan Mim Sukun: Mengenal Izhar Syafawi
Izhar syafawi adalah hukum mim sukun yang paling banyak. Ini terjadi ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan semua huruf hijaiyah selain huruf ba (ب) dan mim (م). Cara membacanya adalah dengan jelas dan terang, tanpa dengung. Contoh: أَلَمْ تَرَ (alam tara), لَهُمْ فِيهَا (lahum fiihaa). Pastikan suara mim sukun terdengar jelas saat bertemu dengan huruf-huruf tersebut.
6. Asmaul Husna: Al-Halim (Maha Penyantun)
Al-Halim artinya Allah Maha Penyantun. Allah Swt. tidak tergesa-gesa dalam menghukum hamba-Nya yang berbuat dosa, bahkan Dia memberi kesempatan untuk bertobat. Kita bisa meneladani sifat Al-Halim dengan bersikap sabar, tidak mudah marah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Misalnya, saat teman tidak sengaja menjatuhkan pensilmu, kamu tidak langsung marah tetapi menyikapinya dengan tenang dan memaafkan.
7. Asmaul Husna: Asy-Syakur (Maha Mensyukuri/Membalas Kebaikan)
Asy-Syakur berarti Allah Maha Mensyukuri atau Maha Membalas Kebaikan. Allah Swt. akan membalas kebaikan hamba-Nya sekecil apapun dengan pahala yang berlipat ganda. Kita meneladani Asy-Syakur dengan selalu bersyukur atas nikmat Allah dan berterima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita. Juga, tidak mengeluh saat mendapat kesulitan karena yakin Allah akan membalas kesabaran kita.
8. Asmaul Husna: Al-Hakim (Maha Bijaksana) dan Al-Wadud (Maha Mencintai)
Al-Hakim artinya Allah Maha Bijaksana. Setiap ciptaan dan aturan Allah pasti memiliki hikmah dan kebaikan. Kita meneladani Al-Hakim dengan berpikir sebelum bertindak, mengambil keputusan yang baik, dan selalu belajar dari pengalaman. Al-Wadud artinya Allah Maha Mencintai. Allah sangat mencintai hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Kita meneladani Al-Wadud dengan menyayangi sesama, berempati, dan menyebarkan kasih sayang kepada semua makhluk.
Rangkuman: Surah Al-Asr mengajarkan pentingnya waktu dan kunci keselamatan manusia. Membaca Al-Qur'an harus dengan tajwid yang benar, termasuk hukum mim sukun (ikhfa syafawi, idgham mimi, izhar syafawi). Mengenal dan meneladani Asmaul Husna seperti Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud akan membentuk karakter mulia dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Al-Asr | Waktu atau masa. |
| Tajwid | Ilmu cara membaca Al-Qur'an dengan benar. |
| Mim Sukun | Huruf mim (م) yang mati atau tidak berharakat. |
| Ikhfa Syafawi | Mim sukun bertemu ba (ب), dibaca samar dengan dengung. |
| Idgham Mimi | Mim sukun bertemu mim (م), dibaca masuk dengan dengung. |
| Izhar Syafawi | Mim sukun bertemu selain ba dan mim, dibaca jelas. |
| Asmaul Husna | Nama-nama baik Allah Swt. |
| Al-Halim | Maha Penyantun. |
| Asy-Syakur | Maha Mensyukuri/Membalas Kebaikan. |
| Al-Hakim | Maha Bijaksana. |
| Al-Wadud | Maha Mencintai. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "surah al-asr, hukum bacaan mim sukun,asmaul husna (al-halim,asy-syakur,al-hakim,al-wadud)," mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.