tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Agama Islam › Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas V
Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas V materi Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud
Ringkasan: Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah yang wajib kita imani dan teladani. Al-Halim berarti Maha Penyantun, mengajarkan kita kesabaran dan pemaafan. Asy-Syakur berarti Maha Mensyukuri, mendorong kita bersyukur dan menghargai kebaikan. Al-Hakim berarti Maha Bijaksana, membimbing kita untuk berpikir matang. Al-Wadud berarti Maha Pengasih, menumbuhkan rasa sayang kepada sesama. Meneladani Asmaul Husna ini akan membentuk akhlak mulia.
Model: Project Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik memahami bahwa Allah memiliki nama-nama yang baik dan indah (Asmaul Husna) serta pernah mendengar beberapa di antaranya.

Pemahaman bermakna: Memahami dan meneladani Asmaul Husna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud akan menumbuhkan karakter mulia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta membentuk pribadi yang sabar, bersyukur, bijaksana, dan penuh kasih sayang.

Pertanyaan pemantik: Mengapa Allah disebut Maha Penyantun, Maha Mensyukuri, Maha Bijaksana, dan Maha Mengasihi? Apa buktinya dalam kehidupan kita?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan makna Asmaul Husna Al-Halim dan Asy-Syakur dengan benar serta mengidentifikasi contoh perilakunya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, meminta peserta didik memimpin doa, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Siapa yang tahu nama-nama baik Allah?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang makna Asmaul Husna Al-Halim dan Asy-Syakur, serta memberikan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana Allah menunjukkan sifat sabar-Nya kepada kita?'

Memahami: Peserta didik diajak mengamati video pendek tentang keajaiban alam dan perilaku manusia, kemudian berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menemukan makna Asmaul Husna Al-Halim (Maha Penyantun) dan Asy-Syakur (Maha Mensyukuri) dari pengamatan tersebut, dibimbing oleh guru.

Mengaplikasi: Setiap kelompok berkolaborasi membuat daftar contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan sifat Al-Halim dan Asy-Syakur, seperti bersabar saat marah atau bersyukur atas nikmat yang didapat, lalu menuliskannya di kertas plano.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan daftar perilaku, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik, penguatan konsep, dan memastikan pemahaman peserta didik tentang kedua Asmaul Husna tersebut.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan makna dan contoh perilaku Al-Halim dan Asy-Syakur, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk mengamalkan sifat tersebut, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menjelaskan makna Asmaul Husna Al-Hakim dan Al-Wadud dengan benar, mengidentifikasi contoh perilakunya, dan mengaitkannya dengan hikmah penciptaan alam semesta.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, presensi, mengulas kembali materi sebelumnya tentang Al-Halim dan Asy-Syakur, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang Al-Hakim dan Al-Wadud. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Mengapa segala sesuatu di alam semesta ini begitu teratur dan sempurna?'

Memahami: Peserta didik disajikan kasus atau skenario tentang permasalahan lingkungan atau sosial. Mereka diajak menganalisis kasus tersebut untuk menemukan bukti kebijaksanaan Allah (Al-Hakim) dalam penciptaan dan kasih sayang-Nya (Al-Wadud) dalam memberikan solusi, melalui diskusi kelompok.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menyusun argumentasi dan contoh konkret bagaimana sifat Al-Hakim dan Al-Wadud terlihat dalam penciptaan alam semesta dan interaksi sosial, serta merumuskan perilaku yang meneladani kedua sifat tersebut. Mereka membuat mind map sederhana untuk memvisualisasikan ide-ide mereka.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan mind map dan hasil analisis mereka. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab, memberikan koreksi jika ada miskonsepsi, serta memperkuat pemahaman peserta didik tentang keteraturan alam sebagai bukti Al-Hakim dan kasih sayang Allah sebagai bukti Al-Wadud.

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan hikmah dari Al-Hakim dan Al-Wadud, memberikan motivasi untuk senantiasa bersikap bijaksana dan penuh kasih sayang, mengapresiasi kerja keras kelompok, memberikan tugas rumah (mencari contoh lain), dan menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Menganalisis pentingnya meneladani Asmaul Husna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, serta menciptakan karya sederhana (poster/kaligrafi/mind map) tentang Asmaul Husna yang telah dipelajari dengan kreatif.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan hangat, doa, presensi, dan mengulas singkat keempat Asmaul Husna yang telah dipelajari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir yaitu membuat proyek kreatif dan mengaitkan keempat Asmaul Husna dengan pembentukan karakter mulia. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita meneladani sifat-sifat Allah yang indah ini?'

Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan proyek kreatif (misalnya poster bergambar, kaligrafi sederhana, atau mind map berwarna) yang merangkum makna dan contoh perilaku dari keempat Asmaul Husna yang telah dipelajari, dengan bimbingan guru tentang kriteria proyek.

Mengaplikasi: Peserta didik mengerjakan proyek kreatif mereka. Mereka menggunakan berbagai alat dan bahan yang tersedia (kertas, pensil warna, spidol, gunting, lem) untuk menghasilkan karya yang menarik dan informatif, sambil terus berdiskusi dengan teman atau bertanya kepada guru jika ada kesulitan.

Merefleksi: Setiap peserta didik mempresentasikan karyanya di depan kelas, menjelaskan makna dan pesan yang ingin disampaikan. Guru dan teman-teman memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif. Guru juga memberikan penguatan tentang pentingnya meneladani Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas karya dan partisipasi mereka, menyimpulkan seluruh materi Asmaul Husna, mengingatkan pentingnya mengamalkan akhlak mulia, memberikan motivasi untuk terus belajar, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam gembira.

4 Asesmen

Proses (formatif): Pengamatan terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek kreatif (poster/kaligrafi/mind map) dan jawaban tes tertulis mengenai pemahaman Asmaul Husna.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan makna Asmaul Husna Al-Halim dan Asy-Syakur dengan benar.Al-Halim dan Asy-Syakur2 JPkeimanan dan ketakwaan
Menjelaskan makna Asmaul Husna Al-Hakim dan Al-Wadud dengan benar.Al-Hakim dan Al-Wadud2 JPpenalaran kritis
Menganalisis pentingnya meneladani Asmaul Husna dan menciptakan karya kreatif.Meneladani Asmaul Husna dan Proyek2 JPkreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Asmaul Husna adalah nama-nama baik Allah SWT yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Dengan mempelajari dan memahami Asmaul Husna, kita akan semakin mengenal Allah, mencintai-Nya, dan berusaha meneladani sifat-sifat mulia-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita selami empat di antaranya: Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud.

Mengenal Al-Halim (Maha Penyantun)

Al-Halim (الْحَلِيمُ) berarti Allah Maha Penyantun. Allah tidak tergesa-gesa dalam menghukum hamba-Nya yang berbuat dosa, bahkan Dia memberikan kesempatan untuk bertaubat. Kesantunan Allah terlihat dari betapa banyak kesalahan manusia yang tidak langsung dibalas-Nya. Contohnya, ketika kita melakukan kesalahan, Allah tidak langsung memberikan azab, melainkan memberikan teguran atau kesempatan untuk memperbaiki diri. Meneladani sifat Al-Halim berarti kita harus menjadi pribadi yang sabar, tidak mudah marah, dan pemaaf kepada orang lain, meskipun mereka berbuat salah kepada kita.

Mengenal Asy-Syakur (Maha Mensyukuri)

Asy-Syakur (الشَّكُورُ) berarti Allah Maha Mensyukuri. Allah adalah Dzat yang sangat menghargai setiap amal kebaikan hamba-Nya, sekecil apapun itu. Allah akan membalas kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Bahkan, hanya dengan niat baik pun Allah sudah mencatatnya sebagai kebaikan. Contohnya, jika kita bersedekah sedikit, Allah akan membalasnya dengan pahala yang besar. Meneladani Asy-Syakur berarti kita harus menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas segala nikmat Allah dan menghargai setiap kebaikan yang dilakukan orang lain, meskipun itu kecil.

Mengenal Al-Hakim (Maha Bijaksana)

Al-Hakim (الْحَكِيمُ) berarti Allah Maha Bijaksana. Segala ciptaan Allah di alam semesta ini memiliki tujuan dan hikmah yang mendalam. Tidak ada satu pun yang sia-sia atau kebetulan. Allah menciptakan segala sesuatu dengan perhitungan yang matang dan sempurna. Contohnya, pergantian siang dan malam, siklus air, atau fungsi setiap organ tubuh kita, semuanya menunjukkan kebijaksanaan Allah yang luar biasa. Meneladani Al-Hakim berarti kita harus berpikir sebelum bertindak, selalu mencari hikmah di balik setiap kejadian, dan membuat keputusan dengan pertimbangan yang matang.

Mengenal Al-Wadud (Maha Pengasih)

Al-Wadud (الْوَدُودُ) berarti Allah Maha Pengasih. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Kasih sayang Allah begitu luas, meliputi seluruh makhluk-Nya. Dia tidak hanya mengasihi orang-orang yang taat, tetapi juga memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya. Contohnya, Allah memberikan kita keluarga, teman, makanan, dan udara untuk bernapas sebagai wujud kasih sayang-Nya. Meneladani Al-Wadud berarti kita harus menjadi pribadi yang menyayangi sesama, suka menolong, dan menebarkan kebaikan kepada siapa pun, tanpa membeda-bedakan.

Hikmah Meneladani Asmaul Husna

Memahami dan meneladani Asmaul Husna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud memiliki banyak hikmah. Kita akan menjadi pribadi yang lebih sabar dan pemaaf (Al-Halim), senantiasa bersyukur dan menghargai (Asy-Syakur), berpikir bijaksana dalam setiap tindakan (Al-Hakim), serta penuh kasih sayang kepada semua makhluk (Al-Wadud). Dengan meneladani sifat-sifat ini, kita akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi hamba yang dicintai Allah SWT.

Rangkuman: Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah yang wajib kita imani dan teladani. Al-Halim berarti Maha Penyantun, mengajarkan kita kesabaran dan pemaafan. Asy-Syakur berarti Maha Mensyukuri, mendorong kita bersyukur dan menghargai kebaikan. Al-Hakim berarti Maha Bijaksana, membimbing kita untuk berpikir matang. Al-Wadud berarti Maha Pengasih, menumbuhkan rasa sayang kepada sesama. Meneladani Asmaul Husna ini akan membentuk akhlak mulia.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi dan mengaitkan makna Asmaul Husna dengan perilaku sehari-hari.

Alat & bahan: kertas HVS, pensil warna, spidol, gunting, lem

  1. Bacalah setiap Asmaul Husna dan artinya yang tersedia.
  2. Diskusikan dalam kelompok, contoh perilaku apa yang mencerminkan Asmaul Husna tersebut di kehidupan sehari-hari.
  3. Gunting gambar-gambar perilaku yang disediakan atau buatlah gambar sederhana sendiri.
  4. Tempelkan gambar perilaku di samping Asmaul Husna yang sesuai.
  5. Tuliskan satu kalimat hikmah yang kamu dapat dari setiap Asmaul Husna.

8 Glosarium

Asmaul HusnaNama-nama baik dan indah bagi Allah SWT.
Al-HalimMaha Penyantun, tidak tergesa-gesa dalam menghukum.
Asy-SyakurMaha Mensyukuri, menghargai amal baik hamba-Nya.
Al-HakimMaha Bijaksana, menciptakan segala sesuatu dengan hikmah.
Al-WadudMaha Pengasih, mencintai hamba-Nya dan menebarkan kasih sayang.
Akhlak muliaPerilaku terpuji yang sesuai ajaran Islam.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al WadudPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud →
Al-Ḥalīm, Asy-Syakūr, Al-Ḥakīm, dan Al-WadūdPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Al-Ḥalīm, Asy-Syakūr, Al-Ḥakīm, dan Al-Wadūd →
Akhlak terhadap Allah SWT dengan berdoa bertawakkal kepada-NyaPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Akhlak terhadap Allah SWT dengan berdoa bertawakkal kepada-Nya →
Iman kepada hari akhirPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Iman kepada hari akhir →
Iman kepada RasulPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Iman kepada Rasul →
Kisah Nabi IsaPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Kisah Nabi Isa →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.