tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Agama Islam › Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud
SD · Kelas V · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas V
Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas V materi Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud
Ringkasan: Al-Halim adalah Allah Maha Penyantun yang mengajarkan kita sabar dan pemaaf. Asy-Syakur adalah Allah Maha Mensyukuri, mendorong kita untuk selalu bersyukur dan menghargai kebaikan. Al-Hakim adalah Allah Maha Bijaksana, membimbing kita untuk berpikir matang dan bertindak benar. Al-Wadud adalah Allah Maha Mencintai, mengajak kita menyayangi sesama dan seluruh makhluk. Mari kita teladani sifat-sifat mulia ini dalam setiap aspek kehidupan kita.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitasWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik mampu memahami sifat-sifat Allah Swt. (Asmaulhusna) yang terkandung dalam Al-Qur'an sebagai landasan memperkuat iman dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa Asmaulhusna lainnya dan memahami makna sifat-sifat terpuji Allah Swt. secara umum.

Pemahaman bermakna: Memahami dan meneladani Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud akan menumbuhkan karakter mulia, seperti kesabaran, syukur, kebijaksanaan, dan kasih sayang, yang berlandaskan keimanan kepada Allah Swt.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana kita bisa menjadi anak yang sabar, bersyukur, bijaksana, dan penyayang seperti sifat-sifat Allah Swt. yang kita pelajari?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan makna Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud dengan benar.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya 'Siapa yang tahu nama-nama indah Allah?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, dan melontarkan pertanyaan pemantik 'Mengapa penting bagi kita mengenal sifat-sifat Allah Swt.?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Memahami: Peserta didik diajak mengamati video pendek atau gambar-gambar ilustrasi yang menunjukkan fenomena alam atau perilaku manusia yang terkait dengan sifat sabar, syukur, kebijaksanaan, dan kasih sayang. Mereka kemudian berdiskusi kelompok untuk mengaitkan pengamatan tersebut dengan konsep Asmaulhusna yang akan dipelajari: Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud.

Mengaplikasi: Setiap kelompok menerima kartu berisi potongan ayat Al-Qur'an atau hadis yang menyebutkan salah satu Asmaulhusna. Mereka diminta menafsirkan maknanya dengan bimbingan guru dan mencocokkan dengan definisi yang tersedia, lalu mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.

Merefleksi: Peserta didik memberikan umpan balik kepada kelompok lain. Guru menguatkan pemahaman dengan penjelasan tambahan, memastikan semua peserta didik memahami makna keempat Asmaulhusna tersebut, dan mengklarifikasi miskonsepsi yang mungkin muncul.

Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan makna keempat Asmaulhusna. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas mencari contoh lain, dan menutup pelajaran dengan doa serta pesan motivasi untuk selalu bersyukur dan berbuat baik.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Guru memulai dengan salam dan doa, memeriksa kembali kehadiran, meninjau materi sebelumnya dengan pertanyaan 'Siapa yang masih ingat makna Al-Halim?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi contoh perilaku, dan mengajukan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa meneladani sifat-sifat Allah Swt. dalam perbuatan kita sehari-hari?'.

Memahami: Peserta didik disajikan kasus-kasus atau skenario kehidupan sehari-hari yang membutuhkan pemahaman tentang kesabaran, rasa syukur, kebijaksanaan, atau kasih sayang (misalnya, 'Adi diejek temannya', 'Siti mendapat hadiah', 'Keputusan sulit di kelas', 'Membantu teman yang kesusahan'). Mereka menganalisis kasus tersebut secara individu.

Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan setiap kasus, mengidentifikasi Asmaulhusna yang relevan, dan menyusun solusi atau respons yang mencerminkan peneladanan Asmaulhusna tersebut. Mereka diminta untuk bermain peran singkat atau membuat poster mini tentang solusi terbaik yang ditemukan.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan simulasi peran mereka. Guru memberikan umpan balik konstruktif, mengaitkan perilaku yang ditunjukkan dengan makna Asmaulhusna, dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang dampak setiap pilihan perilaku.

Penutup: Peserta didik secara individu menuliskan satu contoh perilaku yang akan mereka lakukan untuk meneladani salah satu Asmaulhusna yang dipelajari. Guru memberikan pujian atas ide-ide kreatif, memberikan penguatan bahwa meneladani Asmaulhusna adalah ibadah, dan menutup dengan doa serta pesan positif.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Membuat karya sederhana yang mengilustrasikan pemahaman tentang Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud.

Kegiatan awal: Guru menyambut peserta didik dengan semangat, berdoa, memeriksa kehadiran, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat proyek, dan memotivasi dengan 'Hari ini kita akan menjadi seniman yang menyampaikan pesan kebaikan melalui karya!'.

Memahami: Peserta didik diingatkan kembali tentang makna dan contoh perilaku dari keempat Asmaulhusna. Guru menunjukkan beberapa contoh proyek sederhana (misalnya, poster, kolase, komik strip, puisi) yang pernah dibuat siswa lain untuk menginspirasi.

Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan merencanakan dan membuat karya sederhana (misalnya, poster bergambar, mind map, komik pendek, puisi) yang mengilustrasikan pemahaman mereka tentang Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diberi kebebasan memilih media dan bahan yang tersedia.

Merefleksi: Setiap peserta didik/pasangan mempresentasikan karyanya di depan kelas, menjelaskan makna di balik karyanya, dan bagaimana karya tersebut mencerminkan pemahaman Asmaulhusna. Peserta didik lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif. Guru memberikan penguatan dan penilaian terhadap karya.

Penutup: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas kreativitas dan usaha mereka. Karya-karya terbaik dipajang di kelas. Guru menyimpulkan seluruh materi, memberikan pesan agar terus meneladani sifat-sifat Allah, dan menutup pelajaran dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat dunia akhirat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian terhadap hasil LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian terhadap karya proyek peserta didik (poster/kolase/komik) dan tes tulis untuk mengukur pemahaman makna Asmaulhusna.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan makna Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud dengan benar.Pengenalan dan pemahaman makna Asmaulhusna.2 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud dalam kehidupan sehari-hari.Identifikasi dan analisis perilaku terpuji.2 JPpenalaran kritis, keimanan dan ketakwaan
Membuat karya sederhana yang mengilustrasikan pemahaman tentang Asmaulhusna Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud.Kreasi dan presentasi proyek.2 JPkreativitas, keimanan dan ketakwaan

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Asmaulhusna adalah nama-nama indah Allah Swt. yang menunjukkan sifat-sifat keagungan-Nya. Dengan memahami dan meneladani Asmaulhusna, kita dapat lebih mengenal Allah Swt. dan membentuk karakter yang baik. Mari kita pelajari empat Asmaulhusna pilihan ini: Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, dan Al-Wadud.

Al-Halim (Yang Maha Penyantun)

Al-Halim (الْحَلِيمُ) berarti Allah Swt. Maha Penyantun, Maha Lembut, dan Maha Sabar. Allah tidak terburu-buru menghukum hamba-Nya yang berbuat dosa, bahkan memberikan kesempatan untuk bertaubat. Kesantunan Allah sangat luas, Dia tidak langsung membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan memberikan ampunan bagi yang mau kembali ke jalan-Nya. Meneladani Al-Halim berarti kita harus belajar bersabar dalam menghadapi kesulitan, tidak mudah marah, dan memaafkan kesalahan orang lain, seperti firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 263: "...Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun."

Asy-Syakur (Yang Maha Mensyukuri)

Asy-Syakur (الشَّكُورُ) berarti Allah Swt. Maha Mensyukuri. Maksudnya, Allah akan membalas kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan hamba-Nya dengan pahala yang berlipat ganda. Allah menghargai setiap amal baik dan tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Meneladani Asy-Syakur berarti kita harus selalu bersyukur atas nikmat Allah, baik nikmat besar maupun kecil, serta menghargai dan berterima kasih atas kebaikan orang lain. Bersyukur juga berarti menggunakan nikmat Allah untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana)

Al-Hakim (الْحَكِيمُ) berarti Allah Swt. Maha Bijaksana. Setiap ciptaan dan ketetapan Allah pasti memiliki hikmah dan tujuan yang baik, meskipun terkadang kita tidak langsung memahaminya. Kebijaksanaan Allah meliputi segala sesuatu. Meneladani Al-Hakim berarti kita harus selalu berpikir sebelum bertindak, mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang, dan menerima takdir Allah dengan lapang dada karena yakin ada hikmah di baliknya. Kita juga harus selalu belajar agar menjadi pribadi yang berilmu dan bijaksana dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Al-Wadud (Yang Maha Mencintai)

Al-Wadud (الْوَدُودُ) berarti Allah Swt. Maha Mencintai. Allah adalah sumber segala kasih sayang dan cinta. Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Cinta Allah kepada makhluk-Nya sangat besar dan tak terbatas. Meneladani Al-Wadud berarti kita harus menyayangi sesama makhluk Allah, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Kita juga harus menunjukkan rasa cinta kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta mencintai Rasulullah Saw. dengan mengikuti sunahnya. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Hud ayat 90: "...Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih."

Meneladani Al-Halim dalam Kehidupan

Meneladani sifat Al-Halim berarti kita harus memiliki kesabaran yang tinggi. Contohnya, saat teman berbuat salah, kita tidak langsung marah, melainkan menasihati dengan lembut. Ketika menghadapi kesulitan dalam belajar, kita tidak menyerah, tetapi terus berusaha dan berdoa. Kesabaran ini akan membawa ketenangan hati dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Ingatlah bahwa Allah menyukai orang-orang yang sabar dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau bertindak.

Meneladani Asy-Syakur dalam Kehidupan

Untuk meneladani Asy-Syakur, kita harus selalu bersyukur. Contohnya, mengucapkan 'Alhamdulillah' saat mendapatkan rezeki, kesehatan, atau ilmu. Kita juga bisa bersyukur dengan menjaga lingkungan, membantu orang lain, dan menggunakan waktu luang untuk hal-hal bermanfaat. Rasa syukur akan membuat kita merasa cukup dan bahagia, serta menjauhkan diri dari sifat serakah dan kufur nikmat. Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur.

Meneladani Al-Hakim dalam Kehidupan

Meneladani Al-Hakim berarti kita harus menjadi pribadi yang bijaksana. Contohnya, ketika ada masalah, kita tidak langsung menyalahkan orang lain, tetapi mencari solusi yang terbaik. Dalam berbicara, kita memilih kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Kita juga harus rajin belajar agar memiliki ilmu yang luas, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebijaksanaan akan membawa kebaikan bagi semua.

Meneladani Al-Wadud dalam Kehidupan

Meneladani Al-Wadud berarti kita harus memiliki kasih sayang yang tulus. Contohnya, menyayangi orang tua, guru, dan teman-teman. Kita juga harus peduli terhadap lingkungan, tidak merusak tanaman, dan tidak menyakiti hewan. Dengan menyebarkan kasih sayang, kita akan menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di sekitar kita. Allah mencintai hamba-Nya yang penyayang, dan kasih sayang adalah kunci untuk mendapatkan rahmat-Nya.

Rangkuman: Al-Halim adalah Allah Maha Penyantun yang mengajarkan kita sabar dan pemaaf. Asy-Syakur adalah Allah Maha Mensyukuri, mendorong kita untuk selalu bersyukur dan menghargai kebaikan. Al-Hakim adalah Allah Maha Bijaksana, membimbing kita untuk berpikir matang dan bertindak benar. Al-Wadud adalah Allah Maha Mencintai, mengajak kita menyayangi sesama dan seluruh makhluk. Mari kita teladani sifat-sifat mulia ini dalam setiap aspek kehidupan kita.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan contoh perilaku berdasarkan Asmaulhusna yang relevan.

Alat & bahan: Lembar kerja, pensil warna, gunting, lem, gambar-gambar situasi

  1. Bacalah dengan saksama setiap cerita singkat tentang perilaku di bawah ini.
  2. Diskusikan dengan kelompokmu, Asmaulhusna mana (Al-Halim, Asy-Syakur, Al-Hakim, Al-Wadud) yang paling sesuai dengan cerita tersebut.
  3. Tuliskan makna Asmaulhusna yang kalian pilih di kolom yang tersedia.
  4. Gunting dan tempelkan gambar perilaku yang sesuai di bawah kolom Asmaulhusna yang tepat.
  5. Presentasikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas.

8 Glosarium

AsmaulhusnaNama-nama baik dan indah bagi Allah Swt.
Al-HalimAllah Maha Penyantun/Sabar
Asy-SyakurAllah Maha Mensyukuri
Al-HakimAllah Maha Bijaksana
Al-WadudAllah Maha Mencintai
TaubatKembali dari perbuatan dosa kepada ketaatan kepada Allah

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Al-Ḥalīm, Asy-Syakūr, Al-Ḥakīm, dan Al-WadūdPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Al-Ḥalīm, Asy-Syakūr, Al-Ḥakīm, dan Al-Wadūd →
Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadudPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Asmaul Husna, Al Halim,asy Syakur,Al hakim,Al wadud →
Akhlak terhadap Allah SWT dengan berdoa bertawakkal kepada-NyaPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Akhlak terhadap Allah SWT dengan berdoa bertawakkal kepada-Nya →
Iman kepada hari akhirPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Iman kepada hari akhir →
Iman kepada RasulPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Iman kepada Rasul →
Kisah Nabi IsaPendidikan Agama Islam Kelas V SD
Pelajari Kisah Nabi Isa →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Al-Halim, Asy Syakur, Al- Hakim dan Al Wadud ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.