Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Akhlak terhadap Allah SWT dengan berdoa bertawakkal kepada-Nya lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik fase C memahami dan membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk akhlak terhadap Allah SWT, diri sendiri, sesama, dan lingkungan, serta menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menjaga keharmonisan.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik mengetahui beberapa nama Allah SWT (Asmaul Husna) dan dasar-dasar ibadah seperti shalat dan membaca Al-Qur'an.
Pemahaman bermakna: Berdoa dan bertawakal merupakan wujud nyata keyakinan kita kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang Maha Kuasa dan tempat kita bersandar, sehingga hidup menjadi lebih tenang dan bermakna.
Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan?
Tujuan: Menjelaskan pengertian doa dan tawakal dengan benar serta mengidentifikasi adab-adab berdoa sesuai syariat Islam.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa bersama, guru mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman berdoa, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi dengan pertanyaan 'Apa itu doa dan tawakal?'.
Memahami: Peserta didik mengamati video pendek tentang seseorang yang berdoa dan bertawakal dalam menghadapi kesulitan, lalu secara berkelompok mendiskusikan pengertian doa dan tawakal dari video tersebut serta mencari dalil naqli yang relevan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar adab-adab berdoa yang mereka temukan dari berbagai sumber (buku, internet, diskusi) dan menuliskannya di kertas karton untuk dipresentasikan.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang pengertian doa dan tawakal serta adab-adab berdoa, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan serta meluruskan konsep yang kurang tepat.
Penutup: Bersama-sama menyimpulkan materi hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, memberikan tugas mencari contoh doa-doa pendek, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Menyebutkan manfaat berdoa dan bertawakal dalam kehidupan sehari-hari serta mempraktikkan doa sehari-hari dengan adab yang baik.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, presensi, mengulas kembali materi sebelumnya tentang pengertian doa dan tawakal, dan guru menanyakan 'Apa manfaatnya kita berdoa dan bertawakal?'.
Memahami: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan studi kasus (masalah sederhana yang sering dihadapi anak SD), misalnya kehilangan barang atau kesulitan belajar, lalu diminta mendiskusikan bagaimana sikap berdoa dan tawakal dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Mengaplikasi: Setiap kelompok memilih satu kasus, merancang sebuah 'skenario doa' yang sesuai dengan adab berdoa, dan mempraktikkannya di depan kelas dengan khusyuk.
Merefleksi: Setelah praktik, kelompok lain memberikan masukan dan guru memberikan umpan balik tentang praktik doa serta menjelaskan manfaat-manfaat nyata dari berdoa dan bertawakal dalam menghadapi kesulitan sehari-hari.
Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan manfaat berdoa dan bertawakal, guru memotivasi untuk selalu berdoa dalam setiap keadaan, memberikan apresiasi atas kreativitas kelompok, dan menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Tujuan: Menceritakan contoh sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari dan membuat proyek 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-ku.
Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, presensi, guru mengingatkan kembali pentingnya berdoa dan tawakal, serta menyampaikan proyek yang akan dibuat: 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-ku.
Memahami: Peserta didik secara individu atau berpasangan mencari dan mengumpulkan beberapa doa harian (misal: doa makan, doa tidur, doa belajar) dan contoh-contoh kisah inspiratif tentang tawakal dari berbagai sumber.
Mengaplikasi: Peserta didik mulai menyusun 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-ku. Buku ini berisi kumpulan doa harian yang sudah dipelajari, dilengkapi dengan tulisan Arab, transliterasi, arti, dan dihiasi dengan ilustrasi atau gambar. Di dalamnya juga terdapat cerita singkat tentang pengalaman pribadi atau kisah lain tentang tawakal.
Merefleksi: Peserta didik mempresentasikan 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-nya di depan kelas, menceritakan kisah tawakal yang dipilih, dan mempraktikkan salah satu doa. Guru memberikan apresiasi, masukan, dan penguatan terhadap hasil karya mereka.
Penutup: Guru memberikan penguatan akhir tentang pentingnya akhlak berdoa dan bertawakal, mengapresiasi seluruh usaha dan karya peserta didik, memotivasi untuk terus mengamalkan, dan menutup pelajaran dengan doa dan salam yang menggembirakan.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, praktik doa, dan penyusunan 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-ku.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek 'Buku Doa dan Kisah Tawakal'-ku dan presentasi lisan tentang kisah tawakal.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian doa dan tawakal | Pengertian doa dan tawakal, dalil naqli | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Mengidentifikasi adab-adab berdoa dan manfaatnya | Adab berdoa, manfaat berdoa dan tawakal | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kewargaan |
| Mempraktikkan doa dan menceritakan kisah tawakal | Praktik doa harian, kisah tawakal | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kreativitas |
Anak-anakku yang shalih dan shalihah, dalam hidup ini kita pasti pernah merasa senang, sedih, atau menghadapi kesulitan. Saat itulah kita butuh pertolongan. Sebagai seorang muslim, kita punya tempat bersandar yang paling kuat dan Maha Kuasa, yaitu Allah SWT. Dengan berdoa dan bertawakal kepada-Nya, hati kita akan menjadi lebih tenang dan yakin bahwa Allah selalu bersama kita.
Doa adalah permohonan atau permintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Doa adalah inti ibadah, karena dengan berdoa kita menunjukkan kerendahan diri dan pengakuan atas kebesaran Allah. Sedangkan tawakal (تَوَكُّلٌ) berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah kita melakukan usaha semaksimal mungkin (ikhtiar). Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan yakin bahwa hasil akhir adalah ketetapan Allah yang terbaik. Contohnya, saat ujian kita belajar sungguh-sungguh, lalu setelah itu kita bertawakal kepada Allah atas hasilnya.
Agar doa kita lebih mudah dikabulkan, ada beberapa adab yang sebaiknya kita perhatikan. Pertama, menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Kedua, memulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ketiga, berdoa dengan suara lembut dan hati yang khusyuk. Keempat, yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita dan tidak tergesa-gesa. Kelima, berdoa dengan penuh harap dan rasa takut (kepada Allah), serta menghindari makanan dan minuman yang haram. Dengan adab yang baik, doa kita menjadi lebih bermakna.
Berdoa dan bertawakal memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita. Dengan berdoa, hati menjadi lebih tenang karena kita merasa dekat dengan Allah. Doa juga merupakan sumber kekuatan saat kita menghadapi masalah, karena kita tahu ada Dzat yang Maha Kuasa tempat kita mengadu. Tawakal mengajarkan kita untuk tidak mudah putus asa dan selalu optimis, karena setiap usaha yang kita lakukan akan berbuah kebaikan dari Allah. Selain itu, berdoa dan bertawakal juga dapat menjauhkan kita dari sifat sombong dan angkuh.
Sikap tawakal bisa kita terapkan dalam banyak hal. Misalnya, ketika kita sakit, kita berusaha berobat dan minum obat, setelah itu kita bertawakal kepada Allah agar diberi kesembuhan. Saat akan menghadapi ujian, kita belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh, kemudian kita bertawakal kepada Allah untuk hasil terbaik. Atau ketika kita menanam tumbuhan, kita sirami, pupuk, dan rawat dengan baik, lalu kita bertawakal agar tumbuhan itu tumbuh subur. Tawakal adalah keseimbangan antara usaha dan penyerahan diri kepada Sang Pencipta.
Rangkuman: Berdoa dan bertawakal adalah akhlak mulia terhadap Allah SWT. Doa adalah permohonan hamba kepada-Nya, sedangkan tawakal adalah berserah diri setelah berusaha. Dengan memperhatikan adab-adab berdoa dan senantiasa bertawakal, hati akan menjadi tenang, optimis, dan merasa dekat dengan Allah SWT. Keduanya merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menumbuhkan kekuatan spiritual dalam menghadapi segala tantangan hidup.
Tujuan: Mengidentifikasi adab-adab berdoa dan manfaatnya melalui studi kasus.
Alat & bahan: kertas folio, pensil warna, gunting, lem
| Doa | Permohonan atau permintaan seorang hamba kepada Allah SWT. |
| Tawakal | Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan usaha maksimal. |
| Ikhtiar | Usaha atau upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan. |
| Adab | Tata krama atau sopan santun dalam melakukan sesuatu. |
| Khusyuk | Fokus dan rendah hati dalam berdoa atau beribadah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.