Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Iman kepada Rasul lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami rukun iman secara umum dan mengenal beberapa nama Nabi dalam Al-Qur'an.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengimani rasul Allah SWT bukan hanya sekadar mengetahui nama-nama mereka, tetapi juga meneladani sifat-sifat mulia mereka sebagai panduan hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membayangkan, bagaimana kita bisa tahu tentang Allah dan ajaran-Nya jika tidak ada yang menyampaikan?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan pengertian iman kepada rasul Allah SWT dengan benar dan mengidentifikasi tugas-tugas rasul Allah SWT dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya 'Siapa yang tahu apa itu rasul?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami pengertian dan tugas rasul, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Mengapa Allah mengutus rasul kepada manusia?'.
Memahami: Peserta didik mengamati gambar-gambar yang berkaitan dengan kisah rasul (misalnya, Nabi Nuh dengan bahteranya, Nabi Musa dengan tongkatnya), kemudian secara mandiri atau berpasangan mencari informasi dari buku paket atau sumber digital tentang pengertian iman kepada rasul dan tugas-tugas mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan hasil temuan mereka, kemudian membuat peta konsep sederhana yang berisi pengertian iman kepada rasul dan daftar tugas-tugas rasul yang telah mereka pahami.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan peta konsepnya di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan pemahaman yang kurang tepat, serta memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini. Guru memberikan refleksi singkat tentang pentingnya memahami peran rasul, memberikan tugas untuk mencari tahu nama-nama rasul, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Peserta didik dapat menyebutkan 25 nama rasul Allah SWT dengan urut dan mengidentifikasi sifat-sifat wajib dan mustahil bagi rasul dengan tepat.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Siapa yang ingat tugas rasul yang sudah kita pelajari?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal nama-nama rasul dan sifat-sifatnya, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Bagaimana kita bisa yakin bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah dan tidak pernah berbohong?'.
Memahami: Peserta didik menyaksikan video pendek atau mendengarkan nasyid tentang 25 nama rasul. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana rasul bisa dipercaya dan sifat-sifat apa saja yang harus dimiliki oleh seorang rasul agar layak menjadi teladan.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus singkat tentang sifat-sifat rasul (misalnya, kisah Nabi Ismail yang sabar, Nabi Muhammad yang jujur). Mereka kemudian membuat daftar sifat wajib (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah) dan sifat mustahil bagi rasul, serta mencari contoh perilaku dari kisah rasul yang mencerminkan sifat-sifat tersebut.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan daftar sifat rasul. Guru memberikan umpan balik, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan memberikan penguatan tentang pentingnya sifat-sifat tersebut bagi seorang rasul. Guru juga mengaitkan sifat rasul dengan kehidupan sehari-hari.
Penutup: Peserta didik bersama guru merangkum nama-nama dan sifat-sifat rasul. Guru memberikan apresiasi atas semangat belajar, menyampaikan rencana proyek di pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta salam.
Tujuan: Peserta didik dapat meneladani akhlak mulia rasul dalam kehidupan sehari-hari dan membuat karya sederhana yang menggambarkan keteladanan salah satu rasul.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam dan mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya 'Sifat rasul apa yang paling kalian kagumi?', menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu meneladani akhlak rasul melalui proyek, serta mengajukan pertanyaan pemantik 'Jika kalian bisa menjadi salah satu rasul, sifat apa yang ingin kalian contoh dan bagaimana kalian menerapkannya?'.
Memahami: Guru menjelaskan konsep 'keteladanan' dan memberikan beberapa contoh konkret bagaimana sifat rasul dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, jujur saat ulangan, amanah dalam menjaga rahasia teman).
Mengaplikasi: Peserta didik secara individu atau berpasangan memilih salah satu rasul yang paling mereka kagumi. Mereka merencanakan dan membuat karya sederhana (misalnya, poster bergambar, komik pendek, cerita bergambar, puisi) yang menggambarkan keteladanan rasul pilihan mereka dan bagaimana sifat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru membimbing dan memfasilitasi proses pembuatan karya.
Merefleksi: Peserta didik memamerkan karya mereka di kelas (galeri berjalan) dan saling memberikan komentar positif. Beberapa peserta didik secara sukarela mempresentasikan karyanya dan menjelaskan pesan keteladanan yang ingin disampaikan. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengapresiasi setiap karya.
Penutup: Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang keteladanan rasul. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengamalkan sifat rasul dalam kehidupan, memberikan apresiasi tinggi atas seluruh karya dan partisipasi, dan menutup dengan doa serta salam dengan suasana gembira.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan peta konsep atau daftar sifat rasul.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil karya proyek (poster/komik/cerita) yang menggambarkan keteladanan rasul dan tes tertulis akhir berupa pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian iman kepada rasul dan tugasnya | Pengertian iman kepada rasul dan tugas-tugasnya | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menyebutkan 25 nama rasul dan mengidentifikasi sifat-sifatnya | Nama-nama rasul dan sifat wajib/mustahil | 2 JP | penalaran kritis |
| Meneladani akhlak rasul dan membuat karya | Keteladanan rasul dan aplikasinya | 2 JP | kreativitas |
Iman kepada rasul adalah rukun iman yang keempat. Kita wajib meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus para rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya kepada umat manusia. Mereka adalah utusan pilihan Allah yang memiliki sifat-sifat istimewa dan menjadi teladan terbaik bagi kita semua. Dengan mengimani dan meneladani mereka, kita akan mendapatkan petunjuk menuju kebaikan.
Iman kepada rasul Allah SWT artinya meyakini sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya dengan membawa ajaran atau syariat untuk disampaikan kepada umat manusia. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain. Mereka adalah pembawa kabar gembira dan peringatan, serta penunjuk jalan kebenaran. Tanpa rasul, kita tidak akan tahu bagaimana cara beribadah kepada Allah dan menjalani hidup sesuai perintah-Nya. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa' ayat 165: رُسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌۭ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ 'Rasul-rasul itu adalah pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah setelah adanya rasul-rasul itu'.
Para rasul memiliki tugas yang sangat mulia dan berat. Tugas utama mereka adalah menyampaikan wahyu Allah kepada umat manusia, membimbing mereka ke jalan yang benar, dan mengajak beribadah hanya kepada Allah SWT. Mereka juga bertugas menjelaskan mana yang benar (hak) dan mana yang salah (batil), serta memberikan contoh teladan dalam setiap aspek kehidupan. Rasul juga mengajarkan akhlak mulia, membersihkan jiwa dari kemusyrikan, dan menjadi saksi atas amal perbuatan umatnya kelak di hari kiamat. Intinya, mereka diutus untuk menyempurnakan akhlak dan membimbing manusia agar selamat dunia akhirat.
Ada 25 nama rasul yang wajib kita imani dan ketahui. Mereka adalah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Yusuf, Ayub, Syu'aib, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa', Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad SAW. Meskipun banyak nabi dan rasul lainnya, 25 nama inilah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan wajib kita ketahui. Setiap rasul memiliki kisah dan perjuangan yang penuh hikmah dan pelajaran berharga bagi kita semua.
Rasul Allah SWT memiliki empat sifat wajib yang menunjukkan kesempurnaan mereka sebagai utusan. Pertama, 'Siddiq' (صِدِّيقٌ) artinya jujur dan benar. Rasul tidak pernah berbohong dalam perkataan maupun perbuatan. Kedua, 'Amanah' (أَمَانَةٌ) artinya dapat dipercaya. Rasul selalu menjaga kepercayaan Allah dan umatnya. Ketiga, 'Tabligh' (تَبْلِيغٌ) artinya menyampaikan. Rasul selalu menyampaikan wahyu Allah tanpa menyembunyikan sedikit pun. Keempat, 'Fathanah' (فَطَانَةٌ) artinya cerdas. Rasul memiliki kecerdasan luar biasa untuk menghadapi berbagai tantangan dan menyampaikan dakwah dengan hikmah.
Selain sifat wajib, ada juga sifat-sifat mustahil yang tidak mungkin ada pada diri seorang rasul. Sifat-sifat ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Pertama, 'Kidzib' (كِذْبٌ) artinya bohong. Mustahil rasul berbohong. Kedua, 'Khianat' (خِيَانَةٌ) artinya tidak dapat dipercaya. Mustahil rasul mengkhianati amanah. Ketiga, 'Kitman' (كِتْمَانٌ) artinya menyembunyikan. Mustahil rasul menyembunyikan wahyu. Keempat, 'Baladah' (بَلَادَةٌ) artinya bodoh. Mustahil rasul tidak cerdas. Dengan memahami sifat-sifat ini, kita semakin yakin akan kebenaran risalah para rasul.
Iman kepada rasul tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan sifatnya, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan. Kita harus meneladani akhlak mulia para rasul dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan keberanian. Kita bisa meneladani kejujuran beliau dengan tidak menyontek saat ujian, meneladani kesabaran dengan tidak mudah marah, meneladani kasih sayang dengan membantu teman, dan meneladani keberanian dengan mengatakan kebenaran. Dengan meneladani rasul, hidup kita akan lebih terarah dan berkah.
Rangkuman: Iman kepada rasul adalah rukun iman keempat, meyakini rasul sebagai utusan Allah yang menyampaikan wahyu dan menjadi teladan. Ada 25 rasul yang wajib diketahui, dengan sifat wajib Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah, dan mustahil Kidzib, Khianat, Kitman, Baladah. Meneladani akhlak rasul dalam kehidupan sehari-hari merupakan wujud keimanan kita kepada mereka.
Tujuan: Mengidentifikasi nama-nama rasul dan sifat-sifat wajib serta mustahil bagi mereka.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil warna/spidol, gunting, lem, gambar-gambar rasul (opsional)
| Rasul | Utusan Allah yang membawa wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikannya. |
| Nabi | Manusia pilihan Allah yang diberi wahyu, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. |
| Wahyu | Firman Allah yang disampaikan kepada para nabi dan rasul. |
| Siddiq | Sifat wajib rasul yang berarti jujur/benar. |
| Amanah | Sifat wajib rasul yang berarti dapat dipercaya. |
| Tabligh | Sifat wajib rasul yang berarti menyampaikan. |
| Fathanah | Sifat wajib rasul yang berarti cerdas. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.