Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Akhlak Terhadap Allah Swt, puasa wajib dan puasa sunnah,kepemimpinan Nabi Muhammad Saw lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Akhlak Terhadap Allah Swt, puasa wajib dan puasa sunnah,kepemimpinan Nabi Muhammad Saw |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memahami rukun iman dan rukun Islam serta mengenal beberapa kisah Nabi Muhammad Saw.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Akhlak, Fikih, Sejarah Peradaban Islam |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami dan menerapkan akhlak mulia terhadap Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari, mampu melaksanakan ibadah puasa wajib dan sunnah, serta meneladani sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. sebagai inspirasi dalam berinteraksi sosial. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata perilaku baik kepada Allah Swt., jenis-jenis puasa yang dilakukan umat Islam, dan peristiwa penting dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. |
| Konseptual | Konsep intinya meliputi kesadaran akan pengawasan Allah ( مراقبة الله - muraqabatullah), pentingnya puasa sebagai bentuk ketaatan, dan teladan kepemimpinan Nabi yang adil dan bijaksana. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam berpuasa dan cara meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang akhlak, puasa, dan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. dapat membentuk karakter dan perilaku mereka menjadi lebih baik. |
Tujuan Pembelajaran:
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa akhlak mulia kepada Allah Swt., praktik puasa, dan teladan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat serta membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menunjukkan rasa syukur dan cinta kepada Allah Swt. dalam setiap tindakan kita?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi, penulisan cerita singkat (komik), dan penggunaan kosakata yang tepat. Seni Budaya: Pembuatan poster, komik mini, atau karya seni visual lainnya untuk proyek. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai kebersamaan, musyawarah, dan keadilan yang selaras dengan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota keluarga dapat diajak berdiskusi tentang contoh akhlak baik di rumah dan pengalaman berpuasa, serta membantu mendokumentasikan kegiatan proyek anak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta memanfaatkan area sekolah untuk pengamatan atau simulasi singkat (misalnya simulasi antre sebagai bentuk kedisiplinan meneladani Nabi). |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video kisah Nabi Muhammad Saw. dari sumber terpercaya, penggunaan aplikasi presentasi sederhana untuk proyek, atau pencarian informasi tentang puasa sunnah melalui internet yang didampingi guru. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menjelaskan pengertian dan contoh akhlak terpuji terhadap Allah Swt. dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam, berdoa bersama, dan melakukan presensi. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali arti bersyukur dan bertanya 'Apa saja nikmat Allah yang paling kamu syukuri hari ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang akhlak kepada Allah Swt. agar peserta didik sadar akan proses belajarnya. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik diajak mengamati gambar atau video tentang berbagai ciptaan Allah Swt. dan mendiskusikan bagaimana ciptaan tersebut menunjukkan kebesaran-Nya. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap Sang Pencipta. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik secara berkelompok membuat daftar contoh akhlak terpuji terhadap Allah Swt. seperti bersyukur ( شكر - syukr), berzikir ( ذكر - dzikr), dan bertawakal ( توكل - tawakkul), kemudian mempresentasikan hasilnya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya akhlak mulia kepada Allah Swt. Guru mengajak peserta didik merenungkan 'Apakah saya sudah menunjukkan akhlak yang baik kepada Allah hari ini?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian akhlak terhadap Allah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas pengamatan perilaku syukur di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam ceria. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis hikmah berakhlak mulia kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam, berdoa, dan presensi. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan pertanyaan 'Apa manfaatnya kita berakhlak baik kepada Allah?'. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis hikmah akhlak mulia kepada Allah Swt., memastikan peserta didik memahami fokus belajar hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik disajikan studi kasus atau cerita pendek tentang seseorang yang selalu bersyukur dan bertawakal dalam menghadapi cobaan, dan seseorang yang mudah mengeluh. Peserta didik menganalisis perbedaan dampak dari kedua sikap tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan dan menuliskan hikmah-hikmah yang didapat dari berakhlak mulia kepada Allah Swt., seperti hati menjadi tenang, hidup berkah, dan mendapatkan pahala. Mereka juga mengidentifikasi contoh nyata hikmah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan analisis hikmah akhlak mulia. Guru memfasilitasi tanya jawab dan memberikan penguatan bahwa akhlak mulia membawa kebaikan dunia dan akhirat. Guru mengajak peserta didik merefleksikan 'Hikmah apa yang paling terasa bagimu saat berbuat baik kepada Allah?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Guru dan peserta didik merangkum hikmah-hikmah penting. Guru memberikan apresiasi atas pemikiran kritis peserta didik dan memberikan motivasi untuk senantiasa berakhlak mulia. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan semangat untuk terus belajar. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Direct Instruction + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membedakan puasa wajib dan puasa sunnah serta menyebutkan syarat dan rukunnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Peserta didik menyambut salam, berdoa, dan presensi. Guru bertanya 'Siapa yang pernah berpuasa? Puasa apa saja yang kalian tahu?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang membedakan puasa wajib dan sunnah, serta memahami syarat dan rukunnya, agar peserta didik siap menerima materi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Guru menjelaskan secara langsung tentang pengertian puasa, perbedaan puasa wajib (seperti puasa Ramadan) dan puasa sunnah (seperti puasa Senin Kamis), serta syarat dan rukun puasa dengan bantuan tayangan visual dan contoh konkret. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit | Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok besar, satu kelompok membahas puasa wajib dan kelompok lain membahas puasa sunnah. Masing-masing kelompok membuat poster atau mind map yang berisi definisi, syarat, dan rukun puasa yang menjadi topiknya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Guru memberikan koreksi dan penguatan jika ada kekeliruan, serta menjawab pertanyaan peserta didik. Guru mengajak peserta didik merefleksikan 'Apa beda paling mendasar antara puasa wajib dan sunnah?'. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit | Peserta didik dan guru menyimpulkan perbedaan puasa wajib dan sunnah. Guru memberikan apresiasi dan mendorong peserta didik untuk mulai membiasakan puasa sunnah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. serta memberikan contoh penerapannya.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar-gambar kisah Nabi Muhammad Saw.
Langkah kerja:
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian produk proyek.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep akhlak, puasa, dan kepemimpinan Nabi, serta penilaian proyek akhir.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian dan contoh akhlak terpuji terhadap Allah Swt. dengan tepat. | Akhlak Terhadap Allah Swt. | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Kolaborasi |
| 2 | Membedakan puasa wajib dan puasa sunnah serta menyebutkan syarat dan rukunnya. | Puasa Wajib dan Puasa Sunnah | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 3 | Mengidentifikasi sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. yang patut diteladani. | Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 4 | Merancang proyek sederhana tentang teladan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. | Proyek Teladan Nabi | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Modul ini mengajak kita untuk mengenal lebih dalam tentang akhlak mulia kepada Allah Swt., memahami ibadah puasa wajib dan sunnah, serta meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. sebagai panutan hidup. Dengan mempelajari materi ini, kita diharapkan dapat menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan memiliki karakter mulia sesuai ajaran Islam.
1. Akhlak Terhadap Allah Swt.
Akhlak terhadap Allah Swt. adalah sikap dan perilaku kita sebagai hamba-Nya yang didasari rasa cinta, syukur, dan takut kepada-Nya. Contohnya adalah selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah ( شكر - syukr), berzikir mengingat-Nya ( ذكر - dzikr), dan bertawakal menyerahkan segala urusan kepada-Nya ( توكل - tawakkul). Dengan berakhlak mulia kepada Allah, hati kita akan tenang dan hidup menjadi lebih berkah. Kita harus selalu merasa diawasi oleh Allah ( مراقبة الله - muraqabatullah) dalam setiap tindakan.
2. Puasa Wajib: Puasa Ramadan
Puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Contoh paling utama adalah puasa Ramadan. Syarat wajib puasa Ramadan adalah Islam, baligh, berakal, mampu berpuasa, dan tidak sedang haid atau nifas bagi wanita. Rukun puasa meliputi niat ( نية - niyah) dan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadan melatih kita untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.
3. Puasa Sunnah: Senin Kamis dan Arafah
Selain puasa wajib, ada juga puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Contoh puasa sunnah adalah puasa Senin Kamis yang memiliki banyak keutamaan, serta puasa Arafah bagi yang tidak sedang berhaji. Niat puasa sunnah dapat dilakukan di malam hari atau pagi hari sebelum waktu zuhur, asalkan belum makan atau minum. Puasa sunnah dapat menjadi penyempurna ibadah puasa wajib dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
4. Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan. Beliau memiliki sifat-sifat mulia seperti shiddiq ( صدق - jujur dan benar), amanah ( أمانة - dapat dipercaya), tabligh ( تبليغ - menyampaikan kebenaran), dan fathanah ( فطنة - cerdas dan bijaksana). Sifat-sifat ini menjadikan beliau pemimpin yang dicintai umat dan disegani lawan. Kepemimpinan beliau selalu dilandasi oleh wahyu Allah dan mengutamakan keadilan serta kasih sayang kepada seluruh umat manusia.
5. Meneladani Sifat Kepemimpinan Nabi dalam Keseharian
Sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kita bisa bersikap jujur saat berbicara dengan teman atau guru, bertanggung jawab atas tugas-tugas sekolah, menyampaikan nasihat baik kepada sesama, dan berpikir cerdas dalam menyelesaikan masalah. Dengan meneladani Nabi, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, dihormati, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Menjadi pemimpin yang baik dimulai dari diri sendiri.
Rangkuman: Akhlak terhadap Allah Swt. meliputi syukur, zikir, dan tawakal, yang membawa ketenangan hati. Puasa wajib seperti Ramadan, dengan syarat dan rukunnya, melatih ketakwaan. Puasa sunnah seperti Senin Kamis menambah pahala. Nabi Muhammad Saw. adalah teladan pemimpin dengan sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Meneladani sifat-sifat ini dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk pribadi yang mulia dan bermanfaat bagi sesama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Syukr ( شكر ) | Bersyukur; berterima kasih kepada Allah. |
| Dzikr ( ذكر ) | Mengingat Allah; mengucapkan kalimat-kalimat pujian kepada-Nya. |
| Tawakkul ( توكل ) | Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha. |
| Niyah ( نية ) | Niat; keinginan dalam hati untuk melakukan suatu ibadah. |
| Shiddiq ( صدق ) | Jujur dan benar dalam perkataan dan perbuatan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Akhlak Terhadap Allah Swt, puasa wajib dan puasa sunnah,kepemimpinan Nabi Muhammad Saw" mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.