Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Puasa Ramadhan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui beberapa ibadah wajib dalam Islam dan memiliki pengalaman umum tentang Ramadhan di lingkungan sekitar.
Pemahaman bermakna: Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah SWT, yang membawa keberkahan dan hikmah besar bagi kehidupan.
Pertanyaan pemantik: Mengapa umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, dan apa saja manfaat yang bisa kita rasakan dari puasa?
Tujuan: Menjelaskan pengertian dan dasar hukum puasa Ramadhan dengan benar serta mengidentifikasi syarat wajib dan rukun puasa Ramadhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman seputar Ramadhan, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian ketahui tentang puasa Ramadhan?'
Memahami: Peserta didik mengamati video pendek tentang suasana Ramadhan dan mendiskusikan pengertian puasa, dasar hukumnya (QS. Al-Baqarah: 183 'يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ' - Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa), serta mengidentifikasi syarat wajib dan rukun puasa melalui studi kasus.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok mengisi lembar kerja untuk mengelompokkan pernyataan mana yang termasuk syarat wajib dan rukun puasa, serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan materi serta klarifikasi terhadap miskonsepsi yang mungkin muncul.
Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi hari ini, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, mengingatkan untuk membaca materi selanjutnya, dan menutup dengan doa serta salam penutup.
Tujuan: Menguraikan hal-hal yang membatalkan puasa dan sunah-sunah puasa Ramadhan, serta mempraktikkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan fasih.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, mengulas singkat materi sebelumnya, mengaitkan dengan materi hari ini melalui pertanyaan: 'Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat puasa?', serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini.
Memahami: Peserta didik menganalisis berbagai skenario (kasus) tentang situasi yang mungkin terjadi saat puasa (misalnya, tidak sengaja menelan air, muntah, lupa niat) dan berdiskusi untuk menentukan apakah puasa tersebut batal atau tidak, serta mengidentifikasi sunah-sunah puasa melalui studi literatur singkat.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, peserta didik menyusun daftar hal-hal yang membatalkan puasa dan sunah-sunah puasa. Selanjutnya, mereka secara berpasangan melafalkan niat puasa 'نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى' (Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'ala - Saya niat berpuasa esok hari menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala) dan doa berbuka puasa 'اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ' (Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika ya arhamar rahimin - Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang di antara para penyayang).
Merefleksi: Beberapa perwakilan kelompok membagikan hasil diskusinya, dan guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan niat dan doa berbuka puasa, serta mengklarifikasi pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan dan sunah puasa.
Penutup: Peserta didik menyimpulkan poin-poin penting materi ini, guru memberikan apresiasi atas keberanian dalam praktik melafalkan doa, memberikan tugas untuk mulai mengumpulkan ide proyek infografis, dan menutup pembelajaran dengan doa.
Tujuan: Menyebutkan hikmah puasa Ramadhan bagi individu dan masyarakat, serta merancang dan menyajikan infografis sederhana tentang tata cara puasa Ramadhan.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, presensi, mengingatkan kembali tentang proyek infografis, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yang berfokus pada penyelesaian proyek dan pemahaman hikmah puasa.
Memahami: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi berbagai hikmah puasa Ramadhan, baik bagi diri sendiri (melatih kesabaran, empati, ketaatan) maupun masyarakat (solidaritas, kebersamaan), serta mengintegrasikannya ke dalam proyek infografis mereka.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berkelompok merancang dan membuat infografis sederhana tentang tata cara puasa Ramadhan (meliputi pengertian, syarat, rukun, pembatal, sunah, dan hikmah) menggunakan alat dan bahan yang sudah disiapkan atau aplikasi digital sederhana. Mereka bekerja sama untuk memastikan informasi akurat dan desain menarik.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan infografisnya di depan kelas, menjelaskan poin-poin penting, dan kelompok lain serta guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap isi dan kreativitas infografis tersebut. Guru juga menguatkan pemahaman tentang hikmah puasa.
Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum seluruh materi puasa Ramadhan, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas dalam membuat proyek, mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang didapat, dan menutup dengan doa serta pesan motivasi agar senantiasa bersemangat dalam beribadah.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kelengkapan dan ketepatan pengisian LKPD, serta kemampuan melafalkan niat dan doa berbuka.
Akhir (sumatif): Penilaian proyek infografis tentang tata cara puasa Ramadhan dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian dan dasar hukum puasa Ramadhan | Pengertian dan dasar hukum puasa Ramadhan | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Mengidentifikasi syarat wajib, syarat sah, dan rukun puasa Ramadhan | Syarat wajib, syarat sah, dan rukun puasa | 2 JP | penalaran kritis |
| Menguraikan hal-hal yang membatalkan puasa dan sunah-sunah puasa Ramadhan | Pembatal dan sunah puasa Ramadhan | 2 JP | penalaran kritis |
| Mempraktikkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan fasih | Praktik niat dan doa berbuka | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah utama dalam agama Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Mari kita pelajari lebih dalam tentang puasa Ramadhan agar kita dapat melaksanakannya dengan benar dan meraih pahala serta hikmahnya.
Puasa secara bahasa berarti menahan diri. Menurut syariat Islam, puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat karena Allah SWT. Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183 'يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ' (Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa). Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah yang bertujuan agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Agar puasa kita sah dan diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat wajib puasa adalah Islam, baligh (dewasa), berakal sehat, mampu berpuasa, dan tidak sedang dalam keadaan haid atau nifas bagi perempuan. Sedangkan syarat sah puasa adalah Islam, tamyiz (dapat membedakan baik dan buruk), suci dari haid dan nifas, serta niat pada malam hari sebelum fajar. Misalnya, anak usia 5 tahun belum wajib puasa, tetapi jika ia berpuasa maka sah puasanya jika ia sudah tamyiz dan berniat.
Rukun puasa ada dua, yaitu niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Niat dilakukan di malam hari sebelum fajar, bisa dengan mengucapkan 'نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى' (Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'ala). Niat ini penting karena membedakan puasa dari sekadar menahan lapar dan haus. Rukun kedua adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa kita. Di antaranya adalah makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, berhubungan suami istri, haid atau nifas, gila, dan murtad (keluar dari agama Islam). Jika salah satu dari hal ini terjadi, maka puasa kita batal dan wajib mengqadha (mengganti) di hari lain. Namun, jika makan atau minum karena lupa, puasa kita tidak batal, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
Selain rukun dan syarat, ada juga amalan sunah yang dianjurkan saat puasa untuk menambah pahala. Contohnya adalah menyegerakan berbuka puasa ketika waktu magrib tiba, mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu imsak, membaca doa berbuka puasa 'اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ' (Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika ya arhamar rahimin), memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, dan melakukan qiyamul lail (salat tarawih).
Puasa Ramadhan memiliki banyak hikmah yang luar biasa bagi kehidupan kita. Puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri, menumbuhkan rasa empati terhadap fakir miskin, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, membersihkan jiwa dari dosa, serta menjaga kesehatan tubuh. Puasa juga mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah. Dengan memahami hikmah ini, kita akan lebih semangat dalam menjalankan ibadah puasa.
Rangkuman: Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib menahan diri dari pembatal puasa dengan niat karena Allah, dari fajar hingga magrib. Memiliki syarat wajib, syarat sah, dan rukun yang harus dipenuhi. Banyak amalan sunah dan hikmah yang terkandung di dalamnya, seperti melatih kesabaran, empati, dan meningkatkan ketakwaan. Dengan memahami dan mengamalkannya, kita akan meraih keberkahan dan pahala dari Allah SWT.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan syarat wajib, rukun, dan hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem
| Ramadhan | Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, bulan diwajibkannya puasa bagi umat Islam. |
| Niat | Keinginan atau maksud dalam hati untuk melakukan suatu ibadah. |
| Sahur | Makan dan minum di waktu dini hari sebelum terbit fajar sebagai persiapan puasa. |
| Imsak | Waktu dimulainya menahan diri dari makan dan minum, beberapa menit sebelum adzan subuh. |
| Berbuka | Mengakhiri puasa saat waktu magrib tiba. |
| Takwa | Ketaatan penuh kepada Allah SWT, menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya. |
| Qadha | Mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain. |
| Tamyiz | Kemampuan membedakan hal yang baik dan buruk. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.