Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Akhlak Terhadap Allah Swt, puasa wajib dan puasa sunnah,kepemimpinan Nabi Muhammad Saw lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu memahami dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, melaksanakan ibadah puasa wajib dan sunah, serta meneladani sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan.
Acuan: Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami rukun iman dan rukun Islam serta beberapa kisah teladan Nabi dan Sahabat.
Pemahaman bermakna: Memahami materi ini akan membantu peserta didik menyadari bahwa setiap tindakan dan pilihan dalam hidup harus didasari oleh akhlak mulia, ketaatan beribadah, dan teladan dari Nabi Muhammad Saw untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
Pertanyaan pemantik: Bagaimana cara kita menunjukkan rasa cinta dan taat kepada Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari?
Tujuan: Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terhadap Allah Swt dengan benar.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar-gambar yang menunjukkan perilaku baik dan buruk, kemudian bertanya 'Apa bedanya perilaku ini?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang akhlak kepada Allah dan mengapa itu penting.
Memahami: Peserta didik diajak mengamati video singkat tentang keindahan alam ciptaan Allah Swt. Kemudian, mereka berdiskusi kelompok tentang bagaimana cara bersyukur dan beribadah sebagai wujud akhlak kepada Allah Swt.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat peta pikiran (mind map) yang berisi pengertian akhlak kepada Allah Swt dan contoh-contoh sederhananya yang bisa mereka lakukan di rumah atau sekolah.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan peta pikirannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep, lalu meminta siswa menulis satu komitmen akhlak kepada Allah yang akan mereka lakukan minggu ini.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa, merangkum poin penting hari ini, dan memberikan motivasi untuk senantiasa berakhlak mulia. Doa penutup.
Tujuan: Mengidentifikasi contoh-contoh akhlak terhadap Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru memulai dengan pertanyaan 'Apa saja yang sudah kalian lakukan sebagai bentuk akhlak kepada Allah sejak pertemuan kemarin?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk mengidentifikasi lebih banyak contoh akhlak kepada Allah.
Memahami: Siswa dibagi kelompok dan diberikan studi kasus (cerita pendek) tentang situasi sehari-hari. Mereka diminta mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan akhlak baik atau buruk kepada Allah dalam cerita tersebut.
Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar perilaku yang mencerminkan akhlak kepada Allah Swt, baik yang wajib maupun yang dianjurkan (seperti bersyukur, sabar, tawakal, berzikir), dan memberikan contoh konkretnya.
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan daftar perilaku mereka. Guru memberikan contoh tambahan dan mengaitkan dengan ayat Al-Qur'an atau hadis singkat seperti firman Allah: وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ (wasykurū lī walā takfurūn) - 'Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari-Ku.' (QS. Al-Baqarah: 152).
Penutup: Guru mengajak siswa merefleksikan pentingnya konsisten dalam berakhlak baik. Memberikan tugas untuk mengamati satu contoh akhlak kepada Allah di lingkungan sekitar mereka. Doa.
Tujuan: Menganalisis ketentuan puasa wajib (Ramadhan) dan puasa sunah dengan tepat.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Siapa yang pernah berpuasa? Puasa apa?'. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar tentang puasa wajib dan sunah, serta ketentuan-ketentuannya.
Memahami: Guru menjelaskan secara langsung materi tentang pengertian puasa, dalilnya (QS. Al-Baqarah: 183), syarat sah, syarat wajib, rukun, dan hal-hal yang membatalkan puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunah.
Mengaplikasi: Peserta didik secara berpasangan membuat tabel perbandingan antara puasa wajib (Ramadhan) dan puasa sunah (misalnya Senin-Kamis atau Arafah) meliputi pengertian, hukum, syarat, rukun, dan hal yang membatalkan.
Merefleksi: Beberapa pasangan mempresentasikan hasil perbandingan mereka. Guru meluruskan jika ada kekeliruan dan memberikan penguatan tentang hikmah puasa bagi kesehatan dan spiritual.
Penutup: Guru memberikan apresiasi dan memastikan pemahaman siswa. Memberikan rangkuman singkat materi hari ini. Doa penutup.
Tujuan: Mempraktikkan tata cara puasa wajib dan puasa sunah melalui simulasi dengan percaya diri.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Apa yang harus kita lakukan agar puasa kita sah dan diterima Allah?'. Guru menyampaikan tujuan belajar tentang praktik puasa.
Memahami: Guru membimbing siswa untuk memahami urutan dan tata cara puasa dari sahur hingga berbuka, serta niat puasa (نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى - nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā) dan doa berbuka (ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ - dzahabadh-dhama'u wabtallatil 'urūqu wa tsabatal ajru insyā'allāh).
Mengaplikasi: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan simulasi kegiatan puasa sehari-hari, mulai dari sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan, hingga berbuka puasa, termasuk membaca niat dan doa.
Merefleksi: Setiap kelompok menampilkan simulasinya. Guru dan teman lainnya memberikan masukan konstruktif. Guru menekankan pentingnya kejujuran dan kesabaran dalam berpuasa.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas usaha siswa. Memberikan tantangan untuk mencoba berpuasa sunah Senin atau Kamis di minggu depan. Doa.
Tujuan: Menceritakan kisah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw dengan runtut.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Siapa tokoh pemimpin yang kalian kagumi? Mengapa?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar tentang kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.
Memahami: Peserta didik diberikan teks atau komik bergambar tentang salah satu peristiwa penting dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Saw (misal: Piagam Madinah atau Fathu Makkah). Mereka membaca dan memahami kisah tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, siswa mendiskusikan inti cerita dan mengidentifikasi sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw yang menonjol dari kisah tersebut (misal: adil, jujur, amanah, pemaaf, bijaksana).
Merefleksi: Setiap kelompok menceritakan kembali kisah tersebut dengan gaya mereka sendiri dan menyebutkan sifat kepemimpinan yang ditemukan. Guru memberikan penguatan dan menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah teladan utama dalam segala aspek kehidupan.
Penutup: Guru memberikan apresiasi dan mengajak siswa untuk merenungkan bagaimana sifat-sifat Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Doa.
Tujuan: Meneladani sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Bagaimana kita bisa meniru kebaikan Nabi Muhammad Saw dalam pergaulan kita?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk meneladani sifat-sifat Nabi.
Memahami: Siswa diberikan beberapa skenario masalah yang mungkin terjadi di sekolah atau rumah (misal: perselisihan antar teman, kesulitan belajar, tugas kelompok). Mereka diminta menganalisis bagaimana Nabi Muhammad Saw akan menyikapi masalah tersebut.
Mengaplikasi: Dalam kelompok, siswa merumuskan solusi untuk setiap skenario masalah berdasarkan sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw yang telah dipelajari (misal: musyawarah, pemaaf, adil, sabar).
Merefleksi: Kelompok mempresentasikan solusi mereka. Guru mengaitkan dengan hadis Nabi Muhammad Saw: 'Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.' (HR. Bukhari dan Muslim).
Penutup: Guru memberikan apresiasi dan menekankan bahwa meneladani Nabi adalah kunci kebaikan. Memberikan tugas mandiri untuk mencatat satu sifat Nabi yang ingin mereka kembangkan. Doa.
Tujuan: Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt dan meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Saw melalui proyek kolaboratif.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Bagaimana kita bisa menunjukkan semua yang sudah kita pelajari dalam bentuk karya nyata?'. Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan mulai merancang proyek.
Memahami: Guru menjelaskan konsep proyek 'Mini Buku Teladan' yang berisi kumpulan kisah singkat tentang akhlak kepada Allah, pengalaman puasa, dan sifat kepemimpinan Nabi. Siswa berdiskusi kelompok untuk menentukan tema spesifik untuk buku mereka.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai merencanakan isi buku, pembagian tugas, materi yang akan dicari (misal: dalil, kisah, hikmah), dan format presentasi. Mereka mulai mengumpulkan data dan membuat draf awal.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan rencana proyek mereka. Guru memberikan umpan balik dan saran untuk perbaikan. Guru juga mengingatkan tentang pentingnya kerja sama dan tanggung jawab.
Penutup: Guru memberikan apresiasi atas semangat siswa. Mengingatkan untuk melanjutkan pengerjaan proyek di rumah dan mempersiapkan presentasi di pertemuan berikutnya. Doa.
Tujuan: Menyajikan hasil proyek 'Mini Buku Teladan' dan merefleksikan pembelajaran secara menyeluruh.
Kegiatan awal: Salam, doa, presensi. Guru bertanya 'Apakah proyek kalian sudah siap untuk dipresentasikan?'. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir yaitu presentasi proyek dan evaluasi.
Memahami: Setiap kelompok mempersiapkan presentasi final proyek 'Mini Buku Teladan' mereka, memastikan semua anggota memahami peran dan isi buku.
Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan 'Mini Buku Teladan' mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan masukan. Setelah presentasi, siswa mengisi lembar refleksi diri tentang proses pembelajaran dan proyek yang telah dibuat.
Merefleksi: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap setiap proyek dan presentasi. Bersama siswa, guru menyimpulkan pembelajaran dari seluruh materi, mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan pentingnya karakter muslim yang baik.
Penutup: Guru memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh siswa atas kerja keras dan hasil proyek mereka. Mengadakan sesi berbagi kesan, memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu. Doa penutup dan salam.
Proses (formatif): Pengamatan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok, presentasi, dan simulasi praktik puasa.
Akhir (sumatif): Penilaian 'Mini Buku Teladan' dan tes tulis pilihan ganda serta esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan pengertian dan pentingnya akhlak terhadap Allah Swt dengan benar. | Akhlak Terhadap Allah Swt | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menganalisis ketentuan puasa wajib (Ramadhan) dan puasa sunah dengan tepat. | Puasa Wajib dan Puasa Sunah | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menceritakan kisah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw dengan runtut. | Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw | 2 JP | kewargaan |
| Menyajikan hasil proyek 'Mini Buku Teladan' dan merefleksikan pembelajaran secara menyeluruh. | Proyek Akhlak, Puasa, dan Kepemimpinan Nabi | 3 JP | kolaborasi, keimanan dan ketakwaan |
Modul ajar ini akan membimbingmu memahami tiga hal penting dalam ajaran Islam. Pertama, bagaimana kita seharusnya bersikap baik kepada Allah Swt sebagai pencipta kita. Kedua, kita akan belajar tentang puasa, ibadah yang melatih kesabaran dan ketaatan. Ketiga, kita akan meneladani sosok pemimpin terbaik sepanjang masa, Nabi Muhammad Saw, agar kita bisa menjadi anak yang saleh dan bermanfaat.
Akhlak terhadap Allah Swt adalah sikap dan perilaku terpuji yang kita tunjukkan sebagai hamba-Nya. Ini meliputi bersyukur atas nikmat-Nya, sabar dalam menghadapi cobaan, tawakal (berserah diri) setelah berusaha, ikhlas dalam beribadah, dan senantiasa berzikir mengingat-Nya. Contoh nyatanya adalah rajin salat, membaca Al-Qur'an, dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk syukur. Dengan akhlak yang baik kepada Allah, hati kita akan tenang dan hidup menjadi berkah.
Puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Puasa Ramadhan adalah contoh paling utama. Puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah Swt. Dalilnya ada di QS. Al-Baqarah: 183. Puasa melatih kita untuk jujur, sabar, dan merasakan penderitaan orang lain yang kekurangan.
Selain puasa wajib, ada juga puasa sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan dan akan mendapat pahala, seperti puasa Senin-Kamis. Puasa sunah lainnya adalah puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) bagi yang tidak berhaji, puasa enam hari di bulan Syawal, dan puasa Daud (sehari puasa sehari tidak). Melaksanakan puasa sunah dapat menambah pahala dan melatih keistiqamahan kita dalam beribadah kepada Allah Swt.
Agar puasa sah, ada syarat wajib puasa (Islam, balig, berakal, mampu) dan syarat sah puasa (Islam, tamyiz, suci dari haid/nifas). Rukun puasa hanya dua: niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain: makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, haid atau nifas, dan berhubungan suami istri. Penting untuk memahami ini agar puasa kita diterima Allah.
Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin teladan bagi seluruh umat manusia. Beliau memiliki sifat-sifat mulia seperti siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Dalam memimpin, beliau selalu mengedepankan musyawarah, keadilan, kasih sayang, dan kearifan. Contohnya saat beliau mendamaikan suku-suku di Madinah dengan Piagam Madinah. Meneladani kepemimpinan beliau akan menjadikan kita pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan.
Rangkuman: Akhlak kepada Allah Swt adalah landasan hidup seorang muslim, diwujudkan dengan syukur, sabar, dan ibadah. Puasa, baik wajib maupun sunah, merupakan ibadah penting yang melatih ketaatan dan empati. Nabi Muhammad Saw adalah teladan utama dalam kepemimpinan, yang sifat-sifatnya seperti jujur, amanah, dan adil harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan ketiganya, kita akan menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan contoh-contoh akhlak terhadap Allah Swt.
Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem
| Akhlak | Perilaku atau budi pekerti. |
| Puasa | Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat. |
| Tawakal | Berserah diri kepada Allah Swt setelah berusaha maksimal. |
| Siddiq | Jujur atau benar. |
| Amanah | Dapat dipercaya. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.