Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas V materi Perilaku Sederhana dan Ikhlas lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Rumusan: Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman tentang akhlak terpuji seperti sederhana dan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mempraktikkannya sebagai cerminan keimanan.
Acuan: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya bersikap baik dan jujur dalam beraktivitas.
Pemahaman bermakna: Sikap sederhana dan ikhlas membuat hidup lebih tenang, disukai banyak orang, dan mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat teman yang punya banyak mainan tapi tidak sombong, atau yang membantu temannya tanpa pamrih? Bagaimana perasaan kalian melihat itu?
Tujuan: Peserta didik dapat menjelaskan makna sederhana dan ikhlas dengan benar.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, mengecek kehadiran, dan mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang pentingnya berakhlak baik. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memancing rasa ingin tahu siswa dengan pertanyaan pemantik.
Memahami: Guru menampilkan video pendek tentang kisah teladan orang sederhana dan ikhlas, lalu memfasilitasi siswa mengamati dan mengidentifikasi ciri-cirinya.
Mengaplikasi: Siswa secara berkelompok mendiskusikan makna sederhana dan ikhlas berdasarkan video dan pengamatan mereka, serta mencatat poin-poin penting.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep makna sederhana dan ikhlas.
Penutup: Guru bersama siswa menyimpulkan makna sederhana dan ikhlas, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa, dan mengingatkan untuk terus berlatih di rumah sebelum berdoa bersama.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga ciri perilaku sederhana dan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan mengajukan sebuah studi kasus sederhana terkait perilaku sehari-hari.
Memahami: Siswa secara berkelompok menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi masalah yang muncul akibat ketidakmampuan bersikap sederhana atau ikhlas.
Mengaplikasi: Siswa mencari solusi dari studi kasus tersebut dengan mengaitkannya pada ciri-ciri perilaku sederhana dan ikhlas yang telah dipelajari, lalu menuliskannya dalam LKPD.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, dilanjutkan diskusi kelas untuk mengidentifikasi lebih banyak ciri-ciri perilaku sederhana dan ikhlas dalam kehidupan nyata.
Penutup: Guru bersama siswa merangkum ciri-ciri perilaku sederhana dan ikhlas yang berhasil diidentifikasi, memberikan apresiasi, dan memberikan tugas kecil untuk mengamati perilaku tersebut di lingkungan sekitar sebelum menutup pelajaran dengan doa.
Tujuan: Peserta didik dapat mempraktikkan salah satu bentuk perilaku sederhana dan ikhlas dalam kegiatan kelas.
Kegiatan awal: Guru menyapa, berdoa, dan mengingatkan kembali materi sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu praktik langsung dan mengaitkannya dengan persiapan proyek kecil.
Memahami: Guru menjelaskan tugas proyek sederhana yang akan dilakukan siswa, misalnya simulasi berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa atau membantu merapikan kelas tanpa diminta.
Mengaplikasi: Siswa secara individu atau kelompok kecil melaksanakan proyek praktik perilaku sederhana dan ikhlas sesuai arahan guru, sambil guru mengamati dan memberikan bimbingan.
Merefleksi: Siswa menceritakan pengalaman mereka saat praktik, apa yang dirasakan, dan bagaimana dampaknya. Guru memberikan apresiasi dan umpan balik positif atas usaha siswa.
Penutup: Guru bersama siswa merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran tentang sederhana dan ikhlas, memberikan penguatan akhir, dan mengajak siswa untuk terus mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebelum berdoa.
Proses (formatif): Observasi keaktifan siswa dalam diskusi, presentasi, dan partisipasi dalam kegiatan praktik.
Akhir (sumatif): Penilaian unjuk kerja praktik simulasi perilaku sederhana dan ikhlas, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Menjelaskan makna sederhana dan ikhlas | Makna Sederhana dan Ikhlas | 2 JP | Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia |
| Mengidentifikasi ciri perilaku sederhana dan ikhlas | Ciri-ciri Perilaku Sederhana dan Ikhlas | 2 JP | Mandiri |
| Mempraktikkan perilaku sederhana dan ikhlas | Praktik Perilaku Sederhana dan Ikhlas | 2 JP | Bernalar Kritis |
Anak-anak yang hebat, mari kita belajar tentang dua sifat mulia yang sangat disukai Allah SWT, yaitu sederhana dan ikhlas. Sederhana berarti tidak berlebihan, hidup secukupnya, dan tidak sombong. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah. Sifat ini akan membuat hati kita tenang dan hidup kita berkah.
Sederhana adalah sikap hidup yang tidak berlebihan dalam segala hal, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun penampilan. Orang yang sederhana tidak suka pamer harta atau kelebihan yang dimilikinya. Mereka merasa cukup dengan apa yang ada dan tidak iri dengan orang lain. Contohnya, makan secukupnya, berpakaian rapi tapi tidak mencolok, dan menggunakan barang seperlunya saja. Sederhana membuat kita lebih fokus pada hal-hal penting dan tidak mudah tergoda oleh kemewahan duniawi.
Ikhlas adalah niat yang tulus dalam beribadah atau berbuat baik, semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharap pujian atau imbalan dari manusia. Orang yang ikhlas beramal akan merasa bahagia ketika berbuat baik, meskipun tidak ada yang melihat atau memujinya. Mereka tidak peduli jika perbuatannya tidak diketahui orang lain, karena tujuan utamanya adalah meraih ridha Allah. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal ibadah kita di sisi Allah.
Ciri-ciri orang yang berperilaku sederhana antara lain: tidak boros, tidak suka memamerkan kekayaan atau kelebihan, bersyukur atas nikmat Allah, tidak iri hati, hemat dalam menggunakan uang dan barang, serta hidup apa adanya tanpa dibuat-buat. Mereka juga tidak suka berutang untuk hal-hal yang tidak perlu dan lebih memilih menggunakan apa yang sudah dimiliki dengan bijak.
Ciri-ciri orang yang ikhlas adalah: beramal tanpa pamrih, tidak suka disebut-sebut kebaikannya, tidak kecewa jika amalnya tidak dihargai manusia, fokus pada tujuan ibadah yaitu Allah, dan selalu merasa diawasi oleh Allah. Mereka melakukan kebaikan karena perintah Allah dan mengharap pahala dari-Nya, bukan karena ingin dipuji atau mendapatkan keuntungan duniawi.
Kita bisa meneladani perilaku sederhana dan ikhlas dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Contohnya, saat bersedekah, berikan semampu kita tanpa pamer. Saat membantu orang tua atau teman, lakukan dengan tulus tanpa mengharap imbalan. Belajar dengan giat untuk meraih ilmu juga termasuk perbuatan ikhlas. Dengan bersikap sederhana dan ikhlas, hidup kita akan lebih damai, tentram, dan penuh berkah dari Allah SWT.
Rangkuman: Perilaku sederhana dan ikhlas adalah dua akhlak terpuji yang membuat hidup kita lebih bermakna. Sederhana berarti tidak berlebihan, sementara ikhlas berarti berbuat baik semata-mata karena Allah. Keduanya mendatangkan ketenangan hati, dicintai Allah dan sesama, serta menjadi bekal kebaikan di akhirat.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri perilaku sederhana dan ikhlas serta mencontohkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, spidol, papan tulis/flip chart, video pendek, studi kasus.
| Sederhana | Tidak berlebihan dalam segala hal. |
| Ikhlas | Niat tulus karena Allah semata. |
| Boros | Membuang-buang harta atau waktu. |
| Pamer | Menunjukkan kelebihan diri untuk disombongkan. |
| Ridha | Persetujuan atau kerelaan Allah. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.