tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Agama Islam › Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur)
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VI
Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur)

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VI materi Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur)
Ringkasan: Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah yang wajib kita imani. Empat di antaranya adalah Al-Waliy (Maha Pelindung), Al-Hamid (Maha Terpuji), Al-'Adl (Maha Adil), dan As-Sabur (Maha Sabar). Memahami makna dan dalilnya akan meningkatkan keimanan. Meneladani sifat-sifat ini dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk karakter mulia, seperti saling melindungi, bersyukur, berlaku adil, dan bersabar dalam menghadapi segala hal.
Model: Project Based Learning (PjBL) + praktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur) · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal beberapa Asmaul Husna sebelumnya dan memahami bahwa Allah SWT memiliki sifat-sifat mulia.

Pemahaman bermakna: Memahami makna Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur akan menumbuhkan keyakinan akan keagungan Allah SWT serta mendorong peserta didik untuk meneladani sifat-sifat mulia tersebut dalam perilaku sehari-hari.

Pertanyaan pemantik: Bagaimana sifat-sifat Allah SWT seperti Maha Pelindung, Maha Terpuji, Maha Adil, dan Maha Sabar dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Mengidentifikasi makna Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur dengan benar serta menyebutkan dalil naqli yang berkaitan.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman peserta didik tentang perlindungan atau keadilan, menyampaikan tujuan pembelajaran untuk memahami Asmaul Husna dan dalilnya, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian rasakan jika ada yang selalu melindungi, memuji, berlaku adil, dan sabar kepada kalian?'

Memahami: Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap kelompok diberikan kartu bergambar atau potongan ayat yang mengindikasikan salah satu Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Sabur). Mereka diminta untuk mencari tahu makna dari Asmaul Husna tersebut dan dalil naqlinya melalui buku teks atau sumber digital yang disediakan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mendiskusikan temuan mereka, mencatat makna dan dalil naqli, kemudian membuat mind map sederhana yang menghubungkan Asmaul Husna dengan contoh perilaku yang mungkin terkait secara umum.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil mind map mereka, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan pemahaman yang keliru tentang makna Asmaul Husna dan dalilnya, seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 257: اللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا (Allahu waliyyulladzīna āmanū), 'Allah pelindung orang-orang yang beriman.'

Penutup: Guru dan peserta didik menyimpulkan bersama makna Asmaul Husna yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa penutup dan senyum.

Pertemuan 2 — Problem Based Learning (PBL)

Tujuan: Menjelaskan contoh perilaku yang mencerminkan peneladanan Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur dalam kehidupan sehari-hari serta menganalisis hikmah meneladaninya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang makna dan dalil Asmaul Husna, menyampaikan tujuan pembelajaran tentang peneladanan dan hikmahnya, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa meniru sifat-sifat Allah yang Maha Pelindung, Maha Terpuji, Maha Adil, dan Maha Sabar dalam kehidupan sehari-hari?'

Memahami: Peserta didik dihadapkan pada beberapa studi kasus singkat (misalnya: 'Ada teman yang dibully, apa yang harus kamu lakukan?', 'Kamu gagal dalam lomba, bagaimana sikapmu?'). Dalam kelompok, mereka menganalisis kasus tersebut dan mengidentifikasi Asmaul Husna mana yang relevan serta bagaimana meneladaninya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok merumuskan solusi atau sikap yang mencerminkan peneladanan Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Sabur) untuk setiap studi kasus. Mereka juga diminta untuk menuliskan hikmah yang didapat dari meneladani sifat-sifat tersebut, misalnya hikmah bersikap adil akan menciptakan kedamaian.

Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, dilanjutkan dengan diskusi kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya meneladani Asmaul Husna, seperti meneladani Al-'Adl dengan bersikap adil kepada semua teman tanpa membeda-bedakan.

Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum contoh-contoh perilaku peneladanan dan hikmahnya. Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif, memberikan motivasi untuk terus berlatih meneladani Asmaul Husna, dan menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan ada proyek, diakhiri dengan doa penutup.

Pertemuan 3 — Project Based Learning (PjBL)

Tujuan: Mempresentasikan hasil diskusi tentang implementasi Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur dalam bentuk proyek sederhana serta menginternalisasikan nilai-nilainya.

Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali pentingnya meneladani Asmaul Husna, menyampaikan tujuan pembelajaran untuk membuat proyek dan mempresentasikannya, serta mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kita bisa menunjukkan pemahaman kita tentang Asmaul Husna kepada orang lain melalui sebuah karya?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek sederhana (misalnya, membuat poster digital, komik pendek, sketsa drama, atau puisi) yang menggambarkan implementasi Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berdiskusi tentang pesan yang ingin disampaikan dan cara penyajiannya.

Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan proyek mereka. Guru memberikan bimbingan dan memfasilitasi penggunaan alat atau bahan yang diperlukan. Proyek ini harus mencerminkan pemahaman mendalam tentang makna, dalil, dan contoh peneladanan keempat Asmaul Husna.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan proyeknya di depan kelas. Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif. Guru memberikan umpan balik menyeluruh, mengapresiasi kreativitas, dan mengaitkan proyek dengan internalisasi nilai-nilai Asmaul Husna dalam diri peserta didik.

Penutup: Guru dan peserta didik melakukan refleksi bersama tentang seluruh proses pembelajaran Asmaul Husna, dari memahami makna hingga menghasilkan karya. Guru memberikan apresiasi tinggi atas seluruh usaha dan hasil karya, menekankan pentingnya menjadikan Asmaul Husna sebagai pedoman hidup, diakhiri dengan doa penutup dan tepuk tangan meriah untuk semua.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis studi kasus, dan kolaborasi dalam pembuatan proyek.

Akhir (sumatif): Penilaian proyek presentasi dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman makna, dalil, dan kemampuan mengidentifikasi contoh peneladanan Asmaul Husna.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Mengidentifikasi makna Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur dengan benar.Makna Asmaul Husna dan dalil naqli.4 JPkeimanan dan ketakwaan, penalaran kritis
Menjelaskan contoh perilaku yang mencerminkan peneladanan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.Contoh peneladanan Asmaul Husna dan hikmahnya.4 JPkeimanan dan ketakwaan, kolaborasi
Mempresentasikan hasil diskusi tentang implementasi Asmaul Husna dalam bentuk proyek sederhana.Proyek implementasi Asmaul Husna.4 JPkreativitas, kolaborasi, komunikasi

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah SWT yang menunjukkan sifat-sifat keagungan-Nya. Mengenal dan memahami Asmaul Husna akan menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Dengan mengetahui sifat-sifat-Nya, kita dapat meneladani-Nya dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita pelajari empat Asmaul Husna: Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur.

Mengenal Asmaul Husna

Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang baik dan indah. Jumlahnya ada 99, namun kita akan fokus pada empat di antaranya. Mengimani Asmaul Husna adalah bagian dari rukun iman. Setiap nama mengandung makna mendalam yang menggambarkan kesempurnaan Allah SWT. Dengan memahami Asmaul Husna, kita akan semakin takjub akan kebesaran Allah dan termotivasi untuk meneladani sifat-sifat-Nya dalam perilaku kita sehari-hari.

Al-Waliy (Maha Pelindung)

Al-Waliy artinya Allah Maha Pelindung. Allah adalah satu-satunya Dzat yang melindungi hamba-Nya dari segala bahaya, kesulitan, dan keburukan. Perlindungan Allah meliputi segala aspek kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalilnya antara lain firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 257: اللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا (Allahu waliyyulladzīna āmanū), 'Allah pelindung orang-orang yang beriman.' Meneladani Al-Waliy berarti kita harus berusaha saling melindungi sesama, membantu teman yang kesusahan, dan menjaga diri dari perbuatan dosa.

Al-Hamid (Maha Terpuji)

Al-Hamid artinya Allah Maha Terpuji. Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga. Dia adalah satu-satunya yang berhak dipuji karena kesempurnaan sifat-Nya. Dalilnya banyak, salah satunya dalam surah Al-Fatihah ayat 2: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (Alhamdu lillāhi rabbil-'ālamīn), 'Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.' Meneladani Al-Hamid berarti kita harus senantiasa bersyukur, memuji Allah, dan menjadi pribadi yang berprestasi sehingga layak dipuji orang lain.

Al-'Adl (Maha Adil)

Al-'Adl artinya Allah Maha Adil. Allah selalu menetapkan sesuatu dengan seimbang dan tidak pernah berbuat zalim kepada hamba-Nya. Keadilan Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya. Dalilnya dalam surah An-Nisa ayat 58: اِنَّ اللّٰهَ يَاْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ (Innallāha ya'murukum an tu'addul-amānāti ilā ahlilā, wa idzā ḥakamtum bainan-nāsi an taḥkumū bil-'adl), 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.' Meneladani Al-'Adl berarti kita harus bersikap adil kepada siapa pun, tidak memihak, dan selalu berkata benar.

As-Sabur (Maha Sabar)

As-Sabur artinya Allah Maha Sabar. Allah tidak tergesa-gesa dalam menghukum hamba-Nya yang berbuat dosa, Dia memberikan kesempatan untuk bertaubat. Kesabaran Allah sangat luas. Dalilnya dalam surah Al-Baqarah ayat 153: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ (Yā ayyuhalladzīna āmanusta'īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn), 'Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.' Meneladani As-Sabur berarti kita harus bersabar dalam menghadapi cobaan, tidak mudah marah, dan tekun dalam belajar atau beribadah.

Hikmah Meneladani Asmaul Husna

Meneladani Asmaul Husna akan membawa banyak hikmah dan manfaat dalam hidup. Kita akan menjadi pribadi yang lebih beriman, berakhlak mulia, dan dicintai Allah SWT serta sesama. Dengan meneladani Al-Waliy, kita menjadi pelindung. Dengan Al-Hamid, kita menjadi pribadi yang bersyukur. Dengan Al-'Adl, kita menjadi adil. Dan dengan As-Sabur, kita menjadi pribadi yang tabah dan tidak mudah menyerah. Ini semua akan membentuk karakter yang kuat dan positif.

Rangkuman: Asmaul Husna adalah nama-nama indah Allah yang wajib kita imani. Empat di antaranya adalah Al-Waliy (Maha Pelindung), Al-Hamid (Maha Terpuji), Al-'Adl (Maha Adil), dan As-Sabur (Maha Sabar). Memahami makna dan dalilnya akan meningkatkan keimanan. Meneladani sifat-sifat ini dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk karakter mulia, seperti saling melindungi, bersyukur, berlaku adil, dan bersabar dalam menghadapi segala hal.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis makna serta contoh peneladanan Asmaul Husna Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, dan As-Sabur.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, kartu Asmaul Husna, gunting, lem, buku PAI Kelas VI

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Setiap kelompok akan mendapatkan 4 kartu Asmaul Husna (Al-Waliy, Al-Hamid, Al-'Adl, As-Sabur).
  3. Diskusikan dalam kelompok makna dari setiap Asmaul Husna dan tuliskan dalil naqli yang relevan.
  4. Identifikasi minimal 2 contoh perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan peneladanan dari masing-masing Asmaul Husna tersebut.
  5. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas.

8 Glosarium

Asmaul HusnaNama-nama baik dan indah bagi Allah SWT.
Al-WaliyMaha Pelindung.
Al-HamidMaha Terpuji.
Al-'AdlMaha Adil.
As-SaburMaha Sabar.
Dalil NaqliDasar hukum yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Asmaul HUsna Al Waliy dan AL HamidPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Asmaul HUsna Al Waliy dan AL Hamid →
Asmaul HUsna Al WaliyPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Asmaul HUsna Al Waliy →
Iman kepada Hari AkhirPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Iman kepada Hari Akhir →
Iman kepada qoda dan qodarPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Iman kepada qoda dan qodar →
Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh)Pendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh) →
Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi ThalibPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.