tuntas.orgBuat Modul Ajar →
BerandaModul Ajar SDPendidikan Agama Islam › Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh)
SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VI
Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh)

Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Islam kelas VI materi Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh)
Ringkasan: Toleransi atau tasamuh adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan antar sesama manusia, sesuai ajaran Islam. Dalil utamanya adalah QS. Al-Kafirun ayat 6. Sikap ini membawa banyak manfaat seperti terciptanya kerukunan dan kedamaian, tanpa harus mencampuradukkan ajaran agama. Membiasakan toleransi dapat dimulai dari hal kecil dan akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan.
Model: Project-Based Learning (PjBL) + PraktikDimensi: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kolaborasiWord + PDF
Buat & Unduh Modul Ini — GRATISPendidikan Agama Islam · Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh) · atas nama Anda

1 Capaian Pembelajaran

Rumusan: Peserta didik memahami dan menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menghormati perbedaan dan menunjukkan sikap toleransi terhadap sesama manusia sesuai ajaran Islam.

Acuan: Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan dalam Islam.

Pemahaman bermakna: Sikap toleransi atau tasamuh adalah kunci utama dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman, sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Pertanyaan pemantik: Mengapa kita harus menghormati teman yang berbeda keyakinan atau kebiasaan?

2 Tujuan Pembelajaran

3 Kegiatan Pembelajaran (3 Pertemuan)

Pertemuan 1 — Discovery Learning

Tujuan: Menjelaskan pengertian toleransi (tasamuh) dalam Islam dengan benar dan mengidentifikasi contoh-contoh sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan awal: Peserta didik mengucapkan salam dan berdoa bersama. Guru mengecek kehadiran dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa yang akan terjadi jika semua orang di dunia ini tidak mau menghargai perbedaan?'

Memahami: Peserta didik mengamati gambar atau video pendek tentang keberagaman di Indonesia dan berdiskusi kelompok kecil untuk menemukan makna 'toleransi' dari pengamatan tersebut. Guru memberikan penguatan konsep tasamuh melalui penjelasan dan contoh-contoh faktual.

Mengaplikasi: Setiap kelompok membuat daftar contoh sikap toleransi yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekitar, kemudian mempresentasikannya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan meluruskan pemahaman yang keliru.

Merefleksi: Peserta didik secara individu menuliskan satu contoh sikap toleransi yang akan mereka terapkan di rumah minggu ini. Guru mengapresiasi partisipasi dan memberikan penguatan tentang pentingnya tasamuh sebagai ajaran Islam.

Penutup: Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi, memberikan apresiasi atas antusiasme belajar, dan memberikan motivasi untuk senantiasa mengamalkan sikap toleransi. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama.

Pertemuan 2 — Problem-Based Learning (PBL)

Tujuan: Menyebutkan dalil naqli tentang anjuran bersikap toleransi (QS. Al-Kafirun ayat 6) dan menganalisis manfaat sikap toleransi bagi diri sendiri dan lingkungan.

Kegiatan awal: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, kemudian mengulas materi pertemuan sebelumnya. Guru menyajikan sebuah studi kasus singkat tentang konflik akibat ketidakpahaman akan perbedaan, lalu bertanya: 'Bagaimana kita bisa menghindari konflik semacam ini?'

Memahami: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi tentang dalil naqli yang berkaitan dengan toleransi, khususnya QS. Al-Kafirun ayat 6 (لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ - lakum dīnukum wa liya dīn, 'Untukmu agamamu, dan untukku agamaku') beserta artinya dan tafsir singkatnya. Mereka juga menganalisis berbagai manfaat toleransi melalui diskusi kelompok.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya mengenai dalil dan manfaat toleransi. Guru memberikan penguatan dan memfasilitasi sesi tanya jawab. Peserta didik mengerjakan LKPD untuk menganalisis studi kasus yang diberikan di awal, mengidentifikasi solusi berbasis toleransi.

Merefleksi: Peserta didik secara berpasangan saling mengulas kembali isi QS. Al-Kafirun ayat 6 dan manfaat toleransi. Guru memberikan umpan balik dan menegaskan bahwa toleransi adalah perintah agama yang membawa kebaikan.

Penutup: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan menugaskan mereka untuk mulai memikirkan ide proyek poster toleransi. Pembelajaran diakhiri dengan doa.

Pertemuan 3 — Project-Based Learning (PjBL)

Tujuan: Mempraktikkan sikap toleransi dalam interaksi sosial di sekolah dan rumah serta membuat poster atau infografis tentang pentingnya toleransi.

Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, berdoa, dan menanyakan kabar. Guru mengingatkan kembali pentingnya toleransi dan menginformasikan bahwa hari ini mereka akan membuat proyek untuk menyebarkan pesan toleransi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan tahapan proyek.

Memahami: Guru menjelaskan kriteria dan rubrik penilaian untuk proyek poster/infografis tentang toleransi. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merencanakan desain poster/infografis, termasuk pesan utama, gambar, dan kata-kata ajakan yang akan digunakan.

Mengaplikasi: Setiap kelompok mulai membuat poster atau infografis menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan (manual atau digital). Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan. Peserta didik memastikan pesan toleransi tersampaikan dengan jelas dan menarik.

Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan positif. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan memilih beberapa karya terbaik untuk dipajang atau dibagikan di media sosial sekolah. Guru juga meminta peserta didik menceritakan pengalaman mereka dalam menerapkan toleransi di kehidupan sehari-hari.

Penutup: Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh materi dan aktivitas yang telah dilakukan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan partisipasi aktif peserta didik, serta mendorong mereka untuk terus menjadi duta toleransi di mana pun berada. Pembelajaran ditutup dengan doa dan harapan agar ilmu yang didapat bermanfaat.

4 Asesmen

Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan penyelesaian LKPD.

Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek poster/infografis tentang toleransi dan tes tertulis singkat mengenai konsep toleransi dan dalilnya.

5 Alur Tujuan Pembelajaran

TujuanMateriAlokasiDimensi
Menjelaskan pengertian toleransi (tasamuh) dalam Islam dengan benar.Pengertian toleransi dan contoh-contohnya.2 JPkeimanan dan ketakwaan
Menyebutkan dalil naqli tentang anjuran bersikap toleransi (QS. Al-Kafirun ayat 6) dan menganalisis manfaat sikap toleransi bagi diri sendiri dan lingkungan.Dalil toleransi (QS. Al-Kafirun ayat 6) dan manfaatnya.2 JPkewargaan, penalaran kritis
Mempraktikkan sikap toleransi dalam interaksi sosial di sekolah dan rumah serta membuat poster atau infografis tentang pentingnya toleransi.Praktik toleransi dan proyek poster/infografis.2 JPkolaborasi, kreativitas

6 Bahan Ajar & Ringkasan Materi

Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah sikap toleransi atau tasamuh. Toleransi berarti menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, suku, pendapat, maupun kebiasaan. Dengan bersikap toleran, kita bisa hidup rukun dan damai dengan siapa saja, menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi semua.

Pengertian Toleransi (Tasamuh)

Toleransi dalam Islam disebut juga dengan tasamuh (تَسَامُح). Secara bahasa, tasamuh berarti sikap lapang dada, bermurah hati, dan suka memaafkan. Dalam konteks sosial, tasamuh adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di antara sesama manusia. Ini termasuk perbedaan agama, keyakinan, suku bangsa, bahasa, pendapat, dan kebiasaan. Sikap ini tidak berarti kita harus mengikuti keyakinan orang lain, tetapi kita menghormati hak mereka untuk memiliki keyakinan tersebut.

Dalil Anjuran Toleransi

Al-Qur'an dan Hadis banyak mengajarkan tentang pentingnya toleransi. Salah satu dalil yang paling jelas adalah firman Allah Swt. dalam Surah Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (lakum dīnukum wa liya dīn), yang artinya 'Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.' Ayat ini secara tegas mengajarkan batasan dalam berinteraksi dengan pemeluk agama lain, yaitu menghormati keyakinan mereka tanpa mencampuradukkan atau mengorbankan prinsip agama kita sendiri. Nabi Muhammad Saw. juga selalu menunjukkan sikap toleran kepada non-Muslim di masa hidupnya.

Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Sikap toleransi dapat kita praktikkan di mana saja. Di sekolah, misalnya, kita menghargai teman yang sedang beribadah atau memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Di lingkungan rumah, kita menghormati tetangga yang merayakan hari raya agamanya. Di masyarakat, kita tidak mencela atau meremehkan budaya atau adat istiadat suku lain. Intinya, toleransi adalah menerima dan menghargai keberadaan orang lain dengan segala perbedaannya.

Manfaat Sikap Toleransi

Bersikap toleran membawa banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Manfaat bagi diri sendiri antara lain: hati menjadi tenang, tidak mudah marah, dan memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang. Manfaat bagi lingkungan: terciptanya kerukunan antarumat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa semakin kuat, serta terhindarnya perpecahan dan konflik. Toleransi juga mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam.

Toleransi Bukan Berarti Mencampuradukkan Agama

Penting untuk dipahami bahwa toleransi tidak sama dengan mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme). Toleransi berarti menghargai perbedaan keyakinan tanpa harus mengorbankan keyakinan kita sendiri. Kita tidak boleh mengikuti ibadah atau ritual agama lain, namun kita tetap wajib menjaga hubungan baik dan menghormati mereka sebagai sesama manusia. Batasan ini sangat penting agar kita tetap teguh pada akidah Islam, sambil tetap menjadi pribadi yang santun dan menghargai sesama.

Cara Membiasakan Sikap Toleransi

Membiasakan sikap toleransi bisa dimulai dari hal-hal kecil. Pertama, belajar memahami dan menerima bahwa setiap orang itu unik dan berbeda. Kedua, berusaha berempati atau merasakan apa yang orang lain rasakan. Ketiga, menghindari prasangka buruk dan selalu berpikir positif. Keempat, berkomunikasi dengan baik dan terbuka. Kelima, aktif dalam kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Dengan begitu, kita akan terbiasa bersikap toleran dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Rangkuman: Toleransi atau tasamuh adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan antar sesama manusia, sesuai ajaran Islam. Dalil utamanya adalah QS. Al-Kafirun ayat 6. Sikap ini membawa banyak manfaat seperti terciptanya kerukunan dan kedamaian, tanpa harus mencampuradukkan ajaran agama. Membiasakan toleransi dapat dimulai dari hal kecil dan akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan.

7 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

Tujuan: Menganalisis studi kasus dan merumuskan solusi berbasis toleransi.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, pensil warna

  1. Bacalah studi kasus yang diberikan dengan seksama.
  2. Diskusikan dalam kelompok, apa saja masalah yang muncul akibat ketidakpahaman tentang perbedaan.
  3. Identifikasi nilai-nilai toleransi yang seharusnya diterapkan dalam studi kasus tersebut.
  4. Rumuskan solusi konkret berbasis toleransi untuk menyelesaikan masalah dalam studi kasus.
  5. Tuliskan hasil diskusi kelompokmu pada lembar kerja yang tersedia.

8 Glosarium

TasamuhSikap toleransi, saling menghargai dan menghormati.
Dalil NaqliDasar hukum atau bukti yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis.
Rahmatan lil 'alaminRahmat bagi seluruh alam, sifat ajaran Islam.
SinkretismePencampuradukan unsur-unsur dari berbagai agama atau kepercayaan.

9 Materi Pendidikan Agama Islam Terkait

Asmaul HUsna Al WaliyPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Asmaul HUsna Al Waliy →
Asmaul HUsna Al Waliy dan AL HamidPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Asmaul HUsna Al Waliy dan AL Hamid →
Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur)Pendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Asmaul husna(al-waliy, al-hamid, al-'Adl, as-sabur) →
Iman kepada Hari AkhirPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Iman kepada Hari Akhir →
Iman kepada qoda dan qodarPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Iman kepada qoda dan qodar →
Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi ThalibPendidikan Agama Islam Kelas VI SD
Pelajari Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib →

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Islam Indahnya Saling Menghormati (Sikap Toleransi / Tasamuh) ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul mengikuti Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026.

Bisakah hasilnya diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Buat Modul Ajar Lain — GRATISIsi nama & materi, selesai ±1 menit

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.