Modul ajar Pendidikan Agama Islam SD kelas VI materi Kisah Teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kurikulum Merdeka 2025/2026. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengetahui kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat terkemuka secara umum.
Pemahaman bermakna: Memahami kisah teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib tidak hanya menambah wawasan sejarah Islam, tetapi juga menginspirasi untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, kedermawanan, keadilan, dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: Menurut kalian, mengapa kita perlu belajar kisah para pemimpin Muslim di masa lalu?
Tujuan: Mengidentifikasi biografi singkat dan peran penting Khalifah Utsman bin Affan dalam Islam serta menganalisis sifat-sifat teladan beliau.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi dengan menanyakan 'Siapa yang tahu nama sahabat Nabi yang terkenal sangat dermawan?', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana kisah Khalifah Utsman bin Affan dapat menginspirasi kita hari ini?'
Memahami: Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi sumber belajar (buku, video pendek) untuk menemukan informasi tentang biografi singkat, peran penting, dan sifat-sifat teladan Khalifah Utsman bin Affan, lalu mencatat poin-poin penting yang ditemukan.
Mengaplikasi: Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis sifat-sifat teladan Khalifah Utsman bin Affan, seperti kedermawanan (الْجُودُ - al-jūd), kesabaran (الصَّبْرُ - ash-shabr), dan ketenangan, serta mengaitkannya dengan contoh perilaku di kehidupan sehari-hari.
Merefleksi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, guru memberikan penguatan terhadap materi dan nilai-nilai yang ditemukan, serta memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
Penutup: Peserta didik dan guru menyimpulkan bersama materi tentang Khalifah Utsman bin Affan, melakukan refleksi singkat tentang manfaat pelajaran, guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya.
Tujuan: Mengidentifikasi biografi singkat dan peran penting Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam Islam serta menganalisis sifat-sifat teladan beliau.
Kegiatan awal: Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang Khalifah Utsman, dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan belajar tentang Khalifah Ali bin Abi Thalib dan bagaimana keteladanannya relevan bagi kita'.
Memahami: Peserta didik secara mandiri mencari informasi dari berbagai sumber (buku teks, internet) mengenai biografi singkat, peran penting, dan sifat-sifat teladan Khalifah Ali bin Abi Thalib, seperti keberanian (الشَّجَاعَةُ - ash-shajā'ah), kecerdasan (الذَّكَاءُ - adz-dzakā'), dan keadilan (الْعَدْلُ - al-'adl).
Mengaplikasi: Dalam kelompok yang sama, peserta didik membandingkan sifat-sifat teladan Khalifah Ali dengan Khalifah Utsman, kemudian memilih satu sifat dari masing-masing khalifah yang paling menginspirasi mereka untuk dituliskan dalam sebuah paragraf singkat.
Merefleksi: Beberapa peserta didik membacakan paragraf singkat mereka di depan kelas, menjelaskan mengapa sifat tersebut menginspirasi, dan teman lain memberikan masukan positif. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan Profil Pelajar Pancasila.
Penutup: Guru membimbing peserta didik merangkum poin-poin penting tentang Khalifah Ali bin Abi Thalib, memberikan motivasi untuk terus meneladani akhlak mulia, menginformasikan tugas proyek untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa.
Tujuan: Menyusun ringkasan kisah teladan kedua khalifah dengan bahasa sendiri dan mempresentasikannya di depan kelas.
Kegiatan awal: Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan mengingatkan tentang tugas proyek yang akan dikerjakan hari ini: 'Hari ini kita akan membuat rangkuman kisah teladan kedua khalifah dan mempresentasikannya, siap?'
Memahami: Peserta didik bersama kelompoknya merencanakan proyek 'Papan Kisah Teladan' atau 'Buku Mini Kisah Khalifah' yang berisi ringkasan biografi, peran, dan sifat-sifat teladan Khalifah Utsman dan Ali, menggunakan bahasa mereka sendiri dan gambar/ilustrasi.
Mengaplikasi: Setiap kelompok bekerja sama menyusun proyek mereka, mulai dari pengumpulan informasi yang relevan, penulisan ringkasan, hingga mendesain tampilan agar menarik dan informatif, memastikan semua anggota berkontribusi aktif.
Merefleksi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya di depan kelas, menjelaskan isi dan nilai-nilai yang ingin disampaikan. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan apresiasi. Guru memberikan penilaian, umpan balik positif, dan penguatan nilai-nilai luhur dari kisah kedua khalifah.
Penutup: Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan proses pembelajaran dan hasil proyek, memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik, mengulas kembali pentingnya meneladani akhlak mulia, dan menutup pembelajaran dengan penuh semangat dan doa.
Proses (formatif): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kontribusi dalam penyusunan proyek.
Akhir (sumatif): Penilaian hasil proyek 'Papan Kisah Teladan' atau 'Buku Mini' dan presentasi kelompok.
| Tujuan | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Mengidentifikasi biografi singkat dan peran penting Khalifah Utsman bin Affan | Kisah Khalifah Utsman bin Affan | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| Menganalisis sifat-sifat teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib | Akhlak mulia kedua Khalifah | 2 JP | penalaran kritis, kewargaan |
| Menyusun ringkasan dan mempresentasikan kisah teladan kedua khalifah | Proyek Kisah Teladan Khalifah | 2 JP | kewargaan, penalaran kritis |
Kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah sumber inspirasi tak terbatas bagi umat Islam. Mereka adalah generasi terbaik yang hidup bersama Rasulullah dan menjadi penerus perjuangan Islam. Dua di antaranya adalah Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib, yang kepemimpinan dan akhlak mulianya patut kita teladani.
Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga dalam Islam, dikenal sebagai Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Nabi SAW. Beliau adalah sosok yang sangat dermawan, sering menginfakkan hartanya untuk kepentingan umat, seperti membeli sumur Raumah untuk kaum Muslimin dan membiayai pasukan perang. Utsman juga memiliki peran sangat besar dalam standarisasi mushaf Al-Qur'an, yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani. Sifat sabar dan tenang (الْحِلْمُ - al-hilm) beliau menjadikannya pemimpin yang dicintai.
Utsman bin Affan memimpin selama 12 tahun (644-656 M). Di masa kepemimpinannya, wilayah Islam meluas hingga ke Afrika Utara dan sebagian Asia Tengah. Beliau juga membangun angkatan laut Islam pertama. Meskipun menghadapi beberapa tantangan politik di akhir masa jabatannya, kebijakan-kebijakan beliau banyak membawa kemajuan bagi umat Islam. Kedermawanan dan kemurahan hati beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ali bin Abi Thalib adalah sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, serta khalifah keempat. Beliau dikenal karena keberaniannya yang luar biasa dalam setiap peperangan membela Islam, bahkan sejak muda. Ali juga merupakan seorang cendekiawan yang sangat cerdas, menguasai berbagai ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama dan bahasa Arab. Nabi SAW pernah bersabda, 'Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya' (أَنَا مَدِينَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا - anā madīnatul 'ilmi wa 'Aliyyun bābuhā).
Ali bin Abi Thalib memimpin selama sekitar 5 tahun (656-661 M). Masa kepemimpinannya diwarnai dengan berbagai gejolak politik dan fitnah besar dalam sejarah Islam, yang dikenal sebagai Perang Jamal dan Perang Shiffin. Meskipun demikian, beliau tetap berusaha menegakkan keadilan dan kebenaran dengan bijaksana. Ketegasan dan prinsip keadilan (الْعَدْلُ - al-'adl) beliau menjadi ciri khas kepemimpinannya.
Dari Khalifah Utsman, kita belajar tentang pentingnya kedermawanan (الْجُودُ - al-jūd) dan pengorbanan harta di jalan Allah. Beliau mengajarkan bahwa harta adalah titipan yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan umat. Selain itu, kesabaran (الصَّبْرُ - ash-shabr) dan ketenangan beliau dalam menghadapi masalah juga patut dicontoh. Ini menunjukkan bahwa pemimpin yang baik adalah yang mampu mengendalikan diri dan berpikir jernih.
Dari Khalifah Ali, kita bisa meneladani keberanian (الشَّجَاعَةُ - ash-shajā'ah) dalam membela kebenaran dan keadilan, tanpa rasa takut. Beliau juga mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan. Kecerdasannya menjadikan beliau rujukan dalam berbagai permasalahan agama. Sifat-sifat ini sangat relevan untuk ditanamkan dalam diri kita sejak dini.
Rangkuman: Kisah Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memberikan banyak pelajaran berharga. Utsman dikenal dermawan dan berjasa dalam kodifikasi Al-Qur'an, sedangkan Ali dikenal pemberani dan cerdas. Meneladani akhlak mulia mereka seperti kedermawanan, kesabaran, keberanian, dan keadilan akan membentuk pribadi Muslim yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tujuan: Menganalisis sifat-sifat teladan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib serta mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari.
Alat & bahan: Kertas A4, pensil warna/spidol, gunting, lem, gambar-gambar ilustrasi (opsional)
| Khalifah | Pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. |
| Sahabat | Orang yang pernah bertemu Nabi Muhammad SAW, beriman kepadanya, dan meninggal dalam keadaan Islam. |
| Dzun Nurain | Julukan Khalifah Utsman bin Affan, artinya 'pemilik dua cahaya' karena menikahi dua putri Nabi. |
| Mushaf Utsmani | Standarisasi penulisan Al-Qur'an yang dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. |
| Kedermawanan | Sifat suka memberi atau berbagi dengan orang lain tanpa pamrih. |
| Keberanian | Sifat tidak takut menghadapi bahaya atau kesulitan. |
| Keadilan | Sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak, dan memberikan hak kepada yang berhak. |
Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Islam kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Ya. Modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025).
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh, ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.